Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Membayangkan Andai Gaji Guru 30 Juta seperti Janji Ganjar Pranowo

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
20 September 2023
A A
Membayangkan Andai Gaji Guru 30 Juta seperti Janji Ganjar Pranowo

Membayangkan Andai Gaji Guru 30 Juta seperti Janji Ganjar Pranowo (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Apa yang terjadi andai gaji guru beneran jadi 30 juta sesuai dengan janji Ganjar Pranowo? 

Sesuatu yang enak, membahagiakan dan gratis itu adalah berandai-andai. Itulah yang saya lakukan beberapa waktu lalu. Gara-garanya, pas lagi selonjor, saya membaca berita tentang Pak Ganjar Pranowo. Bukan, bukan soal performa beliau di Mata Najwa baru-baru ini. Tapi, soal pernyataan Pak Ganjar di akun YouTube Rhenald Kasali.

Jadi, saat diwawancarai oleh Rhenald Kasali, Ganjar menyebut bahwa dia berjanji akan menaikkan gaji guru hingga Rp30 juta. Konon katanya, hal tersebut dilakukan sebagai apresiasi atas profesi guru. Wow. Aku terhura. Terima kasih, Pak!

Lebih lanjut, Ganjar menyebutkan bahwa kenaikan tersebut akan dilakukan secara berkala. Perkara butuh waktu berapa tahun (bahkan puluh tahun) untuk mencapai angka 30 juta ini, tidak disebutkan, sih. Yang jelas, Ganjar menyebut bahwa 30 juta adalah gaji yang layak bagi seorang guru. Sementara guru yang baru mengajar, gajinya dijanjikan berkisar di angka Rp10 juta. Aw aw aw.

Pascasarjana sesek

Satu-satunya terlintas di benak saya andai gaji guru beneran 30 juta sebulan adalah kampus pascasarjana bakalan sesek. Maaf-maaf aja, guru mah gitu. Kalau ada duit lebih, larinya bukan ke moge, apalagi beli pulau. Duit itu bakal dipake untuk upgrade pengetahuan. Entah itu ikut diklat ataupun lanjut kuliah.

Maka, bukan tidak mungkin dengan pemberian gaji yang sangat layak ini, bakalan ramai guru-guru melanjutkan kuliah hingga ke jenjang S2 bahkan S3. Kelak, guru-guru yang mengajar di kelas, bahkan di tingkat rendah sekalipun, bukan lagi lulusan sarjana tapi doctoral. Keren banget nggak, tuh?

Trus, kalau gurunya kuliah, yang ngajar anak-anak siapa, dong?

Begitu mungkin kalian bertanya-tanya.

Baca Juga:

Dosen Indonesia Itu Bukan Peneliti, tapi Buruh Laporan yang Kebetulan Punya Jadwal Ngajar

Jangan Bilang Gen Z Adalah Generasi Anti Guru, Siapa pun Akan Mikir Berkali-kali untuk Jadi Guru Selama Sistemnya Sekacau Ini

Oh, jangan kuatir. Jangankan ngajar sambil kuliah. Ngajar sambil ngurusin tugas administrasi, jadi konseling, penanganan siswa bermasalah hingga jadi debt collector dalam satu waktu aja bisa, kok. Cingcay, lah~

No more pinjol, terima kasih, Pak Ganjar Pranowo

Kemungkinan selanjutnya yang terjadi andai guru digaji 30 juta sebulan yaitu sepinya pengajuan kredit di bank. Ini logis. Dengan gaji sebesar itu, guru bisa menghidupi keluarganya dengan layak. Mereka, tak perlu lagi ngarep-ngarep dapet beras sama Pop Mie kalau donor darah. Benda-benda itu dapat dengan mudah mereka beli kapan pun. Begitupun saat waktunya bayar uang kuliah anak. Tinggal transfer, beres. Nggak perlu harus pengajuan ke bank ataupun koperasi sekolah.

Kelak, jika gaji 30 juta ini benar-benar terealisasi, nggak ada lagi cerita guru terjebak pinjol demi  memenuhi kebutuhan. Hasil survey akan berubah. Guru, tak lagi masuk dalam daftar profesi yang paling banyak terjerat pinjaman online.

Tapi…

Meskipun terdengar menggiurkan, soal gaji 30 juta bagi guru ini juga bisa membawa dampak buruk. Yaitu, negara bangkrut.

YAKALI APBN-NYA KUAT~

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini Indonesia memiliki 3,37 juta guru untuk tahun ajaran 2022/2023. Jika guru-guru tersebut digaji 30 juta, hitung sendiri berapa besar duit yang harus negara keluarkan.

Saya sih sangat mengapresiasi ide Pak Ganjar Pranowo ini. Setidaknya, ini adalah bukti kepedulian beliau. Meskipun, kalau kata saya, sih, daripada menjanjikan gaji 30 juta yang terdengar lebih dari sekadar mimpi di siang bolong, mending fokus ke kesenjangan gaji guru saja. Tuh, Pak, masih banyak guru yang bayarannya pahala. Padahal, pahala doang nggak bisa buat beli beras.

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Dear, Pemerintah, Gaji Guru Idealnya Segini, Harusnya Lebih Malah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 September 2023 oleh

Tags: gaji guruganjar pranowojanjiPolitik
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Guru SD Cuma Manusia Biasa tapi Dituntut Serba Bisa. Jangan Menaruh Ekspektasi Berlebihan pada Kami

Kalau Mau Cari Uang Jangan Jadi Guru, Terus Mereka Mau Makan Apa? Tenaga Dalam?

7 September 2025
Dosen Numpang Nama di Jurnal, Vampir Akademik Pengisap Darah Mahasiswa yang Banting Badan demi Kelulusan

Dosen Indonesia Itu Bukan Peneliti, tapi Buruh Laporan yang Kebetulan Punya Jadwal Ngajar

6 Januari 2026
Kantin Sekolah Adalah Penyelamat Guru yang Gajinya Rata dengan Tanah

Kantin Sekolah Adalah Penyelamat Guru yang Gajinya Rata dengan Tanah

24 September 2025
Glorifikasi Pemuda dalam Politik Indonesia: Anak Muda Memang Penting, tapi Anak Muda yang Gimana Dulu?

Glorifikasi Pemuda dalam Politik Indonesia: Anak Muda Memang Penting, tapi Anak Muda yang Gimana Dulu?

13 November 2023
mengkritik pemerintah, wabah corona covid-19 residu politik Seandainya Elite Politik Negeri Adalah Kenshin Himura, Betapa Indahnya Negeri Ini

Kritik Penanganan COVID-19 Telah Berubah Jadi Perulangan Perang Cebong-Kampret 

13 Mei 2020
surveyor politik pilkada pemilu mojok

Pengalaman Saya Jadi Surveyor Politik di Masa Pemilu yang Panas

10 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap Budaya Rewang di Hajatan Desa yang Nggak Banyak Orang Tahu Mojok.co

Saya Tidak Antisosial, Saya Cuma Takut Ikut Rewang dan Pulang Dicap Nggak Bisa Apa-apa

29 Januari 2026
UT, Kampus yang Paling Mengerti Mahasiswa. Nggak Perlu Panggung untuk Bisa Berprestasi

UT, Kampus yang Paling Mengerti Mahasiswa. Nggak Perlu Panggung untuk Bisa Berprestasi

27 Januari 2026
Pronosutan Kulon Progo, Tujuan Baru para Pelari dan Pencari Ketenangan

Pronosutan Kulon Progo, Tujuan Baru para Pelari dan Pencari Ketenangan

26 Januari 2026
5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Batik Solo Trans Memang Nyaman, tapi Nggak Ramah Mahasiswa, ke Kampus Harus Transit Sampai 3 Kali Mojok.co

Batik Solo Trans Memang Nyaman, tapi Nggak Ramah Mahasiswa, ke Kampus Harus Transit Sampai 3 Kali

29 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.