Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

‘Ampun Bang Jago’ di Momen Kudeta Myanmar Memang Terbukti ‘Menyehatkan’

Reynaldo B Girsang oleh Reynaldo B Girsang
3 Februari 2021
A A
ampun bang jago kudeta myanmar militer polisi mojok

ampun bang jago kudeta myanmar militer polisi mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Topik pembahasan kali ini adalah tentang Myanmar. Tentu saja saya tidak akan membahas kelakuan rakyatnya yang lucu kalau main Mobile Legends. Nggak lucu sih, tepatnya nggatheli. Kita akan membahas perkara kudeta. Berita internasional awal Februari kemarin dihebohkan dengan kudeta yang dilakukan oleh militer Myanmar. Panglima Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing melakukan penangkapan terhadap Presiden terpilih Win Myint, Aung San Suu Kyi dan tokoh sipil lainnya. Ya begitulah, kursi kekuasaan memang membuat orang candu bahkan jadi abuse of power.

Kayak negara itu, yang 32 tahun dipimpin orang yang sama. Biasalah.

Melihat postingan dan komentar rakyat Myanmar di internet kebanyakan mereka tidak mendukung militer untuk berkuasa karena sangat otoriter dan korup. Myanmar punya sejarah kelam tentang militer yang pernah berkuasa. namun masa itu militer mendapat perlawanan oleh tokoh sipil bernama Aung San Suu Kyi yang menyerukan demokrasi dan kebebasan.

Aung San Suu Kyi pernah mendapatkan Nobel pada 1991 karena memperjuangkan demokrasi dan kebebasan di negaranya. Dia juga pernah dipenjara oleh pihak militer dan baru bebas pada 2010. Penghargaan Nobelnya hampir dicabut karena kasus Rohingya. namun dibatalkan karena dia tidak punya pengaruh kekuasaan pada militer Myanmar yang konflik dengan rakyat Rohingya.

Ternyata bukan kudetanya saja yang ramai dibicarakan baru baru ini tapi “Ampun Bang Jago” juga ikut trending. Loh, kok bisa? Ternyata ada guru senam di Myanmar menggunakan lagu ampun bang jago versi Remix TRAP REMIX dan untuk versi aslinya adalah milik Tian Storm x Ever Slkr. Lagu remix DJ Indonesia memang banyak digunakan oleh rakyat ASEAN terutama di aplikasi TikTok.

Lagu “Ampun Bang Jago” sudah viral sebelumnya apalagi banyak dipakai untuk menghibur sewaktu demo Omnibus Law. Padahal, lagu remix DJ Indonesia sering dianggap ndeso alias lagu kasta rendah oleh beberapa kalangan karena banyak digunakan video TikTok bocah Free Fire, hiburan supir truk, ataupun jamet. Halah, yang bilang ndeso itu paling kakinya gerak-gerak ikuti irama. Atau kalau pas mabok juga dengerinnya musik supir truk, rasah sok nggaya.

Kembali lagi membahas guru senamnya. setelah diusut ternyata guru tersebut bernama Khing Hnin Wai. Dia memang sering mengunggah video senam ke Facebooknya, namun semua berbeda sesudah dia mengunggah video senam “Ampun Bang Jago” di Facebook yang berdurasi 3 menit 25 detik. Video senam miliknya langsung mendapatkan banyak like, komentar, dan share. Tidak hanya ramai di Facebook tapi videonya sudah tersebar sampai ke medsos lain seperti TikTok, Twitter, dan forum Reddit.

Menurut saya, ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam video tersebut. Pertama, lagu ndeso ternyata punya potensi yang besar dalam perkara go international. Bisa jadi ketika Anda melancong ke Paris dan berteriak “Sayaaang…” di bawah Eiffel, ada warga Prancis yang nimpali “opo kowe krunguuu, jerite atikuuu” dengan logat Perancis. Wah, sa nggak bisa bayangin NDX dan DJ Desa main di Coachella.

Baca Juga:

Bantul, Sentra Industri UMKM sekaligus Penghasil Utama Gondes di Jogja

Westerling, Percobaan Kudeta, dan Candaannya tentang Nyawa Sukarno

Kedua, lagu “Poco-poco” mulai tergeser popularitasnya sebagai lagu senam.Ya namanya zaman, tak punya ampun dalam menggilas hal-hal yang sudah usang.

Sejak video senamnya viral dia mengunggah lagi banyak video senam di lokasi yang sama. pada unggahan senam yang lain dia menulis bahwa rutin melakukan senam pagi dilokasi tersebut, namun secara tidak sengaja merekam ada konvoi militer. Khing Hnin Wai tetap melanjutkan senamnya sampai berakhir. Dia sepertinya tidak menghiraukan konvoi militer di belakangnya yang sedang melakukan kudeta.

Sebenarnya merekam saat sedang senam itu biasa saja. Tapi, jadi tidak biasa karena merekam senam dengan pemandangan konvoi militer yang melakukan kudeta. Dia yang senam orang lain yang jantungan.

Pada video senamnya yang viral, dia menulis untuk tidak mengcopy dan paste video miliknya. Maksudnya mungkin mengubah atau menambah sesuatu di video miliknya. Dia bisa saja takut kalau ada orang lain yang mengedit videonya karena bisa dianggap provokasi atau melawan penguasa.

Semoga aja konflik cepat selesai dan dari pihak militer Myanmar tidak ada yang tahu arti bang jago. Saya takut kalau mereka salah paham lalu menangkap guru senamnya karena dianggap provokasi. Tidak lucu kalau seorang guru senam dipenjara karena lagu “Ampun Bang Jago”.

Tapi, di negara manaaa gitu, aparatnya sering nangkapin orang yang kritik negara lewat medsos. Negara mana gitu, pokoknya yang… biasalah.

BACA JUGA Westerling, Percobaan Kudeta, dan Candaannya tentang Nyawa Sukarno.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 3 Februari 2021 oleh

Tags: ampun bang jagokudetamyanmarndx
Reynaldo B Girsang

Reynaldo B Girsang

Mahasiswa Teknik Informatika yang suka membuat artikel atau post di forum atau grup di internet.

ArtikelTerkait

kapten Raymond Paul Pierre Westerling pembantaian sulsel 1946-1947 kekejaman kudeta sukarno mojok.co

Westerling, Percobaan Kudeta, dan Candaannya tentang Nyawa Sukarno

13 September 2020
Bangunjiwo Bantul Problematik: Daerahnya Makin Modern, tapi Infrastruktur Nggak Memadai bantul jogja

Bantul, Sentra Industri UMKM sekaligus Penghasil Utama Gondes di Jogja

20 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan

1 Februari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.