'Ampun Bang Jago' di Momen Kudeta Myanmar Memang Terbukti 'Menyehatkan' – Terminal Mojok

‘Ampun Bang Jago’ di Momen Kudeta Myanmar Memang Terbukti ‘Menyehatkan’

ArtikelFeatured

Topik pembahasan kali ini adalah tentang Myanmar. Tentu saja saya tidak akan membahas kelakuan rakyatnya yang lucu kalau main Mobile Legends. Nggak lucu sih, tepatnya nggatheli. Kita akan membahas perkara kudeta. Berita internasional awal Februari kemarin dihebohkan dengan kudeta yang dilakukan oleh militer Myanmar. Panglima Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing melakukan penangkapan terhadap Presiden terpilih Win Myint, Aung San Suu Kyi dan tokoh sipil lainnya. Ya begitulah, kursi kekuasaan memang membuat orang candu bahkan jadi abuse of power.

Kayak negara itu, yang 32 tahun dipimpin orang yang sama. Biasalah.

Melihat postingan dan komentar rakyat Myanmar di internet kebanyakan mereka tidak mendukung militer untuk berkuasa karena sangat otoriter dan korup. Myanmar punya sejarah kelam tentang militer yang pernah berkuasa. namun masa itu militer mendapat perlawanan oleh tokoh sipil bernama Aung San Suu Kyi yang menyerukan demokrasi dan kebebasan.

Aung San Suu Kyi pernah mendapatkan Nobel pada 1991 karena memperjuangkan demokrasi dan kebebasan di negaranya. Dia juga pernah dipenjara oleh pihak militer dan baru bebas pada 2010. Penghargaan Nobelnya hampir dicabut karena kasus Rohingya. namun dibatalkan karena dia tidak punya pengaruh kekuasaan pada militer Myanmar yang konflik dengan rakyat Rohingya.

Ternyata bukan kudetanya saja yang ramai dibicarakan baru baru ini tapi “Ampun Bang Jago” juga ikut trending. Loh, kok bisa? Ternyata ada guru senam di Myanmar menggunakan lagu ampun bang jago versi Remix TRAP REMIX dan untuk versi aslinya adalah milik Tian Storm x Ever Slkr. Lagu remix DJ Indonesia memang banyak digunakan oleh rakyat ASEAN terutama di aplikasi TikTok.

Lagu “Ampun Bang Jago” sudah viral sebelumnya apalagi banyak dipakai untuk menghibur sewaktu demo Omnibus Law. Padahal, lagu remix DJ Indonesia sering dianggap ndeso alias lagu kasta rendah oleh beberapa kalangan karena banyak digunakan video TikTok bocah Free Fire, hiburan supir truk, ataupun jamet. Halah, yang bilang ndeso itu paling kakinya gerak-gerak ikuti irama. Atau kalau pas mabok juga dengerinnya musik supir truk, rasah sok nggaya.

Kembali lagi membahas guru senamnya. setelah diusut ternyata guru tersebut bernama Khing Hnin Wai. Dia memang sering mengunggah video senam ke Facebooknya, namun semua berbeda sesudah dia mengunggah video senam “Ampun Bang Jago” di Facebook yang berdurasi 3 menit 25 detik. Video senam miliknya langsung mendapatkan banyak like, komentar, dan share. Tidak hanya ramai di Facebook tapi videonya sudah tersebar sampai ke medsos lain seperti TikTok, Twitter, dan forum Reddit.

Menurut saya, ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam video tersebut. Pertama, lagu ndeso ternyata punya potensi yang besar dalam perkara go international. Bisa jadi ketika Anda melancong ke Paris dan berteriak “Sayaaang…” di bawah Eiffel, ada warga Prancis yang nimpali “opo kowe krunguuu, jerite atikuuu” dengan logat Perancis. Wah, sa nggak bisa bayangin NDX dan DJ Desa main di Coachella.

Kedua, lagu “Poco-poco” mulai tergeser popularitasnya sebagai lagu senam.Ya namanya zaman, tak punya ampun dalam menggilas hal-hal yang sudah usang.

Sejak video senamnya viral dia mengunggah lagi banyak video senam di lokasi yang sama. pada unggahan senam yang lain dia menulis bahwa rutin melakukan senam pagi dilokasi tersebut, namun secara tidak sengaja merekam ada konvoi militer. Khing Hnin Wai tetap melanjutkan senamnya sampai berakhir. Dia sepertinya tidak menghiraukan konvoi militer di belakangnya yang sedang melakukan kudeta.

Sebenarnya merekam saat sedang senam itu biasa saja. Tapi, jadi tidak biasa karena merekam senam dengan pemandangan konvoi militer yang melakukan kudeta. Dia yang senam orang lain yang jantungan.

Pada video senamnya yang viral, dia menulis untuk tidak mengcopy dan paste video miliknya. Maksudnya mungkin mengubah atau menambah sesuatu di video miliknya. Dia bisa saja takut kalau ada orang lain yang mengedit videonya karena bisa dianggap provokasi atau melawan penguasa.

Semoga aja konflik cepat selesai dan dari pihak militer Myanmar tidak ada yang tahu arti bang jago. Saya takut kalau mereka salah paham lalu menangkap guru senamnya karena dianggap provokasi. Tidak lucu kalau seorang guru senam dipenjara karena lagu “Ampun Bang Jago”.

Tapi, di negara manaaa gitu, aparatnya sering nangkapin orang yang kritik negara lewat medsos. Negara mana gitu, pokoknya yang… biasalah.

BACA JUGA Westerling, Percobaan Kudeta, dan Candaannya tentang Nyawa Sukarno.

Baca Juga:  Mengungsi ke Hotel saat Listrik Padam adalah Kemewahan yang Sulit Kita Lakukan
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.