Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Politik

Alternatif Tokoh yang Cocok Mengisi Kekosongan Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta

Muhammad Ikhdat Sakti Arief oleh Muhammad Ikhdat Sakti Arief
27 Juli 2019
A A
wakil gubernur

wakil gubernur

Share on FacebookShare on Twitter

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memang tidak ada habisnya menjadi pembicaraan. Baru-baru ini beliau kembali membuat panggung untuk para pengkritik dan juga para haters. Pasalnya Pak Anies akhirnya memutuskan membongkar instalasi bambu getah getih yang ada di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Alasan dari pembongkaran dari “karya seni” tersebut karena katanya instalasinya sudah rapuh. Takutnya nanti bisa roboh.

Keputusannya tersebut tentu saja menuai pro dan kontra. Yang mendukung tentu saja para fanatik dari Pak Anies. Yang bagi para penudkungnya, Pak Anies ini adalah sang gubernur rasa presiden.

Yang mengkritik keputusan Pak Anies juga ada. Mereka menganggap pemerintah DKI Jakarta hanya mengahambur-hamburkan uang negara. Karena memang uang yang dihabiskan untuk membuat instalasi “karya seni” tersebut tidak sedikit—kurang lebih 550 juta rupiah.

Sekarang hasil dari uang tersebut sudah tak bersisa. Tapi kan uangnya juga larinya kepada rakyat kecil. Jadi tidak ada yang sia-sia. Itu kata Pak Anies. Salut sama gubernur yang satu ini.

Pesona dari Anies ini selalu saja menjadi pusat perhatian. Kritikan dan juga nyinyiran selalu saja menghampiri beliau. Kritikan yang diberikan kadang berbobot, kadang juga asal ngomong. Gubernur Anies ini dikritik bukan hanya oleh warga DKI, tetapi juga warga dari daerah lain.

Gubernur-gubernur lain sepertinya harus berterima kasih kepada Pak Anies. Gara-gara beliau, masyarakat daerah lain lebih memilih mengkritik Pak Anies ketimbang mengkritik gubernur di daerah mereka sendiri.

Tapi apa Pak Anies ini tidak kesepian. Dia bekerja sendirian sudah hampir setahun. Saya pikir sekarang sudah saatnya Anies mencari wakil baru untuk menemani beliau bekerja mengurus Jakarta. Setidaknya dengan punya wakil, Anies bisa punya teman untuk berbagi suka dan duka. Jangan ditanggung sendiri.

Baca Juga:

4 Alasan Warga Jakarta Menolak Ridwan Kamil Menjadi Calon Gubernur

Videotron Anies Baswedan Diberangus Kekuatan Penguasa

Sudah saatnya ada yang mengisi hati ini posisi wakil gubernur DKI Jakarta. Kalau para partai pengusung masih bingung menentukan wakil Anies, saya ada beberapa saran yang mungkin bisa dijadikan pertimbangan.

  1. Kaesang, si penjual pisang

Seorang pemimpin itu punya tanggung jawab yang berat. Beban yang kadang bikin stres. Apalagi kebijakan yang dibuat belum tentu membuat senang semua orang. Pasti ada saja yang kecewa. Belum lagi haters yang akan selalu nyinyir.

Maka dari itu, saya menyarankan Kaesang—si penjual pisang itu—untuk menjadi wakil Pak Anies. Kaesang ini dikenal sebagai anak muda yang menyukai per-shitposting-an. Dia juga selalu santai dalam menghadapi hujatan dari para hatersnya. Orang yang ngatain bapaknya bloon saja malah ditawarin pisang. Kurang santai gimana lagi. Jadi kalau ada yang nyinyirin Pak Anies, biar Kaesang saja yang menghadapi.

Kaesang juga adalah seorang penjual pisang yang sukses. Jadi jangan ragukan dia untuk mengembangkan pertumbuhan ekonomi kreatif di Jakarta.

Fakta kalau Kaesang ini adalah anak Pak Jokowi bisa juga menguntungkan Pak Anies. Yang suka nyinyirin Pak Anies kan kebanyakan datang dari pendukung Pak Jokowi yang selalu merasa junjungannya itu selalu benar dan tak pernah salah. Dengan Pak Anies menggandeng Kaesang sebagai wakil gubernur, setidaknya akan sedikit mengurangi nyinyiran orang-orang kepada beliau.

  1. Lord Didi Kempot, the godfather of broken heart

Nama selanjutnya yang saya sarankan untuk menjadi wakil Pak Anies adalah Mas Didi Kempot. Mas Didi baru-baru ini menjadi perbincangan warganet. Hal itu karena lagu-lagu beliau yang menceritakan tentang patah hati. Alih-alih disesali, lebih baik dinikmati.

Anak-anak muda  milenial kemudian memberikan julukan kepada beliau sebagai “godfather of broken heart”.

Dengar-dengar katanya Pak Anies ini mau maju di pemilu presiden 2024—walaupun sebenarnya masih lama juga. Pak Anies juga pasti sudah tau kalau suara milenial itu sangat diperhitungkan. Kalau Pak Anies menarik Mas Didi Kempot yang digandrungi para anak muda ini, bisa memuluskan perjuangan Pak Anies untuk menjadi presiden. Para anak muda akan tertarik memilih Pak Anies nantinya.

  1. Sandiaga Uno, sang mantan

Ini adalah kandidat yang menurut saya masih sangat pantas untuk menjadi wakil Pak Anies. Menurut saya sih ada baiknya kalau Pak Anies kembali menawarkan kursi wakil gubernur itu kepada Sandiaga Uno. Saya percaya kalau Bang Sandi memiliki keinginan yang kuat untuk membangun ibu kota. Tidak usah malu kalau niatnya memang tulus. Pasti masih banyak yang menginnginkan Bang Sandi mengisi kekosongan kursi wagub Jakarta. Saya sangat mendukung kalau Bang Sandi kembali menjadi wakil gubernur. Siapa tau nanti bisa maju bersama di pelpres 2024.

Terkadang memang kita tidak pernah sadar bahwa orang yang terbaik untuk kita adalah dia yang sudah pernah mengisi hati kita. Dia sudah tau kelebihan dan juga kekurangan yang kita punya. Eh.

Nama-nama tersebut saya rasa cukup layak menjadi wakil gubernur DKI Jakarta. Sebenarnya saya ingin menyarankan Mas Agus Mulyadi untuk menjadi wakil gubernur DKI Jakarta. Tapi sepertinya Mas Agus juga tidak mau ditawari jabatan tersebut. Dia pasti lebih memilih menjadi Kepala Sekolah di Mojok Institute.

Lagian, kalau Mas Agus jadi wakil gubernur, siapa yang akan menggantikan posisi dia sebagai Dewan Penasehat Sobat Ambyar Nasional Lord Didi Kempot? Sampai saat ini saya cukup yakin belum ada yang pantas.

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2022 oleh

Tags: anies baswedandidi kempotkaesangsandiaga unosurya paloh
Muhammad Ikhdat Sakti Arief

Muhammad Ikhdat Sakti Arief

Nama saya Ikhdat, seorang pengangguran (semoga cepat dapat kerja) pecinta senja, penikmat kopi (biar dibilang anak indie) yang suka nulis.

ArtikelTerkait

Mubeng Ring Road Adalah Tradisi Kawula Muda Jogja Menghilangkan Kesedihan

Mubeng Ring Road Adalah Tradisi Kawula Muda Jogja Menghilangkan Kesedihan

18 April 2020
lirik kuncung didi kempot masa kecil anak jawa miskin desa mojok

Kuncung, Lagu Didi Kempot yang Mendeskripsikan Kemiskinan dengan Begitu Mewah

7 Mei 2020
Saatnya Blak-blakan soal Penyebab Banjir Kalimantan Selatan. Sama-sama Tahu lah!

Kita Terlalu Sibuk Ngomongin Anies, Sampai Lupa Pemberitaan Banjir Jakartasentris Banget

29 Februari 2020
5 Lagu Sunda yang Maknanya Nggak Kalah sama 'Cidro' dan 'Sewu Kutho' terminal mojok.co didi kempot campursari sunda keroncong sunda

Dari Saya yang Sering Patah Hati: Terima Kasih Om Didi Kempot

4 Juli 2019
sandiaga uno prabowo-sandi cebong kampret jokowi mojok

Matinya Cebong dan Kampret Gara-gara Reuni Prabowo-Sandi di Kabinet Jokowi Ma’ruf

26 Desember 2020
5 Lagu Sunda yang Maknanya Nggak Kalah sama 'Cidro' dan 'Sewu Kutho' terminal mojok.co didi kempot campursari sunda keroncong sunda

Mendengarkan Didi Kempot, Mengulang Masa Lalu

5 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

14 Januari 2026
Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

16 Januari 2026
5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo Mojok.co

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo

15 Januari 2026
8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

15 Januari 2026
Coach Jualan di Shopee untuk Rakyat Jelata yang Gajinya Nggak Seberapa tapi Keinginannya Nggak Kira-kira

Coach Jualan di Shopee untuk Rakyat Jelata yang Gajinya Nggak Seberapa tapi Keinginannya Nggak Kira-kira

12 Januari 2026
MR DIY Tempat Belanja yang Lebih Nyaman, Lengkap, dan Worth It ketimbang Miniso

MR DIY Tempat Belanja yang Lebih Nyaman, Lengkap, dan Worth It ketimbang Miniso

11 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • 2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup
  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.