Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Alasan Warga Blora Bagian Timur Ogah Main ke Alun-Alun Kabupaten

Dimas Junian Fadillah oleh Dimas Junian Fadillah
6 Mei 2025
A A
Alasan Warga Blora Bagian Timur Ogah Main ke Alun-Alun Kabupaten Mojok.co

Alasan Warga Blora Bagian Timur Ogah Main ke Alun-Alun Kabupaten (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Warga Blora yang tinggal di bagian timur lebih memilih main Cepu daripada ke alun-alun kabupaten. 

Di banyak daerah, alun-alun sering menjadi tempat warga untuk berkumpul, bersantai, atau sekadar mengisi waktu luang di tengah kesibukan harian. Di alun-alun warga biasa mencari hiburan sederhana, mencicipi jajanan lokal, atau menikmati suasana terbuka di tengah kota. Itu mengapa di berbagai daerah, alun-alun selalu jadi tempat favorit. 

Akan tetapi, hal itu nggak berlaku buat kami yang tinggal di Blora bagian timur, terutama di Kecamatan Cepu dan Sambong. Alih-alih menjadi destinasi yang menyenangkan, alun-alun Blora yang berjarak cukup jauh justru melelahkan untuk dikunjungi. Sekadar membayangkan perjalanannya saja sudah bikin malas. Bisa dibilang warga Blora sisi timur tidak akan ke sana kalau tidak ada keperluan yang begitu mendesak. 

Berikut beberapa alasan kenapa Alun-Alun Blora belum cukup menarik bagi kami yang tinggal di wilayah ujung timur kabupaten.

Jarak tempuh yang sangat jauh dan ancaman keselamatan

Alasan utama kami malas ke alun-alun Blora tentu saja soal jarak tempuh yang cenderung sangat jauh. Untuk sampai ke alun-alun Blora dari wilayah timur seperti Kecamatan Cepu atau Sambong, kami harus menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 40 kilometer. Itu pun bukan lewat jalan yang lurus tanpa halangan, tapi harus melewati belantara hutan jati dengan tikungan-tikungan khas yang kadang bisa bikin mual di tengah perjalanan.

Dengan jarak tersebut, perjalanan ke alun-alun bisa menghabiskan waktu antara 45 menit hingga satu jam sekali jalan, tergantung situasi lalu lintas dan kondisi cuaca. Kalau dihitung pulang-pergi, total waktunya bisa hampir dua jam hanya untuk duduk di kendaraan. Jadi, wajar saja kalau banyak warga akhirnya mikir berkali-kali, bahkan memutuskan batal berangkat.

Belum lagi soal aspek keamanan di jalan. Jalur hutan Blora minim penerangan dan  jarang ada fasilitas seperti  pom bensin dan bengkel. Perjalanan ke alun-alun bisa sangat riskan, apalagi di malam hari. Kondisinya bisa tambah buruk kalau kendaraan tidak dalam keadaan prima. 

Fasilitas transportasi publik masih langka

Minimnya pilihan transportasi umum yang menghubungkan wilayah timur Blora dengan alun-alun membuat kami malas ke sana.  Transportasi yang tersedia tidak banyak dan hanya beroperasi pada jam-jam tertentu. Itu mengapa perjalan ke Alun-Alun Blora sangat terbatas, terutama bagi mereka yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Kondisi ini jelas menyulitkan mobilitas warga di bagian timur. Tidak hanya akses ke pusat kota, tapi juga ke titik-titik lain. 

Baca Juga:

Rujak Teplak Khas Tegal Adalah Anomali bagi Warga Blora, Rujak kok Jadi Menu Sarapan, Aneh!

3 Fakta Menarik tentang Blora yang Jarang Orang Bicarakan

Kurangnya pilihan hiburan dan fasilitas di alun-alun Blora

Di luar persoalan jarak dan akses transportasi, alun-alun Blora menjadi kurang menarik karena pilihan hiburan dan fasilitas yang terbatas. Meski ada beberapa titik yang bisa disinggahi, kenyataannya belum banyak yang benar-benar bisa memenuhi kebutuhan warga untuk bersantai atau beraktivitas.

Terbatasnya pilihan pusat perbelanjaan besar, kafe yang nyaman, atau tempat nongkrong yang menyenangkan membuat suasana di sekitar alun-alun menjadi terasa monoton. Bahkan, area bermain yang ramah anak masih sulit untuk dijumpai di sini. Alhasil, alun-alun Blora menjadi terasa seperti ruang kosong yang nampak kurang hidup dan kurang menggoda untuk disinggahi.

Itulah alasan banyak warga Blora bagian timur lebih memilih menetap dan menghabiskan waktu di Cepu daripada ke pusat kota. Selain jaraknya yang lebih terjangkau, wilayah ini juga sudah menawarkan berbagai fasilitas mulai dari berjejernya pusat perbelanjaan, tempat makan, hingga area rekreasi yang sudah cukup lengkap. Jadi, ketimbang memaksakan diri pergi ke alun-alun yang jauh dan minim pilihan, Cepu terasa jauh lebih praktis dan memuaskan. Nggak heran kalau bagi sebagian besar warga di timur Blora, Cepu justru lebih layak disebut “pusat” dibanding alun-alun yang secara administratif jadi simbol dari kabupaten.

Penulis: Dimas Junian Fadillah
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Kali Cokel Pacitan, “Sungai Amazon” di Jawa Timur yang Wajib Dikunjungi Wisatawan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Mei 2025 oleh

Tags: alun-alun blorabloracepuwarga blora
Dimas Junian Fadillah

Dimas Junian Fadillah

Magister Administrasi Publik, tertarik menulis isu lokal, politik dan kebijakan publik.

ArtikelTerkait

7 Kecamatan yang Lebih Populer Ketimbang Kabupatennya di Karesidenan Semarang (Unsplash.com)

7 Kecamatan yang Lebih Populer Ketimbang Kabupatennya di Karesidenan Semarang

7 Oktober 2022
Jalan Raya Purwodadi-Blora Bikin Resah Pejalan Kaki dan Pengendara

Jalan Raya Purwodadi-Blora Bikin Resah Pejalan Kaki dan Pengendara

12 September 2023
3 Makanan Ekstrem Blora yang Nggak Cocok di Lidah Banyak Orang, tapi Menarik untuk Dicoba Mojok.co

3 Kuliner Ekstrem Blora yang Mungkin Nggak Cocok di Lidah Banyak Orang, tapi Menarik untuk Dicoba

12 November 2025
7 Kosakata Bahasa Jawa Blora yang Wajib Dipahami Pendatang

7 Kosakata Bahasa Jawa Blora yang Wajib Dipahami Pendatang

8 Desember 2023
barongan blora pesan tersirat alam mojok

Pesan Tersirat di Balik Cerita yang Diusung Kesenian Barongan Blora

14 September 2020
Taman Budaya Cepu Bukti Pemkab Blora Terlalu Gegabah

Taman Budaya Cepu Bukti Pemkab Blora Terlalu Gegabah

16 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik Mojok.co

7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik

17 Maret 2026
Jerat Motor Kredit Terlihat Mengilat tapi Fondasinya Melarat (Unsplash)

Motor Kredit Menciptakan Kabut Tebal yang Menyembunyikan Wajah Asli Kemiskinan, Terlihat Mengilat tapi Fondasinya Melarat

20 Maret 2026
Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya Mojok.co

Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya

20 Maret 2026
Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026
Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Tinggal di Wonogiri Menyadarkan Kenapa Saya dan para Perantau yang Lain Memilih Mengadu Nasib di Kota Lain

19 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.