Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

3 Alasan Saya Lebih Senang Nonton Film di Bioskop Jadul Rajawali Purwokerto daripada Bioskop Modern di Mall

Wahyu Tri Utami oleh Wahyu Tri Utami
5 Desember 2025
A A
3 Alasan Saya Lebih Senang Nonton Film di Bioskop Jadul Rajawali Purwokerto daripada Bioskop Modern di Mall Mojok.co

3 Alasan Saya Lebih Senang Nonton Film di Bioskop Jadul Rajawali Purwokerto daripada Bioskop Modern di Mall (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya orang Purwokerto yang masih setia nonton film di Rajawali Cinema. Bagi sebagian orang, pilihan nonton di bioskop jadul ini mungkin terdengar aneh. Terlebih, bioskop modern sekarang ini menawarkan pengalaman nonton film yang benar-benar lengkap. 

Bayangkan saja, bioskop modern ada yang sudah memiliki fasilitas kursi reclining seperti di kereta-kereta. Ada juga pilihan kursi yang ikut bergoyang menyesuaikan alur film. Pengalaman menonton makin seru dengan kehadiran speaker Dolby yang suaranya bisa bikin jantung bergoyang itu.

Semua fasilitas bioskop modern itu tidak akan kalian temukan di Rajawali Cinema. Bagi yang belum tahu, Rajawali Cinema adalah sebuah bioskop tua di Purwokerto. Bioskop ini terkenal karena poster filmnya masih dilukis tangan. Saking jadulnya bioskop ini, ia menjadi saksi bisu kisah romansa warga Banyumas dari era 80-an hingga sekarang. 

Kalau dipikir-pikir, Rajawali ini semacam artefak budaya yang tidak diciptakan ulang oleh modernitas. Alasan saya masih memilih nonton di sana adalah karena tiga hal sederhana: harga tiket, kenyamanan akses, dan rasa nostalgia yang tidak bisa digantikan oleh speaker canggih mana pun.

#1 Alasan harga

Mari kita mulai dari faktor paling membumi yaitu uang. Rajawali Cinema adalah salah satu dari sedikit tempat hiburan yang masih menghargai betapa kecilnya nominal gaji kita dibanding harga kebutuhan hidup. Kamu bisa nonton dengan modal Rp30 ribu rupiah di hari Senin sampai Kamis. Jumat naik sedikit menjadi Rp35 ribu, dan kalau mau nonton saat weekend atau libur nasional, kamu cukup merogoh Rp40 ribu.

Harga yang ramah di kantong tidak merusak masa depan finansial kita. Bandingkan saja dengan bioskop yang ada di dalam mal dengan tiket yang bisa mencapai Rp50 ribu. Di Rajawali, kamu membeli tiket tanpa rasa bersalah. Dompet senang, hati pun tenang. Dan, yang terpenting, kamu merasa dihargai sebagai rakyat Purwokerto yang realistis secara ekonomi.

#2 Tidak perlu naik eskalator sampai 3 kali

Salah satu tantangan nonton di bioskop modern adalah perjalanan menuju teaternya. Kamu harus masuk mal, menghindari SPG yang tiba-tiba menawarkan parfum, lalu naik eskalator atau lift menuju lantai teratas yang letaknya seperti puncak impian yang tak pernah tercapai.

Rajawali Cinema? Tidak ada itu semua. Bioskop ini cuma satu lantai. Kamu masuk, beli tiket, dan langsung menuju teater. Rajawali tidak memaksa kamu untuk berolahraga sebelum menonton film atau merasa kebingungan “Ini bioskop di lantai berapa sih?” karena jawabannya cuma satu: ya di lantai itu-itu saja. Bioskop modern boleh punya interior mewah, tapi Rajawali punya kemudahan yang tidak memerlukan GPS internal.

Baca Juga:

Purwokerto dan Purwakarta: Nama Mirip Beda Provinsi yang Bikin Paket Nyasar, Ongkir Membengkak, dan Kurir Ekspedisi Kena Mental

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

#3 Di bioskop Rajawali Purwokerto bisa sekaligus bernostalgia

Alasan terakhir paling personal dan sulit digantikan. Setiap kali saya melangkah ke bioskop Rajawali Purwokerto, ada perasaan aneh yang langsung muncul. Semacam kenangan lama yang disimpan di rak paling dalam kepala dan tiba-tiba tersentuh tanpa izin.

Di Rajawali, saya pertama kali menonton bioskop bersama almarhumah ibu, filmnya Laskar Pelangi. Semua masih teringat jelas, dinginnya ruangan, suara penonton lain, layar yang terasa begitu besar bagi saya kecil. Dan, tentu saja,  tangan ibu yang menuntun masuk ke teater.

Bioskop modern tidak bisa menghadirkan memori itu, meski kursinya lebih empuk dan suaranya lebih canggih. Bagi saya, tiap kunjungan ke bioskop Rajawali Purwokerto bak ritual kecil untuk mengenang seseorang yang tidak lagi ada, tetapi kehadirannya masih terasa.

Rajawali Cinema mungkin kalah modern dibanding bioskop-bioskop modern di dalam mal. Kursinya mungkin tidak bisa direbahkan 45 derajat, speakernya mungkin tidak bisa memijat tulang rusuk, dan toilet-nya mungkin tidak ada sensor otomatis. Tapi, bioskop Rajawali Purwokerto menawarkan hal yang lebih penting dari itu: kejujuran, kesederhanaan, harga yang manusiawi, kemudahan akses, dan nostalgia yang tak tergantikan.

Penulis: Wahyu Tri Utami
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Pengalaman Nonton di CGV J-Walk Jogja: Murah tapi Bikin Capek.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Desember 2025 oleh

Tags: bioskop purwokertobioskop rajawalipurwokertorajawalirajawali cinemarajawali purwokerto
Wahyu Tri Utami

Wahyu Tri Utami

Pembaca buku, penonton film, penulis konten. Sesekali jadi penyelam andal (di internet, bukan di air).

ArtikelTerkait

Menolak Bayar, Warga Purwokerto Dipukul Tukang Parkir Liar (Unsplash)

Tukang Parkir Liar Purwokerto Ternyata Ada yang Beringas, Suka Main Pukul ketika Teman Saya Nggak Mau Membayar

20 April 2024
5 Hal Menyebalkan di Purwokerto yang Bikin Wisatawan Mikir Dua Kali sebelum Berkunjung Mojok.co

5 Hal Menyebalkan di Purwokerto yang Bikin Wisatawan Mikir Dua Kali sebelum Berkunjung

25 November 2025
Karangjambu, Daerah Padat Penduduk di Purwokerto yang Dipenuhi Masalah

Karangjambu, Daerah Padat Penduduk di Purwokerto yang Dipenuhi Masalah

26 Juni 2024
Purwokerto Kabupaten Penghasil Pengamen dan Pengemis (Unsplash)

Purwokerto Hari Ini Menjadi Kabupaten Penghasil Pengamen dan Pengemis yang Bertebaran Nggak Keruan

27 Juni 2024
Sudah Saatnya Warga Jogja Menggunakan Fitur Klakson Saat Berkendara, Sebab Jalanan Jogja Sudah Mulai Berbahaya jogja istimewa purwokerto

Saya Baru Bisa Mensyukuri Purwokerto Setelah Merantau ke Jogja, Kota Istimewa yang Malah Bikin Saya Gundah Gulana

12 Mei 2025
Dosen Penguji Makan Suguhan Sidang, Mahasiswa Meradang (Unsplash)

Kisah Pilu dari Mahasiswa yang Harus Menjual Cincin Ibunya demi Menyiapkan Suguhan untuk Dosen Penguji Sidang Skripsi

2 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bekasi Justru Daerah Paling Nggak Cocok Ditinggali di Sekitaran Jakarta, Banyak Pungli dan Banjir di Mana-mana

Bekasi: Planet Lain yang Indah, yang Akan Membuatmu Betah

13 Januari 2026
Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

16 Januari 2026
6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet Mojo.co

6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet

13 Januari 2026
Kebohongan Pengguna iPhone Bikin Android Jadi Murahan (Pixabay)

Kebohongan Pengguna iPhone yang Membuat Android Dianggap Murahan

18 Januari 2026
Saya Berpaling dari Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru Mojok.co

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

18 Januari 2026
Motor Supra, Motor Super yang Bikin Honda Jaya di Mata Rakyat (Sutrisno Gallery/Shutterstock.com)

Tanpa Motor Supra, Honda Tidak Akan Menjadi Brand Motor Terbaik yang Pernah Ada di Indonesia

16 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.