Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Alasan Saat Kecil Kita Gemar Tiduran di Tumpukan Baju yang Baru Diangkat dari Jemuran

Juli Prasetya oleh Juli Prasetya
21 Maret 2020
A A
Menebak Kepribadian Karakter dalam Kartun Upin Ipin dari Warna Bajunya yang Tak Pernah GantiAlasan Saat Kecil Kita Gemar Tiduran di Tumpukan Baju yang Baru Diangkat dari Jemuran
Share on FacebookShare on Twitter

Saya berharap sebagian besar pembaca di Terminal Mojok ini memiliki masa kecil yang dipenuhi dengan kebahagiaan alih-alih penderitaan. Bagi saya sendiri masa kecil adalah masa yang penuh dengan petualangan, keingintahuan, kenakalan, kegambrengan, kebebasan, imajinasi, dan kreativitas tanpa batas.

Ada yang menyebut bahwa setiap anak kecil adalah seorang filsuf. Bahkan sastrawan besar Rusia, Fyodor Dostoyevski, mengatakan bahwa pendidikan terbaik dalam hidup kita, bisa jadi adalah satu kenangan yang tertinggal dari masa kecil. Sungguh luar biasa bukan masa kecil itu?

Masa kecil adalah masa-masa yang penuh dengan keingintahuan, sebagian dari kita dilimpahi keberuntungan, dan sebagian yang lain mungkin dicoba dengan kemelaratan dan kesusahan hidup.

Tapi satu yang saya pahami bahwa jiwa masa kecil manusia memandang bahwa hidup ini adalah sebuah permainan, yang penuh dengan canda tawa belaka. Di mana musuh terbesar anak kecil seluruh dunia hanya berkutat pada soal-soal matematika. Bahkan saat menginjak dewasa pun rumus matematika masih dijadikan musuh bebuyutan, kecuali cara menghitung uang.

Anak kecil juga selalu melakukan dan memikirkan hal-hal baru dan bahkan terkesan aneh, unik lebih tepatnya. Keponakan saya yang masih seumur jagung misalnya, ia memiliki kebiasaan memakan upil dan kentut sembarangan. Anak kecil juga beranggapan bahwa biji salak yang tertelan akan tumbuh di dalam perutnya, bisa berhutang darah ketika melangkahi kepala temannya, lalu memiliki pertanyaan aneh semisal bubur itu enaknya diaduk apa dibiarin?

Kebetulan beberapa waktu lalu saya mendapati sebuah pertanyaan yang menyentak jiwa kanak-kanak yang bersemayam dalam tubuh saya. Yakni pertanyaan mengapa anak kecil gemar tiduran di tumpukan baju yang baru diangkat dari jemuran? Mungkin bagi sebagian orang pertanyaan ini adalah pertanyaan dari orang konyol yang kurang kerjaan. Sebuah pertanyaan remeh remeh dan terkesan receh. Tapi bagi saya sendiri yang waktu kecil dulu mengalami hal yang dipertanyakan itu, ikut bertanya-tanya pula, dan mengiyakan apa yang menjadi pertanyaan itu.

Beberapa hari tidur saya terganggu memikirkan pertanyaan tersebut. Hingga pada akhirnya saya mencoba memberikan jawaban dengan kapasitas saya sebagai orang yang pernah mengalami masa kecil dengan dinamika suka dukanya.

Jawaban-jawaban di bawah ini saya kumpulkan dari pengalaman dan pertanyaan yang saya buat di status WhatsApp saya. Ternyata yang melakukan hal tersebut bukan hanya saya saja. Tapi sebagian teman WhatsApp saya juga pernah melakukannya. Berikut adalah jawaban dan analisis yang saya berikan untuk menjawab pertanyaan mengapa waktu kita kecil gemar tiduran di tumpukan baju kering yang baru diangkat dari jemuran.

Baca Juga:

Saya Menyesal Telah Membeli Hanger Alfamart, Menjemur Pakaian Jadi Terasa Menyebalkan

5 Film Legendaris yang Mengingatkanmu ke Masa Kecil

Satu: Memberikan Kehangatan

Ini adalah jawaban yang paling logis, masuk akal, dan menempati posisi teratas dalam kasus ini. Kehangatan adalah hal yang dicari oleh seluruh umat manusia. Kehangatan merupakan kunci agar manusia senantiasa tetap hidup dan waras menjalani kehidupannya.

Dari zaman batu sampai zaman postruth seperti sekarang ini, manusia mustahil untuk bertahan hidup tanpa adanya sebuah kehangatan. Entah itu kehangatan yang menghangatkan tubuhnya, atau terlebih yang menghangatkan jiwanya.

Anak kecil sebagai bagian dari peradaban umat manusia juga memiliki rasa itu, menyukai kehangatan. Apalagi jika ia merasa kedinginan dan kesepian maka tumpukan baju kering yang baru diangkat dari jemuran adalah sepercik jawaban dari segala duka citanya dalam menjalani kehidupan masa kecil yang begitu “berat”.

Dua: Aroma Kenangan

Dalam sains, aroma hujan memiliki zat kimia yang disebut petrikor. Ia dihasilkan dari senyawa kimia antara air hujan dan bakteri penghuni tanah, juga dari minyak tumbuhan tertentu yang dilepaskan ke udara ketika hujan. Aroma ini menimbulkan efek menyenangkan dan mampu memicu ingatan emosional. Hal ini juga dapat mengakibatkan orang yang sedang rebahan di kasur saat hujan turun berevolusi menjadi keinginan untuk tidur.

Nah, dalam kasus tumpukan baju kering ini, saya menduga sisa deterjen yang digabungkan dengan proses penjemuran dari sinar matahari akan menghasilkan senyawa yang memilki jenis harum dan tingkat keharuman yang menyenangkan, sama seperti petrikor. Ya saya tidak tahu nama kimianya apa, tapi saya menyebutnya sebagai aroma yang menyenangkan dan mudah untuk memicu me-recall memori-memori yang selama ini tersimpan.

Apalagi indra penciuman manusia adalah indra yang paling peka untuk membuka kotak rahasia ingatan masa kecil kita. Saat kita lewat di sebuah pasar misalnya, ada orang dengan aroma parfum Casablanca, ingatan kita akan terbuka dan mengenang aroma 20 tahun lalu saat kita masih kecil dan umbelen. Anak kecil juga sangat peka dengan aroma-aroma di tumpukan baju kering itu meskipun aromanya aneh. Ya, karena aroma harum yang aneh itu adalah aroma kenangan.

Tiga: Memberikan Kenyamanan

Kenyamanan adalah hal yang paling mewah yang diinginkan oleh setiap manusia. Jangankan anak kecil, gebetan kalian kalau nggak nyaman aja bisa tiba-tiba ninggalin dan memilih bersama orang lain yang lebih memberikan kenyamanan. Apalagi kalau kalian udah nggak bikin nyaman, kebanyakan gaya, ora gableg kocrot pula.

Nah, anak kecil yang tidur di tumpukan baju kering itu merasakan kenyamanan itu. Makanya kita waktu kecil itu betah berlama-lama rebahan di tumpukan baju kering yang baru di angkat dari jemuran.

Ya mungkin itu adalah analisis “mengagumkan” dari saya tentang alasan saat kecil kita gemar tiduran di tumpukan baju kering yang baru diangkat dari jemuran. Semoga anak-anak kecil yang bersemayam dalam diri kita dapat bahagia dan sehat selalu. Dan semoga anak-anak kecil di seluruh dunia diberi kesehatan, kegembiraan, serta makan 4 sehat 5 sempurna.

BACA JUGA Pamer Baju Baru dan Menyalakan Petasan Bukan Budaya Kita atau tulisan Juli Prasetya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pengin gabung grup WhatsApp Terminal Mojok? Kamu bisa klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 Maret 2020 oleh

Tags: jemuranmasa keciltumpukan baju
Juli Prasetya

Juli Prasetya

Pemuda desa asal Banyumas yang percaya pada ketulusan, meski perjalanan hidup kerap memberi pelajaran tak terduga. Sekarang sedang berproses di Bengkel Idiotlogis asuhan Cepung.

ArtikelTerkait

puasa setengah hari

Puasa Setengah Hari, Baju Baru Setengah Porsi

30 Mei 2019
Bukan Vienetta, Ini Daftar Jajanan Masa Kecil yang Bikin Saya Kangen!

Bukan Viennetta, Ini Daftar Jajanan Masa Kecil yang Bikin Saya Kangen!

7 April 2020
cita-cita

Terlambat Punya Cita-cita : Nggak Masalah

24 Juni 2019
pacaran

Pas Kecil Lihat Orang Dewasa Pacaran, Pas Dewasa Lihat Anak Kecil Pacaran

8 Agustus 2019
monopoli

Belajar Sekaligus Mengatur Keuangan dengan Permainan Monopoli

24 September 2019
4 Hal Horor yang Kita Alami Saat Disuruh Emak Belanja ke Warung Kelontong terminal mojok.co

4 Hal Horor yang Kita Alami Saat Disuruh Emak Belanja ke Warung Kelontong

10 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kotabaru Jogja, Kawasan Pemukiman Belanda yang Punya Fasilitas Lengkap, yang Sekarang Bersolek Jadi Tempat Wisata

Hidup di Kotabaru Jogja Itu Enak, Sampai Kamu Coba Menyeberang Jalan, Ruwet!

28 April 2026
4 Hal Menjengkelkan yang Saya Alami Saat Kuliah di UPN Veteran Jakarta Kampus Pondok Labu

Kuliah di Jakarta: Sebuah Anomali di Tengah Pemujaan Berlebihan terhadap Jogja dan Malang

26 April 2026
Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan Mojok.co

Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan

25 April 2026
Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Adalah Komentar Paling Jahat dan Tidak Perlu Mojok.co

Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Itu Jahat dan Nirempati

26 April 2026
Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

21 April 2026
3 Kebiasaan yang Harus Kamu Lakukan kalau Mau Selamat Kuliah di Jurusan Ilmu Politik

Penghapusan Jurusan Kuliah yang Tak Relevan dengan Industri Itu Konyol, kayak Nggak Ada Solusi Lain Aja

26 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka
  • Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau
  • Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido
  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.