Seandainya ketiban rezeki duit Rp100 miliar, saya akan mendirikan usaha yang membosankan di mata sebagian orang. Saya nggak akan buka coffee shop estetik dengan tema Korea. Kalau uang yang entah muat ke dalam berapa banyak koper tersebut ada di tangan saya, saya akan memilih buka bisnis laundry.
Bisnis laundry mungkin tampak nggak keren disandingkan dengan bisnis-bisnis Gen-Z yang selalu up-to-date dengan tren. Namun, justru dari celah itu saya pengin mengembangkan usaha laundry.
Bisnis yang berangkat dari sebuah tren di internet memang bagus. Kita memanfaatkan keengganan orang-orang ketinggalan zaman (re: memanfaatkan ke-FOMO-an mereka) untuk mendatangkan uang ke pundi-pundi kita.
Sayangnya, tren ini cepat naiknya, cepat juga redupnya. Ketika muncul tren baru, tren yang lama akan langsung terkubur begitu saja. Risikonya terlalu besar, menurut saya ya.
Bisnis yang terdengar nggak keren, tapi dibutuhkan
Walau terdengar nggak keren, potensi usaha laundry memang lebih dibutuhkan. Nyaris tanpa harus promosi maupun riding the wave pada tren yang sedang naik daun, laundry tetap bisa mendatangkan pendapatan yang relatif stabil setiap hari.
Saya melihatnya begini. Semua orang pasti memakai baju. Baju harus dicuci kalau sudah digunakan. Ini kebutuhan dasar, kan? Dengan kata lain, permintaannya nyaris nggak pernah hilang. Tapi, nggak semua orang punya waktu untuk mencuci.
Ada karyawan yang berangkat pagi-pagi dan baru pulang malam. Ada juga mahasiswa yang sibuk dengan kuliah, rapat, dan laprak. Atau keluarga pasien di rumah sakit yang nggak sempat bolak-balik rumah untuk ambil baju ganti yang baru.
Dengan waktu luang yang terbatas, ditambah dengan gaya hidup masyarakat yang semakin praktis, laundry ini kemudian dibutuhkan.
Laundry mungkin bukan bisnis dengan keuntungan besar per transaksi. Kekuatan bisnis laundry ada di volumenya. Para pelanggan, alias orang yang membutuhkan jasa laundry, datang terus dan transaksi terjadi tiap hari. Pelanggan yang puas akan kembali lagi dan jadi pelanggan tetap. Saya akan dapat keuntungan dari sini.
Aset utama bisnis laundry tahan lama. Saat membuka bisnis ini, saya akan beli mesin cuci komersial, mesin pengering, dan setrika uap yang bagus sekalian.
Ya, meskipun peralatan pendukung bisnis ini memang mahal di awal, tapi saya akan cari yang dapat bertahan bertahun-tahun dengan perawatan rutin. Kalaupun ada kerusakan, sparepart mesin cuci cukup banyak dan teknisi pun mudah dicari. Saya nggak perlu beli sparepart impor sebagaimana mesin pabrik.
Membangun usaha laundry
Pada awal membuka bisnis laundry, saya pun belum membutuhkan karyawan dalam jumlah banyak. Untuk langkah awal, saya mungkin akan bikin laundry skala kecil terlebih dahulu dengan satu kasir dan dua operator.
Setelah bisnis cukup berkembang, saya akan menambah opsi jasa kirim untuk pelanggan. Seperti yang saya sebutkan tadi, nggak semua orang punya waktu untuk mencuci. Ada pula orang yang mungkin nggak punya waktu untuk antar-jemput cuciannya. Maka saya akan membeli motor dan mempekerjakan kurir untuk tugas yang satu ini.
Strategi yang akan saya pakai agar bisnis berkembang adalah dengan membuka laundry di dekat pasar-pasar yang stabil, seperti dekat kampus, rumah sakit, atau kawasan kos. Nah, biaya sewa yang tinggi di kawasan “subur” inilah yang membuat saya akan membuka bisnis kecil-kecilan dulu.
Potensi pengembangan bisnis laundry tampaknya memang luas sekali. Bukan hanya menambah opsi jasa kirim, setelah bisnis yang saya miliki stabil, layanan bisa diperluas ke cuci sepatu, tas, boneka, dan karpet tanpa harus mengubah model bisnis secara drastis. Jadi, ekspansinya bisa besar banget.
Kalau saya dapat uang Rp100 miliar, saya akan memilih pilihan rasional untuk memutar uang. Nggak peduli tren TikTok, bisnis laundry ini akan selalu didatangi karena kebutuhan. Selagi orang-orang tetap butuh baju bersih, bisnis laundry akan tetap mendatangkan keuntungan.
Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Kenia Intan
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
