Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Alasan Saya Masuk dan Betah Kuliah di UNY hingga S2 dari Awalnya Asal Pilih Saja

Karisma Nur Fitria oleh Karisma Nur Fitria
25 September 2025
A A
Alasan Saya Betah Kuliah di UNY hingga S2 dari Awalnya Asal Pilih Saja Mojok.co

Alasan Saya Betah Kuliah di UNY hingga S2 dari Awalnya Asal Pilih Saja (https://www.uny.ac.id/)

Share on FacebookShare on Twitter

Alasan saya masuk kampus UNY terdengar tidak wah, herannya kok ya saya betah. 

Sudah jadi rahasia umum, banyak orang menjadikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai pilihan ke-2. Terlebih oleh mereka yang ditolak Universitas Gadjah Mada (UGM). Namun, hal itu tidak berlaku untuk saya. 

Saya menjadikan UNY sebagai pilihan pertama saat S1 dulu. Pilihan itu saya ambil dengan kesadaran penuh. Banyak orang mempertanyakan alasan saya masuk kampus UNY. Saya pun bingung, memangnya salah ya menjadikan UNY sebagai pilihan pertama? 

Saya memang memilih kampus dengan cara yang agak unik. Kebanyakan orang menentukan kampus favoritnya terlebih dahulu tanpa mempedulikan daerahnya. Sementara saya, memilih daerahnya dahulu baru menentukan kampus yang ada di sana. Nah, keputusan saya pada waktu itu jatuh di Jogja. Barulah saya mencari program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang terbaik yang ada di Jogja. Ketemulah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). 

Betul, sesimpel itu saya menjadikan UNY sebagai pilihan pertama. Saya tidak begitu memikirkan gengsi dan banyak hal lain. Eh, malah betah hingga melanjutkan S2 di kampus yang sama. 

Baru sadar UNY kampus pendidikan primadona di Indonesia

Hanya bermodal informasi dari internet saya sangat yakin dengan Universitas Negeri Yogyakarta. Saya lalu menyampaikan hal ini kepada mamak. Aduh, sesuatu yang agak sulit sih waktu itu. Saya harus benar-benar menyampaikan dengan tepat alasan masuk kampus UNY supaya mamak yakin dan merestui. 

Mamak jelas menolak keras rencana saya merantau. Saya malah dipaksa kuliah di UNSRI atau UNILA yang lebih dekat dari rumah. Tidak mau menyerah begitu saja, kakak ikut membantu meyakinkan mamak untuk melepas saya ke Jogja. 

Akhirnya, mamak hanya menjawab pendek “terserah”. Karena ngeyel dan kadung pengin kuliah di Jogja, jawaban itu saya artikan sebagai “iya”. Singkat cerita, UNY menjadi pilihan kampus pertama dan UNSRI menjadi pilihan kampus kedua demi menenangkan hati mamak. Alhamdulillah, saya lolos UNY jalur SNMPTN tahun 2021. 

Baca Juga:

10 Istilah di Unpad yang Perlu Diketahui Mahasiswanya biar Nggak Dikira Kuper

Stop Mengira Kuliah Online UT Itu Main-main, Kenyataannya Lebih Serius dan Menantang Dibanding Kuliah Konvensional

Jujur saja, saya tidak memasang ekspektasi berlebih terhadap kampus yang saya tahu hanya lewat internet. Tujuan utama saya bisa kuliah di Jogja dan kuliah di Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Baru saya tahu ketika PKKMB kalau UNY itu kampus yang lumayan kondang. Ribuan orang memperebutkan masuk UNY dari tahun ke tahun. Bahkan, saat ini, UNY menempati peringkat pertama sebagai kampus pendidikan terbaik mengalahkan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Itu juga yang mungkin secara tidak sadar jadi alasan saya masuk kampus UNY lagi untuk S2. Jujur saja, saya ikutan bangga. Walaupun, kalau mengingat nasib lulusannya yang kebanyakan menjadi guru, saya masih saja prihatin. 

UNY bukan kampus mewah jadi nggak perlu mikirin gengsi

Kebanyakan kampus pasti punya fakultas atau prodi yang menjadi sarang hedonisme. Tetapi, saya tidak menemukan itu di Universitas Negeri Yogyakarta. Bisa dibilang, UNY memang tidak cocok dijadikan sebagai tempat untuk pamer kekayaan orang tua. 

Saya menyadari hal itu ketika salah satu kawan di S2 bertanya begini, “Di UNY fakultas apa sih yang paling hedon?” saya agak terdiam sebentar dan melihat kembali setiap fakultas yang ada. Kalau dipikir-pikir, di UNY memang tidak ada budaya semacam itu. Mau si kaya atau si miskin tidak ada bedanya di kampus pendidikan ini. Kita semua sama dan tidak berhak juga merasa diri lebih besar dari orang lain. 

Secara tidak sadar, alasan ini yang membuat saya nyaman selama kuliah. Mulai dari S1 sampai S2 sekarang ini, mahasiswanya tidak sibuk memikirkan gengsi. Meski ada beberapa golongan tertentu yang seperti itu, tapi percayalah perbedaan kelas sosial di UNY tidak terlalu mencolok. 

Lingkungan yang nyaman buat belajar

Selama saya kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta dari S1 hingga S2, lingkungannya tidak pernah berubah. Selalu bikin nyaman untuk belajar. Baik itu secara tempat maupun kondisi  sosialnya. Baik dari dosen atau kawan-kawan di kelas juga membantu menciptakan suasana belajar yang nyaman.

Nah, di UNY juga kamu akan terbiasa melihat mahasiswa sibuk dengan laptop mulai dari pagi sampai malam hari di taman rektorat. Pemandangan yang mungkin tidak asing di kampus lain, tapi saya yakin, tidak ada yang sesyahdu taman rektorat. Pengalaman seperti ini yang akhirnya membawa saya ingin kembali belajar di kampus.  

Naif rasanya kalau menyebut UNY sempurna. Kampus negeri satu ini masih banyak kekurangannya. Namun, sulit dimungkiri, fasilitas dan ruang publik yang ada di sana sangat membantu mahasiswanya, bikin betah berlama-lama. Harapannya sih, fasilitas lain akan terus berkembang. Salah satunya yang menjadi harapan banyak mahasiswa, perpustakaan buka 24 jam atau minimal buka sedikit lebih lama dari yang sekarang. Kalau begitu mahasiswa jadi nggak bingung lagi cari tempat untuk menyelesaikan tugas-tugas kampus.

Kampus pendidikan yang dekat dengan dunia seni

Saya pikir awalnya semua program studi pendidikan di UNY itu masuk ke Fakultas Ilmu Pendidikan. Ternyata hal ini tidak berlaku di UNY. Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia justru masuk Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB(. Ini juga yang terkadang dipertanyakan oleh orang-orang, “Prodi pendidikan kok nggak masuk fakultas pendidikan? Gelarnya, S.Pd. kan?” saya jadi bingung jawabnya gimana. 

Akan tetapi, malah ini yang istimewa dan membuat UNY tetap menjadi pilihan di hati saya. Awal saya tahu soal Jogja, yang paling menarik perhatian saya adalah kesenian dan kebudayaannya. Apalagi soal pameran karya seni, sesuatu yang tidak pernah saya temukan di Palembang. Saya jadi merasa kuliah di UNY ini memang takdir. 

Saya bisa melihat pameran seni gratis di kampus, seni pertunjukan dari prodi-prodi yang ada di FBSB. Pokoknya macam-macam kegiatan seni dan kebudayaan deh. Saya yang dari awal memang tertarik dengan dunia seni jadi bisa belajar banyak di sini. Nah, ini yang semakin membuat saya susah move on dari FBSB UNY dan berujung kembali ke kampus sebagai mahasiswa S2. 

Universitas Negeri Yogyakarta memang memberikan kesan yang berarti untuk saya pribadi. Walau terkadang UNY bikin muak dengan segala dramanya, tapi FBSB tetap menjadi rumah bagi warga kampus ungu ini. Saya saja malah berujung betah dan nggak mau beralih ke kampus lain.  

Penulis: Karisma Nur Fitria
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Sisi Gelap Kos Karangmalang yang Jadi Andalan Mahasiswa UNY.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 September 2025 oleh

Tags: alasan masuk UNYfbsbFBSB UNYkampus jogja. PTN jogjakampus pendidikanKampus UNYptnuniversitas negeri yogyakartaUNY
Karisma Nur Fitria

Karisma Nur Fitria

Karisma Nur Fitria, dari menulis dia jadi suka jalan-jalan.

ArtikelTerkait

Di Sleman, Mahasiswa Bisa Hidup dengan Uang 30 Ribu (Unsplash)

Cara Mahasiswa Bertahan Hidup di Sleman dengan Uang 30 Ribu

23 Juni 2024
Perjuangan Jadi Sarjana Pertama di Keluarga: Gagal SNBT dan UTBK, Masuk Jalur Mandiri, hingga Kebingungan Bayar Kuliah Mojok.co

Perjuangan Jadi Sarjana Pertama di Keluarga: Gagal SNBT dan UTBK, Masuk Jalur Mandiri, hingga Kebingungan Bayar Kuliah

4 Juni 2025
UNY #UNYribet ProToefl mojok

Viralnya #UNYribet Pertanda UNY Belum Layak Mendaku Diri sebagai ‘World Class University’

20 November 2020
4 Salah Kaprah tentang Unsoed yang Paling Sering Saya Dengar

4 Salah Kaprah tentang Unsoed yang Paling Sering Saya Dengar

6 Juli 2023
Keunikan UIN Jogja, Mahasiswanya seperti Nggak Kuliah di Kampus Islam Mojok.co

Keunikan UIN Jogja, Mahasiswanya seperti Nggak Kuliah di Kampus Islam

2 Juni 2025
Ironi Kabupaten Blora: Menerima Mie Gacoan dengan Tangan Terbuka, tapi Mati-matian Menolak UNY, Lebih Penting Hiburan ketimbang Pendidikan!

Ironi Kabupaten Blora: Menerima Mie Gacoan dengan Tangan Terbuka, tapi Mati-matian Menolak UNY, Lebih Penting Hiburan ketimbang Pendidikan!

18 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan Saya Lebih Nyaman Diajar Dosen Muda daripada Dosen Tua Mojok.co

Alasan Saya Lebih Nyaman Diajar Dosen Muda daripada Dosen Tua

9 Januari 2026
Made, Desa Hidden Gem di Wilayah Paling Barat Surabaya. Masih Asri dan Hijau!

Made, Desa Hidden Gem di Wilayah Paling Barat Surabaya. Masih Asri dan Hijau!

10 Januari 2026
Keributan Saat Menonton Barongan di Kendal, Bonus yang Tidak Pernah Saya Pesan dan Inginkan

Keributan Saat Menonton Barongan di Kendal, Bonus yang Tidak Pernah Saya Pesan dan Inginkan

5 Januari 2026
5 Ide Suvenir Nikah Bermanfaat yang Nggak Bakal Dibuang Tamu Undangan Mojok.co

5 Ide Suvenir Nikah Bermanfaat yang Nggak Bakal Dibuang Tamu Undangan

8 Januari 2026
5 Cara Mudah Mengetahui Oli Palsu Menurut Penjual Spare Part Mojok.co

5 Cara Mudah Mengetahui Oli Palsu Menurut Penjual Spare Part

8 Januari 2026
Healing dari Palembang ke Lampung Penuh Perjuangan, tapi Sepadan dengan yang Didapat Mojok.co

Healing dari Palembang ke Lampung Penuh Perjuangan, tapi Sepadan dengan yang Didapat

5 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja
  • Mengajari Siswa Down Syndrome Cara Marah, karena Dunia Tidak Selalu Ramah
  • Dari Coffee Shop “Horor”, Nira, hingga Jam Tangan Limbah Kayu: Pasar Wiguna Menjaga Napas UMKM Lokal
  • Curhatan Guru BK Hari Ini: Profesi Dipandang “Sepele”, Padahal Harus Hadapi Gen Z yang Masalahnya Makin Kompleks

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.