Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Alasan Kebumen Ditinggalkan Warganya walau dengan Berat Hati

Alifia Putri Nur Rochmah oleh Alifia Putri Nur Rochmah
7 Januari 2026
A A
Alasan Kebumen Ditinggalkan Warganya dengan Berat Hati Mojok.co

Alasan Kebumen Ditinggalkan Warganya dengan Berat Hati (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Kebumen itu bak mantan yang selalu bikin kangen, tapi nggak worth it untuk dipertahankan. Kebumen pun demikian, ditinggal merantau bikin kangen setengah mati. Tapi, tetap tinggal di sana nggak menjamin juga. 

Bagi pembaca yang belum familiar, Kebumen adalah kabupaten di Jawa Tengah yang terletak di pesisir selatan. Posisinya strategis banget, berada di antara Purworejo dan Cilacap. Tapi, entah kenapa, eksistensinya sering kalah pamor dengan daerah-daerah tetangganya. 

Padahal, kalau dikulik lagi, daerah dengan julukan Bumi Tirta Praja Mukti ini punya banyak potensi. Khususnya, potensi keindahan alam. Kebumen punya segudang destinasi yang Instagramable abis.

Coba deh, siapa yang nggak kenal Gua Jatijajar dengan legenda Kamandakanya yang bikin merinding? Pantai Menganti yang pasirnya putih mulus seperti kulit orang Korea? Belum lagi Waduk Wadaslintang yang tenang dan bikin adem hati. 

Akan tetapi, di tengah berbagai keunggulan itu, Kebumen justru ditinggal merantau oleh para warganya. 

Upah di Kebumen yang segitu-gitu aja

Bicara soal orang-orang Kebumen yang merantau tidak akan lepas dengan upaya memperbaiki kondisi ekonomi. Sebab, UMK Kebumen memang tergolong “jongkok”. Asal tahu saja di 2025, UMK daerah ini tercatat Rp 2.259.873. Posisinya ada di ranking 22 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Bukan yang paling bawah sih, tapi juga jauh dari kata oke kalau dibanding Kota Semarang yang UMK-nya tembus Rp 3.454.827. Beda sejuta lebih, cuy!

Data dari BPS menunjukkan UMK Kebumen dalam lima tahun terakhir memang naik konsisten sekitar 6-7% per tahun. Dari Rp 1.835.000 pada 2020 jadi Rp 2.259.873 di 2025. Namun, kenaikan ini sering kali nggak sebanding dengan inflasi dan kenaikan harga kebutuhan pokok. 

Itu mengapa banyak anak muda Kebumen yang akhirnya memutuskan merantau. Bukan karena nggak cinta kampung halaman, tapi karena realita ekonomi yang bikin kepala pusing. Di Jakarta, Semarang, atau Yogyakarta, peluang kerja lebih banyak dengan gaji yang lebih besar. 

Baca Juga:

7 Indikator Absolut yang Membuat Purwokerto dan Salatiga Adalah Tempat Terbaik Untuk Slow Living di Jawa Tengah

Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian

Pilihan jadi terbatas

Hal paling dilematis terkait upah yang “jongkok” adalah pilihan hidup jadi terbatas. Ingin menabung untuk masa depan? Bisa saja, tapi harus irit banget. Mau upgrade skill dengan ikut kursus atau pelatihan? Perlu berpikir dua kali karena harus mengeluarkan budget ekstra. Pengin traveling untuk refreshing? Bisa-bisa saja, tapi paling mentok destinasinya sekitar pantai lokal aja. 

Belum lagi kalau punya tanggungan keluarga. Biaya hidup untuk satu orang aja sudah mepet, apalagi kalau harus nanggung orang tua atau adik yang masih sekolah. Kondisi ini yang bikin banyak anak muda Kebumen terjebak di persimpangan. Pilihan paling realistis, merantau demi kondisi ekonomi yang lebih baik pun jadi pilihan yang paling banyak diambil. 

Rindu kampung halaman

Anehnya, saat di perantauan, perantau seperti saya malah sering kangen dengan Kebumen. Tiba-tiba saya sering kangen dengan wedang ronde di alun-alun yang bikin jiwa tenteram. Rindu sama mendoan Sempor yang tepungnya gurih bikin lidah bergoyang. Tiba-tiba pengin jalan-jalan sore ke Pantai Logending sambil makan bakso bakar dan jagung rebus yang dijual pengamen.

Hal lain yang paling dirindukan adalah orang-orangnya. Orang Kebumen itu ramah dan sederhana, nggak banyak gaya. Mereka masih terbiasa menyapa tetangga, masih suka gotong royong, masih akrab dengan kehidupan komunal yang sudah jarang ditemui di kota besar. Di Kebumen, saya masih bisa merasakan kehangatan yang genuine, bukan sekadar basa-basi.

Dialeknya pun khas banget. Campuran antara bahasa Jawa Banyumasan dan ngapak yang lembut di telinga. Ketika saya lagi penat dengan kehidupan perantauan, mendengar dialek Kebumen rasanya kayak pulang ke pelukan ibu. Bikin hati adem, bikin jiwa tenang.

Inilah dilema anak Kebumen perantauan. Di perantauan kangen Kebumen, tapi tinggal di Kebumen juga nggak menjanjikan. Tapi di balik semua itu, Kebumen selalu punya tempat spesial di hati warganya. Bagaimanapun juga, Kebumen adalah rumah. Tempat di mana saya tumbuh besar, tempat di mana kenangan indah terukir, tempat di mana akar budaya yang tertanam kuat.

Penulis: Alifia Putri Nur Rochmah
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 7 Aturan Tak Tertulis ketika Menetap di Kebumen yang Harus Kamu Tahu Biar Nggak Kaget

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2026 oleh

Tags: jawa tengahKebumenmerantauperantauupah kebumen
Alifia Putri Nur Rochmah

Alifia Putri Nur Rochmah

Penulis kelahiran Kebumen. Anak Ekonomi Pembangunan UNS yang lebih tertarik pada cerita di balik data. Berpengalaman sebagai content writer dan content creator, gemar berkelana ke tempat-tempat baru, dan menulis tentang apa saja dari yang serius sampai yang receh.

ArtikelTerkait

Ironi Sukoharjo Jawa Tengah: Punya Slogan Sukoharjo Makmur, tapi Penduduknya Memilih Kabur untuk Merantau kabupaten sukoharjo, solo baru kereta batara kresna wonogiri ka batara kresna

Ironi Sukoharjo Jawa Tengah: Punya Slogan Sukoharjo Makmur, tapi Penduduknya Memilih Kabur untuk Merantau

30 Januari 2024
Bukan Purwodadi, Tempat Tinggal Terbaik di Grobogan Adalah Kecamatan Wirosari

Bukan Purwodadi, Tempat Tinggal Terbaik di Grobogan Adalah Kecamatan Wirosari

13 Februari 2024
Ayam Goreng Pak Supar Semarang, Kuliner Legendaris Idola Wisatawan Terminal Mojok

Ayam Goreng Pak Supar Semarang, Kuliner Legendaris Idola Wisatawan

28 April 2022
Perantau dari Palembang Bersiaplah Menerima Pertanyaan-pertanyaan Ini Mojok.co

Perantau dari Palembang Bersiaplah Menerima Pertanyaan-pertanyaan Ini

17 November 2023
3 Hal yang Perlu Diperhatikan Warga Jawa Timur yang Mau Merantau ke Jogja

3 Hal yang Perlu Diperhatikan Warga Jawa Timur yang Mau Merantau ke Jogja

17 Februari 2023
7 Destinasi Wisata di Solo yang Sebaiknya Nggak Dikunjungi Terminal Mojok

7 Destinasi Wisata di Solo yang Sebaiknya Nggak Dikunjungi

20 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

ASN Rajin Adalah Tempat Sampah Buat Atasan (Shutterstock)

Kalau Kalian Masih Ingin Jadi ASN di Era Ini, Sebaiknya Pikir 2 Kali. Tidak, 3, 4, bahkan 100 Kali kalau Perlu

28 Maret 2026
4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang Mojok.co kos kontrak rumah

Kos vs Kontrak Rumah Setelah Menikah: Mana yang Lebih Hemat dan Nyaman untuk Pasangan Muda?

26 Maret 2026
Pesimis pada Honda Beat Karbu Berubah Respek karena Bisa Awet 12 Tahun Tanpa Rewel Mojok.co

Pesimis pada Honda Beat Karbu Berubah Respek karena Bisa Awet 12 Tahun Tanpa Rewel

27 Maret 2026
Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro Mojok.co

Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro

28 Maret 2026
Plesir ke Telaga Sarangan Magetan Cuma Bikin Emosi, Mending ke Telaga Ngebel Ponorogo Mojok.co

Plesir ke Telaga Sarangan Magetan Cuma Bikin Emosi, Mending ke Telaga Ngebel Ponorogo

26 Maret 2026
Mobil Hybrid (Sebenarnya) Bukan Pilihan Buruk, tapi Bisa Bikin Tekor

Mobil Hybrid (Sebenarnya) Bukan Pilihan Buruk, tapi Bisa Bikin Tekor

27 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”
  • Gagal Lolos SNBP UGM Bukan Berarti Bodoh, Seleksi Nilai Rapor Hanya “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tidak Menjamin Masa Depan
  • Siswa Terpintar 2 Kali Gagal UTBK SNBT ke UB, Terdampar di UIN Jadi Mahasiswa Goblok dan Nyaris DO
  • “Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja
  • Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi
  • Derita Jadi PNS atau ASN di Desa: Awalnya Bisa Sombong Status Sosial, Tapi Berujung Ribet karena “Diporoti” dan Dikira Bisa Jadi Ordal

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.