Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Alas Roban Terkenal Angker, tapi Alas Purwo Lebih Misterius dan Mencekam

Intan Permata Putri oleh Intan Permata Putri
19 Februari 2026
A A
Alas Purwo Banyuwangi Itu Nggak Semenyeramkan Itu kok, Kalian Aja yang Lebay alas roban

Alas Purwo Banyuwangi Itu Nggak Semenyeramkan Itu kok, Kalian Aja yang Lebay (Roberto Rendon via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau bicara soal hutan angker di Pulau Jawa, banyak orang langsung menyebut Alas Roban. Jalur panjang, cerita penampakan, hingga mitos kecelakaan yang dikaitkan dengan hal-hal tak kasatmata membuat namanya melegenda. Tapi jujur saja, setelah saya sendiri menginjakkan kaki di Alas Purwo, saya merasa tempat ini punya aura yang berbeda lebih sunyi, lebih dalam, dan entah kenapa… lebih mencekam.

Apalagi lokasinya di Banyuwangi, daerah yang sejak dulu dikenal kental dengan nuansa mistis dan cerita-cerita spiritual. Banyak orang datang dengan rasa penasaran, tapi tak sedikit pula yang datang dengan rasa waswas.

Saya termasuk yang penasaran. Selama ini saya sering mendengar kisah-kisah mistis tentang Alas Purwo. Katanya banyak orang hilang. Katanya sering terdengar suara-suara aneh. Dan, katanya tempat ini jadi lokasi orang bertapa mencari ilmu. Bahkan ada cerita-cerita yang terlalu liar untuk dicerna logika.

Saat siang hari, jujur saja, tempat ini justru terlihat sangat indah. Alas Purwo berada di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, yang secara alam memang luar biasa. Pepohonan tinggi menjulang, udara terasa bersih, dan suasananya masih sangat alami. Tidak ada hiruk pikuk kota. Tidak ada klakson kendaraan yang bersahutan.

Saya bahkan melihat merak dengan bulu yang begitu indah berjalan santai di antara pepohonan. Momen itu terasa damai. Sulit membayangkan tempat seindah ini menyimpan begitu banyak cerita menyeramkan.

Tapi mungkin justru karena terlalu sunyi, imajinasi jadi bekerja lebih liar.

Pohon besar, rapat, dan kokoh

Sepanjang perjalanan masuk ke dalam kawasan hutan, saya melihat deretan pohon besar yang rapat. Batangnya kokoh, akarnya menjalar. Wajar memang namanya juga “alas” yang berarti hutan. Namun ada rasa kecil di dalam dada yang sulit dijelaskan. Semacam perasaan sedang diawasi, meski tak ada siapa-siapa.

Di tengah perjalanan, saya sempat bertemu seorang mas-mas yang juga sedang berada di sana. Ia menyapa ramah, lalu berkata pelan, “Hati-hati ya di sini. Jangan ngelamun.”

Baca Juga:

Pengalaman Kuliner di Pantai Blimbingsari Banyuwangi: Tenang dan Nyaman, tapi Bikin Kapok buat Jajan

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

Saya sempat tertawa kecil, menganggapnya hanya candaan. Tapi raut wajahnya tidak sepenuhnya bercanda. Ia lalu melanjutkan cerita tentang mitos-mitos yang berkembang di sana. Salah satunya tentang Soekarno yang konon pernah datang ke salah satu goa di Alas Purwo untuk bertapa.

Entah benar atau tidak, cerita itu sudah lama beredar. Beberapa orang percaya Alas Purwo adalah tempat spiritual yang kuat. Ada yang menyebutnya sebagai salah satu titik “tua” di Pulau Jawa, tempat banyak energi berkumpul. Saya mencoba tetap rasional. Menganggap semua itu bagian dari budaya dan cerita turun-temurun.

Namun pengalaman yang satu ini cukup membuat saya terdiam.

Macan kumbang di Alas Purwo (?)

Di area parkir dekat pantai, tiba-tiba perhatian kami tertuju pada seekor macan kumbang. Besar. Hitam pekat. Ia terlihat nangkring santai di atas salah satu mobil pengunjung. Awalnya saya kira itu hanya ilusi atau mungkin hewan lain. Tapi orang-orang di sekitar juga melihatnya.

Macan itu tidak mengaum. Tidak menyerang. Hanya diam, memperhatikan sekitar dengan tatapan tajam. Beberapa pengunjung panik, tapi ada juga yang terpaku.

Keberadaan satwa liar di taman nasional memang hal yang wajar. Tapi melihat langsung hewan sebesar itu dalam jarak yang tidak terlalu jauh tetap membuat jantung berdegup lebih cepat.

Setelah situasi kembali tenang, kami melanjutkan perjalanan ke pantai. Dan lagi-lagi, saya dibuat takjub. Pantainya indah sekali. Ombaknya biru, pasirnya bersih, dan garis cakrawalanya terasa luas tanpa batas. Sulit mempercayai bahwa tempat yang sering disebut angker ini menyimpan keindahan alam yang begitu memukau.

Namun pengalaman paling aneh justru terjadi saat kami hendak keluar dari kawasan hutan. Mobil melaju pelan. Suasana mulai sore. Cahaya matahari menembus sela-sela pepohonan, menciptakan bayangan panjang di jalan. Tiba-tiba teman saya yang duduk di sebelah terdiam.

“Aku tadi dengar suara lirih,” katanya pelan.

BACA JUGA: Ekspedisi Alas Purwo: Penjelajahan Pertama ke Hutan Angker (Bagian 1)

Ganti topik

Saya langsung memotong pembicaraan. Mengganti topik. Membahas hal lain. Entah kenapa saya tidak ingin mendengar detailnya. Tidak ingin membiarkan imajinasi berkembang lebih jauh. Bulu kuduk saya sempat berdiri, meski saya berusaha terlihat santai.

Mungkin itu hanya suara angin. Mungkin suara hewan. Atau mungkin hanya sugesti setelah mendengar begitu banyak cerita sebelumnya.

Atau mungkin memang ada hal-hal yang tak perlu dijelaskan terlalu jauh.

Perjalanan itu membuat saya sadar bahwa sering kali rasa takut lahir dari cerita yang kita dengar. Tapi di sisi lain, ada tempat-tempat yang memang memiliki “rasa” berbeda. Bukan selalu berarti seram, tapi lebih kepada aura yang dalam dan sulit diterjemahkan.

Jika Alas Roban terkenal dengan cerita jalanan angkernya, Alas Purwo punya daya tarik misterius yang lebih kompleks. Ia bukan hanya tentang mitos, tapi juga tentang alam yang liar, sejarah, dan kepercayaan yang hidup di masyarakat.

Penulis: Intan Permata Putri
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Larangan Tak Tertulis yang Wajib Dipatuhi Pengendara Saat Melintasi Alas Roban

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Februari 2026 oleh

Tags: alas purwoalas purwo angkeralas robanBanyuwangi
Intan Permata Putri

Intan Permata Putri

Mahasiswa semester akhir Institut Teknologi Sumatera yang sedang tertarik dengan isu-isu sosial dan lingkungan. Pernah nulis di Wattpad.

ArtikelTerkait

Mempertanyakan Pembangunan Terminal Sritanjung Banyuwangi: Terminal kok Jauh dari Pusat Kota dan Ekonomi, buat Apa?

Mempertanyakan Pembangunan Terminal Sritanjung Banyuwangi: Terminal kok Jauh dari Pusat Kota dan Ekonomi, buat Apa?

9 Juni 2023
3 Alasan Licin Banyuwangi Jadi Tempat yang Tepat untuk Menghabiskan Hari Tua

3 Alasan Licin Banyuwangi Jadi Tempat yang Tepat untuk Menghabiskan Hari Tua

26 Oktober 2023
Kecamatan Ijen atau Sempol? Daerah di Kabupaten Bondowoso yang Krisis Identitas Terminal

Kecamatan Ijen atau Sempol? Daerah di Kabupaten Bondowoso yang Krisis Identitas

28 April 2025
ngasak beras nasi liwet tradisi ngaliwet sunda mojok

Ngasak, Kegiatan yang Paling Ditunggu-tunggu Ibu-ibu di Banyuwangi

31 Agustus 2021
KA Pandanwangi, Penyelamat Mahasiswa Banyuwangi yang Kuliah di Jember

KA Pandanwangi, Penyelamat Mahasiswa Banyuwangi yang Kuliah di Jember

23 Juli 2023
Wisata Banyuwangi Siap Melesat Seperti Bali, Meninggalkan Jember

Wisata Banyuwangi Siap Melesat Seperti Bali, Meninggalkan Jember

19 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Rokok Murah Harga di Bawah 15 Ribu yang Masih Enak Dinikmati In This Economy  

7 Rokok Murah Harga di Bawah 15 Ribu yang Masih Enak Dinikmati In This Economy  

20 Juni 2026
tiket Go Show Tidak Sama dengan Tarif Khusus, dan Istilah Kereta Api Lain yang Sering Dianggap Sama, padahal Beda KAI

Jangan Sampai Zonk di Stasiun! 3 Kiat Berburu Tiket Go Show KAI Tanpa Drama Telantar

19 Juni 2026
Jangan Samakan Bubur Ayam Jakarta dan Cirebon, Mereka Beda! Mojok.co

Jangan Samakan Bubur Ayam Jakarta dan Cirebon, Mereka Beda!

22 Juni 2026
Sidang Skripsi Nggak Perlu Dirayakan Berlebihan, Ingat Ada Revisi Mojok.co

Jangan Bangga Skripsi Nggak Banyak Revisi, Bisa Jadi Itu Pertanda Salah Arah yang Bikin Repot Saat Sidang Nanti  

20 Juni 2026
Warteg Comfort Food Perantau Kabupaten di Jakarta, Rasa Familier dan Harga Terjangkau Mojok.co

Warteg Comfort Food Perantau Kabupaten di Jakarta, Rasa Familier dan Harga Terjangkau

17 Juni 2026
Hidup di Desa Nggak Seindah Bayangan, Banyak Iuran yang Harus Dibayarkan kalau Nggak Mau Jadi Bahan Omongan

Hidup di Desa Itu Murah, yang Mahal Adalah Ongkos Sosialnya, dan Ini Rinciannya

21 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.