Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Aib Banyuwangi: Wisata Jeglong Sewu hingga Masalah Sampah yang Tak Ada Habisnya

Fareh Hariyanto oleh Fareh Hariyanto
24 Maret 2023
A A
Aib Banyuwangi yang Masih Menghantui meski Diromantisasi dengan Gemerlap Wisata

Aib Banyuwangi: Wisata Jeglong Sewu hingga Masalah Sampah (Fajar Raihan via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi perantau di Kabupaten Banyuwangi membuat saya selalu membandingkan kabupaten ini dengan daerah lain yang juga pernah saya singgahi. Banyuwangi yang terletak di ujung timur Pulau Jawa terkenal sebagai daerah dengan kekayaan budaya dan alam yang luar biasa.

Banyaknya tempat wisata menarik di Banyuwangi menjadi potensi ekonomi yang cukup menjanjikan bagi pemerintah daerah. Banyuwangi bahkan telah mendapat pengakuan nasional sebagai kota festival di Indonesia dengan puluhan agenda yang terjadwal setiap tahunnya.

ADVERTISEMENT

Melihat potensi Banyuwangi yang luar biasa ini bukan berarti daerah ini sempurna tanpa cela. Saya merasa justru ada banyak hal yang menjadi PR pemerintah daerah yang bisa menjadi blunder dalam sektor pariwisata. Bukan tak mungkin berbagai “aib” ini justru bikin wisatawan kapok datang jika tak segera ditangani dengan baik.

Jalan rusak dan berlubang di Banyuwangi

Sepertinya dari banyaknya destinasi wisata di Banyuwangi, ada satu wisata yang harusnya masuk ke dalam daftar kunjungan wisatawan dan luput dari perhatian pemda. Ia adalah wisata jeglong sewu. Disebut wisata jeglong sewu karena ada saja jalanan yang rusak di Bumi Blambangan ini.

Jalur utama Banyuwangi, atau tepatnya di Jalan Ahmad Yani, saja mengalami kerusakan sana-sini. Padahal jalanan ini nggak jauh dari kantor bupati, lho. Apalagi jalur lain yang mengarah ke tempat wisata? Tentu saja potensi jalanan rusak ini jauh lebih besar karena dilewati para wisatawan yang datang setiap hari.

Ditambah lagi saat musim hujan, jalur “jeglong sewu” itu mirip kubangan lumpur yang membahayakan pengguna jalan yang melintas. Tak sedikit kasus kecelakaan di Banyuwangi yang bermula dari kondisi jalan yang mengalami kerusakan.

Banjir akibat alih fungsi lahan

Banyuwangi memang memiliki topografi beragam, mulai dari pegunungan hingga pantai semua dimiliki Bumi Blambangan. Sayangnya beberapa tahun terakhir, di beberapa dataran tinggi di Banyuwangi terjadi alih fungsi lahan yang menyebabkan kerusakan lingkungan.

Misalnya alih fungsi lahan di lereng pegunungan Ijen. Gara-gara hal itu, wilayah hilir menjadi kawasan langganan banjir. Bahkan di awal tahun 2023 ini saja ketinggian banjir di Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Kota Banyuwangi, mengalami kenaikan yang signifikan akibat alih fungsi lahan di wilayah hulu.

Baca Juga:

Harga Makanan di Surabaya Lebih Murah dari Banyuwangi: Untung bagi Pembeli, tapi Derita bagi Penjualnya

Pengalaman Kuliner di Pantai Blimbingsari Banyuwangi: Tenang dan Nyaman, tapi Bikin Kapok buat Jajan

Selain di lereng pegunungan Ijen, alih fungsi lahan juga terjadi di kawasan Kecamatan Pesanggaran. Daerah di sekitar perbukitan itu mengalami banjir lumpur tiap musim hujan tiba.

Limbah industri yang menjadi momok bagi para petani

Meski sektor Industri baru berkembang sekitar tujuh tahun terakhir, dampaknya menjadi momok bagi para petani yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Fyi, aliran sungai di Banyuwangi menjadi denyut nadi pertanian di Bumi Blambangan. Namun, praktik nakal yang dilakukan industri di sini menyebabkan pencemaran lingkungan yang berimbas pada para petani. Sebut saja kasus pencemaran yang disebabkan PT Industri Gula Glenmore yang berada di Kecamatan Glenmore, Banyuwangi.

Perusahan penghasil gula terbesar di wilayah Tapal Kuda itu sempat membuang limbahnya di aliran Sungai Baru yang merupakan sungai terbesar di Banyuwangi. Setelah diselidiki oleh Dinas Lingkungan Hidup, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang mengalami kebocoran menjadi alasan perusahaan.

Kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan

Selain limbah industri, salah satu yang perlu diperhatikan pemerintah daerah adalah mengubah kebiasaan masyarakat yang gemar membuang sampah sembarangan. Kebiasaan membuang sampah di sungai ini justru berdampak buruk bagi lingkungan, lho. Apalagi Banyuwangi yang luasannya melebihi Provinsi Bali hanya memiliki satu Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bulusan di Kecamatan Kalipuro. Jelas ini sangat timpang. Sudah selayaknya membuka kembali TPA di wilayah selatan untuk membantu mengurai masalah sampah.

Saya pernah berwisata rafting dan bertemu berbagai sampah. Bahkan sampah kasur dibuang ke aliran sungai! Tentu saja sampah di sungai bisa bikin citra pariwisata Banyuwangi buruk di mata wisatawan yang datang ke Bumi Blambangan.

Meski saat ini masih banyak kekurangannya, saya yakin Banyuwangi ke depannya bakal lebih baik lagi asalkan dilakukan perubahan. Semoga Bumi Blambangan bisa segera pulih dan jadi kabupaten yang makin nyaman untuk dikunjungi wisatawan.

Penulis: Fareh Hariyanto
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Wisata Banyuwangi Siap Melesat Seperti Bali, Meninggalkan Jember.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Maret 2023 oleh

Tags: Banyuwangiwisata Banyuwangi
Fareh Hariyanto

Fareh Hariyanto

Perantauan Tinggal di Banyuwangi

ArtikelTerkait

Banyuwangi Nggak Butuh Mall, 4 Swalayan Ini Sudah Cukup Jadi Solusi Belanja Hemat untuk Gaji UMR Banyuwangi

Banyuwangi Nggak Butuh Mall, 4 Swalayan Ini Sudah Cukup Jadi Solusi Belanja Hemat untuk Gaji UMR Banyuwangi

20 Maret 2025
3 Alasan Licin Banyuwangi Jadi Tempat yang Tepat untuk Menghabiskan Hari Tua

3 Alasan Licin Banyuwangi Jadi Tempat yang Tepat untuk Menghabiskan Hari Tua

26 Oktober 2023
Surat Terbuka untuk Bupati Banyuwangi Terkait Minuman Keras (Unsplash)

Pariwisata Banyuwangi Jangan Berharap Melampaui Bali, Perbaiki Dulu Kekurangan yang Lain

29 Juli 2023
Kecamatan Ijen, Jalur Alternatif Banyuwangi-Bondowoso yang Kondisinya Nggak Karu-karuan

Kecamatan Ijen, Jalur Alternatif Banyuwangi-Bondowoso yang Kondisinya Memprihatinkan

17 Juni 2023
3 Rekomendasi Makanan Berkuah Khas Banyuwangi yang Wajib Dicoba sebelum Meninggal

3 Rekomendasi Makanan Berkuah Khas Banyuwangi yang Wajib Dicoba sebelum Meninggal

23 Oktober 2023
Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

15 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Takut ke Puskesmas karena malas hadepin antrean panjang (Unsplash)

Pergi ke Puskesmas itu tidak menakutkan, yang menakutkan menghadapi antrean panjang dan tidak tahu harus bertanya kepada siapa

10 Agustus 2026
Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

5 Agustus 2026
Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Dari gaya hingga performa, inilah 6 alasan Suzuki Swift ST 2008 cocok jadi mobil pertama

6 Agustus 2026
GTM pada anak, drama paling menguji kesabaran dan kreativitas orang tua Mojok.co

GTM pada anak, drama paling menguji kesabaran dan kreativitas orang tua

9 Agustus 2026
Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

6 Agustus 2026
Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua Mojok.co

Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua

7 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.