Kalau bicara Aerox, yang biasanya muncul adalah soal stigma dan pandangan negatif yang melekat kepada motor Yamaha satu itu. Mulai dari motornya para jamet, motornya para fakboy, atau motor yang suka ugal-ugalan dan nggak tahu diri di jalan.
Belum lagi soal ingatan dan perasaan betapa menyebalkannya kalau bertemu gerombolan Aerox di jalan. Sudah jumlahnya banyak, kelakuannya kadang sak karepe dewe.
Tapi kita juga perlu jujur. Terlepas dari stigma dan pandangan negatif akibat ulah sebagian pengendaranya, Aerox itu tetaplah motor yang sebetulnya ideal. Motor Yamaha ini punya segala hal untuk bisa dicintai, terutama anak-anak muda.
Misalnya, Aerox ini punya bodi yang gagah dan pas (nggak sebesar NMAX, dan nggak sekecil Mio), desainnya keren, serta performa tangguh dan bertenaga. Ideal banget, kan?
Maka dari itu, saya ingin mengajak kalian semua (apalagi yang masih punya sentimen dengan Aerox) untuk jujur dan mengakui. Motor Yamaha ini adalah motor terbaik di kelasnya, yaitu kelas sport matic.
Motor serupa dari pabrikan lain nggak ada yang bisa mengalahkan dominasi Aerox di kelas ini. Apa? Honda? Emangnya Honda punya apa?
Soal desain dan bodi, Aerox menang jauh dari semua motor sport matik Honda
Satu hal yang paling kelihatan mencolok dari Aerox adalah desain dan bodi. Motor Yamaha satu ini, sejak kemunculan model 155 VVA pada akhir 2016, sudah mencuri perhatian. Darah sporty-nya seakan mengalir deras. Garis-garisnya tajam dan tegas, sehingga presence-nya kelihatan agresif sekali.
Melihat desain dan bodi Aerox, rasanya kayak nyaris nggak ada cela. Yamaha betul-betul totalitas dalam mengusung konsep Super Sport Scooter. Kalau ada yang kurang, paling ya soal pilihan warna. Kayak Yamaha Aerox Cybercity yang varian Matte Blue Yellow, itu kayak terlalu menyala aja. Too much, hehehe.
Nah, sekarang di kelas yang sama, di kelas sport matic, atau bahkan di kelas maxi scooter, memangnya Honda punya penantang? Vario Sporty? Honda PCX? Menurut saya jelas kalah sama Aerox kalau soal desain dan bodi. Kalau Honda mau menantang, paling masuk akal ya dengan Honda ADV. Ini baru imbang.
Soal desain dan bodi, Honda ADV memang punya karakter sporty yang lebih kuat ketimbang saudara-saudaranya. Tapi, sebagai sebuah sport matic atau maxi scooter, ADV terlalu kekar di bagian depan, tapi lembek di bagian samping dan belakang. Jadinya nggak proporsional.
Lincah dan gesit meskipun besar
Selama ini kita selalu menganggap bahwa motor-motor yang berbodi besar selalu lemah dalam urusan kelincahan dan kegesitan. Tapi sepertinya anggapan itu nggak berlaku untuk Aerox. Meskipun bodi motor Yamaha satu ini bodinya tergolong besar, tapi ia tetap kelincahan, gesit, dan bahkan ketangguhannya.
Sebagai pengguna, motor Yamaha ini oke di segala medan. Untuk jalan pegunungan di Malang yang naik dan turun, jelas oke. Untuk bermanuver menembus jalanan kota yang ramai dan padat, semakin oke.
Maklum, mesinnya 155 cc Blue Core, dan ada fitur VVA (Variable Valve Actuation), jadi tenaganya selalu maksimal. Ibarat pemain bola, Aerox ini mirip Adriano di masa jayanya bersama Internazionale Milan. Tubuhnya gagah, tapi gesit dan lincah, bisa menembus pertahanan lawan dengan mudah.
BACA JUGA: Yamaha Aerox 155 Adalah Versi Sempurna Honda PCX dan Yamaha Nmax
Aerox itu paket lengkap
Di kelas sport matic atau maxi scooter, Aerox adalah paket lengkap. Motor besar, tapi gesit dan tangguh, plus, bodi dan desainnya juga keren. Jarang-jarang ada pabrikan motor yang memberikan paket lengkap.
Honda jelas nggak punya. Honda ADV hanya menang di masalah ketangguhan. Bodinya nggak proporsional dan nggak lincah. Sementara itu motor lain kayak Vario Sporty (160cc) juga sama, bodinya terlalu buruk rupa. Lagian, sejak Honda ada masalah dengan rangka ESAF beberapa tahun lalu, saya jadi trust issue sama mereka.
Makanya, lepaskan semua stigma negatif di mana pengguna brengsek menjadi penyebabnya. Aerox adalah paket lengkap. Motor Yamaha ini jadi harus menanggung stigma brengsek padahal ia adalah salah satu motor terbaik yang pernah ada.
Penulis: Iqbal AR
Editor: Yamadipati Seno
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
