Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Ada Demo Tolak Omnibus Law, Semua Televisi Malah Diblok Acara Ruangguru

Muhammad Arsyad oleh Muhammad Arsyad
17 Juli 2020
A A
Menerka Alasan Alur Cerita Sinetron di Indonesia Banyak yang Absurd terminal mojok.co
Share on FacebookShare on Twitter

Entah memang stasiun TV-nya yang nggak peduli atau Ruangguru yang egois.

Di tengah hiruk pikuk dan segala keruwetan yang terjadi di Indonesia, masih dihajar pandemi yang kurvanya masih tinggi pula, kita perlu menaruh perhatian pada satu masalah: Omnibus Law yang dikebut DPR RI untuk segera disahkan.

Kali ini kita kesampingkan dulu sejenak isu pandemi. Bukan berarti isu itu tak penting. Isu tersebut tetap patut kita kawal, tapi kita tak perlu mengemis pada pemerintah untuk serius menangani pandemi. Jika itu kita lakukan, sama saja seperti menyuruh Raffi Ahmad menutup channel YouTube-nya.

Omnibus Law yang dikebut DPR RI sebetulnya sarat akan kepentingan di dalamnya. Mulai dari ketenagakerjaan, bisnis, pemerintah daerah, pendidikan, sampai sertifikasi halal bernaung di bawah panji-panji Omnibus Law. Gelombang penolakannya pun terus digaungkan.

Nyaris semua elemen menolak Omnibus Law. Dan kamu tahu sendirilah siapa yang tidak. Aksi pun akhirnya aksi menolak Omnibus Law RUU Cilaka, sekaligus RUU HIP, mencuat kembali pada Kamis (16/7). Media sosial pun ramainya bukan main, didominasi tagar #GagalkanOmnibusLaw.

Sayangnya informasi mengenai aksi menolak Omnibus Law hanya bergelora hebat di media sosial, tidak dengan media massa nasional. Bukan nggak memberitakan, hanya saja porsinya sangat sedikit. Berita yang tersuguhkan ke masyarakat pun sekadar informasi luar.

Terutama di televisi. Berita-berita demo paling-paling cuma “Massa Demo Tolak Omnibus Law Datangi Gedung DPR”, atau “Massa Mulai Berdatangan”. Alih-alih memberikan edukasi soal kenapa Omnibus Law ditolak dan poin-poin mana saja yang krusial, si pembaca berita malah menjelaskan apa yang disorot kamera.

Kejelekan Omnibus Law seolah ditutupi rapat-rapat oleh televisi kita. Orang-orang yang mendapatkan informasi lewat televisi doang, mungkin justru nggak bakalan tahu ada demo. Apalagi demonya itu kan berlangsung dari siang menjelang sore.

Baca Juga:

3 Alasan yang Bikin Saya Enggan Punya TV di Rumah

Orang Indonesia Nggak Cocok Dikasih Tayangan kayak Clash of Champions Ruangguru. Ilmunya Dikit, Dramanya Selangit

Okelah, televisi menayangkan informasi aksi pada siang atau sorenya, tapi berapa persen yang bakal nonton? Rata-rata para penonton televisi sedang bekerja saat itu. Padahal aksi juga berlangsung hingga malam.

Teman saya membagikan tangkapan layar live Instagram dari LPM Progress, salah satu lembaga pers mahasiswa yang ada di Jakarta. Dalam live Instagram tersebut tampak demo sedang berlangsung. Saya yang baru saja merampungkan salat Isya sekitar pukul 19.30 WIB langsung mengecek akun Instagram tersebut dan menontonnya.

Beruntungnya ada yang live Instagram. Saya jadi bisa menyaksikan perkembangan aksi menolak Omnibus Law. Lah gimana, bukannya menyiarkan perkembangan demo, televisi justru dibombardir oleh tayangan promosi Ruangguru. Hadeh, hadeh….

Sejujurnya saya menanti tayangan berita semacam “Headline News” atau “Breaking News” yang hadir di tengah-tengah iklan atau tayangan sinetron kalau pas ada fenomena atau kejadian mendadak. Tapi hari itu tidak.

Acara Ruangguru itu durasinya lama, disiarkan di sembilan stasiun televisi pula. Terus TV-TV-nya ngasih sedikit saja durasi buat informasi perkembangan demo tolak Omnibus Law ke publik oun ogah. Masyarakat malah dicekoki acara ulang tahun ke-6 besar-besaran Ruangguru.

Keren sih, produk anak bangsa. Mau promosi nggak masalah. Tapi mbok ya nggak usah ditayangkan di hampir semua stasiun televisi juga kek. Apalagi di stasiun televisi yang potensial meraup penonton. Sebutlah SCTV, Trans7, MNC Group.

Itu namanya menjarah frekuensi publik. Saya yakin Mas-mas Harvard dan temannya itu paham fungsi televisi sesuai amanat UU Penyiaran. Mustahil nggak tahu kalau setiap siaran televisi harus berorientasi melayani warga.

Mustahil juga seorang yang berpendidikan tinggi memanfaatkan peluang di tengah UU Penyiaran yang sedang ingin dirombak DPR. Sehingga mindik-mindik mencari celah merampas frekuensi publik. Tidak begitu kan, ya?

Namun begini, unjuk rasa menolak Omnibus Law itu melibatkan publik, sedangkan acara Ruangguru melibatkan Ruben Onsu. Karena televisi itu meminjam frekuensi publik, siaran harus melibatkan dan menyangkut publik. Publik mana yang butuh adegan Ruben Onsu memuji Bertrand Peto yang pinter berkat Ruangguru dalam konteks promosi?

Sementara di luar sana ada demonstrasi yang pesertanya itu bagian dari publik. Terus yang menjadi tuntutan juga akan berdampak besar pada publik. Dengan demikian publik perlu tahu itu dong. Hal ini seolah membenarkan riset Remotivi bahwa untuk soal Omnibus Law, media berlabuh di pelabuhan pemerintah.

BACA JUGA A-Z Omnibus Law: Panduan Memahami Omnibus Law Secara Sederhana dan tulisan Muhammad Arsyad lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 Oktober 2025 oleh

Tags: omnibus lawruanggurutelevisiTV
Muhammad Arsyad

Muhammad Arsyad

Warga pesisir Kota Pekalongan, penggemar Manchester United meski jarang menonton pertandingan. Gemar membaca buku, dan bisa disapa di Instagram @moeharsyadd.

ArtikelTerkait

Membongkar Rahasia Sinetron Jelek Bisa Punya Ribuan Episode (Unsplash)

Membongkar Rahasia Sinetron Jelek Bisa Punya Ribuan Episode

17 Januari 2023
Melihat Acara TV Indonesia yang Isinya Cuma Repost Konten Medsos terminal mojok.co

Melihat Acara TV Indonesia yang Isinya Cuma Repost Konten Medsos

15 Mei 2021
One Stop Football, Acara Sepak Bola di Indonesia Terbaik Sepanjang Masa

One Stop Football, Acara Sepak Bola di Indonesia Terbaik Sepanjang Masa

1 November 2022
Mas-Mas Harvard Pendukung Omnibus Law Itu Ternyata Kenalan Saya yang Tertukar

Mas-Mas Harvard Pendukung Omnibus Law Itu Ternyata Kenalan Saya yang Tertukar

4 Maret 2020
Solusi Untuk Mengakhiri Penolakan Omnibus Law yang Bisa Digunakan BuzzeRp

Solusi Untuk Mengakhiri Penolakan Omnibus Law yang Bisa Digunakan BuzzeRp

10 Maret 2020
mengkritik pemerintah, wabah corona covid-19 residu politik Seandainya Elite Politik Negeri Adalah Kenshin Himura, Betapa Indahnya Negeri Ini

Seandainya Elite Politik Negeri Adalah Kenshin Himura, Betapa Indahnya Negeri Ini

2 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
Rindu Kota Batu Zaman Dahulu yang Jauh Lebih Nyaman dan Damai daripada Sekarang Mojok.co apel batu

Senjakala Apel Batu, Ikon Kota yang Perlahan Tersisihkan. Lalu Masih Pantaskah Apel Jadi Ikon Kota Batu?  

10 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Bangun Rumah Istana di Grobogan Gara-gara Sinetron, Berujung Menyesal karena Keadaan Aneh dan Merepotkan
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit
  • Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.