Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Prima Tossa, Kloningan Honda Supra 100 yang Jauh Lebih Unggul

Budi oleh Budi
21 Desember 2020
A A
prima tossa supra 100 mojok

prima tossa supra 100 mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Motor Prima Tossa milik Bapak masih khusyuk dalam diam di samping rumah. Beralas tanah, beratap genting retak hingga air hujan dapat menembus sela-selanya. Tak jarang airnya menyusup hingga sampai di bodi motor, perlahan menyebabkan beberapa sisinya terlihat kusam. Ini adalah motor pertama Bapak yang dibeli kondisi baru kala itu. Setelah sebelumnya kekeh membeli motor seken. Saya masih cukup ingat rasa bahagianya. Semburat senyum tersimpul ketika dulu, Bapak, membawa motor ini pulang.

Sambutan Ibu dan saya penuh suka bahagia melihat motor yang dominan hitam dengan striping biru putih masuk dengan suara halusnya di halaman rumah. Baunya mendesak indera penciuman saya. Kali ini baunya beda dengan motor Bapak sebelumnya yang lebih dominan bau rembesan oli dan bensin. Bau khas yang membuat saya betah berlama-lama berdekatan sama motor itu.

Tak terasa sudah kurang lebih 15 tahun motor Prima Tossa menemani Bapak pun kami sekeluarga kemana-mana. Bagi yang penasaran sama bentuk motor Prima Tossa kayak gimana sih? Ya itu, bentuknya persis motor Honda yakni Honda Supra 100. Yups, bodinya sama persis dengan Honda Supra 100 yang saat itu menjadi motor laris manis. Hingga ada saja orang yang salah mengira bahwa motor ini Supra 100, padahal, kan, bukan.

Meski Prima Tossa mempunyai bentuk yang sama persis dengan Supra 100 milik Honda. Tak lantas mempunyai feel mengendarainya sama. Ya jelas, lebih unggul motor Prima Tossa dong, jika dibanding si Supra 100. Jelas berbeda kasta.

Prima Tossa Bapak mempunyai rangka yang kurang rigid ketika dibawa jalan. Sensasi agak limbung muncul ketika memacu motor ini agak kencang, sangat terasa. Ditambah juga sama suspensinya yang lebih condong ke empuk.

Hal semacam ini adalah suatu keunggulan yang hakiki. Memang motor dengan kapasitas cuman 100 cc kayak Prima Tossa diperuntukan untuk jalan santai menikmati perjalanan. Dari hal tersebut saya belajar untuk lebih menikmati perjalanan bukan fokus pada tujuan.

Bentuk mesin Prima Tossa sama persis dengan Supra 100. Ya memang betul, tampak visual dari bodi hingga bentuk luar mesinnya sama plek, nggak ada perbedaan yang signifikan terlihat.

Namun, jika membongkar mesin, akan terlihat perbedaanya di bagian kopling. Bagian kopling masih menggunakan jenis sentrifugal. Yang mana kampas kopling dan kampas ganda menyatu di gigi primer yang malah sama dengan Honda Astrea 800 atau lebih tua lagi C70. Cukup aneh namun harus dipandang sebagai nilai lebih dong, kan motor yang penuh historis dan kepunyaan sendiri pula.

Baca Juga:

Orang Waras Pilih Toyota Agya Dibanding Honda Brio, Lebih Keren dan Bebas Julukan Aneh-aneh

Pesimis pada Honda Beat Karbu Berubah Respek karena Bisa Awet 12 Tahun Tanpa Rewel

Di Supra 100 house kopling sudah berada di gigi sekunder dan kampas ganda berada di gigi primer, bukannya jadi satu kayak Prima Tossa atau motor Honda yang jadul, kayak C70, Astrea 800.

Saya sempat bertanya sama Bapak berapa harga baru motor ini dulu. Cukup membuat kaget ketika mendengar jawabannya. Kala itu, Prima Tossa dijual dengan kisaran harga tujuh jutaan. Sungguh sangat murah jika disamakan dengan Honda Supra 100 yang dihargai Rp13 jutaan saat itu. Hmmm, pantas saja teknologi kopling yang disematkan jauh lebih unggul jika dibandingkan. Dan rangkanya kurang rigid. Sebuah nilai positif saat Bapak memilih motor ini.

Penggunaan tipe kopling sentrifugal pun membuat Prima Tossa sulit dilupakan. Pasalnya setiap ganti gigi, kaki bakal dilatih untuk menginjak lebih kuat, kuat, dan kuat lagi. Memang harus kuat karena saat kopling diinjak bakal terasa keras banget. Ini adalah sebuah kelebihan, sampai sekarang saya nggak begitu sambat pegal pas pindah kopling saat memakai motor bebek yang baru, udah biasa sama kopling Prima Tossa yang keras kok.

Terus masalah konsumsi bahan bakar Prima Tossa ini, sangat irit banget. Iritnya sebanding sama pabrikan yang ditiru desainnya. Mungkin, waktu itu uang Rp10 ribu saja bisa digunakan Bapak pulang pergi kerja sama pergi ke sawah selama seminggu, memang iritnya kebangetan sih ini. Terakhir memakainya,saya hanya menghabiskan uang Rp50 ribu untuk dua minggu.

Kalau dibilang tangguh, Prima Tossa memang tangguh. Tak terhitung berapa kali rumput, buntelan kayu bakar, sama gabah yang beratnya pakai banget sudah diangkut. Pokoknya jalan terus…

Udah gitu, dalam hal perawatannya nggak mau nyusahin ini motor. Tak ada kerusakan berat apalagi sampai turun mesin karena dari knalpotnya keluar asap putih meski rada bandel untuk rutin ganti oli, saya ingat tak pernah sekalipun. Paling keluar asap hitam pas laju motor sedang kencang-kencangnya, itupun hanya masalah di-setting karburator yang terlalu boros. Hanya butuh sentuhan tangan terampil mekanik samping Rumah, Pak Budi namanya. Lantas Pak Budi bakal men-setting ulang si karburator. Voila, nggak muncul lagi tuh asap hitam keluar dari knalpot.

Terhitung kerusakan paling kerasa ya cuman CDI mati dan itu cuman sekali saja. Nggak ada tuh, kerusakan berarti selama memakai motor ini. Paling cuman ganti ban dan busi. Selain itu awet sampai sekarang.

Dan untuk urusan rem depan dan belakang masih menyematkan rem tromol bukan disc brake. Pemilihan rem tromol malah suatu paduan yang pas. Ya, selain untuk menekan ongkos produksi juga sih tentunya. Sisi positifnya, nggak bakal ada tuh ditemui rem masuk angin kayak yang sering ditemui di disc brake. Masuk angin di rem cakram berbahaya karena membuat rem jadi blong, gitu.

Toh, selama  saya dibonceng Bapak dan sempat juga memakai, ketika melakukan pengereman pakem-pakem saja tuh. Nggak ada istilah neloyor. Untuk urusan kaki-kaki malah empuk dan enak banget. Saya dibuat nyaman berkali-kali saat membawa motor ini.

BACA JUGA Nggak Cuma Aki Tekor, Ini Beberapa Parts Penyebab Electric Starter Motor Mati dan tulisan Budi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 Desember 2020 oleh

Tags: hondaprima tossasupra 100
Budi

Budi

Seorang montir tinggal di Kudus yang juga menekuni dunia kepenulisan sejak 2019, khususnya esai dan fiksi. Paling suka nulis soal otomotif.

ArtikelTerkait

Motor Honda Astrea Grand 1991 Second Ori Harganya Rp15 Juta! (Unsplash)

Barang Kolektor Motor Honda Astrea Grand Tahun 1991 Kini Harganya Mencapai Rp15 Juta dan Saya Menyesal Sudah Menjualnya

19 Desember 2023
Honda Scoopy: Motor Mahal yang Nggak Kuat Nanjak, Cocok untuk Dataran Rendah

Honda Scoopy: Motor Mahal yang Nggak Kuat Nanjak, Cocok untuk Dataran Rendah

13 Juli 2024
lionel messi dan barcelona mirip marc marquez dan repsol honda mojok.co

Marc Marquez Kayaknya Lagi Disindir waktu Honda Unggah Meme Messi Berseragam Balap

2 September 2020
5 Motor yang Sebaiknya Nggak Dibeli Mahasiswa Baru karena Bikin Menyesal

5 Motor yang Sebaiknya Nggak Dibeli Mahasiswa Baru karena Bikin Menyesal

30 Agustus 2025
Motor Honda CB Lawas, Standar Sukses Pemuda Purworejo yang Merantau ke Jakarta Mojok.co

Motor Honda CB Lawas, Standar Sukses Pemuda Purworejo yang Merantau ke Jakarta 

6 Maret 2026
Supra X 125 Andalan Petani Kecamatan Ijen Bondowoso (Unsplash)

Supra X 125, Motor Tangguh Andalan Petani Kecamatan Ijen Bondowoso

29 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Dosa Pedagang Sate Maranggi yang Bikin Pembeli Kapok (Wikimedia Commons)

4 Dosa Pedagang Sate Maranggi yang Bikin Pembeli Kapok

11 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga Mojok.co

Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga

9 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

9 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.