Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Di YouTube, Saya Lebih Suka Suara Musisi Versi Konser daripada Rekaman Studio

Riyanto oleh Riyanto
23 Desember 2020
A A
Di YouTube, Saya Lebih Suka Suara Musisi Versi Konser daripada Rekaman Studio terminal mojok.co

Di YouTube, Saya Lebih Suka Suara Musisi Versi Konser daripada Rekaman Studio terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saya bukan pengguna Spotify, jadi aktivitas mendengarkan lagu masih menggunakan YouTube. Lagu-lagu yang saya sukai random serandom-randomnya, bisa dimulai dengan Chrisye, lalu Monkey to Millionaire, lantas Adhitia Sofyan, berlanjut ke Avenged Sevenfold, mendadak ke Kangen Band, kemudian secara ajaib muter Stars and Rabbit. Benar-benar acak dan bagi banyak orang lumayan mengganggu.

Selain itu, saya juga lebih suka memutar lagu versi rekaman konser alias live dibandingkan versi studio. Lagi-lagi, kebiasaan saya ini dianggap mengganggu bagi orang lain. Katanya, rekaman saat konser itu terlalu berisik, banyak basa-basi dari penyanyi di sela-sela lagu, dan yang pasti kualitas suara si penyanyi biasanya nggak sebagus pas versi rekaman.

Weh, tapi bagi saya justru hal-hal di atas itulah poin plusnya. Saya menikmati riuhnya suasana konser. Saya menunggu-nunggu bagaimana penyanyinya ngobrol-ngobrol dulu di sela lagu. Pun saya nggak mempermasalahkan kualitas suara si penyanyi yang kadang emang nggak konsisten antara saat rekaman di studio dan saat manggung.

Bagi saya, mengetahui kualitas suara si penyanyi yang langsung di panggung adalah hal penting. Kalau kualitas pas manggung ternyata nggak sebagus pas rekaman di studio, ya sudah nggak apa-apa. Kalau ternyata suaranya sebagus pas versi rekaman, justru menjadi kehebatan sendiri bagi si penyanyi.

Sewaktu muter video konser Avenged Sevenfold dan melihat banyak manusia yang lompat-lompat mengikuti irama lagu A Little Piece of Heavens, saya ikut merasakan gelora luar biasa. Sebagai orang yang belum pernah nonton langsung konser Avenged Sevenfold, memutar video konser mereka adalah kenikmatan tersendiri.

Atau untuk band lokal, saya sangat menyukai konser Stars and Rabbit. Setiap kali mereka manggung di Jogja, saya selalu mengupayakan nonton dan nimbrung di sekumpulan manusia yang kerap disebut anak senja itu. Bodo amat sebutannya apa, yang jelas saat Mbak Elda minta para penonton ngangkat tangan dan ikut nyanyi, saya dan semua penonton pasti ikut nyanyi.

Puncaknya, ya pas Mbak Elda lompat-lompat sambil ber-aiyaiyah-aiyaiyaiyaiyah-aiyaiyah itu. Wasli, semua penonton pasti ngikutin dan vibesnya bikin merinding disko. Magisnya lagi, suasana itu juga tetap terasa saat nonton video konser Stars and Rabbit di YouTube. Sensasi merinding-merinding sedap itu tetap menjalari seluruh tubuh, dan hal itu nggak bakal bisa dirasain jika hanya mendengar versi rekaman studionya.

Bahkan saya berani bilang, lagu Man upon the Hill milik Stars and Rabbit jauh lebih bisa dinikmati pada versi konser dibandingkan versi rekaman. Di versi rekaman, suara Mbak Elda cempreng total dan lumayan mengganggu bagi sebagian orang. Sementara pas versi konser, walahh nggak ada tandingannya.

Baca Juga:

Orang-orang Tetap Nonton Konser di Tengah Kondisi Ekonomi yang Nggak Baik-baik Aja, Inikah Fenomena Lipstick Effect?

3 Alasan JIS Jadi Tempat Konser Red Flag, Bikin Penonton Ogah-Ogahan

Barangkali karena hal ini pula saya nggak suka Spotify. Jarang ada, atau malah mungkin nggak ada, lagu versi konser yang bisa didengarkan. Semuanya adalah lagu versi rekaman di studio yang suara penyanyinya jernih, stabil, sudah diedit, nggak ngos-ngosan, dan mulus total mirip jalanan di sekitar 0 KM Jogja yang selalu diurusi setiap tahun itu. Sementara versi konser sering kali si penyanyi lupa lirik, salah nada, salah kunci gitar, salah mukul drum, senar putus, dan segenap kesalahan-kesalahan lain yang mungkin terjadi. Itu semua menarik bagi saya. Sangat menarik melihat dinamika-dinamika musisi saat konser tanpa bermaksud ngetawain musisi itu sendiri.

Akan tetapi, itu bukan berarti saya anti versi rekaman studio, ya. Saya menikmati juga versi rekaman studio dengan segala polesannya yang bikin cantik. Namun, ya itu tadi, versi konser tetap lebih ngena bagi saya.

Memang kelemahan menikmati konser di YouTube adalah pada kualitas gambar dari rekaman konser. Banyak video konser musik yang hanya berupa rekaman kamera ponsel dari penontonnya, gambarnya goyang-goyang, dan suaranya ngalor ngidul nggak jelas. Untuk menunggu versi bening dari penyelenggara konser memang memakan waktu, bahkan bisa saja emang nggak ada. Jumlah video konser yang bening dan audionya jernih memang nggak terlalu banyak. Akan tetapi, cukuplah untuk dinikmati sambil nunggu ada konser beneran di seputaran Jogja yang bisa saya datangi.

Makanya, menonton konser musik di YouTube bagi saya yang suka nonton konser secara langsung, lebih bikin puas dibandingkan nonton musik video dari musisinya itu. Vibes konsernya itu loh yang nggak tergantikan. Jadi, sambil nunggu konser non virtual boleh diselenggarakan lagi, menonton konser di YouTube bisa menjadi alternatif.

Lucunya, konser belum boleh diselenggarakan, tapi acara DJ-DJ-an di beberapa kedai kopi Jogja kok santai-santai saja diselenggarakan, ya?

BACA JUGA Deddy Corbuzier Pernah Bikin Program yang Nggak Laku-laku Amat di Kanal YouTubenya dan tulisan Riyanto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 Desember 2020 oleh

Tags: konserMusikYoutube
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

Dosen yang Jarang Ngajar, Nggak Pernah Koreksi Tugas, Plus Pelit Nilai Sebenarnya Minta Diapain sih? youtube, UKT

Bayar UKT Mahal, tapi Dosen Nyuruh Mahasiswa Belajar dari YouTube, Logikanya di Mana sih?

26 Maret 2024
kulino kuliner mukti entut yusril fahriza mojok

‘Kulino Kuliner’, Konten Kuliner yang Antimainstream dan Nggak Ndakik-ndakik

7 Juni 2021
Konten Naik Gunung Dzawin Nur Memang Lebih Menarik daripada Fiersa Besari, kok Terminal Mojok

Konten Naik Gunung Dzawin Nur Memang Lebih Menarik daripada Fiersa Besari, kok

12 Desember 2022
Konten YouTube Crazy Rich Surabayans Mengajari Kita buat Sawang-Sinawang terminal mojok.co

Konten YouTube Crazy Rich Surabayans Mengajari Kita buat Sawang-Sinawang

27 November 2020
album rilisan fisik mojok

Tren Rilisan Fisik Memang Sudah Tidak Menjanjikan Lagi bagi Musisi

10 Agustus 2020
Nggak Pentingnya Ngasih Komen Menit-Menit Spesial di Kolom Komentar YouTube

Nggak Pentingnya Ngasih Komen Menit-Menit Spesial di Kolom Komentar YouTube

30 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

31 Januari 2026
4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.