Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Gibran Pantas Menang Pilwalkot Solo Tanpa Bantuan Pak Jokowi

Taufik oleh Taufik
19 Desember 2020
A A
3 Alasan Mas Gibran Pantas Menang Pilwalkot Solo Tanpa Bantuan Pak Jokowi terminal mojok.co

3 Alasan Mas Gibran Pantas Menang Pilwalkot Solo Tanpa Bantuan Pak Jokowi terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Kemengan telak telah diprediski jauh-jauh hari akan didapat Gibran Rakabuming Raka bersama pasangannya, Teguh Prakosa terhadap pasangan Bagyo Wahyono-FX Supardjo dalam Pilwalkot Solo. Rilis Lembaga survei Indo Barometer yang dilansir tirto.id menyatakan bahwa pasangan calon ini akan melenggang mulus dalam memenangi Pilkada 2020. Bahkan salah satu pentolan Indo Barometer, Muhammad Qodari berani bilang gini, “Pilkada Surakarta, potretnya jalan tol buat Gibran-Teguh.”

Sedikit pembelaan dari saya, jangan karena bapaknya suka bikin jalan tol lantas kemenangan anaknya dikait-kaitkan dengan hasil kerja-kerja-kerja dari bapaknya, dong. Tidak selalu pepatah “Mati anak berkalang bapak, mati bapak berkalang anak.” itu benar adanya. Tidak selalu. Ada kalanya kita harus melihat secara jelas apa yang selama ini sudah dibikin si anak sampai pada taraf ia sukses. Jangan karena bapaknya punya pangkat tinggi lantas anaknya terima hasil jadi sambil ongkang-ongkang kaki.

ADVERTISEMENT

Ini yang juga saya lihat dari apa yang didapat Mas Gibran atas usahanya menjadi Solo 1. Rekam jejaknya yang tidak mau dibekingi bapaknya, sudah ia tunjukan melalui banyak hal sejak ia kekeh mau ikut-ikutan masuk politik. Bahkan, blio tidak mau terlena dengan ujaran manis sang bapak yang mengatakan “Sampai detik ini, anak-anak saya tidak tertarik dunia politik.”

Maka demi menunjukkan bahwa kemenangan Mas Gibran adalah murni kemenangan demokrasi Indonesia, saya akan menunjukkan beberapa hal yang membuat kemenangan itu masuk akal terjadi.

#1 Punya nama yang unik

Saya tidak meyakini bahwa nama yang disandang anak Pak Jokowi ini sudah disiapkan agar jadi Walikota Solo sejak lahir. Tapi, boleh jadi Pak Jokowi semringah karena pencapaian anaknya tersebut. Katanya, nama adalah doa. Dan nama adalah sepenuhnya doa dari orang tua. “Gibran” yang berarti pandai, penuh daya cipta, berfilosofi, dan yang menyatukan keharmonisan adalah doa-doa yang tercurah. 

Nama ini pula yang membuat saya yakin Mas Gibran menjadi sasaran coblosan sebagian besar warga Solo. Nama yang unik dibandingkan dengan lawan-lawannya, Bagyo dan Supardjo itu. Bahkan nama pasangannya sendiri, Teguh.

Saya bahkan haqqul yakin, blio nyalon sendiri jadi walikota Solo melawan Pak Teguh-Bagyo-Supardjo juga bakal tetap menang. Ya karena nama uniknya itu tentu saja.

#2 Punya perusahaan

Kalau ada anak penggede atau artis yang mau terjun politik apalagi sampai berani nyalonin gubernur, walikota/bupati, hal yang paling prinsip ditanyakan orang-orang adalah: apa kemampuannya? Kok sebegitu pedenya mau nyalon. Orang-orang menghakimi mereka atas nama besar orang tuanya. Padahal, dalam politik yang demokratis, semua memiliki hak politik.

Baca Juga:

Jogja dan Lamongan Itu Saudara Kembar: Sama-sama Punya Masalah Upah Rendah, dan Sama-sama Susah Jadi Pemimpin!

Lebak Masih Miskin dan Menderita, Tak Kunjung Berubah sejak Max Havelaar Menyindir Belanda

Orang-orang seolah lupa bahwa banyak politisi yang justru berangkat dari nama besar keluarga seperti yang Mas Gibran lakukan. Pak Sandiaga Uno adalah salah satunya. Selain kader partai, beliau lebih dikenal publik luas sebagai CEO banyak perusahaan. Pak Jokowi juga berangkat dari pemilik perusahaan mebel sukses. Masuk politik, jadi walikota, sampai bisa jadi RI 1 seperti sekarang ini.

Nah pengalaman menjadi CEO dan pemilik perusahaan ini adalah modal plus yang selalu dicari partai jika mau merekrut kader. Walau berulang kali Mas Gibran mengatakan bahwa tidak ada jalur khusus atas penunjukan jadi kader Partai Moncong Putih, posisinya sebagai pemilik perusahaan jadi pertimbangan partai untuk merekrutnya. Memang sih, blio hanya orang biasa yang punya perusahaan martabak, tapi ya itu, perusahaannya terkenal seluruh penjuru Indonesia.

Tidak elok rasanya menyerang Mas Gibran tidak punya skill memimpin. Lah jadi CEO perusahaan itu masa belum cukup disebut punya skill pemimpin? Blio itu skill-nya terbukti lho. Sudah punya banyak perusahaan sendiri, belum lagi keterlibatan lain dalam organisasi macam ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJBI) cabang Kota Solo. Bukankah hal-hal itu semua mewajibkan seseorang punya skill pemimpin yang mumpuni?

#3 Kemampuan kerja-kerja-kerja

Ini bukan dalam rangka menggandeng apa yang jadi jargon bapaknya Mas Gibran. Tapi, kemampuan kerja dari blio memang wajib diapresiasi seluruhnya tanpa perlu sedikit pun diragukan.

Catatan mentereng dengan 24 perusahaan dan berbagai terobosan lainnya adalah ekses dari kerja yang tiada habisnya. Siang malam saya rasa Mas Gibran telah melakoninya. Bahkan saya sendiri takut kalau blio kenapa-kenapa saking seringnya kerja. Usahanya bisa dinikmati saat ini. Setelah perusahaan-perusahaannya bisa jadi CV yang ditampilkan di film Sexy Killer dicari banyak orang, pencapaian politik pun mengikuti di balik karier bisnisnya.

Pada akhirnya, kita patut mengapresiasi hasil kerja keras Mas Gibran mencapai salah satu milestone dalam dunia politiknya tanpa campur tangan sedikit pun dari bapaknya. Kita juga tidak perlu perlu khawatir masa depan Solo dan masyarakatnya, blio adalah orang yang tepat memimpin Solo. Paling tidak untuk lima tahun ke depan.

BACA JUGA Lapangan Sepak Bola Tomia yang Buruk Adalah Berkah dan tulisan Taufik lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 Desember 2020 oleh

Tags: dinasti politikgibran rakabuming
Taufik

Taufik

Ide adalah ledakan!

ArtikelTerkait

Dosa Bus BST yang Mengancam Nyawa Penumpang dan Pengendara lain di Solo (Unsplash)

Dosa Bus BST yang Mengancam Nyawa Penumpang dan Pengendara lain di Solo

19 Maret 2023
pilkada monarki incumbent keluarga dinasti politik mojok

Ikut Pilkada kok Nebeng Nama Besar Keluarga, Ora Mashok

28 Oktober 2020
Lebak Masih Miskin dan Menderita, Tak Kunjung Berubah sejak Max Havelaar Menyindir Belanda

Lebak Masih Miskin dan Menderita, Tak Kunjung Berubah sejak Max Havelaar Menyindir Belanda

29 Januari 2024
kurama Jangan-jangan Pemerintah Kita Kena Genjutsu Mata Bulan alias Eye of The Moon Madara naruto tsuki no me mojok.co

Politik Dinasti pada Pemilihan Hokage di Konoha, Bahaya Kalau Ditiru di Dunia Nyata

8 Desember 2020
Solo Safari Zoo, Alat Pencitraan Brilian dari Gibran Rakabuming Terminal Mojok

Solo Safari Zoo, Alat Pencitraan Brilian dari Gibran Rakabuming

31 Januari 2023
Makan Gorengan Kustini Sambil Nyeplus Lombok Rawit dinasti politik MOJOK.CO

Dinasti Politik 5 Tahun Sekali: Kustini Sri Purnomo dan Ingatan yang Terbeli

24 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sebaiknya para pejabat berhenti bawa-bawa Jawa Timur untuk tameng atas gaya bicara yang arogan

Sebaiknya para pejabat berhenti bawa-bawa Jawa Timur untuk tameng atas gaya bicara yang arogan

23 Juli 2026
Liburan idaman orang dewasa itu sederhana, bisa rebahan tanpa diganggu notifikasi kerja Mojok.co

Liburan idaman orang dewasa itu sederhana, bisa rebahan tanpa diganggu notifikasi kerja

21 Juli 2026
Tarif parkir SCBD Jakarta bikin syok, bisa buat dua kali makan di kampung  Mojok.co

Tarif parkir SCBD Jakarta bikin syok, bisa buat dua kali makan di Jogja

27 Juli 2026
Sleman Tanpa UGM dan UNY Cuma Jadi Kabupaten Sunyi dan Mati

Sleman jadi besar dan hebat justru karena tidak punya “pusat kota”, kemajuan tersebar merata di segala penjurunya

26 Juli 2026
Tuban, Kota Elite Branding Sulit: Kabupaten yang Takdirnya Memang Sulit Terkenal, Diusahain pun Percuma lamongan legen tuban

Legen Tuban kini serba oplosan, tak layak jadi oleh-oleh khas daerah

22 Juli 2026
Stasiun Cawang adalah kunci warga untuk tetap waras sehari-hari naik KRL Depok Jakarta Mojok.co

Stasiun Cawang adalah kunci untuk tetap waras bagi warga yang sehari-hari naik KRL Depok-Jakarta

23 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.