Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

3 Alasan Jadi Anggota OSIS di SMP Lebih Baik daripada SMA

Muhammad Afsal Fauzan S. oleh Muhammad Afsal Fauzan S.
13 Desember 2020
A A
3 Alasan Jadi Anggota OSIS di SMP Lebih Baik daripada SMA Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Banyak pelajar yang ingin menjadi anggota OSIS dengan alasan tertentu, tapi masa SMP adalah yang terbaik daripada masa SMA. Menjadi anggota OSIS biasanya ada beban dan keuntungan tersendiri. Ada yang benar-benar pengin jadi anggota OSIS, ada yang numpang nama, dan ada yang minta kursi.

Kalau diamati dari pengalaman saat sekolah dulu, jadi anggota OSIS itu ibarat jadi pejabat negara. Ke mana-mana ditakuti, kadang punya ketenaran yang nggak ngotak di sekolah. Bahkan, banyak juga yang menyalahgunakan jabatan di OSIS. Nggak beda jauh lah sama pejabat di Indonesia.

Tapi di sisi lain, ada juga pelajar yang ingin menjadi anggota OSIS yang baik. Ingin mengabdi dan mengharumkan nama sekolah di kancah pendidikan regional bahkan nasional. Anggota OSIS seperti itu dianggap langka dan mungkin hanya bisa dihitung jari saja saking langkanya. Ingat, langka bukan berarti tidak ada.

Namun, ternyata menjadi anggota OSIS itu lebih seru saat SMP daripada SMA. Ini menurut pengalaman saya sendiri. Walau namanya sama-sama OSIS, tetap saja ada beberapa perbedaan, dan akan saya rangkum di sini.

Beban kerja yang tidak terlalu berat

Ketika menjadi anggota OSIS SMP, kita nggak punya beban yang terlalu berat. Nggak perlu full mengerjakan acara dari nol, nggak perlu banyak aturan, termasuk tugas-tugas kenegaraan dari sekolah yang terbilang wajar.

Kalau di SMA, anak OSIS itu seperti mengerjakan segalanya. Sementara guru hanya mengawasi dan memberikan saran serta arahan. Kalau ada acara biasanya dibuat dari nol banget, sekolah hanya menyediakan uang. Banyak aturan yang harus dipatuhi, jangan ini dan itu. Kadang tugas kenegaraan dari sekolah untuk anak OSIS SMA itu beratnya minta ampun. Pokoknya bejibun! Kalau nggak percaya coba saja deh jadi anggota OSIS di SMA.

Politik OSIS SMP lebih ramah

Kampanye dan pemilihan ketua OSIS di SMP lebih ramah dan jauh dari politik kotor. Para kandidat biasanya dengan setengah polos menyampaikan visi misinya menjadi ketua OSIS. Tanpa ada embel-embel apa pun, bahkan biasanya tidak ada tim sukses khusus kecuali teman-teman se-geng dari para kandidat.

Sementara di SMA, biasanya akan ada kampanye lebih dulu, bahkan ada tim sukses dengan berbagai atribut yang unik. Penyampaian visi misi pun sangat revolusioner dan penuh tantangan, menggebu-gebu seperti para calon kepala daerah saat ini. Tak jarang ada politik kotor di antara para kandidat ketua OSIS SMA. Mulai dari membuka aib di grup WhatsApp, saling menjatuhkan di media sosial, hingga bahkan mungkin ada politik uang dengan iming-iming kuota internet atau kupon makan bakso satu minggu.

Baca Juga:

Mempertanyakan Esensi Teka-teki Makanan Saat MPLS, Nggak Ada Gunanya, Nggak Ada Efeknya, Cuma Bikin Ribet!

Menebak Jabatan Upin Ipin dan Anak-anak Tadika Mesra kalau Ikut OSIS SMA

Beban sosial yang tidak terlalu bikin pusing

Menjadi anggota atau bahkan ketua OSIS di SMP tidak memiliki ketenaran yang berlebihan. Walau kadang ada kasus jadi anggota OSIS itu banyak ditaksir orang. Di SMP, anggota OSIS kadang tidak terlalu disegani, bahkan sama seperti teman sekolah pada umumnya.

Tidak hanya itu, anggota OSIS di SMP jarang ada yang kelihatan tebar pesona, jalan ditemani pengawal melewati pintu-pintu kelas. Lirik sana-sini untuk mencari cewek. Hadeh, ada kok yang kayak begitu, cuma nggak kelihatan saja.

Di SMA, anggota OSIS seolah harus dihormati, seolah istimewa, dan seolah orang penting yang kalau lewatin pintu kelas selalu dilirik anak-anak lain. Aduh, saya pernah mengalami hal seperti ini. Padahal nggak perlu seperi itu, itu musyrik!

Walau beberapa sekolah melarang anggota OSIS untuk pacaran, tapi di belakang layar mereka melanggar aturan itu. Toh aturan dibuat untuk dilanggar (katanya). Tak jarang ada yang ketahuan chatting mesra atau maling uang bendahara karena kepepet bayar SPP. Sudah kayak pejabat zaman sekarang kan?

Nah, gambaran-gambaran tersebut memang nggak semuanya benar. Tapi, sebagian terlihat pada pejabat-pejabat pemerintahan yang saat ini akan atau sedang menjabat. Semakin tinggi tingkatannya, semakin banyak pemikiran yang membuka pelanggaran.

Seharusnya, OSIS bisa menjadi ajang mendidik pelajar untuk bisa menjadi pejabat sekolah yang baik. Hitung-hitung simulasi. Kita nggak pernah tahu masa depan akan seperti apa. Politik bagi anak sekolah harus benar-benar bersih, kalau sudah kotor maka akan terus keruh sampai di ujung sungai pendidikan.

BACA JUGA Ngopi di Angkringan Itu Lebih Hangat daripada di Coffee Shop dan tulisan Muhammad Afsal Fauzan S. lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 12 Desember 2020 oleh

Tags: anggota OSISosis
Muhammad Afsal Fauzan S.

Muhammad Afsal Fauzan S.

Mantan wartawan yang jadi programmer dan web developer di pesantren. Sudah menulis sejak 7 tahun lalu. Suka baca buku sambil ngopi.

ArtikelTerkait

OSIS SMA Berani Undang Noah dan Dewa 19 buat Pensi Kalian Keren Terminal Mojok

OSIS SMA Berani Undang Noah dan Dewa 19 buat Pensi: Kalian Keren!

30 September 2022
Mempertanyakan Esensi Teka-teki Makanan Saat MPLS, Nggak Ada Gunanya, Nggak Ada Efeknya, Cuma Bikin Ribet!

Mempertanyakan Esensi Teka-teki Makanan Saat MPLS, Nggak Ada Gunanya, Nggak Ada Efeknya, Cuma Bikin Ribet!

16 Juli 2024
Kaguya-sama Love is War

Kaguya-Sama Love Is War, Anime Romcom Seru yang Nggak Jualan Hal Klise

13 Oktober 2021
stereotip anak osis menyebalkan memang benar mojok

Stereotip Buruk Anak OSIS yang Jujur, Emang Ada Benernya

14 April 2020
Menebak Jabatan Upin Ipin dan Anak-anak Tadika Mesra kalau Ikut OSIS SMA Mojok.co

Menebak Jabatan Upin Ipin dan Anak-anak Tadika Mesra kalau Ikut OSIS SMA

2 Juni 2024
anggota OSIS di STM MOJOK.CO

Anggota OSIS di STM Itu Sekumpulan Orang Buangan, Nggak Ada Wibawanya Sama Sekali

12 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Tidak Butuh Mall Kedua, Setidaknya untuk Sekarang

7 April 2026
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026
Jalan Godean Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat Mojok

Jalan Godean yang Ruwet Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat

8 April 2026
Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.