Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan

Google Maps dan Waze, Mana yang Lebih Sukses Bikin Orang Kesasar?

Budi oleh Budi
27 November 2020
A A
google maps waze penunjuk arah mojok

google maps waze penunjuk arah mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Google Maps dan Waze, mana yang lebih berhasil bikin orang misuh karena dibikin tersesat?

Hujan menderai dengan lembutnya, angin menghempas melewati sela-sela ventilasi rumah yang sudah lebih seperempat abad ditinggali. Sekarang rumah ini sering saya tinggal demi kesenangan duniawi. “Maaf kawan, saya jarang tinggal bahkan untuk sekadar melamun di teras,” begitu batinku ketika sampai setelah memakan enam jam perjalanan dengan motor kesayangan.

Berulang kali touring pakai motor tua membuat rumah hanya menjadi tempat singgah, kini hotel merah putih lah menjadi yang utama. Bermodal uang bensin, saya akan menyalurkan hobi touring dengan motor tua yang sudah dikultuskan sebagai motor paling tahan banting. Tapi, saya sadar, bukan soal apa yang dikendarai melainkan seberapa besar nikmat dalam perjalanan yang bisa dirasakan.

Sebagian orang mungkin berekspektasi lebih dengan tujuan dari sebuah perjalanan sampai-sampai lupa bahwa selama perjalanan punya nikmat dan uniknya tersendiri, yang mungkin nggak bisa didapatkan ketika sampai di tujuan.

Setiap touring ke suatu tempat, saya tak selalu hapal jalannya. Tak jarang, ketidaktahuan saya berujung nyasar hingga membuat kelabakan. Tapi, perihal touring dan hapalan-hapalan jalan-jalan mana saja yang kudu dilewat sedikit dimudahkan semenjak saya mengenal yang namanya aplikasi penunjuk arah. Dua aplikasi yang cukup familiar di mata saya yakni, Waze dan Google Maps.

Terus mana yang lebih baik? Halah keduanya sama saja menurut saya. Tapi kadang saya cenderung bingung sendiri dengan kelakuan Google Maps yang terlampau kreatif. Gimana ya, maksudnya mungkin baik sih Google Maps ini, mencari rute tercepat untuk sampai ketujuan. Tapi ya itu, kondisi jalannya kudu diperhatikan juga dong malihhhhh.

Masak ya, saya berkali-kali harus menerobos jalan dengan kontur yang nggak rata, kadang lewat gang-gang sempit, pokoknya jalan yang nggak ramah untuk motor matic yang cocoknya jalan mulus deh.

Malah teman saya pernah sambat karena Google Maps menuntunnya lewat jalur pedesaan yang mengarah ke tempat pemakaman. Kalau kejadiannya siang sih nggak masalah ya, lha ini kejadiannya tengah malam kok. Kurang greget gimana coba. Coba bayangin aja gimana rasanya ngerinya kayak apa kalau kalian di posisi teman saya ini, kalau saya sih auto ngibrit.

Baca Juga:

Alasan Orang Solo Lebih Hafal Jalan Tikus daripada Jalan Utama

Sulitnya Nyetir di Jakarta: Salah Belok, Salah Jalur, Bisa Fatal!

Tapi, di sisi yang lain Google Maps mempunyai ukuran aplikasi yang cukup kecil, yakni hanya 30 MB. Rasanya sangat pas buat HP kentang saya yang memorinya hampir penuh. Terus Google Maps pun menawarkan sensasi perjalanan yang mungkin bakal berkesan. Saat menggunakannya, kita bisa jadi akan diarahkan ke jalur antimainstream, nggak bisa diduga entah akan lewat jalan yang layak, lebar, atau sempit, bahkan lewat jalan yang nggak ada aspal sekalipun.

Perjalanan bakal diisi kekhawatiran, namun juga bakal melihat tempat-tempat yang baru. Saya sempat terbesit bahwa Google Maps bakal menuntun secara nggak sengaja untuk menemukan sebuah candi atau harta tersembunyi mungkin. Semua hal bisa saja terjadi saat menggunakan Google Maps sebagai panduan dan blusukan adalah menu wajibnya.

Sekarang kita akan bahas Waze, aplikasi lainnya yang punya fungsi sama kek GMaps.

Memang jika dibanding Google Maps, Waze punya ukuran aplikasi yang lebih besar, yaitu 70 MB. Ketika digunakan, Waze cenderung lebih berat. Alhasil hape kentang saya jadi lemot, ya pastilah.

“Bang, yang kentang kan hape ente, kenapa yang disalahin aplikasinya?”

Iya juga ya, tapi lupain itu dulu, fokus ke Waze dulu.

Namun, Waze menuntun pengguna aplikasi melewati jalur yang lebih manusiawi dibanding Google Maps. Nggak ada acara gimmick blusukan, apalagi sampai nyasar lewat tempat pemakaman. Yang saya alami, Waze lebih memperhatikan jalan yang layak dilalui dan sudah diaspal tentunya. Memang bakal lebih lama, tapi kalau jalannya sudah bagus sih nggak kerasa. Setidaknya itu yang saya rasakan.

Setelah mengalami perdebatan batin, menurut saya aplikasi yang enak adalah nggak ada karena hape saya masih kentang. Tapi, semisal sudah ganti hape, paling bakal memilih Waze. Agaknya saya sudah bosen sama acara blusukan apalagi nyasar ke kuburan jika menggunakan Google Maps, nanti kalau ditaksir Mbak Kunti gimana? Saya sih wegah, lagian belum tentu ditaksir juga sih.

BACA JUGA Nggak Cuma Aki Tekor, Ini Beberapa Parts Penyebab Electric Starter Motor Mati dan tulisan Budi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 24 Oktober 2021 oleh

Tags: google mapswaze
Budi

Budi

Seorang montir tinggal di Kudus yang juga menekuni dunia kepenulisan sejak 2019, khususnya esai dan fiksi. Paling suka nulis soal otomotif.

ArtikelTerkait

Google Maps Ternyata Juga Hobi Ngeprank

Google Maps Ternyata Juga Hobi Ngeprank

12 November 2019
Alasan Orang Solo Lebih Hafal Jalan Tikus daripada Jalan Utama

Alasan Orang Solo Lebih Hafal Jalan Tikus daripada Jalan Utama

30 November 2025
Adakalanya Manusia Itu Masih Menjadi Alternatif GPS Terbaik

Adakalanya Manusia Itu Masih Menjadi Alternatif GPS Terbaik

23 Februari 2020
Percaya Estimasi Waktu Tempuh kepada Google Maps di Jakarta Sama kayak Investasi Bodong alias Sudah Pasti Kena Tipu!

Percaya Estimasi Waktu Tempuh kepada Google Maps di Jakarta Sama kayak Investasi Bodong alias Sudah Pasti Kena Tipu!

15 Agustus 2024
Tips Ajari Pacar Operasikan Google Maps, agar Kencan Tidak Sesat di Jalan terminal mojok.co

Tips Ajari Pacar Operasikan Google Maps, agar Kencan Tidak Sesat di Jalan

16 Mei 2021
Google Maps: Aplikasi Rusak yang Makin Rusak Gara-gara Ulah Penggunanya yang Tolol tiktok

Unpopular Opinion: Ulasan di Google Maps Lebih Valid daripada TikTok untuk Rekomendasi Tempat Wisata

16 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

20 Mei 2026
Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

20 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya Mojok.co

8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya

19 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026
Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.