Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Ketimbang Usul SMK Jurusan Medsos, Mas Gibran Mending Bikin SMK Jurusan Martabak

Adi Sutakwa oleh Adi Sutakwa
27 November 2020
A A
Ketimbang Usul SMK Jurusan Medsos, Mas Gibran Mending Bikin SMK Jurusan Martabak terminal mojok.co

Ketimbang Usul SMK Jurusan Medsos, Mas Gibran Mending Bikin SMK Jurusan Martabak terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Mas Gibran usul bahwa perlu adanya SMK jurusan medsos, katanya nanti lulusannya bisa jadi analis sosial media, content creator, dan influencer. Ya memang tidak keliru, tetapi alangkah amazing kalau Mas Gibran menggagas satu pendidikan yang lebih mind-blowing: SMK jurusan martabak. Alasannya jelas, blio sudah menjadi pemain kelas kakap yang kaya pengalaman di bidang permartabakan.

Pak Jokowi yang sempat meremehkan bisnis martabak Mas Gibran sampai mengakui kalau keuntungan pabrik milik Pak Presiden sudah kalah dari Markobar. Kata Pak Jokowi bahkan sudah ada 54 warung Markobar, meskipun dari website resminya hanya tertulis 33 cabang di 15 kota besar dalam empat pulau besar Indonesia. Ya mungkin staf pengelolanya nggak sekolah di SMK jurusan medsos, jadi belum update konten websitenya.

Jangan salah, Mas Gibran punya peluang besar membuat martabak go internasional, meskipun sudah ada merk martabak lain di Philadelphia, Amerika Serikat, barangkali kan belum ada di Cina dan Rusia. Mas Gibran bisa menjalin kongsi dengan adiknya yang telah lebih dulu tenar sebagai pro player Mobile Legends. Pasti akan jadi kabar menggemparkan kalau kelak ada kompetisi Esport berskala internasional memperebutkan Piala Martabak Mas Gibran.

Kenapa SMK jurusan martabak jadi sangat penting? Ada banyak hal yang bisa menjelaskannya, salah satunya karena SMK jurusan medsos sebenarnya sudah ada, bahkan banyak sekali. Ya meskipun namanya bukan secara literal tertulis “SMK Jurusan Medsos”. Ada jurusan TI dan multimedia yang telah tersedia di banyak SMK sejak lama. Kalaupun belum ada pelajaran tentang medsos, Mas Gibran tinggal usul sama Mas Menteri Nadiem agar menyisipkan mata pelajaran yang berhubungan dengan media sosial.

Misalnya mata pelajaran pengelolaan konten gambar dan video, pengaturan iklan dari FB, IG, Twitter, dan TikTok. Keterampilan dasar seperti desain grafis, video editing, dan broadcasting juga mestinya dipelajari di SMK bikinan Mas Gibran nanti. Lho, tapi nanti semua institut dan sekolah tinggi berjenjang D1 dan D3 dengan jurusan itu bagaimana?

Ya gampang, dialihfungsikan jadi jurusan martabak saja. Ingat, keterampilan dan keilmuan bidang martabak jauh lebih penting sekarang. Masih banyak misteri yang masih bisa dieksplorasi dari pendidikan kemartabakan. Misalnya tentang halal haram, tidak menggunakan kuas bulu babi sehingga kelak seluruh resto martabak punya logo halal dipajang besar dan lebar. Berbangga hati jadi setara dengan Starbucks dan Yoshinoya.

Pastilah kelak martabak jadi cemilan wajib di kedai-kedai kopi kekinian. Selain itu, rasa markobar yang hanya ada delapan ditambah sepuluh topping pilihan, masih sangat mungkin untuk dikembangkan. Sepuluh topping markobar yang terdiri dari KitKat, Oreo, Ceres, Kraft, Toblerone, SilverQueen, Cadbury, Delfi, Nutella, dan TimTam belum menunjukkan kearifan dan kekayaan rasa nusantara. Mas Gibran bisa membuat formulasi rasa lokal seperti gula aren, beragam taburan bubuk kopi Indonesia, dan produk cokelat lokal misalnya Cokelat nDalem dan Cokelat Monggo di Jogja.

Jangan lupakan pula untuk selalu menggunakan keju buatan daerah seperti Keju Indrakila di Boyolali, Keju Mazaraat di Jogja, Keju Natura di Sukabumi, dan Keju Lembang di Bandung. Kalau mau rasa yang lebih out of the box lagi ya Mas Gibran bisa bikin citarasa unik seperti kayu manis, kayu putih, kayu jati, dan kayu-kayuan lainnya. Jangan lupakan pula aroma tembakau yang tentu saja bisa dibuat oleh para ahli pangan.

Baca Juga:

5 SMK Unggulan di Klaten yang Menawarkan Jurusan dengan Prospek Karier Cerah

5 Istilah di Jurusan Ilmu Politik yang Kerap Disalahpahami. Sepele sih, tapi Bikin Emosi

Kalau ingin merambah segmen konsumen yang baru, misalnya milenial perkotaan yang sedang rajin-rajinnya workout, harus ada varian menu markobar yang low calories, vegetarian, rendah gula, dan bebas lemak jahat. Saya punya banyak kolega peneliti dan praktisi di bidang keilmuan diet makanan, monggo Mas Gibran bisa WA saya.

Ide ini saya yakin akan dipertimbangkan dengan serius oleh kandidat milenial seperti panjenengan, Mas. Jika terlaksana kelak, penjual martabak barangkali tidak lagi dipandang sebelah mata sebagai pedagang pinggir jalan. Akan tetapi bisa disejajarkan dengan barista-barista kopi yang telah lebih dulu naik kasta dengan keindahan latte art.

Martabak berkelas dengan citarasa, pola, dan corak warna serta karakter pada toppingnya akan jadi pelopor lahirnya industri baru: martabak art. Tentu saja akan membuka banyak lapangan kerja baru seperti tujuan awal Mas Gibran. Lalu blio akan dipuja-puja sebagai Bapak Martabak Indonesia, bak pahlawan di tengah kesemrawutan bangsa.

Sumber gambar: Instagram @markobar1996

BACA JUGA MasterChef Syariah dengan Menu Halal Sangat Mendesak untuk Diadakan dan tulisan Adi Sutakwa lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 November 2020 oleh

Tags: lulusan SMKPolitik
Adi Sutakwa

Adi Sutakwa

Kelas pekerja dari Pemalang yang menghabiskan separuh hidupnya sebagai perantau di Solo, Jogja, Jakarta, dan Serang. Kritis pada isu pangan, industri, pendidikan, politik, sepakbola, seni, hingga animanga.

ArtikelTerkait

debat politik

Omong Kosong Soal Politik yang Tidak Ada Habisnya

21 Mei 2019
Mentakwil Pertarungan Politik di Tahun 2020

Mentakwil Pertarungan Politik di Tahun 2020

10 Februari 2020
5 Hal yang Bikin Saya Nggak Betah Tinggal di Desa

Romantisasi Desa Lama-lama Terdengar Begitu Menggelikan

16 April 2023
babe haikal

Argumentasi Ulama Oposisi ala Babe Haikal Hassan yang Ramashook

2 Agustus 2019
Saya Justru Menyesal Tidak Jadi Kuliah di Jogja pariwisata jogja caleg jogja

Surat Terbuka untuk Caleg Jogja: Berani Nggak Bahas Isu UMR, Pertanahan, dan Sampah?

29 Juli 2023
Alasan Yogyakarta Layak Disebut sebagai Kota Terbaik untuk Berdiskusi terminal mojok.co

Dekadensi Organisasi Eksternal Mahasiswa di UIN Jakarta

22 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
4 Hal yang Harus Penumpang Ketahui tentang Stasiun Duri, Si Paling Sibuk dan Melelahkan se-Jakarta Barat

Stasiun Duri Lebih Bikin Stres dari Manggarai: Peron Sempit, Tangga Minim, Kereta Lama Datang

9 April 2026
Ciri Khas 3 Sate Ayam Ponorogo Dilihat dari Daerah Produksinya sate ayam madura

Sate Ponorogo, Sate Terbaik yang Pernah Ada. Sate Madura dan Sate Padang Minggir Dulu Sana ke Pojokan

9 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Bangun Rumah Istana di Grobogan Gara-gara Sinetron, Berujung Menyesal karena Keadaan Aneh dan Merepotkan
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit
  • Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.