Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Lulusan SMK Punya Keunggulan di Mata HRD, Jangan Minder sama Fresh Graduate

Mohammad Ibnu Haq oleh Mohammad Ibnu Haq
15 November 2020
A A
Lulusan SMK Punya Keunggulan di Mata HRD, Jangan Minder sama Fresh Graduate terminal mojok.co

Lulusan SMK Punya Keunggulan di Mata HRD, Jangan Minder sama Fresh Graduate terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu yang lalu, saya membuat iklan lowongan pekerjaan untuk lulusan SMK. Dan seperti yang sudah-sudah, pelamar terbanyaknya malah fresh graduate anak kuliah. Ini bukan fenomena yang luar biasa kok, terlebih di situasi yang sedang tidak pasti seperti ini. Lagi pula mereka yang sudah bergelar diploma dan sarjana tentu telah menempuh pendidikan di sekolah menengah atas sebelumnya, kan? Jadi, ya bagi mereka itu sah-sah aja.

Saya pun melonggarkan seleksi berkas dan tetap memanggil banyak pelamar. Toh, kriteria lulusan itu adalah aturan yang fleksibel. Yang bikin saya heran adalah justru pelamar lulusan SMK-lah yang terlihat lebih insecure ketimbang pelamar lulusan kuliah. Hal ini mungkin terjadi karena adanya percakapan di antara mereka selama berada di ruang tunggu yang saling bertanya “sekolah di mana?”  atau bisa juga karena ada beberapa orang yang memang secara terang-terangan membawa dan menggunakan atribut kampusnya untuk sekadar pamer, syukur-syukur bisa membuat kandidat yang lain keder.

Padahal ketika sebuah perusahaan memutuskan kriteria-kriteria untuk posisi tertentu, maka sesungguhnya ada pertimbangan yang matang di baliknya. Ditambah lagi, dalam beberapa hal, mereka yang lulusan SMK justru lebih unggul ketimbang mereka yang baru saja lulus kuliah.

Keunggulan lulusan SMK #1 Daya juang lebih tinggi

Seperti yang kita semua tahu, setiap satu lowongan pekerjaan akan diperebutkan oleh minimal dua kelas tingkat pendidikan. Yang pertama tentu kelas pendidikan yang masuk dalam minimal persyaratan. Yang kedua adalah kelas pendidikan yang ada di atasnya. Contohnya begini, jika ada lowongan pekerjaan dengan syarat minimal kandidat harus memiliki ijazah sarjana, hakul yakin pelamarnya akan didominasi lulusan S-1 dan S-2. Memang sih tetap akan ada beberapa pelamar D-3 atau SMA/K yang iseng-iseng berhadiah. Namun, besar kemungkinan mereka akan tereliminasi dalam seleksi berkas.

Nah, karena dewasa ini sudah sangat jarang—sebenarnya ingin bilang tidak ada lagi—lowongan pekerjaan bagi lulusan SMP, maka lulusan SMK atau SMA hanya memiliki dua pilihan. Bersaing di lowongan pekerjaan yang ada atau menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dan bagi yang mengambil pilihan pertama, sudah barang tentu mereka akan mati-matian untuk mempertahankan pekerjaan yang telah didapatkannya.

Berbeda dengan pekerja yang memiliki ijazah perguruan tinggi. Mereka merasa aman dengan ijazah yang ada di tangan. Kadang menjadi kutu loncat, masih mencari-cari rumput tetangga yang lebih hijau sembari sementara waktu bekerja di perusahaan mana pun yang mau menerimanya, adalah hal yang biasa dilakukan. Tidak salah sih memang menjadi kutu loncat, saya pun dulu seperti itu. Hanya saja, tidak semua perusahaan memiliki anggaran dan waktu yang cukup untuk menata ulang lagi rencana dan strategi jangka panjang pengembangan sumber daya manusianya.

Keunggulan lulusan SMK #2 Gelas yang lebih kosong

Di beberapa posisi awal karier atau yang sering kita dengar dengan istilah entry level, salah satu hal yang dituntut oleh perusahaan adalah kemampuan untuk belajar dan beradaptasi secara cepat. Bahkan terkadang penilaian terhadap kedua hal tersebut ditempatkan sebagai prioritas. Dalam hal ini, lulusan SMK dinilai lebih memiliki keuntungan karena gelas mereka lebih kosong.

Seperti yang pernah saya bahas dalam artikel Dosen yang Nggak Pernah Praktik Kerja Sesuai Mata Kuliah yang Dia Ajarin, Kudu Digimanain?, perguruan tinggi cenderung mengajarkan banyak hal yang kurang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Terlalu banyak teori yang dijejalkan ke dalam kepala mahasiswa. Efeknya memang tidak instan, tetapi baru akan terasa di awal karier nanti.

Baca Juga:

5 SMK Unggulan di Klaten yang Menawarkan Jurusan dengan Prospek Karier Cerah

4 Hal yang Harus Diperbaiki Program Magang Nasional Kemnaker

Teori-teori yang berjejalan ditambah dengan faktor kejenuhan membuat proses pembelajaran di tempat kerja menjadi tidak optimal. Belum lagi kalau ada sesuatu di perusahaan yang dirasa tidak ideal dengan apa yang telah dipelajarinya di bangku kuliah. Hambok yakin mesti lebih banyak keluhan dan protes di dalam hati.

Berbeda dengan lulusan SMK. Sejak awal, jenjang pendidikan ini memang dipersiapkan untuk dunia kerja. Mulai dari segi kurikulum pendidikan sampai dengan praktikum dan praktek kerja lapangan. Semua bersifat praktis.  Mereka pun lebih siap untuk menerima ilmu-ilmu baru di pekerjaannya  karena telah ngelotok mempelajari dasarnya dan jarang ada pertentangan dengan apa yang selama ini diajarkan di sekolah. Proses belajar dan adaptasi pun jadi lebih cepat. Belum lagi, kalau sama-sama fresh graduate, anak-anak SMK jauh lebih muda. Jauh lebih panjang prospek ke depannya.

Di luar itu, tentu kita tidak boleh mengesampingkan faktor lain yang juga memengaruhi kesuksesan dalam berkarir seperti karakter masing-masing individu, bidang pekerjaan, model bisnis perusahaan, dan iklim bisnis di industri terkait. Intinya sih, jangan minder hanya karena bukan lulusan perguruan tinggi. Kalah dalam gelar pendidikan belum tentu kalah dalam segalanya. Asal bukan kalah karena faktor orang dalam, kalau itu sudah beda lagi ceritanya.

BACA JUGA Bukan Lagi Blangko dan Desain Canva, Goyang TikTok pun Bisa Jadi CV Kreatif buat Lamar Kerja dan tulisan Mohammad Ibnu Haq lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 14 November 2020 oleh

Tags: Fresh Graduatelulusan SMK
Mohammad Ibnu Haq

Mohammad Ibnu Haq

Sukanya mojok

ArtikelTerkait

kerja negosiasi gaji gaji sule di awas ada sule mojok

Panduan bagi Fresh Graduate dan Pelamar Kerja agar Tidak Keliru Saat Negosiasi Gaji

24 Februari 2021
Izinkan Saya Ngiri dengan Anak Teknik

Izinkan Saya Ngiri dengan Anak Teknik

19 Januari 2020
5 Pekerjaan Entry Level dengan Gaji Layak yang Cocok untuk Fresh Graduate

5 Pekerjaan Entry Level dengan Gaji Layak yang Cocok untuk Fresh Graduate

2 September 2024
4 Hal yang Sering Disepelekan oleh Fresh Graduate Selama Proses Mencari Pekerjaan terminal mojok

4 Hal yang Sering Disepelekan oleh Fresh Graduate Selama Proses Mencari Pekerjaan

24 September 2021
Lulusan SMK Sudah PKL, tapi Kalah Rebutan Kerja sama SMA (Unsplash)

Lulusan SMK Kalah Cepat Dapat Kerja Dibandingkan Lulusan SMA, meski Punya Pengalaman PKL dan Merasakan Dunia Kerja

10 April 2024
Jangan Ngiler Gaji 2 Digit dan Posisi Manager! Fresh Graduate Perlu Tahu 3 Hal Berikut Terminal Mojok

Kenapa Ekspektasi Gaji Fresh Graduate Kerap Terlalu Tinggi?

22 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026
5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin (Unsplash)

5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin, Menghindari Pajak Bukan Satu-satunya!

9 Februari 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
Piyungan Isinya CEO Pakai Sandal Jepit Bawa Karung Rongsokan (Unsplash)

Saya Belajar Tentang Kebahagiaan di Piyungan, Tempat Para CEO Pakai Sandal Jepit dan Pegang Karung Rongsokan

7 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat
  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.