Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Pengalaman Saya Menjadi Joki Skripsi yang Penghasilannya Nggak Main-main

Riyanto oleh Riyanto
1 November 2020
A A
Pengalaman Saya Menjadi Joki Skripsi yang Penghasilannya Nggak Main-main terminal mojok.co joki tugas

Pengalaman Saya Menjadi Joki Skripsi yang Penghasilannya Nggak Main-main terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Joki skripsi hasilnya nggak main-main. Tapi, dosa tanggung sendiri.

Perkara skripsi memang sangat sensitif bagi mahasiswa. Ada banyak alasan mengenai kenapa skripsi nggak selesai-selesai, mulai dari udah sibuk kerja, merasa salah jurusan kuliah dan nggak mudeng ngerjain skripsi, sampai pada alasan paling klasik yaitu malas. Saat ini, saya punya satu teman yang skripsinya belum juga kelar meski saya yakin dia sangat mampu menuntaskan skripsinya dengan cepat. Urusan nulis, teman saya ini jago banget, terbukti dari jumlah tulisannya di Terminal Mojok sudah melebihi angka dua ratus. Sebut saja nama teman saya ini Gusti Aditya—bukan nama sesungguhnya.

Saya pernah ngobrol lumayan panjang dengan dia soal dunia tulis menulis. Saya tanya, setelah menguasai Terminal Mojok, media mana lagi yang ingin dia sasar. Dengan gembelengan, dia menjawab pengin tulisannya tayang di Jurnal Kampus, alias skripsinya kelar. Walhasil dari pembicaraan itu saya mengingat masa lalu kelam ketika bergelut di dunia hitam yang mencederai nilai-nilai akademisi, yakni perjokian skripsi. Iya, dulu saya adalah seorang joki skripsi yang lumayan andal.

Dulu saya nggak ada maksud menjadi joki skripsi sama sekali. Kebetulan saya lumayan jago di jurusan kuliah saya yaitu Sistem Informasi. Saat semester lima, saya pernah setulus hati membantu kakak angkatan buat mengerjakan skripsi secara cuma-cuma. Imbalan yang saya dapatkan paling ya ditraktir makan di kantin kampus. Nah, setelah saya sukses meluluskan kakak tingkat itu, tetiba banyak yang minta bantuan juga. Ternyata kakak tingkat tadi menyebarkan informasi kalau saya hobi bantuin ngerjain skripsi dengan cuma-cuma. Ya sudah, wong ada orang minta tolong, ya saya bantuin.

Setelah sekian lama bantuin orang skripsi, tetiba ada salah satu kakak tingkat yang menyarankan supaya saya minta dibayar. Kebetulan kakak tingkat saya juga seorang joki skripsi dan dia bantu saya nentuin tarif-tarifnya. Semenjak saat itu, saya secara resmi terjun ke dunia gelap perjokian skripsi.

Jadi gini, ada tiga tipe mahasiswa jurusan Sistem Informasi yang sering saya bantu skripsinya. Pertama, yang jago ngoding tapi males ngerjain laporan. Kedua, yang jago bikin laporan tapi skill ngoding ambyar. Ketiga, nggak jago dua-duanya. Tipe pertama adalah yang paling murah bayarannya, karena saya hanya ngerjain laporannya saja dari bab satu sampai selesai, plus revisi sana revisi sininya. Harga yang saya kasih ke tipe pertama itu hanya sejutaan, toh saya juga ngerjainnya bisa sambil merem ibaratnya.

Jenis yang kedua itu lebih mahal lagi, karena jelas saja bikin program lebih ribet daripada bikin laporan. Tetapi ya, seribet-ribetnya program anak skripsi jurusan Sistem Informasi, mentok ya bikin Sistem Kasir, Sistem Penggajian, Sistem Jual Beli Online, Sistem Stok Barang, dan semacamnya, yang notabennya saya sudah punya semua file programnya dan tinggal edit sana edit sini. Waktu itu, untuk satu program ala anak skripsian, saya kasih harga dua jutaan.

Jenis yang ketiga adalah sumber panen duit bagi saya. Ngurusin orang yang nggak bisa ngoding dan males bikin laporan, meskipun repotnya dobel, tetapi duitnya seger banget. Biasanya mahasiswa-mahasiswa jenis ini nggak mau repot, mau langsung jadi, berani bayar berapa saja. Saya sih matok harga sekitar tiga juta sampai empat jutaan untuk paket lengkapnya. Saya seumur-umur belum pernah matok harga lima jutaan ke atas, soalnya ya kadang saya nggak tega sama mas-mas atau mbak-mbak yang sangat putus asa nggak bisa ngerjain skripsi itu.

Baca Juga:

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

Pengakuan Joki Skripsi di Jogja: Kami Adalah Pelacur Intelektual yang Menyelamatkan Mahasiswa Kaya tapi Malas, Sambil Mentertawakan Sistem Pendidikan yang Bobrok

Nah, musim skripsi adalah surga bagi saya. Saya bisa nerima beberapa job sekaligus dari beberapa jenis mahasiswa yang saya sebutkan tadi. Saya sih masih bisa ngurusin semua itu sendiri dan nggak sebegitunya keteteran. Tetapi teman saya, yang berani nerima juaaauuuh lebih banyak job dari saya, sampai bikin tim untuk misi panen duit itu. Satu tim yang dia bentuk ada sekitar empat orang dan tugasnya macem-macem dan sampai detik ini, tim tersebut masih aktif nerima job. Saya sempat diajak bergabung, tetapi mengingat saya kurang bisa kerja kelompok dan memiliki idealisme sendiri—padahal alasan utamanya nggak mau duitnya kebagi-bagi—senantiasa menolak ajakan mereka. Bolehlah mereka dapet lebih banyak job dari saya, tetapi penghasilan saya tetep lebih banyak daripada masing-masing dari mereka.

Saya berani ngambil lima job dalam sekali waktu dan dibayar begitu job saya kelar yang artinya skripsi klien saya sudah ditandatangani dosen pembimbing. Bayangkan saja, dalam enam bulan, saya bisa mendapatkan sekitar dua belas juta. Itu, per bulannya berarti dua juta, padahal UMR Jogja pada waktu itu masih sejuta tujuh ratusan. Bisa dibayangkan betapa gembelengan saya pada masa itu, dan merasa bahwa dunia perjokian skripsi adalah ladang uang yang sangat subur. Itu, kalau saya serakah dan mau hasil lebih banyak lagi, saya bisa saja naikin harga atau nambah slot klien yang saya urusi. Akan tetapi, demi menjaga rivalitas antar joki skripsi, saya tetap menjaga porsi saya dan nggak babat habis semua job.

Dan sungguh, arus informasi antar mahasiswa yang kesusahan skripsi itu cepet banget. Saya nggak perlu repot-repot nyari klien. Klien yang bakal menghubungi saya lebih dulu. Biasanya tiba-tiba ada yang ngechat, “Ini Mas Riyanto, anak Sistem Informasi angkatan 2013, ya? Saya dapet saran dari si A kalau Mas Riyanto bisa bantuin skripsi.” Kalau udah dapet chat kayak gitu, senyum saya langsung melebar dan mengeluarkan tawa jahat di dalam hati.

Pernah juga saya diminta buat ngerjain skripsi dari jurusan lain yang nggak ada hubungannya dengan IT. Setelah saya pelajari baik-baik, akhirnya saya tolak karena merasa nggak mampu sama sekali. Ya iya, wong itu adalah skripsinya anak Teknik Industri yang saya benar-benar nggak mudeng sama sekali segala istilahnya. Jadi ya, impian untuk melebarkan sayap dengan mengerjakan skripsi segala jurusan seperti selebaran yang sering nemplok di tiang listrik itu pupus seketika itu juga.

Pada akhirnya saya memutuskan berhenti dari dunia hitam itu karena capek bukan main. Ya gimana, meski saya mendaku sebagai seorang Demigod yang kemampuannya di atas rata-rata manusia normal, tetapi ngerjain banyak hal dengan masalah yang berbeda-beda dalam sekali waktu itu ternyata bikin saya misuh, sambat, kurang pergaulan, jidat melebar, kantung mata tebal, susah tidur, dan masih banyak kondisi negatif lainnya.

Lagian gimana-gimana apa yang saya lakukan itu, kan, nggak pantes. Meskipun uang melimpah, buat apa kalau akhirnya nggak berkah?

BACA JUGA Skripsi Itu Jangan ‘yang Penting Jadi’, Begini Alasannya dan tulisan Riyanto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 24 Oktober 2021 oleh

Tags: joki skripsi
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

Dosen Pembimbing yang Nggak Becus Tak Bisa Jadi Pembenaran Jasa Joki Skripsi. Mahasiswa kok Mentalnya Pengecut? Aneh! joki tugas

4 Jenis Kecurangan Skripsi yang Paling Sering Dilakukan, dari Ngakalin Turnitin sampai Pakai Jasa Joki Jahanam

8 Agustus 2024
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Petaka Terbesar Dunia Kampus adalah ketika Dosen Menjadi Joki Skripsi

29 Oktober 2025
Joki Skripsi Merebak karena Banyak Dosen Pembimbing Nggak Becus Membimbing Mahasiswa Mojok.co

Joki Skripsi Merebak karena Banyak Dosen Pembimbing Nggak Becus Membimbing Mahasiswa

14 Januari 2024
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Pengakuan Joki Skripsi di Jogja: Kami Adalah Pelacur Intelektual yang Menyelamatkan Mahasiswa Kaya tapi Malas, Sambil Mentertawakan Sistem Pendidikan yang Bobrok

19 Januari 2026
Dosen Pembimbing yang Nggak Becus Tak Bisa Jadi Pembenaran Jasa Joki Skripsi. Mahasiswa kok Mentalnya Pengecut? Aneh! joki tugas

Dosen Pembimbing yang Nggak Becus Tak Bisa Jadi Pembenaran Jasa Joki Skripsi. Mahasiswa kok Mentalnya Pengecut? Aneh!

16 Januari 2024
Dosen Pembimbing yang Nggak Becus Tak Bisa Jadi Pembenaran Jasa Joki Skripsi. Mahasiswa kok Mentalnya Pengecut? Aneh! joki tugas

Joki Skripsi Lebih Memahami Mahasiswa Adalah Sesat Pikir Paling Percaya Diri yang Tak Seharusnya Dimiliki Manusia Normal

24 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Nyaman, tapi Salatiga yang lebih Menjanjikan Jika Kamu Ingin Menetap di Hari Tua

1 April 2026
8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh Mojok.co

8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh

31 Maret 2026
Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

Jalan-jalan ke Pantai saat Libur Panjang Adalah Pilihan yang Buruk, Hanya Dapat Capek Saja di Perjalanan

1 April 2026
Tragedi Nasi Rames Sancaka Utara- Beli Mahal, dapatnya Bangkai (Wikimedia Commons)

Tragedi Nasi Rames Sancaka Utara: Membayar Tiket Eksekutif demi Uji Nyali Makan Nasi yang Sudah Almarhum

29 Maret 2026
3 Alasan Stasiun Jombang adalah Tujuan Paling Rasional Menuju Malang Barat dibanding Stasiun Malang Kota

3 Alasan Stasiun Jombang Adalah Tujuan Paling Rasional Menuju Malang Barat dibanding Stasiun Malang Kota

29 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.