Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Selain Hobi Tawuran, Anak-anak di STM Saya Dulu Juga Hobi Pelihara Demit

Riyanto oleh Riyanto
28 Oktober 2020
A A
Selain Hobi Tawuran, Anak-anak di STM Saya Dulu Juga Hobi Pelihara Demit terminal mojok.co

Selain Hobi Tawuran, Anak-anak di STM Saya Dulu Juga Hobi Pelihara Demit terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Di STM saya sekolah dulu selain anak-anaknya demen tawuran, sempat ada tren unik yang bikin saya geleng-geleng kepala, yakni memelihara demit. Tren itu terjadi saat saya menginjak kelas 1, bertepatan dengan tahun ketika saya menjabat posisi paling bergengsi yakni Ketua OSIS. Awalnya, salah seorang teman sekelas dengan saya menceritakan pengalamannya memelihara demit yang berbentuk seperti buaya.

Dia mengklaim memelihara sekadar untuk berjaga-jaga saja agar tidak kena musibah. Meski yang terjadi dan saya lihat, dia justru makin banyak musibah. Ya gimana, wong kalau melihara demit, kalau yang melihara itu datang ke suatu tempat dan demit peliharaannya itu nggak cocok, justru dia bakal panas dingin bahkan sampai muntah-muntah. Bukankah itu malah nambah musibah? Lucunya lagi, teman saya mengatakan demit peliharaannya sering diadu dengan demit peliharaan temennya lagi. Woanjeeeng, udah macam duel Pokemon saja.

Ternyata buaaanyak teman-teman saya di STM yang tertarik buat melihara demit juga. Ada yang puasa berhari-hari buat dapetin penunggu wayang kulit di gedung kesenian. Penunggu itu ternyata mengambil bentuk seperti sosok dari wayang kulit itu juga, yaitu Bima, alias versi mudanya Werkudara. Teman saya berhasil mendapatkannya dan merasa dirinya terlindungi oleh demit berwujud Bima yang dia pelihara itu.

Pernah suatu malam selepas saya dan teman-teman kelar latihan karawitan di gedung kesenian—gedung itu sudah bagaikan rumah kedua saya karena saking seringnya saya nginep di sana—teman-teman iseng mereka kumat. Teman saya yang memelihara demit berbentuk Bima itu pengin kesurupan sama demitnya sendiri. Biasa lah, kalau udah kesurupan, biasanya saya dan teman-teman bakal ngorek informasi sejarah dari STM saya tercinta.

Teman saya memulai proses kesurupannya. Nah, karena dia khawatir kalau pusaka-pusaka yang dimiliki demitnya bakal melukai saya dan teman-teman, maka dia melepas satu per satu pusaka yang nggak bisa saya lihat itu. Saya, kebetulan dititipi Kuku Pancanaka, salah satu pusaka sakti mandraguna milik Bima. Wheeelllaaa, ngeri bener saya dititipin benda macam itu di tangan saya. Meskipun saya mencoba meyakini bahwa kuku itu ada di tangan saya, tapi saya nggak bisa merasakan apa-apa.

Setelah semua pusaka berbahaya dilepas, maka proses kesurupan mulai berlangsung. Saya sebagai orang yang cukup ahli pura-pura kesurupan sewaktu aktif di paguyuban jatilan kampung, nggak bisa membedakan mana yang kesurupan beneran dan mana yang pura-pura. Teman saya sih mulai nglosot-nglosot di lantai sambil mengeram—hal yang sama sering saya lakukan dulu pas pura-pura kesurupan. Setelah itu, bukannya demit Bima yang masuk ke tubuhnya, eh malah Gareng. Asli, saya syok dan pengin ketawa sebenernya, tapi ya gimana, masak saya mau ngetawain demit?

Gelagat teman saya sih berubah jadi kayak Gareng gitu, pun cara ngomongnya juga dimirip-miripin sama Gareng kayak di pentas wayang kulit gitu. Ya sudah, karena datangnya Gareng, saya dan teman-teman lain langsung sungkem dan mulai nanya-nanya perihal sejarah. Kami nanya gimana sosok pendiri STM tercinta kami, dan si Gareng langsung mengatakan hal-hal baik tentang beliau. Meski sebenarnya kalau saya pura-pura kesurupan juga bisa ngomong kayak gitu.

Aksi-aksi dramatis terjadi setelah itu, seperti tetiba demit yang merasuki teman saya berubah dari Gareng menjadi harimau. Ia mengaum-aum, lari sana-sini, bahkan sampai keluar ruangan dan mau lari ke jalanan. Beruntunglah saya dan teman-teman berhasil menahannya meski ketakutan.

Baca Juga:

Mahasiswa Sok Jagoan yang Bikin Onar Saat Ospek, Borok Paling Menyedihkan yang Melekat pada Universitas Trunojoyo Madura

Saya Nggak Pernah Bermimpi Tinggal di Makassar di Masa Depan, Macetnya Kebangetan, Plus Banyak Tawuran!

Bedebahnya, sang demit minta sajen kembang kantil kalau saya dan teman-teman mau dia pergi. Ya sudah, terpaksa salah satu dari kami kudu keluar dan metik kembang kantil yang pohonnya emang ada di depan gedung kesenian. Setelah si harimau makan—aneh bener, harimau kok herbivora—kembang kantil, maka demit herbivora itu langsung cabut.

Teman saya yang lain, yang berbadan gembul dan lucu-lucu nggilani, juga memelihara demit. Bentuknya adalah mbah-mbah yang saya lupa namanya. Nah, si kampret itu sering banget kesurupan saat kelas kosong, teman-teman sekelas auto nanyain nomor togel ke teman saya itu. Selain ditanyain nomor togel, teman-teman sekelas juga nyetel musik gamelan lewat HP biar teman saya yang gembul itu nari-nari. Lucunya, saat mendadak guru datang dan semua anak lain kembali ke bangku, teman saya yang kesurupan itu langsung diem dan pura-pura tidur. Itu sih, antara demitnya yang pura-pura tidur biar nggak disadari guru, atau teman saya yang sejatinya pura-pura kesurupan, sih.

Nah, urusan demit-demitan ini ternyata sampai juga di kalangan anak OSIS yang saya pimpin. Rata-rata dari anak buah saya punya simpenan demit, makanya kalau ada acara OSIS malem hari di sekolah, sudah pasti banyak aksi kesurupan gitu. Nggak hanya anak-anak OSIS-nya, bahkan guru-guru pembinanya juga pada mainan begituan.

Urusan demit ini juga dibawa pas ada lomba Peraturan Baris-berbaris antar kabupaten. Pas saya dan tim diutus ke Semarang buat ikut lomba, malamnya anak-anak pada ngadain ritual biar penampilan kami bagus. Pun kalau ada satu dari kami yang nggak pas gerakannya saat tampil, para juri konon bakal sliwer matanya dan nggak lihat kesalahan tim kami. Nah, keesokan harinya saat tampil, pembina kami nyemprotin parfum ke semua anak. Konon biar aroma anak-anak satu tim bakal serempak gitu dan mengejutkan juri, tetapi akhirnya kami tahu kalau parfumnya sudah dijampi-jampi gitulah. Apakah kami menang? Wheeela, ternyata nggak.

Fenomena demit-demitan itu bikin saya lama-lama mangkel. Bukannya apa-apa, kalau pas ada kegiatan dan harus berakhir dengan aksi kesurupan terus, kan, nyebelin juga. Saya yang notabennya ketua, adalah satu dari beberapa anak yang nggak mau mainan begituan. Bukan karena urusan agama atau apa, tapi repot juga kalau ternyata saya memelihara demit.

Oke, katakanlah saya puasa tujuh hari tujuh malam demi mendapatkan demit yang bentuknya Pikachu, terus saya berhasil dapet. Nah, suatu ketika pas saya pulang malem-malem habis kegiatan OSIS dan lewatin tempat yang ada penunggunya, dan Pikachu peliharaan saya nggak srek sama si penunggu, yang ada saya malah kudu menyaksikan duel Pikachu saya versus demit penunggu lokasi. Iya kalo Pikachu saya menang, lah kalau kalah? Bisa-bisa saya malah panas dingin berhari-hari.

BACA JUGA Sophie, Arwah Noni Belanda yang Setia Menemani Saya Jaga Malam di Kedai Kopi dan tulisan Riyanto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 Oktober 2020 oleh

Tags: demitSTMtawuran
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

anggota OSIS di STM MOJOK.CO

Anggota OSIS di STM Itu Sekumpulan Orang Buangan, Nggak Ada Wibawanya Sama Sekali

12 Juli 2020
Sisi Gelap Julukan Madiun Kota Pendekar: Terlihat Gagah, tapi Penuh Masalah

Sisi Gelap Julukan Madiun Kota Pendekar: Terlihat Gagah, tapi Penuh Masalah

25 Februari 2024
agribisnis menthek kafe tengah sawah KKN wabah corona pemandangan pagi sawah mojok

Menthek, Demit Satir yang Tersingkir oleh Modernisasi

20 Februari 2021
Jurusan Teknik Sipil Tidak Cocok untuk Perempuan (Unsplash)

Jurusan Teknik Sipil Tidak Cocok untuk Perempuan

20 Agustus 2023
anak STM

yang Anti Mainstream dari Anak STM: Dari Panjat Pagar Sampai Trifungsi-Alumni

13 Desember 2019
tawuran

Tawuran di Manggarai: Perjalanan KRL Terganggu, Saya Pasrah Menunggu

12 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan Mojok.co

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan

31 Januari 2026
Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

31 Januari 2026
3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.