Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Dear Seller, Please, kalau Jualan Jangan Nodong!

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
21 Oktober 2020
A A
jualan seller penjual olshop mojok

jualan seller penjual olshop mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Tanpa bermaksud mendiskreditkan orang-orang yang latah jualan saat pandemi seperti ini, sungguh, saya adalah salah satu orang yang angkat topi dengan mereka-mereka itu. Kenapa? Karena saya nggak bisa, Gaes. Nggak bakat jualan akutu. Satu-satunya jualan yang kayaknya saya sedikit mampu ya ini, jualan tulisan.

Sejak pandemi menyerang, nggak terhitung berapa jumlah teman saya yang status WA berubah seperti display toko. Ada yang jualan gamis, kerudung, makanan ringan sampai jamu. Sekali lagi, saya senang melihatnya.

Meski saya sering melewatkan membuka status WA para penjual dadakan ini, sungguh itu bukan karena status mereka yang isinya gampang tertebak: barang dagangan. Tidak. Hanya saja, saya kok ngerasanya tidak semua status WA itu harus dilihat, ya? Cukup yang sekiranya perlu saja. Toh tanpa harus dilihat satu satu saya sudah tahu kalau si A jualan gamis, si B jualan tas, dan si C jualan jamu. Jadi, ketika suatu saat saya butuh barang tersebut saya tahu harus menghubungi siapa.

Nah, terhadap teman yang berjualan itu, kita pasti sama-sama sepakat bahwa mereka harus kita dukung. Bentuk dukungannya tidak melulu harus beli. Memberi semangat dan membantu menyebarkan info tentang barang jualannya juga termasuk cara kita mendukung usaha mereka.

Tapi, pernahkah kalian mengalami momen ngeselin seperti dijapri langsung oleh penjual yang notabene adalah teman kita sendiri? Atau didatangin langsung ke rumah, misalnya? Sesuatu yang kemudian membuat kita jadi nggak enak hati dan berakhir dengan transaksi jual beli. Padahal, apa saat itu kita butuh? Belum tentu. Bisa jadi kita hanya sekedar kasihan atau nggak enak hati. Gimana, ya? Ditodong gitu, sih jualannya.

Saya yakin, orang yang terlahir dengan jiwa “nggak enakan” seperti saya ini jumlahnya banyak. Terlebih orang Jawa yang identik dengan sifatnya yang ewuh pakewuh. Jadi, buat kalian yang merasa hatinya sekuat baja, please nggak usah kasih saran, ‘Tinggal tolak aja apa susahnya!” Nyatanya memang nggak semudah itu, MyLov…

Ada satu teman saya yang dia itu memang baiknya nggak kaleng-kaleng. Rasa nggak kepenaknya pun sudah mendarah daging. Alhasil, dia sering jadi sasaran tembak para seller. Baru beberapa jam yang lalu dia bilang habis pesen kerudung di di A, tiba-tiba dia balik lagi ke ruangan dan bilang pesen jajan di si B. Tapi raut wajahnya asem-asem gitu deh. Pas ditanya kenapa nggak nolak, jawabannya klise : Nggak enak. Ditodong pas ketemu soalnya.

Saya juga pernah terjebak dalam konsep jualan nodong. Ceritanya, suatu kali saya pernah beli dagangan di teman saya. Nggak terlalu butuh sebetulnya. Tapi, saya tahu dia itu bakul anyaran jadi saya pengen support dengan membeli barang dagangannya. Sampai di sini semua baik-baik saja.

Baca Juga:

Tips Belanja di Warung Madura supaya Menjadi Pelanggan Kesayangan Pemilik Tokonya

4 Dosa Penjual Gorengan yang Bikin Pembeli Kapok dan Trauma

Selang beberapa minggu kemudian, dia japri menawarkan barang dagangannya. Barang  yang sama seperti yang saya pernah beli. Walahhh… ini berarti pas waktu itu saya beli, mungkin dia mengira saya butuh dan suka barang dagangan dia. Itu sebabnya dia menawarkan kembali. Tapi, ya karena nggak enak, saya beli juga pada akhirnya. Tapi, cukup dua kali. Kali ketiga, saya beranikan diri untuk menolak secara halus. Lha wong aslinya saya nggak butuh, kok.

Ada juga nodong jualan dengan cara datang langsung ke rumah. Dia jualan minuman kesehatan, tapi bukan minuman yang buat usus itu loh. Nah, yang ke rumah ini, dia malah seperti terjadwal. Jadi sebulan sekali dia pasti ke rumah. Belikah saya? Lebih sering iya. Meskipun beberapa kali nolak dengan alasan barang masih ada, dan memang masih ada, dia tetap kembali lagi ke rumah di lain waktu. Mana kadang ke rumahnya nggak lihat-lihat jam lagi! Masa bertamu pas jam bobo ciang? Pagi-pagi banget juga pernah. Ckckck…

Saya tahu,berdagangnya mereka itu adalah bagian dari ikhtiar, usaha. Tapi, haruskah dengan nodong? Ya kalau usaha dia memang sebagai sumber utama penghasilan sih masih bisa dimaklumi. Lha ini, cuma buat ikut-ikutan. Isi waktu luang, bukan sumber utama, kok nodong? Hihhh pengen tak jiwit.

Jadi, mewakili orang yang punya hati tidak enakan, sekali lagi please, jangan nodong, dong. Berdaganglah dengan cara baik. Yang beli ikhlas, kalian dapat uang pun Insya Allah berkah.

BACA JUGA Panduan agar Berbuat Baik ke Orang Menyebalkan Terasa Mudah atau artikel Dyan Arfiana Ayu Puspita lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 Oktober 2020 oleh

Tags: jualanpedagangpembelipenjual
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

4 “Dosa” Indomaret dan Alfamart yang Bikin Kesal Pelanggan Mojok.co

4 “Dosa” Indomaret dan Alfamart yang Bikin Kesal Pelanggan

8 November 2025
Strategi Psychological Pricing Penjual Sempol yang Tidak Kita Sadari terminal mojok.co

Strategi Psychological Pricing Penjual Sempol yang Tidak Kita Sadari

7 November 2020
4 Dosa Tersembunyi Penjual Angkringan yang Tidak Disadari Pelanggan

4 Dosa Tersembunyi Penjual Angkringan yang Tidak Disadari Pelanggan

26 Februari 2023
Alasan Penjual Martabak Nggak Jualan di Siang Hari

Alasan Penjual Martabak Kebanyakan Jualan di Malam Hari

18 Maret 2023
Ini Alasan Kota Bekasi Layak Dinobatkan sebagai Kota Seribu Jingle terminal mojok.co

Ini Alasan Kota Bekasi Layak Dinobatkan sebagai Kota Seribu Jingle

29 Januari 2021
Bagi Orang Madiun, Pecel Tumpang Adalah Inovasi yang Sesat terminal mojok.co

7 Dosa Penjual Nasi Pecel yang Ngaku Asli Madiun

7 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Tiga Tahun Menjadi Fungsionaris Organisasi Mahasiswa, Saya Menyadari bahwa Organisasi Mahasiswa Tak Ada Bedanya dengan Tempat Penitipan Balita

8 Juni 2026
Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas Terminal

Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas

9 Juni 2026
Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan  Terminal

Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan 

8 Juni 2026
4 Hal yang Bakal Saya Rindukan setelah Lulus dari UM Malang kkn

UM BBM: Program KKN ala UM Malang yang Punya Banyak Celah dan Penuh Masalah!

7 Juni 2026
4 Saran dari Warlok Jogja untuk Para Pendatang Biar Cepet Betah (Unsplash)

Sebagai Warga Jogja, Saya Punya Empat Permintaan Kecil untuk Pendatang agar Bisa Beradaptasi dengan Baik

8 Juni 2026
Jangan Hapus Tradisi Jimpitan, Ini Satu-satunya "Pajak" yang Tidak Dibenci Warga

Jangan Hapus Tradisi Jimpitan, Ini Satu-satunya Pajak yang Tidak Dibenci Rakyat

5 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.