Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

4 Alasan Puan Maharani Adalah Ketua DPR RI Terbaik Sepanjang Sejarah

Raihan Rizkuloh Gantiar Putra oleh Raihan Rizkuloh Gantiar Putra
7 Oktober 2020
A A
puan maharani dpr Pak RT mojok

puan maharani dpr Pak RT mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Puan Maharani tidak bisa dimungkiri—menurut saya—adalah Ketua DPR RI terbaik sepanjang sejarah. Di usianya yang masih sangat muda (46), ia berhasil merengkuh jabatan Ketua DPR RI berkat Megawati kapasitas dan pengetahuan politiknya yang begitu mumpuni. Putri dari Bu Megawati sekaligus cucu dari Sukarno ini menurut saya sudah sangat sukses dalam menjalankan amanahnya sebagai Ketua DPR.

Bagaimana tidak, walaupun tidak ada catatan mentereng dari Puan ketika dia menjabat sebagai Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, ia mampu merayu Pak Jokowi untuk menjadikannya sebagai Ketua DPR RI 2019-2024.

Pilihan Pak Jokowi pun ternyata berbuntut pada hasil yang mengesankan. Kinerja Puan menurut saya cukup memuaskan dan kebijakan-kebijakannya pun sangat revolusioner. Berikut beberapa alasan mengapa Puan adalah Ketua DPR RI terbaik sepanjang sejarah.

Pertama, mampu menyatukan fraksi-fraksi di DPR

Ini adalah hal yang menurut saya tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang, kecuali Puan yang dialiri oleh semangat persatuan nasionalisme ala Bung Karno. Dulu, Bung Karno bercita-cita ingin menyatukan seluruh masyarakat Indonesia yang terpecah belah dari berbagai elemen supaya kemerdekaan Indonesia bisa tercapai.

Puan sebagai cucu Bung Karno tentu saja tak ketinggalan. Dengan menjabat sebagai Ketua DPR, Puan sukses melanjutkan tongkat estafet persatuan dari Bung Karno yang termanifestasi dari sedikitnya oposisi yang ada di Senayan di periode kepemimpinannya. Dengan kata lain, DPR era Puan lebih bersatu padu dan lebih solid dalam menindas rakyat dibanding DPR periode sebelumnya. Lihat saja bagaimana kompaknya DPR ketika mengesahkan UU Minerba, Revisi UU KPK, dan Omnibus Law. Disahkannya undang-undang tersebut tak bisa dilepaskan dari tangan dingin seorang Puan Maharani. Tabik!

Kedua, bermental baja

Coba Anda bayangkan bagaimana kondisi mental Puan Maharani ketika dihujani gelombang protes dari masyarakat terhadap UU Omnibus Law? Apa tidak bergetar hati Puan melihat buruh dari berbagai daerah memprotes dirinya? Jawaban dari pertanyaan ini simpel saja, Puan sudah terbiasa dengan kritikan. Saking biasanya, terbentuklah mental baja dalam dirinya.

Punya mental yang kuat adalah prasyarat yang wajib dimiliki oleh setiap pejabat dan Puan berhasil membuktikannya. Tak peduli secerdas apapun Anda, jika tidak mempunyai mental baja, jangan harap bisa menyengsarakan rakyat membuat suatu kebijakan tanpa menimbulkan protes dari rakyat!

Ketiga, tidak suka pamer kebaikan

Coba Anda lihat, apakah DPR RI era Puan pernah menghasilkan kebijakan yang pro terhadap rakyat? Sebagian besar dari Anda mungkin akan menjawab tidak. Tapi, tahukah Anda jika itu merupakan kamuflase dari sifat sebenarnya dari seorang Puan Maharani?

Baca Juga:

Pengesahan RUU Kesehatan Bukan Salah DPR Saja, tapi Juga Salah Rakyat

RUU Kesehatan yang Begitu Tergesa-Gesa: Apa Itu Proses? Apa Itu Asas Keterbukaan?

Sebelum ditarik ke pemerintahan Jokowi, Puan sejatinya adalah wong cilik yang selalu kritis terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah terutama jika berkenaan dengan kenaikan harga BBM. Hal ini tentu saja sangat mengherankan saya karena kok ketua DPR ini tidak mau gitu mempamerkan kebaikannya seperti aktivis-aktivis tempo dulu yang sekarang jadi pejabat? Lama berpikir, akhirnya saya tahu kalau Mbak Puan ini orangnya sangat rendah hati dan orang yang gamau pamer kebaikan sampai-sampai sifat anti riya ini berlanjut ke kursi legislatif di mana saya tidak menemukan satu pun kebijakan-kebijakan DPR yang isinya kebaikan. Ada sih kebaikan, tapi itu cuman buat ……. *Silahkan interpretasikan jawabannya masing-masing*

Keempat, tegas

Sebagai seorang pemimpin, ketegasan adalah hal yang sangat penting dan Puan menurut saya adalah sosok yang sangat tegas ketika memimpin suatu rapat di DPR. Contohnya, ketika Rapat Paripurna pengesahan RUU Omnibus Law kemarin di mana Puan mematikan mikrofon dari seorang legislator Partai Demokrat bernama Irwan Fecho yang menyampaikan keberatannya.

Detik 00:13
Ketua DPR Puan Maharani
(Bukan Pimpinan Sidang)
Menekan Tombol
Mematikan Microphone
Yang Digunakan
H. Irwan, S.IP., M.P.
(Fraksi Partai Demokrat)
Saat Sedang Menyampaikan
Bahayanya
“Omnibus Law Cipta Kerja” pic.twitter.com/0V8L8Ld6vg

— Agus Susanto II (@Cobeh09) October 5, 2020

Lihat, kan? Puan Maharani memang ditakdirkan untuk jadi Ketua DPR RI terbaik sepanjang sejarah. Berkat ketegasannya tersebut, UU Omnibus Law dapat disahkan dengan lancar, sehat, dan tentunya berjalan secara demokratis hehe.

Berkat keempat alasan tersebut lah saya berani bilang bahwa Puan Maharani adalah seorang wanita kuat yang mampu mengontrol DPR untuk tetap dalam satu visi, satu misi, dan satu tujuan. Tak banyak Ketua DPR yang mampu disetir menelurkan legacy-nya di lembaga ini pasca reformasi dan Puan Maharani adalah yang terbaik menurut saya.

Sumber gambar: Akun Twitter @Harian_Jogja

BACA JUGA Dilema Melihara Kucing Liar: Bikin Iba, tapi Suka Ngeselin dan tulisan Raihan Rizkuloh Gantiar Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Oktober 2020 oleh

Tags: ketua dpromnibus lawpuan maharaniUU Cipta Kerja
Raihan Rizkuloh Gantiar Putra

Raihan Rizkuloh Gantiar Putra

Duh, lieur kieu euy.

ArtikelTerkait

cacat hukum ruu cipta kerja komnas ham asas hukum mojok.co omnibus law demonstrasi

Sok Edgy di Tengah Isu Omnibus Law biar Apa, Bos?

8 Oktober 2020
baliho puan maharani branding usang mojok

Puan Maharani, Baliho, dan Branding yang Usang

29 Juli 2021
Pengesahan RUU Kesehatan Bukan Salah DPR Saja, tapi Juga Salah Rakyat

Pengesahan RUU Kesehatan Bukan Salah DPR Saja, tapi Juga Salah Rakyat

12 Juli 2023
RUU Kesehatan yang Begitu Tergesa-Gesa: Apa Itu Proses? Apa Itu Asas Keterbukaan?

RUU Kesehatan yang Begitu Tergesa-Gesa: Apa Itu Proses? Apa Itu Asas Keterbukaan?

20 April 2023
UU Cipta Kerja lawan buzzer pemerintah mojok

Menertawakan Buzzer Pendukung UU Cipta Kerja Adalah Kemewahan Terakhir Kita Bersama

6 Oktober 2020
mixtape untuk anggota dpr agar sahkan ruu pks Mixtape untuk para BuzzerRp Pendukung RUU Omnibus Law

Mixtape untuk para BuzzerRp Pendukung Omnibus Law

11 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan Mojok.co

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan

31 Januari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

31 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.