Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Analisis Penampilan Perdana Dokter Reisa dari Perspektif Pembina Teater

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
9 Juni 2020
A A
dokter reisa

Analisis Penampilan Perdana Dokter Reisa dari Perspektif Pembina Teater

Share on FacebookShare on Twitter

Entah siapa yang kali pertama menyodorkan nama dokter Reisa Broto Asmoro sebagai juru bicara di Tim Komunikasi Gugus Tugas Covid-19, tapi yang pasti kehadiran dokter yang pernah menjadi host di acara dr.OZ Indonesia ini sukses membuat informasi covid-19 di Indonesia jadi ada manis-manisnya. Hayo ngaku, kalau disuruh pilih pasti kalian juga lebih suka lama-lama memandang dr. Reisa daripada jubir sebelumnya kan? Kan? Kan?

Saya yakin tentu awalnya tidak mudah bagi dokter Reisa untuk mengiyakan posisi sebagai jubir penanganan covid-19. Jelas posisi jubir nasional ini lebih berat daripada sekedar didapuk sebagai duta-dutaan macam duta pancasila apalagi duta sampo lain.

Bayangkan, dengan posisi ini, dokter Reisa tidak hanya dituntut harus mampu mengkomunikasikan dengan baik kepada masyarakat terkait edukasi dan perkembangan penanganan corona saja tapi juga bagaimana agar masyarakat percaya dengan apa yang disampaikan.

Saya ambil contoh ketika dokter Reisa menyebutkan bahwa Indonesia saat ini telah memeriksa lebih dari 10.000 spesimen setiap harinya atau ketika menyebut bahwa terdapat 195 laboratorium deh, bagaimana cara menyampaikan yang tepat agar masyarakat betul-betul percaya bahwa: eh iya kok beneran sumpah, pemerintah beneran serius geetoo dalam menangani coronaaa. Bukannya malah jadi mikir: Hilih. Kiti sipi??

Melihat penampilan perdana dokter Reisa kemarin, saya jadi tergerak untuk mengomentari dari sudut pandang saya sebagai seorang pembina teater di sekolah.

1. Grogi itu Manusiawi

Seorang pemain teater meski ia sudah sering tampil, perasaan nervous alias grogi pasti ada. Untuk mensiasatinya, para pemain kerap melakukan meditasi sebelum pementasan.

Yang kemudian membedakan antara pemain teater professional dengan yang masih amatir dalam hal mengatasi rasa gugup adalah kemampuannya untuk beradaptasi. Yang professional, sekali tarikan nafas panjang sesaat sebelum naik panggung sudah cukup menenangkan hati. Beda dengan yang amatir. Sudah naik panggung pun kadang masih saja grogi. Baru setelah beberapa menit kemudian, pemain mulai bisa beradaptasi dengan suasana panggung.

Jika kita lihat menit pertama video dokter Reisa, terlihat sekali bahwa bu dokter cantik ini sedang berusaha untuk beradaptasi. Beberapa kali terlihat ketidaksesuaian antara ekspresi wajah, intonasi dan pesan yang sedang disampaikan. Termasuk jeda yang tidak jelas antara kalimat yang dipisahkan dengan titik atau dengan koma sehingga ada beberapa informasi yang sulit dipahami. Faktor grogi mungkin. Dan itu wajar. Iya kan?

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

2. Gerak bermakna

Dalam teater, tiap gerak sekecil apa pun yang dimunculkan haruslah memiliki alasan. Alasan dibutuhkan agar gerakan memiliki arti. Misal dalam suatu adegan pemain mengangkat tangan, apa alasannya? Kenapa tangan diangkat? Kalau memang tidak ada alasan yang kuat untuk mengangkat tangan ya tidak usah dilakukan.

Meski gerak dalam teater itu penting, tidak semua harus serba bergerak. Diam, asal karakternya kuat akan jauh lebih bagus daripada memaksakan diri untuk melakukan gerakan yang ujung-ujungnya malah membuat penonton jadi: ih, apaan siy?

Sebagai pembina teater, jika dokter Reisa adalah anak didik saya yang kebetulan sedang berperan sebagai jubir penanganan covid-19, maka pasti beberapa kali akan saya teriaki: “Cut cut cut!!”. Habis itu anaknya tak panggil trus tak bisiki, “Nggak usah kebanyakan gerak. Malah ora apik. Kamu diem aja udah kuat kok.”

3. Fase Lebay

Saat tampil di panggung, ada fase ketika pemain tiba-tiba berakting lebay. Biasanya ini terjadi ketika mereka sudah beradaptasi dengan panggung dan sudah merasa menemukan ‘feel’nya. Keasikan, gitu, yang malah akhirnya jadi lebay. Sayangnya, seringkali pemain sendiri tidak menyadari. Justru penonton lah yang bisa merasakannya. Baru setelah melihat rekaman ulang, pemain menyesal: Duh, kok gue gitu banget ya tadi??

Jika dikaitkan dengan penampilan perdana dokter Reisa, maka dimanakah letak fase lebaynya? Oo tentu saja saat bu dokter menjelaskan tentang protokol kesehatan seperti pakai masker, dll. Itu lohhh yang kata kalian seperti orang lagi baca puisi. Ah, emang suka ngarang nih orang-orang. Jangan dengerin, Dok. Sudah bagus, kok. Tapi ngomong-ngomong, kapan keluarin album lagi? Saya sih paling suka lagu ‘Tejebak Nostalgia’ sama ‘Mantan Terindah’. Eh.

BACA JUGA Dokter Reisa Broto Asmoro Direkrut sebagai Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Covid-19 dan tulisan Dyan Arfiana Ayu Puspita lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 Juni 2020 oleh

Tags: dokter reisagugus tugas covid 19juru bicara covid
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Kebohongan SCBD Jakarta yang Telanjur Kita Terima Begitu Saja Mojok.co

4 Kebohongan SCBD Jakarta yang Telanjur Kita Terima Begitu Saja

8 Februari 2026
Tetangga yang Hobi Bakar Sampah Memang Pantas Dibenci, Sehari-hari Cuma Bikin Sesak Napas Mojok.co

Tetangga yang Hobi Bakar Sampah Memang Pantas Dibenci, Sehari-hari Cuma Bikin Sesak Napas

10 Februari 2026
Lumpia Semarang Cerita Cinta yang Dibungkus Kulit Tipis (Wikimedia Commons)

Lumpia Semarang: Cerita Cinta Lelaki Tionghoa dan Perempuan Jawa yang Dibungkus Kulit Tipis

14 Februari 2026
Karawang dan Masalah Banjir yang Tak Kunjung Usai: Pemda Sibuk Urusi Izin Investasi, tapi Lupa Menjaga Ekologi

Karawang dan Masalah Banjir yang Tak Kunjung Usai: Pemda Sibuk Urusi Izin Investasi, tapi Lupa Menjaga Ekologi

10 Februari 2026
Nihilnya Posisi Ideal Mesin Tap JakLingko Justru Melestarikan Budaya Tolong Menolong Warga Jakarta

3 Tipe Penumpang Menyebalkan Jaklingko yang Harusnya Lebih Peka dan Introspeksi Diri

11 Februari 2026
3 Makanan Khas Jawa Timur yang Jangan Pernah Kamu Coba (Wikimedia Commons)

3 Makanan Khas Jawa Timur Paling Red Flag, Cukup Sekali Dicoba atau Sekalian Nggak Usah Dicoba Sama Sekali

12 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Sisi Gelap Penginapan “Murah” di Jogja, Ramai dan Untung Saat Valentine Berkat Anak Mudanya yang Hobi Kumpul Kebo
  • Rawa Belong Jakarta Barat Bikin Orang Kabupaten seperti Saya Nggak Takut Merantau di Ibu Kota
  • Hari Suci Terpenting Umat Hindu, Mahashivaratri Perdana Digelar di Candi Prambanan dengan 1008 Dipa Menyala
  • Obati Patah Hati dengan Lari 176 km: Cara Gen Z Menebus Dosa Lingkungan Sambil Jadi Pelari Kalcer
  • Orang Tua yang Menua adalah Ketakutan Terbesar Anak, meski Kita Menolak Menyadarinya
  • Anak yang Dicap Gagal Justru Paling Tulus dan Telaten Rawat Ortu, Anak yang Katanya Sukses cuma Berisik Rebutan Warisan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.