Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Menghitung Gaji Thomas and Friends, si Kereta Lucu Berwarna Biru

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
17 Mei 2020
A A
Menghitung Gaji Thomas and Friends, si Kereta Lucu Berwarna Biru
Share on FacebookShare on Twitter

Sebenarnya ada dua misteri yang belum pernah saya selesaikan dalam kehidupan saya. Pertama, pas Tayo ungglak-angglik di jalanan, apa ya penumpangnya nggak pusing? Ini mereka sedang naik bis atau naik kora-kora? Kedua, saya masih tidak menemukan di mana letak lucunya Thomas dalam animasi Thomas and Friends. Serius. Tapi, entah kenapa, saya sangat menggemari animasi ini sampai sekarang.

Ketimbang Thomas, bentukan Kereta Kelinci lebih ada sedikit unyu-unyunya walau yang naik kebanyakan ibu-ibu sedang ndulang anaknya. Sedangkan Thomas, kereta yang punya mata bulat dan suka mendelik ini terkesan creepy ketimbang funny. Terlepas dari semua itu, Thomas tetaplah Thomas yang baik. Ia adalah animasi yang tetap menyenangkan untuk saya tonton hingga usia saya menyentuh kepala dua ini.

Pembawaannya yang selalu menebar hal positif adalah nilai tambah dari animasi yang usianya jauh lebih tua daripada kakak saya. Thomas yang saya maksudkan adalah si lokomotif lucu berwarna biru. Bukan Thomas Djorgi penyanyi dangdut yang dadanya berbulu lebat. Siapa menyangka bahwa kesederhanaan animasi ini, memperlihatkan kondisi Inggris pada saat itu dan menentukan idependensi daerah Thomas hidup, Pulau Sodor.

Thomas menurut London, Brighton and South Coast Railway (LB & RB), sebuah perusahaan kereta api di Inggris pada tahun 1846 hingga 1922, menyebutkan bahwa dirinya masuk dalam tipe E2 0-6-0T. Tipe ini dibangun oleh Brighton Works antara tahun 1913-1916 untuk menggantikan kelas Stroudley E1.

Sebelum datang ke Sodor, Thomas tinggal di Brighton. Thomas dibawa ke Pulau Sodor lantaran Petugas Gendut membutuhkannya untuk bekerja di daerah Knapford dan North Western Railway. Thomas awalnya hanyalah kereta barang berukuran kecil yang digunakan di daerah Knapford. Tugasnya adalah membawa muatan dari geladak kapal menuju Ibukota Sodor, Suddery. Namun, setelah Henry the Green Engine jatuh sakit, Thomas diberi kesempatan untuk menggantikan perannya.

Berbicara penghasilan Thomas, memang sangat nggateli. Masak iya seorang kereta digaji? Namun, Thomas di sini diceritakan sebuah benda hidup yang memiliki perasaan lantaran dirinya sering jahil tapi ambisius. Thomas sering nggodani Gordon the Big Engine, dia juga sering menolong Edward the Blue Engine dan Percy the Small Engine. Tak ada alasan bagi Penjaga Gendut untuk tidak menggajinya.

Membicarakan gaji, maka membicarakan pula UMR di sana. Sedangkan di Pulau Gordon, tak ada yang bisa memberikan informasi sedikit pun tentang itu. Namun, hal ini bisa digali dari dua hal, yakni kondisi politik dan keadaan Pulau Sodor. Pertama, ditengok dari tahun animasi ini dibuat yakni 1980-an, berbarengan dengan turun gunungnya sosok Margaret Thatcher dalam konstelasi Partai Konservatif dan kemenangan-kemenangan kecil yang ia peroleh setelahnya.

Thatcher menumbangkan Partai Buruh pada dekade 70 akhir. Partai yang di mana pada saat itu pemegang kuasa penuh dan berhasil ia tumbangkan. Lobi-lobi kian tokcer, Thatcher pun berhasil menduduki perdana menteri pada 1979. Sebagaimana kita tahu, Thatcher merupakan musuh kaum buruh sedangkan Pulau Sodor sebelas dua belas dengan Liverpool di North-West yang mengandalkan buruh kapal.

Baca Juga:

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

4 Hal yang Bakal Hilang kalau Kursi Berhadapan Kereta Ekonomi Lenyap

Kedua, kondisi alam di Pulau Sodor. Pulau Sodor adalah sebuah pulau fiksi yang merupakan bagian dari Inggris Raya. Pulau Sodor merupakan daerah yang subur dan sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani dan penambang. Dilansir dari Thomas Wikia, wilayah Knapford atau pelabuhannya dikatakan sebagai daerah penunjang ekonomi penting yang menyaingi riuhnya Pelabuhan Liverpool dan Fleetwood.

Berbeda dengan Wales yang memiliki batuan cadas, Pulau Sodor adalah tanah subur bagi pertanian, perkebunan, peternakan, dan industri pelabuhan. Sedangkan dilansir dari Tirto pada dekade 1980-an, di tangan Thatcher dan kolega, makin runcingnya kesenjangan sosial serta meningkatnya inflasi, pada awal periode 1980-an angka pengangguran di Inggris meroket.

Pada 1982 warga Inggris yang tidak bekerja mencapai 3 juta jiwa. Dua tahun setelah itu totalnya menjadi 3,3 juta. Pada tahun yang sama, Thomas dibeli oleh Petugas Gendut untuk bekerja di Knapford dan North Western Railway. Dalam kondisi Inggris yang memprihatinkan, Thomas dalam episode perdananya, “Thomas & Gordon”, tidak menunjukan sama sekali kondisi krisis. Itu tandanya, ada atau tidak adanya Thatcher, Pulau Sodor tetaplah pulau makmur dan dapat menghidupi warganya.

Jelas Petugas Gendut memegang kendali penuh atas bagi hasil mesin-mesin istimewanya ini. Gajinya dibagi sesuai kriteria, pertama adalah pekerja dermaga memiliki gaji lebih besar, di angka seribu sampai seribu lima ratus pounds. Kedua adalah pekerja konvensional, yakni mengantarkan penumpang seperti Gordon. Di angka tujuh ratus sampai seribu pounds. Namun, bisa dapat bonus berupa hasil bumi berupa terung atau tokolan dari mitranya.

Ketiga adalah tugas-tugas mengantarkan barang seperti Pearcy si Pengantar Surat. Ia berutas seminggu sekali, jadi gajinya di angka lima ratus sampai tujuh ratus pounds. Atau bisa saja Pearcy dibayar dengan hasil tambang. Berapa pun hasilnya, yang jelas mereka hidup damai di Pulau Sodor. Persetan dengan UMR, yang terpenting biaya hidup Pulau Sodor itu rendah.

Namun, menengok tuanya usia Thomas, mendingan blio ini banting stir jadi lokomotif pembawa wisatawan di Ambarawa saja. Atau melamar pekerjaan jadi kereta Prameks Jogja-Solo. Syaratnya hanya satu, Mas Thom, badan lokomotifnya harus mau dicat motif batik.

BACA JUGA Menghitung Penghasilan Hinata Shoyo ‘Haikyuu!’ di MSBY Black Jackals (Spoiler Alert!) atau tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pengin gabung grup WhatsApp Terminal Mojok? Kamu bisa klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 Mei 2020 oleh

Tags: kartunKeretapenghasilanThomas and Friends
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Olimpiade Konyol, Kartun Tema Olahraga Paling Menghibur yang Pernah Ada terminal mojok.co

Olimpiade Konyol, Kartun Tema Olahraga Paling Menghibur yang Pernah Ada

26 Juli 2021
KA Gajahwong, Kereta Kelas Eksekutif Rute Jakarta-Jogja Termurah yang Nggak Murahan

KA Gajahwong, Kereta Kelas Eksekutif Rute Jakarta-Jogja Termurah yang Nggak Murahan

29 Agustus 2024
Tipe-tipe Manusia Ketika Mengerjakan Tugas Kelompok Berdasarkan Pemain MU terminal mojok.co

Salah Jika Anggap Semua Kartun dan Anime Adalah Tontonan Bocah

17 November 2020
Bepergian Solo-Jogja Lebih Nyaman Naik Motor daripada KRL yang Penuh Sesak Mojok.co

Bepergian Solo-Jogja Lebih Nyaman Naik Motor daripada KRL yang Penuh Sesak

10 Oktober 2025
surat protes

Surat Protes SpongeBob SquarePants Kepada KPI

24 September 2019
Repotnya Mahasiswa Asal Ponorogo yang Kuliah di Malang, Mudik jadi Barang Mahal Mojok.co

Repotnya Mahasiswa Asal Ponorogo yang Kuliah di Malang, Mudik jadi Barang Mahal

10 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Tidak Butuh Mall Kedua, Setidaknya untuk Sekarang

7 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Gagal Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat Dihina Bodoh, Malah Dapat Kerjaan “di Atas” ASN Langsung Bungkam Penghina
  • Buka Bisnis di Desa Menggiurkan, Tapi Bukannya Slow Living Malah Dibayangi Sengsara karena Kebiasaan Warga
  • Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif
  • Sisi Gelap di Balik Naiknya Harga Gudeg Jogja Langganan yang Membuat Stigma Buruk Semua Gudeg Itu Mahal Makin Dihina Orang Tolol
  • Hari-hari Penuh Perjuangan Pedagang Es Teh Jumbo Menuju Kebangkrutan: Sudah Melarat karena Tipisnya Keuntungan Kini Terancam Mati karena Kenaikan Harga Plastik
  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.