ADVERTISEMENT

5 jurusan SMK yang “cowok banget” ini sebenarnya cocok juga dipelajari oleh siswa perempuan

5 jurusan SMK yang cowok banget ini sebenarnya cocok juga dipelajari oleh siswa perempuan Mojok.co

Sebagai guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), saya sering merasa iri dengan murid-murid saya. Dunia mereka kok kelihatannya seru sekali, ya? Mereka tidak hanya duduk manis di kelas, tapi juga punya banyak kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung apa yang mereka pelajari.

Ada anak Desain Komunikasi Visual (DKV) yang asyik ngedit di depan komputer, anak jurusan Farmasi yang sibuk meracik resep, hingga anak Pertelevisian yang heboh banget seru-seruan bikin film pendek. 

ADVERTISEMENT

Sungguh, hari-hari mereka di sekolah terasa begitu hidup dan penuh warna. Maklum, saya dulu lulusan SMA. Jadi ya, tidak pernah merasakan asyiknya belajar ala anak kejuruan.

Kerennya lagi, SMK hari ini punya banyak sekali pilihan jurusan. Meski demikian, ada jurusan tertentu yang dianggap lebih cocok untuk laki-laki. Tentu saja anggapan ini keliru. Zaman sudah berubah. Dunia kerja modern tidak lagi memandang gender, melainkan keterampilan yang dimiliki. 

Artinya, perempuan zaman sekarang bebas memilih pekerjaan. Dan, langkah awalnya bisa dimulai dengan mengambil jurusan di SMK yang secara nama mungkin terdengar sangat maskulin, tetapi sebenarnya sangat bisa, bahkan butuh diselami oleh perempuan.

Apa saja?

#1 Jurusan Nautika Kapal Niaga, saatnya perempuan mengarungi samudra

Dari namanya, jurusan Nautika Kapal Niaga memang terdengar sangat gagah. Itu sebabnya, banyak orang berpikir kalau jurusan ini hanya pas untuk laki-laki. Maklum, jurusan Nautika Kapal Niaga ini kan urusannya dengan navigasi kapal-kapal besar.

Padahal, mengemudikan kapal raksasa tidak melulu soal otot dan fisik yang kekar. Di era pelayaran modern, ilmu navigasi sangat bergantung pada fokus yang tajam, ketahanan mental saat diterjang cuaca ekstrem, serta ketenangan dalam mengambil keputusan di situasi kritis.

Nah, di sinilah siswi perempuan punya ruang yang sangat besar untuk bersinar. Ketelitian khas perempuan dan cara berpikir mereka yang sistematis akan jadi jadi modal yang sangat berharga. 

Toh, sejarah sudah pernah mencatat nama Dr. Capt. Kartini, M.M., yang dikenal sebagai nahkoda wanita Indonesia pertama. Artinya apa? Perempuan juga bisa!

ADVERTISEMENT

#2 Jurusan Teknika Kapal Niaga pas untuk perempuan yang teliti

Mirip dengan Nautika Kapal Niaga, jurusan Teknika Kapal Niaga juga berkaitan dengan kapal. Bedanya, Nautika berfokus pada navigasi di anjungan, sedangkan Teknika Kapal Niaga adalah jantung yang memastikan mesin kapal terus berdetak. Istilahnya, mekaniknya kapal.

Akan tetapi, gara-gara perannya sebagai mekanik inilah banyak orang berasumsi kalau pekerjaan ini tidak cocok untuk perempuan. Padahal, perempuan justru lebih unggul karena sering kali lebih teliti dalam membaca diagram mesin, mengenali gejala kerusakan secara presisi, serta disiplin dalam menerapkan standar keselamatan kerja.

Salah satu SMK yang punya jurusan Nautika Kapal Niaga dan Teknik Kapal Niaga adalah SMK Wisudha Karya Kudus. Main-main saja ke sana untuk tanya lebih lanjut kalau kamu penasaran dengan dua jurusan ini.

#3 Jurusan Teknik Pengelasan (Welding) justru membutuhkan gerak tangan halus perempuan

Jurusan lain di SMK yang terdengar maskulin banget adalah Teknik Pengelasan (Welding). Mendengar kata pengelasan, pikiran kita pasti langsung terbayang dengan cipratan api, sesuatu yang kotor, dan pekerjaan fisik yang berat. 

Ya, itu tidak salah sih, tapi tidak sepenuhnya benar juga. Teknologi pengelasan sekarang ini sudah berkembang pesat. Di dunia kerja yang kian modern, welding adalah seni menyambung logam berakurasi tinggi yang membutuhkan kestabilan tangan, kesabaran ekstra, dan kecermatan tingkat tinggi agar hasil sambungan rapi serta kedap udara ataupun air. Kabar baiknya, perempuan punya bakat dalam hal tersebut.

Mengingat prospek kerjanya yang luar biasa luas, tidak ada ruginya bagi perempuan untuk terjun ke bidang ini. Tertarik? Jurusan Pengelasan bisa kamu temukan di SMK NU Ma’arif.

#4 Jurusan Teknik Mesin cocok untuk perempuan dengan kemampuan berpikir analitis

Old but gold. Boleh dibilang jurusan Teknik Mesin ini sesepuhnya jurusan di SMK. Bedanya, dulu jurusan ini identik dengan sarangnya anak laki-laki. Sekarang tidak lagi. 

Bagi perempuan, jurusan Teknik Mesin justru menawarkan ruang berkarya yang sangat luas. Kemampuan berpikir analitis, ketelitian membaca gambar teknik, serta kecermatan membaca ukuran hingga skala mikron membuat perempuan sering kali tampil unggul sebagai quality control maupun operator mesin CNC (Computer Numerical Control) yang andal.

Jadi, kalau ada anak perempuan yang mendaftar di jurusan Teknik Mesin, sejatinya mereka bukan salah jurusan. Justru, mereka sudah paham betapa prospek lulusan Teknik Mesin ini sangat terbuka luas, dan perempuan sangat bisa bekerja di bidang ini.

Kamu yang ada di sekitaran Kudus, boleh banget tanya-tanya soal jurusan ini ke SMK Wisudha Karya Kudus.

#5 Siswa perempuan juga boleh kok belajar bikin robot lewat jurusan Elektronika 

Kalian asing dengan istilah mekatronika? Awalnya saya juga bingung sampai mengetahui kalau mekatronika adalah bidang ilmu yang menggabungkan mekanika, elektronika, dan informatika/pemrograman. Bahasa gampangnya, mempelajari cara bikin robot. Dan, salah satu sekolah yang mengajarkan cara bikin robot adalah SMK Wisudha Karya Kudus lewat jurusan Elektronika. 

Saya baca di berita, SMK ini punya ruang mekatronika yang keren banget, dilengkapi dengan fasilitas robotik berbasis akal imitasi dan koding. Di sana ada robot yang membuat masakan sendiri, drummer robot serta peralatan robotika untuk memindahkan dan mendistribusikan barang-barang. Mantap pokoknya.

Melihat kecanggihan bengkel mekatronika ini, banyak yang mengira jika jurusan ini hanya milik anak laki-laki yang hobi bongkar pasang perangkat keras. Padahal, perempuan juga boleh kok masuk ke jurusan ini. Apalagi, siswi perempuan terkenal telaten, sabar dalam debugging (mencari celah error program), dan punya ketekunan tinggi. Nah, kualitas soft skills seperti ini nih yang justru paling dicari dalam dunia pemrograman dan otomatisasi dunia kerja. 

See? Ternyata nama jurusannya saja yang maskulin. Namun, soal kesempatan, selalu terbuka untuk siapa saja, tanpa memandang gender. Itu sebabnya, jangan pernah ragu apalagi mematahkan mimpi adik-adik perempuan kita yang ingin menjejaki jurusan-jurusan maskulin ini.

Sudah saatnya kita memberikan dukungan penuh kepada mereka yang berani mengejar passion tanpa terhalang tembok stereotip gender. Yang penting, pintar-pintar saja memilih SMK-nya. Pastikan SMK tersebut memiliki kemitraan erat dengan dunia kerja sehingga ekosistem belajarnya bisa lebih terarah.

Penulis: Dyan Arfyana Ayu Puspita
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Jadi guru SMK itu nggak gampang, harus upgrade skill agar selalu relevan dengan dunia kerja dan artikel menarik lainnya di TERMINAL MOJOK.

 

Terakhir diperbarui pada 26 Oktober 2026 oleh .

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.