Ada perasaan aneh ketika saya coba mengunjungi Kopdes. Letaknya di tengah permukiman, di sebelah lapangan desa dan sebuah SMA, serta sangat dekat dengan Indomaret.
Rasa aneh itu muncul karena ngapain ada Kopdes di sana? Sepanjang jalan itu, seenggaknya ada dua minimarket dan dua warung Madura.
Lebih aneh lagi ketika saya masuk ke dalam. Ya Allah, kayak nggak niat jualan.
Nah, kita tahu kan kalau baik Kopdes maupun Indomaret menjual barang-barang yang sama. Kalau tetap begini, kalau tetap jualan barang seperti Indomaret, Kopdes jelas bakal kalah.
Makanya, daripada jualan barang saja, ini mending sekalian jualan jasa yang mungkin lebih banyak dibutuhkan orang-orang desa.
Koperasi jualan jasa mungkin terdengar aneh. Tapi percayalah, kalau Kopdes ini mau bertahan lama, pertimbangkan usulan saya.
#1 Kopdes menyediakan jasa penjaga kebun/sawah
Sebagai orang desa yang punya kebun atau sawah, keamanan juga penting. Bukan keamanan saya secara pribadi, melainkan keamanan kebun dan sawah, terlebih menjelang masa panen.
Obrolan para pemilik kebun/sawah pasti soal gimana caranya biar kebun/sawah mereka tetap aman dan nggak jadi incaran maling.
Di sinilah seharusnya Kopdes hadir. Ketimbang jualan barang yang bakal kalah sama Indomaret, sebaiknya menyediakan jasa keamanan untuk menjaga kebun/sawah biar nggak kemalingan.
Orang desa pasti akan butuh banget. Biar lebih ada manfaatnya lagi, biaya jasa penjaga/keamanan ini juga harus murah. Kalau bisa ada subsidi dari pemerintah.
Soal prosedur lainnya, silakan pikir sendiri. Kopdes kan sudah militer banget, nih, harusnya sudah paham, lah, gimana caranya mengurusi keamanan. Apalagi keamanan kebun/sawah, harusnya lebih mudah. Manajernya sudah diberi latihan militer, kan?
#2 Jasa perbaikan alat-alat pertanian
Katanya, Kopdes ini bakal punya peran cukup krusial buat pertanian warga desa. Selain jadi tempat distribusi pupuk, nantinya juga menyediakan fasilitas lain seperti pengeringan gabah, menyediakan bibit, menyediakan alat-alat dan mesin pertanian, dsb.
Terdengar lengkap, meskipun semua itu masih wacana, dan belum kelihatan seperti apa nyatanya.
Tapi, kalau memang benar-benar mau membantu pertanian warga desa, ada satu hal yang luput. Selain jualan pupuk dan keperluan pertanian yang lain, Kopdes harusnya menyediakan jasa perbaikan (servis) alat-alat pertanian. Indomaret mana yang punya jasa brilian kayak gini.
Kita semua tahu bahwa alat-alat pertanian seperti traktor, pompa air, alat semprot, dsb, perlu pemeliharaan dan bisa rusak. Nggak mungkin langsung beli baru, kan? Mahal banget itu.
Kalau mau berguna di mata orang desa, Kopdes harus mencoba peluang ini. Saya yakin, kalau buka jasa servis alat-alat pertanian pasti laku, dan tentunya warga desa pasti terbantu. Apalagi kalau biaya perbaikannya lebih murah (setengah harga, misalnya), jelas akan jauh lebih bermanfaat. Gimana? Apa nggak tertarik?
#3 Kopdes menyediakan jasa penyewaan sound system sekaligus tenda dan kursi
Nggak semua desa itu punya jasa penyewaan sound system sekaligus tenda dan kursi. Ada desa-desa yang masyarakatnya terpaksa harus menyewa sound system, tenda, dan kursi ke desa lain kalau ada acara atau kegiatan (biasanya hajatan). Jelas lebih repot, dan bisa jadi biayanya akan sedikit lebih tinggi.
Situasi ini bisa jadi peluang buat Kopdes. Apalagi yang letaknya ada di desa-desa terpencil.
Kopdes ini harusnya buka jasa penyewaan sound system, tenda, dan kursi untuk warga desa. Nggak harus semua. Cukup di desa yang nggak ada penyewaan sound system, tenda, dan kursi saja. Jelas, Indomaret nggak bakal sanggup bersaing.
Perputaran uangnya memang nggak akan cepat, tapi yang pasti akan bermanfaat. Ya seenggaknya biar warga desa nggak bingung mau sewa sound system, tenda, dan kursi ke mana kalau mau ada hajatan.
#4 Jasa penyewaan gedung
Saya, atau kita semua, nggak tahu berapa lama umur Kopdes ini. Bisa panjang dan kemungkinan besar bisa pendek.
Kalau panjang ya sudah, tapi kalau pendek ya sayang banget gedung/bangunannya. Makanya, Kopdes harus waspada dan bersiap kalau amit-amit umur mereka nggak panjang.
Kalau sampai Kopdes sekarat, mending langsung alih fungsi saja. Sewakan gedung atau bangunannya ke masyarakat. Terserah nanti mau buat apa. Intinya disewakan saja gedungnya ketimbang nanti terbengkalai.
Gimana? Sudah jelas ide-ide saya masuk akal. Pasti nggak kalah sama Indomaret. Bismillah, Komisaris!
Penulis: Iqbal AR
Editor: Yamadipati Seno
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.













