Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Menyandang Gelar Andi sebagai Perempuan Bugis Itu Membanggakan, tapi Ekspektasi Orang-orang Kadang Kelewat Melelahkan

Andi Nur Afiat Rusdi oleh Andi Nur Afiat Rusdi
2 Juli 2026
A A
Menyandang Gelar Andi sebagai Perempuan Bugis Itu Membanggakan, tapi Ekspektasi Orang-orang Kadang Kelewat Melelahkan

Menyandang Gelar Andi sebagai Perempuan Bugis Itu Membanggakan, tapi Ekspektasi Orang-orang Kadang Kelewat Melelahkan (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi masyarakat di luar Sulawesi, mendengar nama depan Andi mungkin terdengar biasa saja, paling mentok dikira nama panggilan cowok Jawa. Namun bagi kami masyarakat Bugis Makassar, empat huruf itu adalah sebuah takdir, kehormatan, sekaligus beban moral yang cukup melekat.

Sebagai perempuan keturunan Kerajaan Bone yang menanggung gelar tersebut, hidup ini rasanya seperti berjalan di bawah lampu sorot ekspektasi publik. Ada kebanggaan besar karena secara tidak langsung kita meneruskan garis keturunan leluhur. Tetapi di balik itu ada stereotip sosial yang sering kali bikin elus dada.

Tuntutan untuk menjadi manusia sempurna tanpa cela adalah hal pertama yang paling menguras energi. Saya pernah bercanda terlalu keras saat acara keluarga, lalu bukannya ikut tertawa, ada saja yang berkomentar, “Masa Andi begitu sekali kelakuannya?” Sejak saat itu saya sadar, ternyata nama depan saya ikut dinilai setiap kali saya membuka mulut.

Padahal selayaknya manusia biasa, apalagi kalau umur masih muda dan masih dalam fase proses mendewasakan diri. Tolong catat ya, kami ini sekadar keturunan raja, bukan makhluk tanpa cela yang turun dari langit.

Masa depan penyandang gelar Andi yang berat

Keresahan itu makin lengkap kalau sudah bergeser ke ranah masa depan, terutama ketika gelar adat bersanding dengan pencapaian akademik. Ada anggapan tak tertulis di masyarakat kalau perempuan bergelar Andi itu uang panainya otomatis harus meroket tinggi. Apalagi kalau posisinya seperti saya sekarang yang insyaallah sebentar lagi akan menggandeng gelar Sarjana. Wah, siap-siap saja kuping jadi merah karena diledek orang-orang sekitar yang mengira angka panainya pasti tembus ratusan juta.

Padahal yang menentukan angka adalah kesepakatan keluarga, tapi yang sibuk membuat kalkulasi fiktif justru orang luar.

BACA JUGA: Sekilas Tentang Uang Panai’: Aturan Adat Sekaligus “Ujian” Bagi Masyarakat Suku Bugis-Makassar

Selain urusan panai, perihal jodoh untuk perempuan Andi juga memiliki dinamika psikologis tersendiri. Memang sih, zaman sekarang keluarga sudah jauh lebih terbuka dan tidak kaku menuntut kita harus mendapatkan pasangan yang bergelar Andi juga. Namun, secara adat, jika perempuan Andi menikah dengan pria yang bukan Andi, maka gelar bangsawan itu otomatis akan berhenti di kita dan tidak bisa diturunkan ke anak-anak.

Baca Juga:

Culture Shock Orang Makassar ketika Merantau ke Jogja: Ketika Sopan Santun Orang Jogja Lebih Misterius ketimbang Rumus Fisika Kuantum

Pesut Adalah Simbol Kota Samarinda, tapi Orang Samarinda Sendiri Belum Pernah Lihat Pesut Secara Langsung

Hal inilah yang memicu perasaan mengganjal yang halus. Seolah-olah kita adalah ujung jalan dari sebuah silsilah panjang. Padahal masa depan dan pernikahan kan urusan kecocokan dua kepala, bukan sekadar sinkronisasi gelar di KTP.

“Cuma nama, tidak usah dibawa-bawa”

Makanya, setiap kali ada obrolan keluarga atau diskusi tetangga yang mulai menyerempet soal keturunan raja, pandangan orang-orang pasti langsung mengarah ke saya. Seolah-olah saya adalah juru bicara resmi kerajaan masa lalu yang tahu segala hal tentang silsilah.

Kalau sudah begitu, respons andalan saya yang paling aman dan paling sering dikeluarkan adalah, “Andi-ku cuma nama, tidak usah dibawa-bawa.” Kalimat sakti ini adalah tameng terbaik untuk menurunkan ekspektasi orang-orang, sekaligus kode halus kalau kami juga ingin berinteraksi biasa tanpa sekat feodal yang kaku.

Pada akhirnya, menyandang gelar ini adalah tentang bagaimana kita berdamai dengan masa lalu dan masa kini. Saya tetap bangga menjadi perempuan Bugis bergelar Andi, tapi saya lebih ingin dikenal sebagai orang yang bermanfaat daripada sekadar cucu siapa. Menjadi keturunan bangsawan Bugis bukan berarti kita harus hidup kaku di dalam museum ekspektasi orang lain. Nama depan memang diwariskan oleh leluhur, tapi nama baik harus kita perjuangkan sendiri.

Penulis: Andi Nur’ Afiat Rusdi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Culture Shock Orang Bugis Makassar yang Merantau ke Bali, Salah Satunya Kaget Lihat Honda Vario di Mana-mana

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Juli 2026 oleh

Tags: bugisgelar Andigelar bangsawanmakassar
Andi Nur Afiat Rusdi

Andi Nur Afiat Rusdi

Penjelajah kata. Suka menguliti bahasa, nyeleneh seperlunya, dan kebanyakan jadi tukang kritik di grup chat.

ArtikelTerkait

3 Hal Terkait Proyek Kereta Api Makassar-Parepare yang Perlu Kalian Ketahui

3 Hal Penting Terkait Proyek Kereta Api Makassar-Parepare yang Perlu Kalian Ketahui

10 Juni 2023
Culture Shock Orang Bugis Makassar yang Merantau ke Bali, Salah Satunya Kaget Lihat Honda Vario di Mana-mana

Culture Shock Orang Bugis Makassar yang Merantau ke Bali, Salah Satunya Kaget Lihat Honda Vario di Mana-mana

28 September 2024
6 Tempat Berburu Takjil di Kota Makassar. Takjil Hunter, Merapat!

6 Tempat Berburu Takjil di Kota Makassar. Takjil Hunter, Merapat!

23 April 2022
Kesan Pertama Naik Trans Mamminasata, BRT-nya Makassar Terminal Mojok

Kesan Pertama Naik Trans Mamminasata, BRT-nya Makassar

6 Desember 2022
makassar gorontalo kita mojok

Rumitnya ‘Kita’ Saat Gorontalo dan Makassar Bertemu

20 Juli 2020
Keunikan Dusun Pacitan Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan: Nama Jawa, tapi Ngomong Pakai Bahasa Bugis

Keunikan Dusun Pacitan Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan: Nama Jawa, tapi Ngomong Pakai Bahasa Bugis

4 Januari 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat stres untuk wargi Jogja

Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat mujarab buat wargi Jogja yang stres karena padatnya jalanan

19 Agustus 2026
Memangnya kenapa kalau orang kabupaten minta gaji tinggi? Nggak boleh gitu mereka sejahtera?

Memangnya kenapa kalau orang kabupaten minta gaji tinggi? Nggak boleh gitu mereka sejahtera?

16 Agustus 2026
Kaza Mal Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi Mojok.co

Kaza Mall Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi

19 Agustus 2026
Gen Z lanjut S2 bukan karena ambisi, tapi patah hati (Unsplash)

Banyak Gen Z lanjut S2 bukan karena gelar dan ambisi, tapi karena patah hati dan bingung mau ngapain lagi

20 Agustus 2026
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co lamongan

Sudah tahu jalan di Lamongan jelek, kok malah beli Honda Scoopy, aneh!

21 Agustus 2026
Tegalrejo, kecamatan uderrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita Mojok.co

Tegalrejo, kecamatan underrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita

20 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.