Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Udara Bersih, Hak Asasi yang Cuma Bisa Dirasakan Warga Depok Sebulan Sekali

Suci Amalia oleh Suci Amalia
28 Juni 2026
A A
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co pasar rebo

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Warga Depok jarang sekali diberi kesempatan menghirup udara bebas polusi. Sepanjang tahun 2026, indeks kualitas udara baik bisa dihitung jari. Itu pun harus dimulai dengan hujan lebat di malam hari. Kalau tidak, siap-siap terkecoh selimut putih; dikira kabut, ternyata emisi transportasi plus hasil aktivitas industri

Berbicara soal hukum, hak mendapatkan udara bersih itu sebenarnya bagian dari hak asasi warga negara Indonesia. Ketentuannya diatur dalam Pasal 28H ayat (1) UUD NRI 1945 dan Pasal 9 ayat (3) UU 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia.

ADVERTISEMENT

Sebagai warga Depok, rasanya kok susah sekali mendapatkan hak yang satu ini. Bukan hak yang bisa dirasakan setiap hari, melainkan sebulan sekali.

Jangankan jalan pagi di Depok, bangun tidur malah batuk-batuk

Sudah sekitar dua tahun saya tinggal di Depok. Di tahun pertama, saya masih bisa merasakan udara segar setiap pagi. Makanya, saya sempatkan jalan pagi sebelum udaranya bercampur dengan polusi kendaraan maupun asap dari pabrik-pabrik industri.

Kalau malas jalan, opsi lainnya cukup membuka jendela. Nongkrong di balkon sembari liat Gunung Salak yang keliatan jelas. Kini, rutinitas pagi ini hampir tak bisa dilakukan lagi. Setiap kali buka jendela, yang ada hanya selimut putih yang orang kira kabut, padahal polusi.

Efeknya tak main-main. Bangun tidur bisa batuk-batuk. Kalau mau keluar untuk jalan pagi, udaranya juga bikin sesak. Apalagi lari, saya pun kewalahan.

Walhasil, rutinitas cari udara segar pagi hanya jadi cerita saja hari ini. Entah bisa dilakukan lagi apa engga di kemudian nanti.

BACA JUGA: Di Depok, Makan dengan Tangan Kanan Lebih Penting daripada Pengadaan Selokan

Baca Juga:

Membayangkan Betapa Menderita Jadi Warga Perumahan yang Lingkungannya Dijadikan Pasar Kaget Tiap Pekan

Sisi Gelap Budak Korporat di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta: Ketika Pekerja Menggadai Kewarasan demi Terlihat Elite

Indeks udara yang selalu tidak sehat

Setelah saya cek, udara di Depok memang katanya tidak baik. IQAir hampir selalu menunjukkan kualitas udara ‘Tidak Sehat’ dan ‘Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif’.

Dalam kurun waktu dua bulan, indeks kualitas udara ‘Baik’ baru terjadi sekali. Itu pun sudah lebih dari sebulan lalu, tepatnya di tanggal 24 Mei 2026. Ini kejadian setelah hujan lebat yang terjadi lebih dari 12 jam. Selebihnya? Wassalam. Udara baik belum pernah teridentifikasi lagi, meskipun pernah turun hujan lagi.

Dengan kualitas udara yang tidak sehat ini, situs kualitas udara itu menyarankan para warga Depok untuk tidak berkegiatan di luar, tutup jendela, pakai masker, dan menggunakan air purifier. Saran yang saya kira mustahil dilakukan. Tak semuanya kerja di rumah maupun gedung perkantoran. Banyak juga yang turun langsung ke lapangan, bahkan di jalanan.

Lagian, tidak semua orang punya AC biar bisa tutup jendela. Apalagi beli air purifier, solusi yang membikin ketimpangan kalau udara baik itu eksklusif bagi orang yang mampu beli.

Kabur ke daerah pegunungan demi udara segar

Sampai sekarang, saya tidak tahu apa yang bisa dilakukan sebagai solusi. Kalau saya pribadi, berusaha untuk pakai sepeda atau pakai transportasi umum biar setidaknya mengurangi sumbangan polusi.

Kalau mau cari udara segar, satu-satunya cara ya kabur dari Depok. Misalnya, mampir sebentar ke daerah Bogor. Ya, walaupun nggak jauh berbeda, setidaknya di sana lebih baik.

Kalau mau lebih banyak garansi, pergi ke daerah pegunungan. Selama kabur ini, kadang-kadang saya berkhayal bisa bungkus udara pegunungan dan dibawa ke Depok.

Walhasil, udara baik itu hanya bagi orang yang mampu bisa membeli air purifier, tinggal di rumah dengan filtrasi udara, atau sesekali kabur ke pegunungan. Yang tidak mampu? Mereka tetap harus menghirup udara yang sama setiap hari.

Di kota yang setiap hari kita bayar pajaknya, menghirup udara bersih malah terasa seperti fasilitas premium. Mudah-mudahan nanti yang perlu “kabur” itu polusinya, bukan warganya.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 Juni 2026 oleh

Tags: depokDepok Jawa Baratkualitas udara di depokpolusi di depok
Suci Amalia

Suci Amalia

Santri yang nyasar di kampus internasional

ArtikelTerkait

Jalan Parung-Ciputat Adalah Halang Rintang Berkedok Jalan Raya di Depok Mojok.co

Jalan Parung-Ciputat Adalah Halang Rintang Berkedok Jalan Raya di Depok

15 Juli 2024
Perempatan Informa, Titik Paling Kacau di Cinere Depok. Saking Kacaunya, Saya Pernah Mati Kutu Selama 1 Jam di Sini!

Perempatan Informa, Titik Paling Kacau di Cinere Depok. Saking Kacaunya, Saya Pernah Mati Kutu Selama 1 Jam di Sini!

17 Juni 2024
Bagi Mahasiswa UI, Sinyal Jelek di Lingkungan Kampus Adalah Makanan Sehari-hari, UKT Elit Sinyal Sulit! depok

Bagi Mahasiswa UI, Sinyal Jelek di Lingkungan Kampus Adalah Makanan Sehari-hari, UKT Elit Sinyal Sulit!

22 Maret 2024
Perbedaan dan Persamaan Bahasa Betawi di Jakarta dan Depok terminal mojok.co

Perbedaan dan Persamaan Bahasa Betawi di Jakarta dan Depok

1 Februari 2022
Depok Sering Dihina, tapi Tinggal di sini Boleh Juga

Depok Sering Dihina, tapi Tinggal di Sini Boleh Juga

26 September 2024
Gang Kober Depok, Wilayah Strategis Dekat UI tapi Menyiksa Pejalan Kaki

Gang Kober Depok, Wilayah Strategis Dekat UI tapi Menyiksa Pejalan Kaki

17 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan Saya Gemar Berjalan Kaki di Bandar Lampung kendati Rasanya seperti Uji Nyali

Alasan Saya Gemar Berjalan Kaki di Bandar Lampung kendati Rasanya seperti Uji Nyali

24 Juni 2026
Pengalaman Pahit Punya Usaha Laundry, Karyawan Banyak Drama hingga Pelanggan Tak Tahu Diri Terminal

Pengalaman Pahit Punya Usaha Laundry, Karyawan Banyak Drama hingga Pelanggan Tak Tahu Diri

24 Juni 2026
Dosa Indomie Ayam Bawang: Nggak Ada Bawang Goreng sebagai Pelengkap

Orang yang Bilang Indomie Warkop Lebih Enak Itu Aneh, Beneran

22 Juni 2026
Konsep Gramedia Jalma Semarang Menarik, tapi Jujur Agak Sedih ketika Tempat Favorit Saya Berubah Wajah Mojok.co

Konsep Gramedia Jalma Semarang Menarik, tapi Jujur Agak Sedih ketika Tempat Favorit Saya Berubah Wajah

26 Juni 2026
Pengalaman Berdagang Selama Kuliah di Unila Lampung, Sering Dikira Anak Kos hingga Seolah Punya Utang Budi kepada Pembeli

Pengalaman Berdagang Selama Kuliah di Unila Lampung, Sering Dikira Anak Kos hingga Seolah Punya Utang Budi kepada Pembeli

27 Juni 2026
5 UMKM Klaten yang Sukses Berdampak dan Menginspirasi Anak Muda

5 UMKM Klaten yang Sukses Berdampak dan Menginspirasi Anak Muda

24 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.