Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Drama Tumbler di Bioskop XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop  

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
12 Juni 2026
A A
Drama Tumbler di XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop  

Drama Tumbler di XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sabtu kemarin, tanggal 6 Juni 2026, saya berniat menikmati akhir pekan dengan menonton bioskop di salah satu mall paling gres di Semarang, Mall 23. Baru saja saya melewati pintu kaca bioskop XXI, langkah saya dicegat oleh seorang satpam yang tiba-tiba muncul entah dari mana. Sebabnya, anak saya menjinjing sebotol tumbler.

Memang, itu tumbler dari sebuah kafe kopi kekinian yang populer. Tapi, isinya cuma air tawar. Tanpa mengecek isinya, satpam tersebut hanya meminta saya meletakkan tumbler tadi ke rak yang sudah disediakan di dekat pintu masuk.

Saya nggak marah. Toh, satpamnya meminta dengan sopan juga. Namun, dalam hati saya langsung misuh-misuh. Sebab, sehari sebelumnya, konten influencer Semarang turut mengunggah kampanye bawa tumbler ke XXI. Jelas, itu meyakinkan saya kalau aturan tersebut memang berlaku di semua kota. Nyatanya, hari itu dilarang.

Sesampainya di rumah, saya iseng membuka media sosial. Lha, ternyata beranda saya sedang kebakaran. Ada banyak sekali korban yang ternyata mengalami nasib serupa, persis di hari yang sama. Setelah menelusuri akar masalahnya, barulah teka-teki ini terjawab. Aturan boleh bawa tumbler itu ada masa kedaluwarsanya, yaitu 5 Juni 2026. Apesnya, saya ke bioskop sehari setelah kampanye tersebut berakhir.

Eksklusivitas yang memaksa sejatinya adalah kamuflase eksploitasi harga

Saya paham betul bahwa larangan membawa tumbler ini bukan soal keamanan atau kebersihan. Ini adalah soal proteksi profit yang menerapkan subsidi silang antara tiket dan produk makanan maupun minuman. Namun, sebagai pelaku bisnis, mestinya manajemen puncak XXI juga paham kapan proteksi laba berpotensi berubah menjadi keterasingan pelanggan.

Pasalnya, minum adalah kebutuhan biologis dasar manusia. Bukan hak istimewa yang bisa dinegosiasikan. Menjadikan bioskop sebagai zona eksklusif di mana pengunjung dipaksa membeli minuman dengan harga berkali-kali lipat lebih mahal adalah bentuk nyata eksploitasi ekonomi. Melarang penonton membawa air minum tawar sendiri, sama saja mengintervensi hak pribadi terkait hidrasi.

BACA JUGA: Pengalaman Menyebalkan Nonton Film di Bioskop XXI Jakarta, Alur Cerita Tegang Malah Bikin Penonton Bingung karena Kejadian Tak Terduga

Kegagalan pengalaman pelanggan yang bisa bikin XXI ditinggalkan

Seharusnya XXI paham betul bahwa salah satu tujuan berbisnis adalah membuat pelanggan merasa nyaman agar mereka kembali lagi. Singkatnya, pengalaman yang dipersepsikan positif oleh konsumen akan menumbuhkan loyalitas dan pemasaran word of mouth. Buktinya, sederet tempat hiburan lain kini sudah sangat terbuka dengan penggunaan tumbler karena dianggap sebagai standar kenyamanan pengunjung.

Baca Juga:

Kasta Tumbler dari yang Wajib Dibeli sampai yang Harus Dihindari, Harga Mahal Belum Tentu Terjamin Kualitasnya

Pengakuan Pengguna Tumbler Lion Star: Murah, Awet, dan Tidak Mengancam Masa Depan Karier Siapa pun

Sementara, larangan membawa tumbler justru menciptakan friksi. Sebagian pelanggan yang mencangking tumbler bukan semata mau irit saja. Boleh jadi mereka punya nilai hidup yang berhubungan dengan kesehatan atau kelestarian lingkungan. Ketika mereka dilarang membawa tumbler tepat di pintu bioskop, ada gesekan psikologis seperti tersangka yang tengah dihukum lantaran melakukan hal yang benar seturut nilai hidup mereka.

Konsumen modern sangat menghargai kenyamanan. Ketika suatu merek terkesan kaku, kesan nggak ramah pelanggan akan melekat cepat. Terlebih, di era informasi gampang diakses sekarang ini. Dengan kata lain, keserakahan jangka pendek XXI berpeluang mengorbankan loyalitas jangka panjang pelanggan yang sebenarnya jauh lebih berharga buat dipertahankan.

Tren kesadaran lingkungan nggak sepantasnya dijadikan gimik basi marketing

Beberapa dekade ke belakang, dunia sedang gencar-gencarnya mengampanyekan diet plastik. Artinya, kontradiksi go green dengan melarang tumbler adalah bentuk kemunduran etika lingkungan. Lucunya, XXI malah sok-sokan mengusung kampanye bertajuk “Bring Your Tumbler, Save the Planet” tapi dengan masa berlaku sebulan saja.

Ironisnya, sustainability padahal punya dua makna, yakni kelestarian dan keberlanjutan.

Nah, kalau heboh menggaungkan gerakan pelestarian lingkungan tapi pakai expired date, apa bukan komedi namanya? Ketimbang begitu, mending dari awal saja konsisten menerapkan aturan larangan bawa tumbler dan nggak perlu promosi besar-besaran berkedok cinta lingkungan sampai menggaet influencer segala.

Menonton film di bioskop seyogyanya menjadi pelarian dari ruwetnya rutinitas. Bukan malah dijadikan ajang untuk diperas. Aturan pelarangan tumbler yang dibungkus dengan narasi keamanan atau kebersihan sejujurnya hanyalah tabir muslihat untuk menutupi hasrat mendulang untung yang bikin penonton buntung.

Seharusnya, konsumen bisa kompak menyuarakan ketidakadilan ini. Sialnya, tiap kali ada yang berani kritis, malah sering dicemooh dengan dalih kalau mereka bukan pasar sasarannya. Jika sudah begini, mungkin cara paling masuk akal adalah bersabar sedikit sampai film incaran tayang di layanan streaming. Lagi pula, ini bisa jadi jurus penghematan yang jitu in this economy, kan?

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Banyak Hal Meresahkan di Bioskop Empire XXI Jogja, Jangan Harap Bisa Nonton Film dengan Tenang!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Juni 2026 oleh

Tags: bioskop XXIlarangan bawa tumbler XXItumbler
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Corkcicle: Tumbler Wajib si Paling Peduli Lingkungan

Corkcicle: Tumbler Wajib si Paling Peduli Lingkungan

6 Oktober 2022
Kasta Tumbler dari yang Wajib Dibeli sampai yang Harus Dihindari, Harga Mahal Belum Tentu Terjamin Kualitasnya

Kasta Tumbler dari yang Wajib Dibeli sampai yang Harus Dihindari, Harga Mahal Belum Tentu Terjamin Kualitasnya

8 Desember 2025
Nggak Cuma Popcorn, Ini 5 Menu Bioskop XXI Paling Enak yang Cocok untuk Teman Nonton Mojok.co

Nggak Cuma Popcorn, Ini 5 Menu Bioskop XXI Paling Enak yang Cocok untuk Teman Nonton

23 November 2025
Pengakuan Pengguna Tumbler Lion Star: Murah, Awet, dan Tidak Mengancam Masa Depan Karier Siapa pun

Pengakuan Pengguna Tumbler Lion Star: Murah, Awet, dan Tidak Mengancam Masa Depan Karier Siapa pun

29 November 2025
Kasta Tumbler Starbucks Terminal Mojok

Kasta Tumbler Starbucks

13 Desember 2022
4 Rekomendasi Tumbler Lokal Harga Murah Kualitas Juara, Nggak Kalah dari Tumbler Jutaan

4 Rekomendasi Tumbler Lokal Harga Murah Kualitas Juara, Nggak Kalah dari Tumbler Jutaan

24 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang Mojok.co

6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang

7 Juni 2026
Bukan Sensi atau Mengabaikan, Ini Alasan Dosen Lama Balas Chat walau WhatsApp-nya Online Mojok.co

Bukan Sensi atau Mengabaikan, Ini Alasan Dosen Lama Balas Chat walau WhatsApp-nya Online

9 Juni 2026
Drama Tumbler di XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop  

Drama Tumbler di Bioskop XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop  

12 Juni 2026
Pengalaman Orang Semarang Kaget Menemukan Sisi Lain Solo (Unsplash)

Pengalaman Orang Semarang yang Kaget Menemukan Sisi Lain Kota Solo

6 Juni 2026
4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia Mojok.co

4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia

10 Juni 2026
Bukan Jakarta, Tempat Paling Cocok untuk Memulai Karier Adalah Cilegon. Ini Alasannya!

Cilegon, Kota Industri yang Nggak Kompetitif dan Terlihat Miskin

8 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.