Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

Ajie Prasetya oleh Ajie Prasetya
12 Mei 2026
A A
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada satu rahasia umum yang cuma dipahami sama orang-orang yang sudah kenyang asam garam dunia per-laju-an di Yogyakarta. Rahasia itu adalah: Utara itu jauh, Selatan itu dekat. Padahal kalau kita buka Google Maps dan tarik garis lurus dari pusat Kota Jogja, jarak ke Sleman atau ke Bantul itu mungkin sama-sama saja secara angka. Tapi dalam urusan psikologis dan durasi perjalanan, bedanya bisa sejauh bumi dan langit.

Saya pernah merasakan sendiri nikmatnya punya kantor di daerah Bantul sementara saya tinggal di Kota Yogyakarta. Jaraknya kurang lebih 7 kilometer. Kamu tahu berapa lama waktu yang saya butuhkan untuk sampai ke meja kantor? Cuma 7 sampai 10 menit! Rekor itu bahkan bisa lebih cepat kalau nasib lagi baik.

ADVERTISEMENT

Kenapa bisa begitu? Karena dari rumah saya sampai kantor di Bantul, hambatan hidup saya cuma ada tiga: tiga buah lampu merah. Sisanya? Jalanan lurus yang landai dan angin semilir yang bikin perjalanan berangkat kerja serasa lagi touring santai.

Sleman: Labirin Lampu Merah yang Bikin Emosi Cepat Matang

Bandingkan dengan kalau kamu harus kerja ke arah Sleman atau Jogja bagian utara. Duh, baru sampai perempatan Jalan Parangtritis saja, kamu sudah merasa kayak lagi ikut ujian kesabaran tingkat nasional. Jarak yang mungkin sama-sama 7 kilo bisa memakan waktu 15 sampai 20 menit lebih. Kenapa? Karena di jalur utara, lampu merah itu sudah kayak minimarket: ada di mana-mana dan jaraknya berdekatan.

Belum lagi volume kendaraannya. Ke utara itu artinya kamu harus berbagi aspal dengan ribuan mahasiswa, bus pariwisata yang besarnya minta ampun, sampai truk-truk logistik. Setiap lampu merah di jalur utara itu punya durasi yang lama banget, saking lamanya kamu mungkin bisa sempat khatam satu buku tipis atau minimal dengerin satu album penuh band indie lokal sambil nunggu lampu hijau. Belum sampai kantor, energimu sudah habis buat ngerem dan narik gas di tengah kemacetan.

BACA JUGA: Bantul Itu Maju ya, Gaes, Bukan Desa Tertinggal dan Tak Tersentuh Peradaban seperti yang Ada di Pikiran Kalian!

Bantul Selatan: Favorit Baru bagi Kaum “Anti-Macet” dan Pejuang UMR Plus

Fenomena inilah yang bikin Bantul bagian selatan sekarang jadi primadona tersembunyi buat para pekerja. Orang-orang mulai sadar kalau kualitas hidup itu nggak cuma ditentukan dari berapa gaji yang masuk ke rekening, tapi juga berapa lama waktu yang terbuang sia-sia di atas aspal. Bekerja di Bantul itu memberikan kemewahan berupa “waktu luang”. Kamu bisa bangun lebih siang, sarapan dengan tenang, dan sampai kantor dengan kondisi mental yang masih segar.

Apalagi kalau kamu beruntung dapat pekerjaan di Bantul tapi dengan standar gaji yang di atas UMR. Wah, itu sudah level “puncak karier” bagi warga lokal. Kenapa? Karena biaya hidup di Bantul itu relatif masih lebih manusiawi dibanding Sleman yang harga kopinya kadang sudah kayak harga tiket bioskop.

Baca Juga:

Sebagai warga Jogja, pantai Bantul lebih menarik untuk dikunjungi dibanding pantai Gunungkidul

Alasan Kenapa Saya Tidak Betah Tinggal di Demak

Bayangkan, gaji besar, biaya makan murah, dan perjalanan ke kantor nggak bikin darah tinggi. Bantul selatan adalah jawaban bagi mereka yang pengen tetap produktif tapi ogah akrab sama polusi dan klakson bus yang memekakkan telinga.

Mempertahankan “Ketenangan” Bantul di Tengah Gempuran Kemajuan

Namun, ada sebuah ketakutan kecil yang menghantui para pecinta rute selatan ini. Seiring dengan menjamurnya coffee shop dan investasi yang mulai bergeser ke arah Bantul (seperti yang kita bahas sebelumnya), jalur-jalur “surga” ini mulai terancam. Kita mulai sering melihat antrean kendaraan yang mulai memanjang di lampu merah yang tadinya sepi.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Tapi untuk saat ini, selama jalur selatan masih menawarkan keajaiban “7 kilometer dalam 7 menit”, Bantul akan tetap jadi pemenang di hati para pejuang kerja Jogja. Kita nggak butuh jalan tol yang mahal kalau jalanan kabupatennya saja sudah senyaman itu. Kita cuma butuh pemerintah daerah yang pintar menjaga agar rute-rute ini nggak berubah jadi hutan beton yang semrawut seperti di utara.

Pada akhirnya, buat kamu yang sekarang lagi pening cari kerja atau pengen pindah kantor, coba liriklah ke arah selatan. Lupakan dulu kemegahan gedung-gedung di Jalan Kaliurang atau kepadatan di Seturan. Cobalah rasakan sensasi berkendara menuju Bantul di pagi hari, di mana kamu nggak perlu berebut jalan dengan bus pariwisata dan nggak perlu berhenti di setiap perempatan.

Bekerja di selatan bukan berarti kamu tertinggal. Justru itu adalah bentuk kecerdasan dalam memilih gaya hidup. Karena bagi saya, kebahagiaan itu sederhana: bisa sampai kantor tepat waktu tanpa perlu menderita karena lampu merah yang durasinya ngalahin durasi breakup sama mantan. Tetap waras, tetap melaju, dan salam satu aspal buat pejuang jalur selatan!

Penulis: Ajie Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Bantul Tidak Butuh Mall untuk Bisa Disebut Beradab dan Maju, Standar Konyol kayak Gitu Wajib Dibuang!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Mei 2026 oleh

Tags: Bantulbantul selatankota yogyakartaSleman
Ajie Prasetya

Ajie Prasetya

Buruh agensi dari Bantul yang menaruh perhatian atas isu-isu sosial, industri kreatif, dan lika-liku percintaan. Bukan perokok, tapi pecandu Americano.

ArtikelTerkait

Bangunjiwo Bantul Pusat Klitih Jogja dan Isinya Gondes Berbahaya (Unsplash)

Bangunjiwo Bantul Daerah Memprihatinkan: Pusatnya Klitih Jogja, Isinya Gondes, dan Rawan Kecelakaan tapi Saya Masih Setia untuk Menetap

11 Mei 2024
4 Alasan Pakem Menjadi Sebaik-baiknya Tempat Tinggal di Sleman

4 Alasan Pakem Menjadi Sebaik-baiknya Tempat Tinggal di Sleman

18 Mei 2024
Masyarakat Kasihan Bantul Sebaiknya Punya Kapal agar Selamat di Musim Hujan, sebab Jalannya Penuh Genangan!

Masyarakat Kasihan Bantul Sebaiknya Punya Kapal agar Selamat di Musim Hujan, sebab Jalannya Penuh Genangan!

17 Januari 2025
Tinggal di Kos-kosan Adalah Kesempatan Mewah bagi Warga Asli Bantul seperti Saya Mojok.co

Tinggal di Kos-kosan Adalah Kesempatan Mewah bagi Warga Bantul seperti Saya

4 Januari 2025
Embung Tambakboyo Sleman, Tempat Melepas Penat yang Kurang Terawat

Embung Tambakboyo Sleman, Tempat Melepas Penat yang Kurang Terawat

2 Februari 2024
Pengantin Baru Dilarang Lewat 3 Jalan di Jogja Ini karena Bisa Celaka

Pengantin Baru Dilarang Lewat 3 Jalan di Jogja Ini karena Bisa Celaka

4 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cara Lulus Kuliah Cepat Nggak Sampai 4 Tahun untuk Mahasiswa Jogja, Dijamin Cum Laude!

Jogja Memang dan Akan Selalu Jadi Kota Tujuan Kuliah, Kota Pendidikan yang Sebenarnya

6 Juli 2026
5 Aturan Tidak tertulis AYCE yang Sebaiknya Ditulis Saja karena Banyak Pembeli Norak dan Nggak Peka Mojok.co

5 aturan tidak tertulis All You Can Eat yang sebaiknya ditulis saja karena banyak pembeli norak dan nggak peka

9 Juli 2026
5 kuliner Jogja enak dan murah, bukti kota ini nggak mahal Brigitta Adelia/Mojok.co)

5 rekomendasi kuliner Jogja enak dan murah bukti kalau kota ini nggak mahal kalau soal makan

8 Juli 2026
Sakit gigi penyakit yang terdengar remeh, tapi aslinya sangat menyiksa Mojok.co

Sakit gigi penyakit yang terdengar remeh, tapi aslinya sangat menyiksa

9 Juli 2026
Kenapa banyak pemilik motor Honda trauma servis di AHASS? (Unsplash)

Kenapa banyak pemilik motor Honda nggak mau servis motor di bengkel resmi atau AHASS?

10 Juli 2026
5 Dosa Penjual Ketoprak Jakarta yang Membuat Pembeli Tidak Nafsu Makan Mojok.co cirebon

Jangan Asal Klaim, Ketoprak Itu Warisan Kuliner Betawi Jakarta, Bukan Cirebon

6 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.