Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Tol Soroja, Tol yang Nyeleneh: Pendek, Nggak Ada Rest Area, tapi Strategis

Acep Saepulloh oleh Acep Saepulloh
5 Mei 2026
A A
Tol Soroja, Tol yang Nyeleneh: Pendek, Nggak Ada Rest Area, tapi Strategis

Tol Soroja, Tol yang Nyeleneh: Pendek, Nggak Ada Rest Area, tapi Strategis (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau bicara soal jalan tol di Jawa Barat, pikiran kita pasti langsung tertuju pada Tol Cipularang yang legendaris atau Tol Cisumdawu yang megah dengan terowongan kembarnya. Tapi, pernahkah kalian mendengar tentang Tol Soroja (Soreang-PasirKoja), sebuah jalan tol yang menghubungkan kabupaten Bandung dan Kota Bandung?

Kalian perlu tahu, kalau Tol Soroja ini adalah definisi nyata dari pepatah “pendek-pendek menghanyutkan”. Sejak resmi beroperasi, Tol Soroja ini berhasil mengubah perjalanan kabupaten Bandung menuju Kota Bandung selama dua jam yang melelahkan, menjadi 15 menit saja.

Namun, di balik fungsinya yang sangat vital, Tol Soroja punya kepribadian yang agak nyeleneh dan berbeda dengan tol lainnya di Jawa Barat bahkan di Indonesia. Mulai dari keberadaan gerbang tolnya yang terasa sangat rapat dan absennya tempat untuk sekadar meluruskan kaki. Mari kita bedah lebih dalam apa saja yang membuat tol ini begitu istimewa sekaligus tak biasa.

#1 Mari mengenal Tol Soroja

Sebelum membahas Tol Soroja yang berbeda, pertama-tama izinkan saya mengenalkan jalan Tol Soroja terlebih dahulu. Penting untuk diketahui bahwa Tol Soroja ini sejatinya adalah sambungan langsung dari Tol Purbaleunyi/Padaleunyi yang bertemu tepat di titik interchange atau simpang susun Gerbang Tol Pasir Koja. Jadi, pengendara dari arah Jakarta atau Cileunyi bisa langsung “belok” masuk ke jalur ini tanpa harus keluar ke jalan arteri terlebih dahulu.

Jalan Tol Soroja adalah jalur krusial yang menghubungkan Soreang (pusat pemerintahan Kabupaten Bandung) dengan Pasir Koja di Kota Bandung. Tergolong masih “muda” karena belum genap satu dekade, diresmikan pada 4 Desember 2017 oleh Presiden Joko Widodo, tol ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk memecah kebuntuan arus lalu lintas di perbatasan Kota dan Kabupaten Bandung.

Sebelum ada Tol Soroja, perjalanan dari Kota Bandung menuju Soreang adalah ujian kesabaran bagi pengendara. Kita harus melewati jalur arteri Jalan Kopo dan sekitarnya yang sudah lama menyandang gelar “jalur neraka” biang kemacetan. Dulu, waktu tempuh dari Kota Bandung ke Soreang bisa mencapai 1,5 hingga 2 jam. Namun sekarang semenjak ada Tol Soroja, perjalanan dari Kota ke Kabupaten begitupun sebaliknya bisa dipangkas secara ekstrem menjadi hanya 10–15 menit saja.

BACA JUGA: Rencana Pembangunan Tol Dalam Kota Bandung Sia-sia, Kota Kembang Nggak Butuh Tol Dalam Kota!

#2 Tol minimalis tapi memiliki tiga gerbang strategis

Meskipun panjang jalannya utamanya tergolong pendek yaitu hanya sekitar 8,15 km dan 10,57 kilometer kalau digabung dengan gerbangnya. Tol Soroja ini tidak main-main dalam urusan aksesibilitas. Nyeleneh dan bedanya, di jarak sesingkat Tol Soroja, tol ini dilengkapi dengan tiga gerbang tol utama yakni Gerbang Tol Margaasih, Gerbang Tol Kutawaringin, dan Gerbang Tol Soreang.

Baca Juga:

Sebagai Pengendara Motor di Bandung, Saya Capek Ikut Menyumbang Macet Setiap Hari

Alun-Alun Rancasari, Tempat Aneh di Kota Bandung yang Disukai Warlok

Jarak sependek ini mungkin terasa “terlalu banyak” bagi yang paham konstruksi jalan tol, tapi bagi warga lokal dan pemangku kepentingan, setiap gerbang tol punya peran vital masing-masing. Gerbang Tol Margaasih adalah akses utama menuju perumahan elit yaitu perumahan Taman Kopo Indah (TKI). Mungkin, gerbang tol Margaasih satu-satunya gerbang tol di Indonesia yang berada di perumahan elit.

Untuk gerbang Tol Kutawaringin adalah akses menuju Stadion Si Jalak Harupat. Sehingga menjadi karpet merah bagi para Bobotoh Persib yang ingin menonton tim sepakbola kebanggaannya Persib Bandung kalau main di Stadion si Jalak Harupat. Sedangkan, Gerbang Tol Soreang adalah gerbang pembuka menuju pusat pemerintahan Kabupaten Bandung dan juga jalur surga wisata yang hendak berwisata ke Ciwidey, Rancabali, dan tembus ke Cidaun, Cianjur Selatan.

Apakah ada Tol lain di Indonesia yang tidak terlalu panjang, tapi memiliki 3 gerbang tol? Kalau misalkan ada coba sebutkan. Saya yakin, tidak ada sama jalan tol lain seperti Tol Soroja ini.

#3 Tol tanpa rest area

Saking nyeleneh dan berbedanya tol ini, tidak ada fasilitas Rest Area. Jika di tol lain kita biasa menepi di rest area untuk sekadar rebahan, ngopi atau ke toilet, di tol ini kalian tidak bisa melakukan hal tersebut.

Ketiadaan rest area di Tol Soroja kerap menjadi ganjalan bagi wisatawan yang hendak menuju wisata Ciwidey dan sekitarnya. Tak terkecuali bagi kawan saya yang datang jauh-jauh dari Jakarta. Meski tol ini memangkas waktu tempuh menuju destinasi wisata di Ciwidey secara signifikan, fasilitas penunjang seperti tempat istirahat harusnya tetap ada.

Alhasil, saat rasa lelah melanda atau sekadar ingin menuntaskan ‘hajat’ yang tak bisa ditunda, ia terpaksa harus keluar gerbang tol terlebih dahulu demi mencari fasilitas umum yang memadai.

Singkat, unik, dan fungsional. Itulah Tol Soroja yang memang merasa berbeda dan nyeleneh karena lebih mirip jalan bypass versi berbayar. Meski tanpa rest area, keberadaan Tol Soroja ini telah mengubah wajah transportasi Kabupaten Bandung dan jadi jalan pintas warga Kabupaten Bandung yang punya mobil yang tidak ingin terjebak macet di perbatasan pulang pergi ke Kota Bandung.

Penulis: Acep Saepulloh
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Tol Purbaleunyi, Jalur Tol Paling Rumit dan Paling Menguras Kesabaran

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Mei 2026 oleh

Tags: Bandungsoreangtol di bandungtol soroja
Acep Saepulloh

Acep Saepulloh

Aa-aa milenial Bandung yang ngojol membelah kemacetan di pagi hari, berjibaku dengan debu sebagai petugas kebersihan di siang hari, hingga akhirnya melabuhkan lamunan menjadi sebuah tulisan di malam hari.

ArtikelTerkait

Cari Rasa, Roti Bumbu Legendaris dari Bandung yang Perlu Dicicipi Terminal Mojok

Cari Rasa, Roti Bumbu Legendaris dari Bandung yang Perlu Dicicipi

17 Januari 2022
Kiaracondong Titik Kawasan Paling Bermasalah di Bandung (Unsplash)

Kiaracondong, Perlintasan Kereta Api yang Tidak Punya Harga Diri dan Paling Bermasalah di Bandung

9 Mei 2024
3 Rekomendasi Tempat Ngabuburit di Kota Bandung yang Bikin Puasa Kamu Nggak Berasa, Tahu-tahu Sudah Azan Magrib!

3 Rekomendasi Tempat Ngabuburit di Kota Bandung yang Bikin Puasa Kamu Nggak Berasa, Tahu-tahu Sudah Azan Magrib

19 Maret 2024
Jatinangor Lebih Perlu 3 Hal Ini ketimbang Jans Park dan McD Terminal Mojok

Jatinangor Lebih Perlu 3 Hal Ini ketimbang Jans Park dan McD

20 November 2022
Alun-Alun Rancasari, Tempat Aneh di Kota Bandung yang Disukai Warlok Mojok.co

Alun-Alun Rancasari, Tempat Aneh di Kota Bandung yang Disukai Warlok

20 Juni 2026
Jalan Dr Setiabudi, Jalan Megah di Kota Bandung yang Paling Menyengsarakan Pengendara

Jalan Dr Setiabudi, Jalan Megah di Kota Bandung yang Paling Menyengsarakan Pengendara

28 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Lulusan Ilmu Perpustakaan, tapi Saya Nggak Mau Jadi Pustakawan Sekolah, Isinya Cuma Makan Hati! perpusnas

Larangan Bawa Tumbler di Perpustakaan Daerah Itu Aneh, Minum Saja Dipersulit, Gimana Orang Mau ke Perpustakaan?

4 Juli 2026
Layanan Perpusda Kota Malang Payah, Bikin Pengunjung Kecewa dan Nggak Nyaman Mojok.co

Layanan Perpustakaan Kota Malang Payah, Bikin Pengunjung Kecewa dan Nggak Nyaman

3 Juli 2026
Sekolah Negeri yang Seharusnya Gratis Ternyata Menyimpan Biaya Tersembunyi yang Perlu Ditanggung Ortu Mojok.co

Sekolah Negeri yang Seharusnya Gratis Ternyata Menyimpan Biaya Tersembunyi yang Perlu Ditanggung Ortu

3 Juli 2026
Dear Warga, Petugas Sensus Cuma Kerja Cari Duit, Jangan Jahat-Jahat sama Mereka Mojok.co

Dear Warga, Petugas Sensus Cuma Kerja Cari Nafkah, Jangan Jahat-Jahat sama Mereka

2 Juli 2026
Dear Lembaga Les Privat, Tolong Kasih Upah yang Layak ke Pengajar Mojok.co

Dear Lembaga Bimbingan Belajar, Tolong Pekerjakan Guru Les Privat dengan Layak

2 Juli 2026
Alasan Saya Senang Nonton Film di Bioskop Sendirian, Lebih Fokus dan Bebas Pilih Film Sesuai Selera Mojok.co

Alasan Saya Senang Nonton Film di Bioskop Sendirian, Lebih Fokus dan Bebas Pilih Film Sesuai Selera

28 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.