Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
7 April 2026
A A
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Belakangan di X sedang ramai tweet yang membahas unpopular opinion mengenai suatu hal. Terus terang, saking banyaknya yang bahas, saya sampai mau muntah baca tweetnya. Soalnya, bosan banget, isinya itu terus, apalagi saya kerap melihat unpopular opinion tentang PNS.

Mengingat saya sendiri adalah seorang abdi negara, saya jadi penasaran, juga memvalidasi opini yang ada. Nah, salah satu unpopular opinion yang saya baca di X mengatakan kalau banyak masyarakat yang nggak peduli PNS turun gaji (ada kemungkinan pemotongan tukin/TPP). Bahkan ada klaim yang mengatakan masyarakat juga nggak terlalu peduli bila buruh negara dipecat.

Jujur, saya sih nggak kaget bila masyarakat nggak peduli PNS dipecat atau diturunkan gajinya. Malahan saya cukup mewajari perkara ini, sebab pendapat tersebut jelas tak muncul dari ruang kosong.

Pelayanan publik kurang memuaskan

Harus diakui pelayanan publik di Indonesia belum memuaskan seluruh lapisan masyarakat. Jangankan layanan data kependudukan dan perizinan usaha, layanan setor pajak saja kadang masih kurang memuaskan. Padahal, jelas-jelas (ada) rakyat mau menyetor uang dengan suka rela ke negara.

Ada banyak faktor sih yang bikin hal ini terjadi. Tapi, menurut saya, faktor birokrasi yang ribet dan layanan yang kurang ramah adalah dua faktor utama kurang maksimalnya kepuasaan masyarakat terhadap pelayanan publik. Selama persoalan ini nggak benar-benar dibereskan oleh pemerintah maka masyarakat nggak akan benar-benar terpuaskan dengan pelayanan publik.

Minimal layanan publik pemerintah harus sama dengan atau minimal mendekati pelayanan bank BCA. Yang bahkan satpamnya bisa satset dan cekatan membantu nasabah. Bukan ngang ngong ngang ngong doang ketika ditanya.

BACA JUGA: Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”

Masyarakat sudah muak dengan oknum PNS yang korup

Setiap tahun ada saja oknum PNS korup yang diciduk Aparat Penegak Hukum (APH). Bahkan ada data yang mengatakan bahwa koruptor di Indonesia kebanyakan berlatar belakang abdi negara. Sebagai buruh negara, saya cukup prihatin mengenai hal ini.

Baca Juga:

Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

Para oknum PNS yang korup bikin masyarakat muak. Walaupun sebenarnya nggak hanya korupsi ratusan juta, miliaran sampai triliunan rupiah yang bikin muak rakyat. Korupsi kecil-kecilan oknum PNS bikin jengkel bangsa kita juga.

Istilah ilmiah korupsi kecil ini adalah petty corruption. Gampangnya, petty corruption adalah penyalahgunaan wewenang dalam skala kecil untuk memuluskan pelayanan publik. Misalnya ada masyarakat yang ingin cepat mengurus KTP/KK dengan cara memberikan uang pelicin.

Jika korupsi kecil sampai besar masih dilakukan oknum PNS, bagaimana rakyat mau punya empati ketika abdi negara mengalami kondisi sulit seperti sekarang ini?

PNS dianggap beban negara

Dua faktor tadi membuat citra abdi negara hancur di mata masyarakat, hingga membuat rakyat menganggap PNS itu beban negara. Sudah digaji dengan pajak rakyat kerjanya masih kurang optimal pula. Ditambah belakangan ada yang menggoreng profesi ini. Contohnya ada yang mengatakan PNS itu menerapkan prinsip 804, alias datang jam 8, terus kosong atau nggak ngapa-ngapain selama di kantor, lalu jam 4 pulang ke rumah.

Bukan hanya itu saja. Terakhir saya lihat ada tweet yang mempertanyakan apa benar PNS itu gajinya serius tapi kerjanya hanya main-main. Semua hal tersebut makin menguatkan citra PNS sebagai beban negara. Walaupun hal tersebut belum tentu 100 persen benar.

Masalah ini, dari dulu nggak kelar. Meski ya ada perubahan ke arah yang lebih baik, tapi tetap saja masih mudah ditemukan hal tersebut terjadi. Besar harapan saya ada perubahan radikal di birokrasi kita. Terutama dalam hal pelayanan publik. Sehingga masyarakat bisa lebih puas dan nyaman dengan pelayanan pemerintah.

Syukur-syukur jika pelayanan PNS sudah baik, rakyat lebih mengerti kesulitan abdi negara. Khususnya yang terjadi belakangan ini. Apabila kualitas pelayanan publik kita masih jalan di tempat, jangan harap masyarakat menaruh simpati terhadap pekerjaan ini.

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Kerja Jadi PNS dan Sektor Pemerintahan Lainnya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 April 2026 oleh

Tags: gaji PNSpnspns dipecatunpopular opinion
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

Panduan Memahami Kesejahteraan PNS sebelum Benar-benar Yakin Ikut Tes CPNS Tahun Ini

4 Hal Baik yang Haram Dilakukan oleh PNS, Patuhi Saja ketimbang Kariermu Terancam

8 Januari 2024
Saya Setuju Tunjangan PNS Kembali dalam Bentuk Beras, Asal 6 Syarat Ini Dipenuhi Terminal Mojok

Saya Setuju Tunjangan PNS Kembali dalam Bentuk Beras, asalkan 6 Syarat Ini Dipenuhi

6 Februari 2023
Sisi Gelap Kerja di Pemerintahan: Enak, sih, kecuali Jadi Ajudan Pimpinan Instansi Daerah

PNS Sebaiknya Ambil Kesempatan Tugas Belajar, Banyak Manfaatnya!

23 November 2022
Jangan Jadikan PNS sebagai Jalur Utama Karier, Justru Jadikan PNS sebagai Pilihan Terakhir!

Jangan Keburu Jatuh Cinta sama PNS, Dunianya Tidak Semudah dan Semulus yang Kalian Kira

27 September 2024
Apakah PNS Boleh Poligami? (Unsplash)

PNS Boleh Poligami? Boleh, Asal Kamu Nggak Punya Malu

17 Juni 2023
Gadai SK PNS: Cara Cepat untuk Kaya sekaligus Menderita Hingga Akhir Hayat

Ritual Wajib PNS: Dari Sumpah Jabatan Langsung ke Sumpah Cicilan, Salah Satunya karena Harga Properti!

10 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

1 April 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

Jalan-jalan ke Pantai saat Libur Panjang Adalah Pilihan yang Buruk, Hanya Dapat Capek Saja di Perjalanan

1 April 2026
Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Ruwet Urusan sama Pesilat: Tak Nyapa Duluan dan Beda Perguruan Pencak Silat Langsung Dihajar, Diajak Refleksi Malah Merasa Paling Benar
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga
  • Dipaksa Kuliah Jurusan Paling Dicari di PTN karena Ambisi PNS, Setelah Lulus Malah bikin Ortu Kecewa karena “Kerjaan Remeh”
  • Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.