Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
5 April 2026
A A
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Promosi itu penting. Begitu pula dalam industri film. Film sebagus apapun akan sepi penonton kalau promosinya kurang. 

Nah, soal promosi film, ada banyak cara yang bisa dilakukan. Misalnya, membuat rilis trailer yang bikin penasaran, mengadakan meet and greet dan gala premier, hingga membayar buzzer di media sosial. Promosi dengan cara bikin gimmick seolah para pemain utamanya cinlok juga ada. Bahkan, sampai bikin settingan seolah talent kesurupan juga ada. Apapun dilakukan demi meraup penonton sebanyak-banyaknya. 

ADVERTISEMENT

Menariknya, semua cara itu ternyata belum ada apa-apanya dibanding cara promo film Aku Harus Mati. Tim promosinya cuma pakai billboard sih. Tapi, pilihan gambar dan judul film yang terpampang jelas di billboard bikin pengguna jalan resah. Tidak heran kalau cara promosi ini banyak dihujat netizen beberapa hari terkahir. 

Bahaya billboard film Aku Harus Mati untuk kesehatan mental

Bayangkan situasinya begini. Kamu baru saja melalui hari yang berat di kantor. Semua pekerjaanmu dianggap tidak ada yang beres. Lalu sepulang kerja, di tengah jalan ban motormu bocor. Alhasil, motor harus didorong untuk mencari tukang tambal ban.

Sambil menunggu tukang tambal ban bekerja, kamu mengecek ponsel. Ada pesan dari kantor kalau mulai besok, kamu diberhentikan. Belum sempat otakmu memproses kabar itu, ibu menelepon dari kampung sambil menangis. Ibu bilang bapak jatuh dari kamar mandi dan butuh biaya segera untuk operasi. Di saat yang sama, bayang-bayang pemilik kontrakan yang menagih tunggakan 2 bulan biaya kontrakan, pesan dari sekolah anak yang menagih biaya studi tur, dan istri yang sebentar lagi melahirkan, bersliweran di kepala.

Sialnya, ketika motor sudah ditambal dan kamu terhenti di lampu merah, kamu melihat billboard promosi film segede gaban bertuliskan “Aku Harus Mati” tepat di depan matamu. Dan, bayangkan kalian terpapar billboard meresahkan itu berkali-kali sepanjang perjalanan pulang. Apa nggak tambah tertekan?  

Mungkin kalian merasa perumpamaan saya ini terlalu berlebihan atau ekstrem. Namun, itu bukan tidak mungkin. Pengguna jalan itu banyak dan bermacam-macam. Kita tidak pernah benar-benar tahu hidup macam apa yang telah mereka lalui hingga titik ini. Kita juga tidak pernah tahu riwayat kesehatan mental yang dimiliki oleh masing-masing pengguna jalan. 

Saya heran sendiri. Ini pembuat filmnya, apa nggak paham apa ya kalau penggunaan kata “Aku” dalam sebuah kalimat pendek akan terasa seperti sugesti yang diam-diam masuk ke dalam alam bawah sadar seseorang? Alih-alih konten promo film, billboard seperti ini justru menimbulkan ketidaknyamanan dan keresahan. 

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Kehebohan yang diprediksi

Karena dianggap meresahkan inilah, billboard promo film Aku Harus Mati banyak dihujat oleh netizen. Terlebih, pemasangan billboard tersebut di titik-titik yang padat dan kurang bijak. Di Harmoni misal, billboard dipasang dekat dengan 2 sekolah TK? Ibu mana coba yang nggak khawatir anaknya bakal kena dampak psikologis karena terpapar konten billboard?

Meski demikian, saya yakin kehebohan billboard ini sudah diprediksi sebelumnya. Dan, mungkin, memang kehebohan itulah yang mereka cari. Harapannya, dengan heboh, film ini jadi banyak dibicarakan, viral di media sosial, orang jadi penasaran dan akhirnya memburu bioskop. 

Saya jadi penasaran dan mengulik berapa jumlah penonton film ini sejak kali pertama rilis di tanggal 2 April. Dan, ternyata, film ini baru meraih sekitar 29.602 penonton. Angka ini sangat kontras jika dibandingkan dengan film lain yang rilis bersamaan atau film horor lainnya yang mencapai ratusan ribu hingga jutaan penonton di hari-hari pertama.

Andai saya produser film Aku Harus Mati

Memang terlalu dini menyebut film ini melempem di pasaran. Toh, data penonton bisa terus berubah seiring berjalannya masa penayangan di bioskop. Meski demikian, andai saya jadi produser film Aku Harus Mati, saya pasti akan meminta maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan dari adanya billboard promo film ini. 

Selanjutnya, saya akan cabut semua iklan billboard yang sudah kadung terpasang, dan putar otak cari strategi promosi lainnya. Dengar-dengar, di Jakarta, billboard ini sudah mulai diturunkan, tapi bagaimana dengan daerah-daerah lain? Yang jelas,  saya akan memprioritaskan penurunan materi promosi yang nggak layak ini daripada sibuk menayangkan rilis soal pesan moral di balik film. 

Nganu, Pak/Bu produser, sepertinya panjenengan lupa bahwa pesan moral tidak bisa dibangun di atas penderitaan mental orang lain. Jadi, kapan billboardnya dibongkar seluruhnya?

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 3 Rekomendasi Film Indonesia yang Relevan dengan Hiruk Pikuk Negara Saat Ini.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 April 2026 oleh

Tags: Aku Harus Matifilm aku harus matipromosi Aku Harus Matipromosi film
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cerita suram Semarang yang tidak asing bagi warlok, tapi jarang diketahui pendatang  Mojok.co

Cerita suram Semarang yang tidak asing bagi warlok, tapi jarang diketahui pendatang 

19 Juli 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co kota pelajar madura

3 hal langka di Madura, tapi umum di Jogja, sudah seharusnya Madura belajar pada Jogja!

16 Juli 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jangan cintai Surabaya secara berlebihan, ia juga punya kekurangan yang patut dibicarakan

21 Juli 2026
Kenapa orang Bali jarang liburan ke pantai? (Unsplash)

Kenapa orang Bali jarang liburan ke pantai, padahal tinggal deket pantai?

18 Juli 2026
Drama pembayaran tunai ojol, uang kembalian jadi menguras waktu dan energi saya Mojok.co

Niat beli makanan lewat layanan pesan antar ojol supaya praktis, eh berujung repot karena driver tak punya kembalian

20 Juli 2026
Pengalaman mencicipi nasi goreng kuah Bang Tommy: kuliner Kediri yang aneh, tapi enak Mojok.co

Pengalaman mencicipi nasi goreng kuah Bang Tommy: kuliner Kediri yang aneh, tapi enak

17 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.