Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Kalau Punya Uang Tak Terbatas dan Boleh Saya Akan Ubah Alfamart Jadi “Ruang Singgah Urban”

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
20 Maret 2026
A A
Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Butuh Kreativitas (Wikimedia Commons)

Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Butuh Kreativitas (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika bersaing dengan Indomaret, Alfamart itu hampir selalu kalah. Khususnya dalam hal preferensi dari konsumen. Orang baru ke Alfamart kalau nggak nemu Indomaret. Dengan kata lain, minimarket merah-biru-kuning tersebut hanya sebatas plan B.

Padahal, Alfamart itu punya banyak potensi yang bisa bikin lebih banyak konsumen datang. Toh, mereka juga sudah buka cabang di Bangladesh juga, kan. Artinya, mereka itu memang menjadi salah satu pemain inti di persaingan minimarket.

Kalau saya punya uang tak terbatas dan bisa mengubah Alfamart, berikut ini beberapa hal yang akan saya rombak.

BACA JUGA: Panduan Membedakan Alfamart, Alfamidi, dan Alfaexpress. Mereka Serupa, tapi Tak Sama!

#1 Bikin Alfamart bertema

Alfamart itu terlalu polosan. Hampir setiap cabang itu tampak biasa-biasa saja. Bagian depan hingga interiornya seragam dan cenderung nggak menarik, alias nggak ada temanya.

Coba bandingkan dengan Indomaret yang punya beberapa cabang yang unik. Di Jogja, ada Indomaret ala-ala Kraton di Yudonegaran, lalu ada Indomaret di perbatasan Wonosobo-Temanggung yang menyajikan pemandangan Gunung Sindoro yang elok. Ada pula Indomaret di Kintamani dan Buleleng di Bali yang sama-sama punya pemandangan pegunungan yang gagah.

Tapi, kebanyakan cabang Alfamart memilih cara simple dengan sekadar berada di samping jalan raya. Simple tapi kurang impactful. 

Kalau bisa menentukan di mana Alfamart seharusnya ada, saya akan saya cari ruko dengan pemandangan ciamik tapi lokasinya tetap strategis. Dengan begitu, minimarket ini cepat viral, konsumen banyak yang berdatangan, sekaligus banyak yang loyal.

Baca Juga:

7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik

7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa, Jangan Dibeli daripada Kamu Kecewa dan Menderita

#2 Menyediakan ruang bersama

Berkaitan sama nomor sebelumnya, selain Alfamart itu plain atau polosan, banyak cabang yang belum menyediakan tempat sosial untuk konsumennya. Iya sih memang sudah ada Alfa X untuk konsumen yang butuh ruang diskusi atau bekerja. Tapi, apakah Alfa X menyediakan pengalaman yang sama kayak tempat sosial di Indomaret?

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, ada Indomaret Kintamani yang membuat kita bisa menikmati pemandangan Gunung Batur. Manajemen gerai ini justru dengan sengaja menyediakan tempat duduk-duduk di bagian belakang. Semata biar masyarakat yang selesai belanja bisa ikut memandangi Gunung Batur yang memanjakan mata.

Dengan menyediakan tempat sosial, penjualan di Alfamart juga bisa ikut meningkat, lho. Misalnya ada pengendara yang habis perjalanan jauh. Mereka yang awalnya hanya membeli air mineral jadi merasa pengin beli barang yang lain lagi karena nggak mau buru-buru pergi. Mereka pengin tinggal lebih lama untuk beristirahat melepas penat sambil menatap pemandangan yang cantik.

Ruang bersama yang akan saya bikin pun akan mirip dengan minimarket Korea atau serupa dengan beberapa cabang Indomaret Point. Akan ada meja-meja di bagian dalam dengan kursi-kursinya menghadap ke arah luar. Meja dan kursi ini juga akan saya pilih yang desainnya clean dan estetik biar konsumen makin betah.

Dengan begitu, Alfamart bukan sekadar jadi tempat mampir beli minum, tetapi bisa juga menjadi tempat nongkrong dan tempat recharge baterai sosial kita. Alfamart juga akan jadi lebih memorable, bukan sekadar minimarket yang cepat dan efisien.

BACA JUGA: 4 Kesalahan Interior Minimarket yang Bikin Pembeli Nggak Nyaman Berbelanja

#3 Rebranding Alfamart secara total

Dari mata konsumen, saya merasa Alfamart memang perlu rebranding total. Kalau perlu, rombak total juga. 

Ada beberapa sisi yang mirip, bahkan sama persis antara Alfamart dan Indomaret. Namun, Indomaret di beberapa hal menang telak. 

Misalnya, soal brand kopi yang mereka miliki. Indomaret punya Point Coffee, sementara Alfamart memiliki Bean Coffee. Dari dua ini, kita pun sudah tahu mana yang lebih populer di masyarakat, kan?

Mulai dari Bean Coffee, Alfamart akan saya rebranding total. Mulai dari diskon yang lebih jor-joran, setting up tempat yang lebih menarik, dan promosi yang lebih gencar. Dari yang saya lihat, tiga hal ini belum optimal. 

Selama ini, keluhan terbesar adalah mengenai pencahayaan mereka yang kurang. Dibandingkan Indomaret, lampu di Alfamart lebih remang-remang sehingga membuat konsumen malas untuk mampir. 

Solusi untuk ini, saya akan menambahkan lampu dalam jumlah yang pas, nggak kebanyakan juga. Tujuannya biar nggak remang-remang sekaligus nggak terlalu silau.

Selain itu, sebagian gerai Alfamart terlalu kecil sehingga penataan barangnya terkesan sangat berdekatan satu sama lain. Sumpek, konsumen jadi agak sulit untuk berpindah dari satu rak ke rak lain. 

Nggak jarang juga gerai yang kecil mengakibatkan kelengkapan barang kurang. Bagian ini sih bisa diperbaiki dengan mengatur ulang penataan barang serak-raknya. 

Kalau saya punya uang yang tak terbatas dan memang bisa mengubah Alfamart, minimarket dengan warna khas merah ini akan saya ubah menjadi ruang singgah urban.

Alfamart memang menjual barang. Tapi saat ini yang terjadi adalah orang datang, beli, lalu langsung pergi. Nggak ada alasan mereka untuk tinggal. Menurut saya, selain menjual barang, tentunya harus ada alasan juga bagi konsumen untuk tinggal.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Membayangkan yang Akan Terjadi jika Indomaret dan Alfamart Tidak Pernah Ada

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Maret 2026 oleh

Tags: alfa Xalfamartbean coffee alfamartindomaretkasir alfamartkursi alfamartrak alfamart
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

3 Tips Membeli Point Coffee dari Seorang Loyalis Indomaret, Salah Satunya Cari yang Ada Kursi di Depan Gerainya!

19 Januari 2026
5 Barang yang Seharusnya Dijual di Indomaret

5 Barang yang Seharusnya Dijual di Indomaret

25 Juni 2023
5 Tips Ampuh Menghindari Tukang Parkir di Indomaret Terminal Mojok

5 Tips Ampuh Menghindari Tukang Parkir di Indomaret

4 Januari 2021
4 Aturan Tidak Tertulis Saat Beli Kopi di Indomaret Point Coffee yang Perlu Diketahui

4 Aturan Tidak Tertulis Saat Beli Kopi di Indomaret Point Coffee yang Perlu Diketahui

28 April 2025
Tarik Uang di ATM Indomaret Memang Praktis, tapi Saya Merasa Kurang Aman Mojok.co

Tarik Uang di ATM Indomaret Memang Praktis, tapi Saya Merasa Kurang Aman

6 Mei 2025
7 Hal yang Bisa Dilakukan di Indomaret selain Belanja Mojok.co

Bisa Belanja di Indomaret Tanpa Memikirkan Harga Adalah Standar Kesuksesan yang Sebenarnya

16 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

9 Rekomendasi Mobil Bekas di Bawah 100 Juta Terbaik untuk Pemula Berkantong Cekak

Cari Mobil Bekas Murah buat Lebaran? Ini Motuba di Bawah 60 Juta yang Terbukti Nggak Rewel

14 Maret 2026
Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026
Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

19 Maret 2026
5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet Mojok.co

Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet

14 Maret 2026
Normalisasi Utang Koperasi demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah Seperti Keluarga Mojok.co

Normalisasi Utang Koperasi Kantor demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah seperti Keluarga

18 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah
  • Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku
  • Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik
  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.