Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kulon Progo Punya Pantai, tapi Tetap Kalah Jauh Dibanding Gunungkidul, Pantai di Sini Bikin Bingung Saking Biasanya!

Riko Prihandoyo oleh Riko Prihandoyo
9 Maret 2026
A A
Kulon Progo Punya Pantai, tapi Tetap Kalah Jauh Dibanding Gunungkidul, Pantai di Sini Bikin Bingung Saking Biasanya!

Kulon Progo Punya Pantai, tapi Tetap Kalah Jauh Dibanding Gunungkidul, Pantai di Sini Bikin Bingung Saking Biasanya! (Crisco 1492 via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Setiap ada teman dari luar kota datang ke Jogja dan bertanya pantai yang bagus di mana, saya hampir selalu mendengar jawaban yang sama: Gunungkidul. Bukan Bantul, apalagi Kulon Progo.

Bicara pantai di Jogja memang aneh. Pantai yang bagus memang adanya di Gunungkidul, padahal kalau bicara pantai paling ikonik di Jogja, jawabannya jelas Pantai Parangtritis, yang terletak di Bantul. Pantai ini sudah seperti wajah wisata pantai Jogja sejak dulu. Ombaknya besar, pasirnya hitam, dan suasananya punya aura yang entah kenapa selalu terasa sedikit mistis. Parangtritis juga relatif mudah dijangkau dari kota.

Sementara itu, Kulon Progo sebenarnya juga punya beberapa pantai. Salah satunya Pantai Glagah yang terkenal dengan tetrapod beton pemecah ombak itu. Dari foto-foto di internet, pantai ini kelihatan dramatis. Ombak besar menghantam beton, percikan air terbang ke mana-mana.

Tapi jujur saja, sebagai orang yang lumayan lama tinggal di Kulon Progo, saya sering merasa bingung sendiri kalau sedang di pantai-pantai sana, yaitu: sebenarnya, apa yang menarik di pantai-pantai ini?

BACA JUGA: 3 Alasan Orang Kota Jogja Lebih Suka Piknik ke Gunungkidul dibandingkan Kulon Progo

Nggak tau mau ngapain di pantai di Kulon Progo

Saya pernah beberapa kali mampir ke Pantai Congot, salah satu pantai yang terkendal di Kulon Progo. Biasanya, yang saya lakukan di pantai itu cuma duduk sebentar di warung pinggir pantai, minum es teh, melihat ombak yang datang dan pergi, lalu pulang. Iya, beneran gitu doang. Nggak ada kegiatan lain.

Bukan karena pantainya jelek. Lautnya tetap luas, anginnya kencang, dan suasananya khas pantai selatan. Tapi setelah duduk sekitar dua puluh menit, biasanya muncul satu pertanyaan sederhana di kepala: habis ini mau ngapain lagi?

Pertanyaan itu muncul mungkin karena saking biasanya pantai di Kulon Progo. Atau memang tidak punya vibes yang sama dengan pantai-pantai di Gunungkidul. Kalau pantai di Selatan, jelas lah memunculkan vibes liburan. Di KP sih, kok, nggak kerasa ya.

Baca Juga:

Kulon Progo Cocok untuk Orang Mumet karena Ada 6 Tempat Ajaib Ini 

3 Tempat Wisata Gunungkidul yang Layak Dikunjungi Berkali-kali

Jadinya malah gini: Pantai di Kulon Progo sering terasa seperti tempat mampir, bukan tempat tujuan.

Pesawat pun tak menyelamatkanmu

Satu hal yang sebenarnya cukup unik dari pantai di sana adalah pemandangan pesawat. Terutama kalau sedang berada di Pantai Glagah yang letaknya tidak jauh dari Bandara Internasional Yogyakarta.

Kadang saat duduk di tepi pantai, kita bisa melihat pesawat melintas cukup rendah sebelum mendarat atau setelah lepas landas. Ombak besar di depan, pesawat lewat di langit—kombinasi yang sebenarnya cukup menarik.

Masalahnya, bahkan dengan bonus pemandangan pesawat seperti itu, pantai di Kulon Progo tetap terasa tidak seramai pantai-pantai di Gunungkidul. Begitu sekali saja pergi ke Gunungkidul, saya langsung paham kenapa orang-orang selalu merekomendasikan tempat itu. Salah satu yang pernah saya kunjungi adalah Pantai Drini.

Begitu sampai, suasananya terasa berbeda. Pasirnya putih kecoklatan, bukan hitam seperti di Bantul atau Kulon Progo. Pantainya juga diapit tebing karst yang membuatnya terasa seperti teluk kecil. Di Gunungkidul, setiap pantai rasanya punya karakter sendiri. Ada yang tersembunyi di balik bukit, ada yang pasirnya luas, ada yang ombaknya relatif lebih tenang.

Sementara pantai di Bantul dan Kulon Progo kebanyakan langsung menghadap laut selatan yang terbuka. Garis pantainya panjang, ombaknya besar, pasirnya gelap. Secara visual memang gagah, tapi pengalaman yang dirasakan sering tidak jauh berbeda antara satu pantai dan pantai lainnya.

Kalau harus jujur, pantai di Bantul sebenarnya masih punya “cerita”. Parangtritis misalnya, bukan hanya soal laut dan pasir. Ada sejarah, ada mitos, ada suasana yang membuat orang tetap ingin datang. Sedangkan pantai di Kulon Progo, ya tidak. Ia sering terasa seperti ruang luas yang tenang. Cocok untuk duduk sebentar, melihat ombak, atau menunggu pesawat melintas di langit dekat YIA.

Jadi ya, sampai kapan pun, kayaknya, kalau bicara pantai indah, Gunungkidul akan selalu jadi top of mind, dan itu wajar. Kulon Progo tak perlu iri, karena ya, sudah beda spek. Mau protes juga nggak bisa, jadi ya, nikmati saja ketenangan ini.

Penulis: Riko Prihandoyo
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kulon Progo Cocok untuk Orang Mumet karena Ada 6 Tempat Ajaib Ini 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat

Terakhir diperbarui pada 9 Maret 2026 oleh

Tags: pantai congotpantai di gunungkidulpantai di kulon progopantai glagah
Riko Prihandoyo

Riko Prihandoyo

Bekerja membantu usaha orang lain sambil menempuh pendidikan di Universitas Terbuka. Menulis ketika suasana hati memberi ruang, sembari terus belajar menyemangati diri sendiri.

ArtikelTerkait

Kulon Progo Cocok untuk Orang Mumet karena Ada 6 Tempat Ajaib Ini Mojok.co

Kulon Progo Cocok untuk Orang Mumet karena Ada 6 Tempat Ajaib Ini 

11 Februari 2026
Drini Park, Tempat Wisata Viral di Gunungkidul yang Cukup Dikunjungi Sekali Saja

Drini Park, Tempat Wisata Viral di Gunungkidul yang Cukup Dikunjungi Sekali Saja

26 November 2025
Pantai Gunungkidul (Memang) Menawan, tapi Menyimpan Bahaya yang Nggak Boleh Disepelekan oantai di gunungkidul

Pantai Gunungkidul Itu Punya Tipe Masing-masing, Kenali Dulu biar Liburan Nggak Berakhir Nangis di Pojokan

18 Juni 2025
3 Tempat Wisata Gunungkidul yang Layak Dikunjungi Berkali-kali

3 Tempat Wisata Gunungkidul yang Layak Dikunjungi Berkali-kali

6 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gudeg Adalah Makanan Khas Jogja Paling Mengecewakan (Unsplash)

Gudeg Adalah Makanan Khas Jogja Paling Mengecewakan, Mending Makan Mangut Lele atau Bakmi Jawa kalau Pertama Kali Kulineran di Jogja

9 Maret 2026
5 Alasan Orang Kabupaten Bogor Malas Bepergian ke Ibu Kotanya, Cibinong, dam Lebih Memilih ke Kota Bogor Mojok.co surabaya

Kota Bogor Tak Cocok buat Orang Surabaya Liburan, Surabaya Jauh Lebih Rapi ketimbang Bogor!

4 Maret 2026
Bantu yang Bawah, tapi Jangan Ganggu yang Atas

Bantu yang Bawah, tapi Jangan Ganggu yang Atas

8 Maret 2026
5 Makanan Khas Magelang yang Tidak Pernah Mengecewakan (Wikimedia Commons)

5 Makanan Khas Magelang yang Paling Direkomendasikan untuk Pendatang, Dijamin Nggak Bikin Kecewa

3 Maret 2026
Tuhan Bersama Mahasiswa yang Sibuk Mengejar IPK (Unsplash)

Tuhan Bersama Mahasiswa yang Sibuk Mengejar IPK, tapi Masih Bingung Mau Jadi Apa

9 Maret 2026
KA Sri Tanjung, Kereta Ekonomi Tempatnya Penumpang-penumpang “Aneh” Mojok.co

KA Sri Tanjung, Kereta Ekonomi Tempatnya Penumpang-penumpang “Aneh”

3 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Rasa Sanga (5): Docang, “Makanan Orang Susah” yang Lekat dengan Ajaran Rendah Hati Sunan Gunung Jati
  • Sebagai Warlok Jogja, Saya Tidak Sedih karena Tak Bisa Mudik tapi Jengkel Satu Indonesia Pindah ke Jogja
  • Sarjana Ekonomi Pilih Berjualan Ayam Penyet, Sempat Diremehkan Banyak Orang, tetapi Bisa Untung 3x Lipat UMR dan Kalahkan Gaji Pekerja Kantoran
  • Tak Ikut Tukar Uang Baru buat THR ke Saudara karena Tradisi Toxic: Pilih Jadi Pelit, Dibacotin tapi Bahagia karena Aman Finansial
  • Mendambakan Menjadi Seperti Vidi Aldiano, Cara Hidup dan Pergi bikin “Iri” Banyak Orang
  • Kumpul Keluarga Jadi Ajang Menambah “Dosa”: Dengar Saudara Flexing hingga Pura-pura Sukses agar Tidak Dihina Tetangga di Desa

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.