Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Bagi-Bagi Takjil yang Niatnya Mulia tapi Kadang Bikin Jalanan Jadi Macet dan Ricuh

Ramanda Bima Prayuda oleh Ramanda Bima Prayuda
7 Maret 2026
A A
Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar Mojok.co

Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Setiap Ramadan, pinggir jalan mendadak berubah jadi titik sedekah. Orang-orang berdiri membawa kotak takjil, menyetop motor yang lewat, lalu membagikan kolak, kurma, atau gorengan dengan wajah sumringah. Niatnya jelas mulia yaitu berbagi rezeki kepada mereka yang mungkin belum sempat sampai rumah saat azan magrib tiba. Tapi di beberapa tempat, pemandangan hangat itu kadang berubah agak kacau.

Motor melambat mendadak, mobil ikut menepi, antrean kendaraan memanjang, dan jalanan yang tadinya lancar tiba-tiba macet seperti ikut “berbuka” lebih cepat. Sedekahnya tetap baik, hanya saja kadang cara membaginya membuat jalan raya ikut jadi korban suasana Ramadan.

Sedekah di pinggir jalan yang kadang lebih mirip operasi penyekatan

Setiap Ramadan, jalanan mendadak berubah fungsi. Selain sebagai jalur kendaraan, ia juga jadi tempat paling populer untuk menunaikan niat baik bernama bagi-bagi takjil. Masalahnya, niat baik itu sering dilakukan dengan metode yang cukup mengejutkan. Berdiri di pinggir jalan sambil melambaikan kotak makanan ke pengendara yang bahkan belum sempat mengerem. Dari jauh memang terlihat hangat, tapi dari dekat rasanya seperti sedang melewati razia dadakan yang petugasnya membawa kolak.

Saya pernah melambatkan motor karena melihat kerumunan di depan. Awalnya saya kira ada kecelakaan. Ternyata bukan, sekelompok orang berdiri di tengah jalan dengan senyum tulus sambil membagikan takjil ke siapa saja yang lewat. Akhirnya kendaraan di belakang ikut melambat, beberapa bahkan berhenti total, dan dalam lima menit suasananya sudah mirip antrean parkir gratis di mal saat diskon besar.

BACA JUGA: 9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli

Detik-detik menjelang magrib yang mendadak jadi arena rebutan takjil

Mendekati waktu berbuka, suasana jalanan memang selalu berubah. Orang yang pulang kerja ingin cepat sampai rumah, anak kos ingin cepat sampai warteg, dan pengendara motor mulai menghitung jarak dengan waktu azan. Di tengah kondisi itu, pembagian takjil kadang muncul seperti event kejutan yang tidak pernah diumumkan sebelumnya.

Awalnya semua terlihat tertib. Pengendara berhenti sebentar, menerima satu bungkus makanan, lalu melanjutkan perjalanan. Tapi ketika jumlah orang yang datang lebih banyak dari takjil yang tersedia, suasananya bisa berubah cepat. Ada yang mendekat lebih dulu, ada yang memotong antrean, ada juga yang tiba-tiba berhenti di tengah jalan demi memastikan dirinya kebagian.

Dalam beberapa menit, kegiatan berbagi yang niatnya mulia bisa berubah seperti flash sale yang lupa pakai sistem nomor antrean.

Baca Juga:

Bukber Itu Cuma Akal-akalan Kapitalisme, Kalian Cuma Dibodohi, dan Anehnya, Kalian Nurut!

5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli

Bagi-bagi takjil: antara ibadah sosial dan konten media sosial

Tidak bisa dimungkiri, kegiatan bagi-bagi takjil sekarang sering datang dalam satu paket lengkap dengan dokumentasi. Ada yang membawa kamera, ada yang sibuk mengatur angle, bahkan kadang pembagian takjilnya sempat dihentikan sebentar karena perlu diulang demi mendapatkan gambar yang lebih bagus.

Saya pernah melihat satu adegan yang cukup unik. Seorang pengendara sudah menerima takjil dan hampir jalan, tapi diminta berhenti sebentar karena kameranya belum siap. Akhirnya bungkus makanan itu diserahkan lagi dengan pose yang lebih rapi, senyum yang lebih lebar, dan ekspresi syukur yang sedikit lebih dramatis. Di situ saya sadar bahwa sedekah di zaman sekarang kadang juga punya jadwal tayang.

Pengendara yang bingung harus ngerem atau ikut antre

Bagi orang yang hanya ingin lewat, situasinya sering serba salah. Dari jauh terlihat ada kerumunan di pinggir jalan, tapi tidak jelas apakah itu pembagian takjil atau sekadar orang yang lagi ngobrol ramai-ramai. Ketika sudah mendekat, baru kelihatan ada tangan yang menyodorkan makanan ke arah pengendara.

Di titik itu muncul dilema kecil yang cukup membingungkan. Kalau berhenti, takut menambah kemacetan di belakang. Kalau tidak berhenti, rasanya seperti menolak rezeki yang sudah diulurkan. Akhirnya banyak orang memilih solusi paling aman yaitu melambat sebentar, tersenyum canggung, lalu melaju lagi sambil berharap tidak dianggap sebagai manusia yang kurang menghargai kebaikan.

BACA JUGA: 5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli

Niat baiknya tetap perlu cara yang lebih tertata

Tradisi bagi-bagi takjil sebenarnya selalu menyenangkan untuk dilihat. Ia menunjukkan bahwa di tengah kesibukan dan kemacetan kota, masih ada orang yang mau berbagi tanpa pamrih. Masalahnya cuma satu, jalan raya bukan tempat yang paling ideal untuk menghentikan arus kendaraan hanya demi membagikan kolak dan gorengan.

Bukan berarti kegiatan ini harus dihentikan. Justru sebaliknya, akan jauh lebih terasa manfaatnya kalau dilakukan dengan cara yang sedikit lebih tertata. Misalnya tidak berdiri di tengah jalur kendaraan, tidak membuat orang harus mengerem mendadak, dan tidak mengubah jalan pulang orang lain menjadi sesi latihan kesabaran.

Pada akhirnya, sedekah yang baik itu bukan cuma soal niat, tapi juga soal memastikan kebaikannya tidak ikut membuat orang lain susah di jalan.

Penulis: Ramanda Bima Prayuda
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Saya Nonmuslim dan Gemar War Takjil seperti Banyak Meme yang Viral Itu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Maret 2026 oleh

Tags: bagi-bagi takjilRamadantakjil
Ramanda Bima Prayuda

Ramanda Bima Prayuda

Mahasiswa Sarjana Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang.

ArtikelTerkait

Mari Bersepakat Sirup Kurnia Adalah Sirup Paling Terkenal di Medan terminal mojok

Mari Bersepakat Sirup Kurnia Adalah Sirup Paling Terkenal di Medan

16 April 2021
mahasiswa rantau

Menikmati Ramadan Sebagai Mahasiswa Rantau

22 Mei 2019
5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli terminal

5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli

24 Februari 2026
7 Ide Jualan Takjil yang Diprediksi Bakal Laris di Bulan Puasa Tahun Ini

7 Ide Jualan Takjil yang Diprediksi Bakal Laris di Bulan Puasa Tahun Ini

22 Februari 2025

Pabukon: Spot Cari Takjil Paling Banyak Diserbu Anak Unpad

25 April 2020
Buku Agenda Ramadan, Membuat Saya Pernah Dikatain Kafir. #TakjilanTerminal10 terminal mojok.co

Buku Agenda Ramadan, Membuat Saya Pernah Dikatain Kafir. #TakjilanTerminal10

17 April 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Personal Branding Itu Tidak Penting

Personal Branding Itu Tidak Penting

6 Maret 2026
Lontong Kupang Kuliner Red Flag Jawa Timur, tapi Banyak yang Suka Mojok.co

Lontong Kupang Makanan Jawa Timur Paling Red, tapi Anehnya Banyak yang Suka

3 Maret 2026
Pembagian Warisan Bisa Bikin Kaya Mendadak Sekaligus Tiba-tiba Kehilangan Saudara Mojok.co

Pembagian Warisan Bisa Bikin Kaya Mendadak Sekaligus Tiba-tiba Kehilangan Saudara

1 Maret 2026
Ternyata Bulan Puasa dan Lebaran Tidak Lagi Sama Setelah Orang Tersayang Tiada, Tradisi Banyak Berubah dan Jadi Nggak Spesial Mojok.co

Ternyata Bulan Puasa dan Lebaran Tidak Lagi Sama Setelah Orang Tersayang Tiada, Tradisi Banyak Berubah dan Jadi Nggak Spesial

3 Maret 2026
Apakah Konflik Iran-Amerika Bakal Ganggu Ibadah Haji Indonesia?

Apakah Konflik Iran-Amerika Bakal Ganggu Ibadah Haji Indonesia?

4 Maret 2026
Iran, Amerika, dan Israel: Tiga Visi Dunia yang Bertabrakan

Iran, Amerika, dan Israel: Tiga Visi Dunia yang Bertabrakan

2 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Hal Paling Berat dari Mudik Bukan Pertanyaan atau Dibandingkan di Reuni Keluarga, Tapi Ortu Makin Renta dan Pamitan ke Perantauan
  • Derita Anak Rantau di Jogja: Sulit Cari Kos Murah, Nyaris Terjebak Dunia Gelap, hingga Temukan “Berkah” di Masjid
  • Bela-belain Kuliah di UGM Sampai Kena Mental demi Bahagiakan Ayah Ibu yang Hanya Lulusan SD hingga Jadi Wisudawan Terbaik
  • KA Ambarawa Ekspres Andalan Bonek Tempuh “Jalan Kegilaan” di Rute Grobogan – Pasarturi, Demi Ziarah ke Rumah Kedua
  • Menertawakan Usia 30 Tahun Bersama Priska Baru Segu Lewat “Pertigapuluhan” di Yogyakarta
  • Lebaran, Momen yang Ingin Saya “Skip” dari Kehidupan karena Hanya Berisi Trauma dan Kesedihan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.