Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Politik

Iran, Amerika, dan Israel: Tiga Visi Dunia yang Bertabrakan

Ahmad Irfani oleh Ahmad Irfani
2 Maret 2026
A A
Iran, Amerika, dan Israel: Tiga Visi Dunia yang Bertabrakan
Share on FacebookShare on Twitter

“The world cannot afford another war in the Gulf.”
— Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal PBB

Konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel tidak bisa dipahami hanya sebagai rentetan serangan militer atau manuver diplomatik. Konflik ini melibatkan tiga imajinasi politik besar yang dibentuk oleh sejarah, trauma, dan ambisi yang berbeda. Di permukaan, yang terlihat adalah rudal, embargo, dan retorika keras. Namun jika dilihat lebih dalam, yang sesungguhnya bertabrakan adalah cara memandang dunia.

Amerika Serikat berdiri di atas visi imperium liberal yang lahir setelah Perang Dunia II. Sejak saat itu, Washington memosisikan diri sebagai penjaga tatanan internasional: jalur perdagangan harus terbuka, energi global harus aman, sekutu harus terlindungi, dan kekuatan regional yang dianggap mengganggu stabilitas harus dikendalikan. Dalam kerangka ini, Iran dipandang bukan sekadar negara berdaulat, melainkan aktor yang menantang arsitektur keamanan global yang dipimpin Barat.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, Iran dibentuk oleh memori Revolusi 1979—sebuah momen yang mengubahnya dari sekutu Barat menjadi simbol perlawanan terhadap dominasi global. Bagi elite politik Iran, intervensi asing di masa lalu adalah bukti bahwa kedaulatan hanya bisa dijaga dengan sikap konfrontatif. Perlawanan menjadi identitas; konfrontasi menjadi bahasa politik.

Israel membawa beban sejarah yang berbeda lagi. Lahir dari trauma Holocaust dan perang bertubi-tubi sejak berdiri tahun 1948, doktrin keamanannya dibangun atas prinsip pencegahan dini. Ancaman yang dibiarkan tumbuh hari ini dapat menjadi kehancuran esok hari. Dalam kerangka Israel, keamanan adalah persoalan eksistensial, bukan sekadar pilihan kebijakan.

“The use of force in international relations should not be abused.”
— Wang Yi, Menteri Luar Negeri China

Ketiga visi ini saling berhadapan tanpa titik temu. Amerika takut kehilangan kendali atas tatanan globalnya. Iran takut kembali berada dalam bayang-bayang dominasi asing. Israel takut menghadapi ancaman yang tidak bisa dibalikkan. Masing-masing merasa bertahan hidup. Masing-masing merasa berada di sisi yang benar dalam sejarahnya sendiri.

Namun rasa takut tidak otomatis menjadi legitimasi. Dalam hukum internasional modern, penggunaan kekuatan militer antarnegara hanya dibenarkan dalam dua keadaan: pembelaan diri terhadap serangan bersenjata yang nyata dan segera, atau mandat Dewan Keamanan PBB. Serangan yang didasarkan pada kekhawatiran masa depan—pada ancaman yang belum terjadi—adalah wilayah yang sangat kontroversial.

Jika prinsip “menyerang duluan karena takut” diterima sebagai norma, maka sistem internasional akan berubah menjadi arena kecurigaan permanen. Setiap negara dapat mengklaim ancaman dan melancarkan serangan preventif. Hukum akan kalah oleh kalkulasi kekuatan.

“This action was a grave violation of international law.”
— Vladimir Putin, Presiden Rusia

Apakah stabilitas bisa dibangun melalui serangan sepihak? Sejarah menunjukkan bahwa perang yang dimulai atas nama pencegahan sering kali justru melahirkan konflik yang lebih luas, korban sipil yang lebih banyak, dan kebencian yang lebih dalam. Amerika mungkin berbicara tentang stabilitas. Israel mungkin berbicara tentang keamanan. Namun keamanan yang dibangun di atas pelanggaran aturan bersama tidak akan menghasilkan ketertiban yang sah, melainkan preseden berbahaya.

Baca Juga:

Selain Minyak, Inilah Industri yang Berpotensi Anjlok Efek dari Perang Dunia Ketiga

Perang Iran Israel: Meledak di Langit, Imbasnya Dirasakan Warga Bantul yang Lagi Bingung Caranya Beli Gas 3 Kilo

Stabilitas tidak lahir dari peluru pertama.
Keamanan tidak tumbuh dari pelanggaran hukum yang disepakati bersama.

Dan karena itu, apa pun dalihnya, serangan Amerika dan Israel terhadap Iran tidak bisa dibenarkan.

Terakhir diperbarui pada 2 Maret 2026 oleh

Tags: Amerikairanisraelkonflik negaraserangan militervisi dunia
Ahmad Irfani

Ahmad Irfani

Penyuka sepakbola dan pengamat perkembangan dunia teknologi informasi.

ArtikelTerkait

Pilpres Indonesia Lebih Layak Dijadikan Box Office Ketimbang Pilpres Amerika terminal mojok.co

Pilpres Indonesia Lebih Layak Dijadikan Box Office Ketimbang Pilpres Amerika

5 November 2020
Kali Ini Beneran “It’s Coming Home”, kan, Inggris_ (Unsplash)

Kali Ini Beneran “It’s Coming Home”, kan, Inggris?

22 November 2022
Pedoman Singkat Memahami Penjajahan Israel untuk Golongan Netral dan Pemuja Zionis Goblok Sok Edgy

Pedoman Singkat Memahami Penjajahan Israel untuk Golongan Netral dan Pemuja Zionis Goblok Sok Edgy

9 November 2023
Hari Gini kok Masih Ada yang Debat Israel Benar atau Salah, Apakah Fetish-mu Adalah Terlihat Goblok?

Hari Gini kok Masih Ada yang Debat Israel Benar atau Salah, Apakah Fetish-mu Adalah Terlihat Goblok?

13 Oktober 2024
Obituari Aaron Bushnell: Dia Tidak Gugur, tapi Menjadi Pengingat yang Akan Mengutuk Israel hingga Hancur!

Obituari Aaron Bushnell: Dia Tidak Gugur, tapi Menjadi Pengingat yang Akan Mengutuk Israel hingga Hancur!

27 Februari 2024
Indonesia Harus Belajar dari Kegagalan Amerika Serikat dalam Pelarangan Minuman Alkohol terminal mojok.co

Kita Harus Belajar dari Kegagalan Amerika dalam Pelarangan Minuman yang Mengandung Alkohol

19 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Yamaha Gear Ultima 125 Terlahir untuk Pejuang Rupiah

Yamaha Gear Ultima 125 Terlahir untuk Memahami Perjuangan Pejuang Rupiah di Atas Aspal

25 Juni 2026
Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Gandus Palembang, Bau Pabrik Karet hingga Berasa Dipanggang Matahari Terminal

Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Gandus Palembang, Bau Pabrik Karet hingga Berasa Dipanggang Matahari

30 Juni 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co pasar rebo

Udara Bersih, Hak Asasi yang Cuma Bisa Dirasakan Warga Depok Sebulan Sekali

28 Juni 2026
Como 1907 Memang Tempat yang Pas untuk Nico Paz  

Como 1907 Memang Tempat yang Pas untuk Nico Paz  

27 Juni 2026
8 Kuliner Legendaris di Solo yang Sering Disebut dan Beneran Enak  Mojok.co

8 Kuliner Legendaris di Solo yang Sering Disebut dan Beneran Enak 

28 Juni 2026
Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah di Luar Kota Demi Kejar Gengsi Mojok.co

Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah ke Luar Kota Demi Kejar Gengsi

27 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.