Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

Arsyindah Farhan oleh Arsyindah Farhan
5 Februari 2026
A A
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kita sepakat sulit ngasih 2 ribu ke tukang parkir dan pak ogah, apalagi yang nggak mau kerja. Tapi kalau kerjanya bagus, well, oke-oke saja kan?

In this economy, dua ribu rupiah itu berharga, apalagi di Jakarta. Bisa buat beli sebutir telur di warung Madura. Kalau ditabung dengan rajin, mungkin bisa buat beli rumah.

Sayangnya, ada orang (sok) bijak yang bilang kalau kehilangan dua ribu rupiah nggak akan membuatmu miskin. Iya sih, cuma tergantung dulu buat apanya. Kalau diperuntukkan untuk orang yang nggak layak, kan bikin nggak ikhlas. Apalagi, buat bayar tukang parkir liar dan Pak Ogah yang nggak ada fungsinya.

Pelit? Nggak juga. Saya ikhlas-ikhlas saja ngasih tukang parkir dan Pak Ogah selama mereka ada gunanya. Pertanyaannya, seperti apa sih tukang parkir “yang kerja”?

#1 Tukang parkir yang kelihatan kerjanya

Saya pernah lihat di media sosial, ada tukang parkir yang rela modal kantung plastik. Tanpa diminta, ia membungkus helm pengendara motor dengan plastik. Kalau-kalau hujan, helm pemotor aman dan minim basah. Nah, kalau yang kayak gitu, barulah saya ikhlas banget.

Tapi, pengalaman kita selama ini kan nggak begitu. Boro-boro ketemu yang model begitu, yang kerja sesuai jobdesc aja jarang.

Parkir sendiri, usaha mengeluarkan kendaraan sendiri. Tukang parkir baru muncul dan menagih uang saat kita terlihat mau pergi. Mau nggak ngasih, mukanya pada sangar-sangar. Daripada ribut, biarin deh dua ribu rupiah saya melayang. Cuma kalau ditanya ikhlas, kayaknya sulit.

Pak Ogah juga banyak yang kerjanya cuma mejeng di jalan pertigaan dan perempatan. Sedikit pun nggah bisa ngatur jalan. Cuma modal bungkus snack dibalik. Kalau nggak, mereka pakai kaleng bekas cat ukuran kecil sambil digoyang-goyang dan disodorkan ke pengendara.

Baca Juga:

Jalan-jalan di Surabaya Itu Mudah dan Murah, tapi Jadi Mahal karena Kebanyakan Tukang Parkir Liar

4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sebenarnya Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya 

BACA JUGA: Melacak Sejak Kapan Profesi Tukang Parkir yang Nyebelin itu Ada di Indonesia

#2 Mangkal di tempat yang memang dibutuhkan

Bukan mendukung dua pekerjaan ini, tapi jujur, kadang keberadaan mereka berguna. Banyak jalan pertigaan dan perempatan di Jakarta yang terbantu dengan keberadaan Pak Ogah. 

Kawasan tempat tinggal saya banyak toko. Sudah pasti, banyak tukang parkirnya. Yang saya lihat, tukang parkir yang ada membantu banget kendaraan yang mau parkir dan keluar parkiran. Biar nggak bentrok antara yang mau keluar parkiran dan kendaraan yang ada di jalan raya.

Selama mangkal di tempat yang memang butuh peran tukang parkir dan Pak Ogah, saya rasa sah-sah saja. Berarti mereka bisa memanfaatkan kondisi untuk cari rezeki. Apalagi kalau seolah sudah dapat izin tak tertulis dari warga sekitar. Kalau mangkalnya di tempat yang sepi kendaraan, trus jelas-jelas ada tulisan parkir gratisnya, itu mah pemerasan.

BACA JUGA: Iseng Jadi Tukang Parkir di Jogja Saat Pertandingan PSIM Jogja, Kerja Enteng Cuma Beberapa Jam Dapat Cuan lebih dari UMR Buat Jajan dan Beli Rokok Enak

#3 Bantu seberangi orang tanpa diminta

Menjadi pejalan kaki di Jakarta, agak bahaya. Banyak pengendara yang nggak mau ngalah. Apalagi, pas mau menyeberang. Makanya kalau ada orang random yang bantu saya menyeberang di jalanan, saya terharu.

Pas tinggal di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur, ada satu Pak Ogah yang biasa saya lihat. Dia biasa bantu atur lalu lintas di perempatan dekat SPBU. Nggak cuma jadi Pak Ogah buat dapat duit, saya perhatikan dia selalu bantu orang di sekitarnya yang mau menyeberang. Bahkan, saya pernah ketemu dia bukan di tempat mangkalnya. Saya mau menyeberang buat jalan pulang ke rumah. Tanpa basa-basi, dia langsung bantu.

Beberapa kali juga saya pernah dibantu menyeberang oleh tukang parkir sekitar. Meskipun nggak sempat ngasih duit, rasanya saya ikhlas kalau mereka dapat uang dari pekerjaan mereka itu. Soalnya berdasarkan pengalaman saya, cukup jarang orang yang mau bantu penyeberang di Jakarta ini.

Sebenarnya nggak baik membiasakan diri ngasih duit ke tukang parkir liar dan Pak Ogah. Nanti, mereka makin menjamur. Cuma biar bagaimanapun, saya masih sering lemah hati. Apalagi, kalau lihat tukang parkir dan Pak Ogah yang ada faedahnya. Bukan yang malah malak berkedok tukang parkir dan Pak Ogah. Yang kayak gitu mah harusnya musnah aja.

Penulis: Arsyindah Farhan
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Tips Ampuh Menghindari Tukang Parkir di Indomaret

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Februari 2026 oleh

Tags: pak ogahpenghasilan pak ogahpenghasilan tukang parkirTukang Parkirtukang parkir liar
Arsyindah Farhan

Arsyindah Farhan

Tukang kue yang suka menuangkan unek-uneknya lewat tulisan. Kuliah keguruan, tapi akhirnya lebih pilih bisnis home made biar bisa menemani ibu di rumah.

ArtikelTerkait

4 Hal yang Bikin Saya Menderita Tinggal di Palembang loker palembang tukang parkir

Ngerinya Tukang Parkir Palembang: Jangan Sekali-kali Nolak Bayar Parkir kalau Nggak Mau Wajah Anda Dirobek!

20 Maret 2024
kota malang tipe tukang parkir

3 Tipe Tukang Parkir yang Kita Temui dalam Kehidupan Sehari-hari

16 Mei 2020
Tukang Parkir Liar Nggak Hanya Bikin Pengendara Sebel, tapi Juga Bikin Pengusaha Kecil Bangkrut tempat parkir ilegal tukang parkir atm, capres surabaya bogor, kota malang polisi cepek qris parkir indomaret

Wahai para Tukang Parkir Liar, Kasih Kardus ke Jok Motor Kami biar Nggak Kepanasan, Modal Kardus Tak Akan Membuatmu Miskin!

22 Juli 2024
Menimbang Hukuman yang Tepat Bagi Tukang Parkir Ngepruk di Acara Haul Solo Mojok.co

Menimbang Hukuman Paling Sesuai untuk Tukang Parkir yang Pasang Tarif Tinggi di Acara Haul Solo

12 November 2023
Tukang Parkir Liar Nggak Hanya Bikin Pengendara Sebel, tapi Juga Bikin Pengusaha Kecil Bangkrut tempat parkir ilegal tukang parkir atm, capres surabaya bogor, kota malang polisi cepek qris parkir indomaret

3 Tempat yang Seharusnya Tidak Perlu Ada Tukang Parkir

11 November 2024
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

Jangan-jangan, Kita Ini Sebenarnya Butuh Tukang Parkir dan Nggak Benci sama Mereka

8 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bahaya di Gamping Sleman- Ketika Anak Muda Pesimis Hidup (Unsplash)

Bahaya yang Saya Lihat di Gamping Sleman: Ketika Anak Muda Pesimis dengan Kondisi Ekonomi dan Lari ke Judol Sebagai Pelampiasan

1 Juni 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Lulusan UIN Sulit Cari Kerja Itu Mitos, Kenyataan Membuktikan Sebaliknya!

5 Juni 2026
5 Kuliner Malang yang Jarang Disantap Warga Lokal, bahkan Dihindari Mojok.co

Malang Dingin Itu Seharusnya Wajar, tapi Kini Justru Jadi Anomali

3 Juni 2026
5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan 

4 Juni 2026
Orang Salatiga vs Kabupaten Semarang Siapa yang Suka Bohong (Unsplash)

Salatiga Memang Dicap Numpang wisata Daerah Kabupaten Semarang, tapi Warga Kabupaten Semarang Lebih Parah karena Ngaku-ngaku dari Salatiga

31 Mei 2026
Suzuki GSX-R150, Motor Sport untuk Kalian yang Muak dengan Honda CBR dan Yamaha R15 suzuki hayate 125 motor suzuki shogun 110 suzuki access 125 motor suzuki nex crossover suzuki nex II

Suzuki Nex II Benar-benar Nggak Tahu Diri, Harganya Lebih Mahal dari Honda BeAT, tapi Fiturnya Masih Saja Tertinggal  

6 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.