Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

Alifia Putri Nur Rochmah oleh Alifia Putri Nur Rochmah
3 Februari 2026
A A
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Kebumen, sebagaimana daerah lainnya, punya mitos-mitos yang sering dianggap lebay atau karangan warga desa yang kebanyakan garuk-garuk kepala sambil ngopi. Tapi kalau dicek lebih dalam dengan data beneran, bukan cuma dari grup WA keluarga ternyata banyak yang punya akar sejarah, tragedi nyata, atau bukti empiris yang bikin bulu kuduk merinding.

Kebumen, kota lintas selatan yang dilewati mudik tapi jarang dituju, ternyata menyimpan cerita yang “benar-benar ada”. Bukan dalam arti ada penampakan kuntilanak terekam 4K 60fps, tapi punya bukti fisik, saksi mata, atau dampak sosial yang bisa diukur. Dan ini yang bikin menarik mitosnya nggak sepenuhnya hoax.

Kota singgah yang macetnya nyata, bukan perasaan

Katanya Kebumen cuma kota singgah, bukan tujuan. Ini bener banget, dan datanya ada.

Jalur Lintas Selatan (JJLS) sepanjang 55,87 km lintasi 8 kecamatan, Jalur Nasional 60 km, dan Daendels 40 km jadi rawan macet mudik setiap Lebaran. Polres Kebumen catat ribuan kendaraan lewat setiap tahun, dan BPS Jateng 2025 sebut lalu lintas lintas selatan naik signifikan year-on-year.

Warga lokal udah hafal banget deru truk malam-malam. Kadang lebih riuh dari pasar pagi. Tapi ini juga bukti Kebumen hidup bukan mati kutu seperti yang sering digosipkan di internet. Cuma memang, ya gitu, orang lewat doang, jarang yang mampir beli oleh-oleh.

Jadi mitos “Kebumen itu cuma dilewatin aja” ternyata ada datanya. Sedih sih, tapi ya gimana lagi. Setidaknya dapat rejeki dari warung pinggir jalan yang jual kopi sama gorengan.

Sunyi malam yang diukur angka

Mitos ini terhitung mitos klasik, yaitu pada jam 9 malam, Kebumen udah kayak kota zombie. Dengan keadaan sepi, gelap, cuma ada suara jangkrik.

Fakta lapangannya, desa terpencil seperti di Gombong memang sepi banget, itu bener. Tapi café hits di pusat kota buka sampai tengah malam, dan data BPS 2025 tunjukkin aktivitas ekonomi malam naik berkat wisata.

Baca Juga:

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi

Jadi sunyi ini bukan berarti kosong total. Ini lebih ke ritme alami dengan populasi 1,41 juta jiwa tersebar di 26 kecamatan, dengan urbanisasi rendah (~35%). Warga lebih suka nongkrong di warung kopi tradisional daripada mall dan itu bikin kota ini bernapas pelan, tapi pasti.

Sunyi di Kebumen bukan tanda ketinggalan zaman. Ini lebih mirip kota yang menolak berisik kalau tidak perlu.

Waduk Sempor Kebumen: tumbal nyawa bukan karangan

Ini yang paling ngeri dan paling nyata. Ada mitos bahwa Waduk Sempor angker, butuh tumbal. Dengernya udah biasa aja, kan? Klasik banget. Waduk lain di daerah lain pun juga kek gitu kaleee.

Tapi tunggu. Bukti sejarahnya ada. Bendungan Waduk Sempor pernah jebol pada 27 November 1967, merampas 127 nyawa anak muda plus 6 pekerja. Plus banjir bandang yang bikin trauma kolektif warga. Monumen korban berdiri tegak di sana sampai sekarang, bukan cuma cerita turun-temurun.

Warga bahkan catat kemunculan ular Taksaka sebagai pertanda bencana dan ini bukan sembarang cerita mistis. Data BMKG 2025 mencatat ada kasus tenggelam misterius sejak 2020, sampai-sampai larangan mancing malam jadi aturan resmi.

Jadi mitos “tumbal Waduk Sempor” ini lahir dari trauma sejarah yang nyata, bukan iseng-iseng bikin cerita horor buat nakut-nakutin anak kecil. Angker? Iya, karena memang pernah terjadi tragedi berdarah di sana.

Tapi ironisnya, banyak banget yang datang ke sana buat wisata. Soalnya tempatnya memang indah, airnya yang tenang, dikelilingi perbukitan hijau, pemandangan yang Instagram-able, mendoan yang rasanya enak. Jadi ada kontras yang aneh, di satu sisi ada sejarah kelam dan larangan mancing malam, di sisi lain ada banyak orang yang selfie dengan latar danau sambil ngopi santai.

Mungkin ini cara kita sebagai manusia melupakan tragedi dengan menciptakan kenangan baru. Atau mungkin juga, keindahan alam memang lebih kuat dari ketakutan akan masa lalu.

BACA JUGA: 5 Fakta Kebumen yang Jarang Diketahui Orang, Membuat Kabupaten Ini Terus Berada di Bawah Stigma Daerah Tertinggal

Benteng Van der Wijck: angker karena sejarah nyata

Benteng kolonial di Gombong yang dibangun tahun 1820 ini punya mitos hantu tentara Belanda yang masih gentayangan. Kedengerannya kayak cerita receh yang sering muncul di channel YouTube horor murahan. Tapi ini ada fakta sejarahnya. Ribuan pekerja mati kelaparan saat pembangunan benteng itu.

Disparbud Kebumen pun mengonfirmasi bahwa Benteng ini saksi bisu perang Diponegoro, dengan kuburan massal yang nggak teridentifikasi. Jadi angker ya wajar, karena darahnya nyata.

Jadi kalau orang bilang tempat ini angker, mungkin bukan karena hantu Belanda gentayangan, tapi karena bangunan ini memang menyimpan terlalu banyak kematian yang belum selesai diceritakan.

Dan yang bikin lebih creepy, benteng ini sekarang jadi spot foto kekinian. Jadi sering ada yang selfie sambil nggak sadar di belakangnya ada sejarah kelam ribuan nyawa melayang. Ironis kan?

Gua Jatijajar: legenda geologi jutaan tahun

Cerita Raden Kamandaka yang bertapa jadi Lutung Kasarung terus ciptain 7 sendang sakti mungkin bagi sebagian orang kedengerannya dongeng banget.

Tapi faktanya, gua kapur sepanjang 250 meter ini terbentuk jutaan tahun lewat proses kalsium karbonat. Ditemukan tahun 1802, jadi wisata resmi sejak 1975. Sendang Mawar yang airnya merah (katanya bikin awet muda) dan Sendang Kantil (buat doa) menarik ribuan pengunjung per tahun tergantung musim.

Menariknya, analisis air yang dilakukan oleh BPS menunjukkan bahwa airnya kaya mineral dan memang bagus untuk kulit. Jadi mitos “awet muda” itu meski setengah ilmiah, tapi nggak karangan-karangan banget sebab ada datanya.

Saya pernah ke sana dan banyak yang masih mandi ritual di sana karena mereka percaya khasiatnya. Kalau efek placebonya ada buat mereka, ya sudah biarkan saja. Itu terserah mereka.

BACA JUGA: 7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal

Kebumen, kota tertinggal yang mulai naik kelas

Mungkin ini bukan mitos, tapi tetap saja jadi sesuatu yang lumayan sensitif untuk dibicarakan. Apalagi kalau bukan mitos “Kebumen miskin, pembangunan lambat, dan nggak ada harapan”.

Tapi berdasarkan data BPS 2025, kemiskinan Kebumen turun dari 15,71% (2024), keluar dari peringkat termiskin di Jawa Tengah. Ribuan orang lepas dari jerat kemiskinan lewat pendidikan dan UMKM. Ekonomi tumbuh 5,30% pada 2024. Masih miskin, tapi tidak lagi termiskin. Yah, naik kelas, dikit.

Cuma kamu perlu lihat Kebumen dari sudut yang berbeda. Di sini, ritme hidupnya beda. Tetangga saling kenal, pulang kampung nggak dikejar deadline, hidup lebih santai. Bukan berarti pasrah atau malas, tapi adaptasi dengan kondisi lokal. Jadi mitos “Kebumen tertinggal” itu udah mulai usang. Mereka naik, cuma caranya beda dari kota-kota besar yang kerjaannya lomba bikin gedung tinggi.

Mitos Kebumen bukan dongeng kosong yang dikarang sambil ngantuk. Ini campuran sejarah berdarah, geologi nyata, dan adat hidup yang ternyata works kalau dilihat dari data dan bukti empiris.

Kabupaten ini mengingatkan saya. Kadang, cerita gaib lebih kuat dari data. Tapi kadang juga, data justru membuktikan cerita gaib itu punya akar rasional.

Kalau kamu mau ke Kebumen, jangan remehin mitos-mitosnya. Bawa hormat, ikutin aturan lokal, pulang selamat. Bukan karena takut hantu, tapi karena menghormati sejarah dan budaya yang ternyata punya alasan kuat kenapa bertahan sampai sekarang.

Dan oh ya, kalau lewat sana pas mudik, mampir dong. Jangan cuma lewat doang. Kasihan warga lokalnya udah terbiasa dilalui tapi nggak pernah dikunjungi. Setidaknya beli kopi atau gorengan lah.

Penulis: Alifia Putri Nur Rochmah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Dulu Malu Bilang Orang Kebumen, Sekarang Malah Bangga: Transformasi Kota yang Bikin Kaget

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Februari 2026 oleh

Tags: benteng van der wijkgua jatijajarKebumenWaduk Sempor
Alifia Putri Nur Rochmah

Alifia Putri Nur Rochmah

Penulis kelahiran Kebumen. Anak Ekonomi Pembangunan UNS yang lebih tertarik pada cerita di balik data. Berpengalaman sebagai content writer dan content creator, gemar berkelana ke tempat-tempat baru, dan menulis tentang apa saja dari yang serius sampai yang receh.

ArtikelTerkait

Moro Soetta, Malioboro Kebumen yang Layak Diapresiasi

Moro Soetta, Malioboro Kebumen yang Layak Diapresiasi

1 Oktober 2025
Jalan Daendels Jogja Kebumen Makin Bahaya, Bikin Nelangsa (Unsplash)

Jalan Daendels Jogja Kebumen Sebetulnya Indah dan Menjadi Alternatif, tapi Bisa Menjadi Pembunuh bagi Pengendara yang Tidak Waspada

7 Mei 2024
Gombong, Kecamatan Terbaik di Kebumen (Unsplash)

Kenapa Gombong? Karena Gombong Adalah Kecamatan Terbaik dan Berdikari di Kabupaten Kebumen

12 Juni 2024
Alasan Kebumen Ditinggalkan Warganya dengan Berat Hati Mojok.co

Alasan Kebumen Ditinggalkan Warganya walau dengan Berat Hati

7 Januari 2026
Saya Bangga Setengah Mati Lahir dan Besar di Kebumen (Unsplash)

Dulu Malu Bilang Orang Kebumen, Sekarang Malah Bangga: Transformasi Kota yang Bikin Kaget

10 Desember 2025
Sate Ambal Selalu Berhasil Bikin Saya Kembali ke Kebumen Jawa Tengah yang Semakin Kacau Mojok.co

Sate Ambal Selalu Berhasil Bikin Saya Kembali ke Kebumen Jawa Tengah yang Semakin Kacau

18 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan Mojok.co

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan

31 Januari 2026
Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya Mojok.co

Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya

29 Januari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”
  • Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal
  • Megahnya Jogja City Mall Bergaya Romawi dengan Filosofi Keberuntungan, Nyatanya Makin Menyesatkan Orang “Buta Arah” Seperti Saya
  • Orang Berkantong Tipis Pertama Kali Makan Donat J.CO, Dari Sinis Berujung Nangis
  • Karet Tengsin, Gang Sempit di Antara Gedung Perkantoran Jakarta yang Menjadi Penyelamat Kantong Para Pekerja Ibu Kota
  • Dihujat ‘Salah Pilih Suami’ usai Menikah karena Terlanjur Resign dari Pramugari, Kini Jadi Pedagang Kopi Keliling

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.