Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Stasiun Cawang, Stasiun yang Bikin Saya Nangis Bawang Saking Ramenya yang Nggak Masuk Akal

Bintang Ramadhana Andyanto oleh Bintang Ramadhana Andyanto
26 Januari 2026
A A
Stasiun Cawang, Stasiun yang Bikin Saya Nangis Bawang Saking Ramenya yang Nggak Masuk Akal

Stasiun Cawang, Stasiun yang Bikin Saya Nangis Bawang Saking Ramenya yang Nggak Masuk Akal

Share on FacebookShare on Twitter

Stasiun Cawang adalah stasiun yang bikin saya nangis bawang tiap hari. Tiada hari tanpa menderita di stasiun tersebut

KRL dan warga Jabodetabek merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Mereka sama seperti Romeo-Juliet, bubur ayam dan kerupuk, maupun sendok dan garpu. Dan sebagai warga Depok yang bekerja di area Mampang, saya termasuk ke dalam golongan orang yang menjadikan KRL sebagai partner kerja sehidup-semati.

Setiap hari kerja, saya akan menjalani rute sebagai berikut: naik KRL dari Stasiun Universitas Indonesia—inilah stasiun kereta yang paling dekat dengan tempat tinggal saya—sampai Stasiun Cawang. Setelah itu, untuk tiba ke tempat kerja saya di area Mampang, saya memiliki dua opsi: lanjut menaiki Transjakarta atau kalau ingin lebih mudah, lanjut naik ojek online. Apa pun yang saya pilih, satu hal tetap pasti akan terjadi: Stasiun Cawang akan membuat saya menangis bawang.

Kok bisa? Apakah saya berangkat kerja sambil motong-motong bawang merah? Tentu tidak! Berikut ini akan saya jelaskan.

Jadi ayam geprek di KRL

Saya memang penyuka ayam geprek. Akan tetapi, sesuka-sukanya saya sama makanan tersebut, bukan berarti saya rela dihimpit dan digeprek oleh pengguna commuter lain saking ramainya. Nahasnya, hal ini sudah lazim terjadi di kalangan para pengguna KRL.

Selama melewati delapan stasiun dari UI sampai Cawang, saya harus terpaksa berdiri dengan desak-desakan. Kaki pegal, ruang bernapas yang tidak lapang, ditambah adanya bau kaki, bau keringat, atau bau ketiak terkadang, segalanya harus saya tahan. Dan jangan bilang saya tidak mencoba menghindarinya. Pernah saya mencoba untuk berangkat lebih pagi. Namun, alih-alih memperoleh kelegaan sehingga saya bisa menaiki kereta sambil membaca novel, situasinya kurang lebih tetap sama: saya akan berhimpitan bersama pengguna transportasi umum lainnya.

Bahkan, tidak jarang pula saya harus pasrah untuk tidak masuk ke kereta yang baru tiba. Sebab, kereta tersebut sudah sangat penuh. Jadi, tubuh saya yang kebetulan cukup tinggi menjulang ini pasti akan menambah level kepenuhan apabila saya memaksakan diri untuk tetap naik. Meskipun sebenarnya, tak sedikit pula orang yang tetap memaksakan diri untuk masuk ke dalam gerbong walaupun situasi di dalamnya sudah lebih padat daripada jadwal kuliah mahasiswa semester tiga.

Yah, begitulah nasib saya saat ini: memulai pagi dengan menjadi ayam geprek di KRL sampai Stasiun Cawang.

Baca Juga:

4 Hal yang Harus Penumpang Ketahui tentang Stasiun Duri, Si Paling Sibuk dan Melelahkan se-Jakarta Barat

Stasiun Bogor Adalah Stasiun KRL Terbaik Se-Jabodetabek

BACA JUGA: Stasiun Tanjung Priok di Mata Perantau Jogja: Stasiun Terminus Paling Megah di Jawa, tapi Jauh dari Mana-mana

Sampai Cawang, tetap tidak lapang

Waktu sekitar 20 menit dibutuhkan untuk mencapai Stasiun Cawang dari Stasiun UI. Dua puluh menit yang terasa seperti 1.200 detik (ya, memang bener, dong). Begitu 20 menit sudah terlewati dan saya bisa turun dari gerbong kereta, apakah hidup saya langsung akan bahagia? Tidak juga!

Pasalnya, Stasiun Cawang adalah stasiun yang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi umum lainnya, yakni LRT dan Transjakarta. Oleh sebab itu, banyak orang yang akan turun di stasiun ini. Karena banyak yang turun, otomatis antrean untuk keluar stasiun pun akan membludak. Jujur saja, antrean keluar stasiun di sini sangat mirip dengan antrean pada tempat makan atau minuman yang sedang viral alias, ramai banget!

Kepadatan antrean tidak hanya disebabkan karena jumlah orang yang mau keluar berlimpah. Ada pula faktor lain: kita harus menunggu kereta lewat terlebih dahulu. Karena sedang berada di rush hour, tentu jarak kedatangan antarkereta tidak akan lama, kurang lebih dua menit. Jadi, dengan kata lain, setiap dua atau tiga menit sekali, kereta akan datang dan membuat orang-orang yang mau keluar stasiun harus menunggu kereta itu lewat terlebih dahulu. Penumpukan lagi, bukan?

Susah dapet ojek online

Setelah melalui semua ke-hectic-an tersebut, saya sering memilih ojek online sebagai solusi untuk mengantarkan saya ke kantor. Bisa saja saya menaiki TJ untuk opsi yang lebih murah, tetapi itu berarti saya akan bertemu lagi dengan yang namanya desak-desakan. Maka dari itu, memesan Gojek atau Grab menjadi jalan ninja saya.

Sialnya, mendapatkan ojek online di Stasiun Cawang itu cukup susah-susah-gampang. Penyebabnya ada beberapa faktor. Pertama, karena banyaknya orang yang turun di stasiun ini, otomatis akan banyak pulalah yang kemungkinan memesan ojek online. Itu berarti, saingan saya untuk bisa segera di-pick up pun akan cukup banyak. Faktor kedua adalah para driver di area sekitar Stasiun Cawang cenderung cukup picky.

Saya sempat beberapa kali mengobrol dengan beberapa driver dalam perjalanan ke kantor. Dari mereka, saya jadi tahu beberapa fakta menarik, salah satunya adalah beberapa driver cenderung ogah untuk mengambil pesanan Bike Hemat karena upahnya yang pasti lebih kecil dibandingkan pesanan yang normal.

Belum lagi kalau situasi sedang turun hujan. Untuk mendapatkan driver di situasi tersebut merupakan tugas yang lebih berat daripada menjadi pelatih Manchester United. Dan mengingat ibu kota beberapa waktu ini sangat sering didera hujan, wajarlah jika saya susah mendapatkan Gojek.

Jika sudah begini, langkah yang harus saya ambil akhirnya adalah memesan ojek online dengan tarif yang normal atau prioritas, atau bahkan menaiki ojek online yang versi mobil (Hah? Ojek tapi mobil? Gimana sih?). Apa pun itu, tentunya kocek saya yang tidak dalam ini akan semakin terkuras. Hiks.

BACA JUGA: 4 Hal yang Harus Penumpang Ketahui tentang Stasiun Duri, Si Paling Sibuk dan Melelahkan se-Jakarta Barat

Stasiun Cawang yang membuatku sampai menangis bawang

Pada intinya, saya bukanlah satu-satunya orang yang merasakan ini. Masih banyak para pengguna transportasi umum di luar sana yang perjuangannya lebih berat lagi, perjalanannya lebih panjang lagi, tetapi kebetulan tidak menuliskannya ke dalam artikel saja. Oleh karena itu, kepada pihak-pihak terkait, saya harap tulisan ini dapat menjadi aspirasi yang didengarkan agar transportasi umum di Jabodetabek bisa lebih baik lagi kedepannya. Kritik itu bagus, kan?

Selama itu belum terjadi dan kondisi transportasi umum di sini tetap begitu-gitu saja, ya, saya tetap akan menangis bawang di Stasiun Cawang. Saya tetap akan digeprek. Saya tetap harus melalui semua ini setiap hari. Namun, tidak apa-apa. Lagi pula, katanya, penduduk di Indonesia itu mayoritas bahagia, bukan? Jadi, mungkin saya saja yang kurang mensyukuri hidup. Hiks.

Penulis: Bintang Ramadhana Andyanto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Stasiun KRL Paling Ikonik di Jakarta, Bisa Jadi Sarana Rekreasi Murah Meriah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Januari 2026 oleh

Tags: stasiun cawangstasiun kereta api di jakartaStasiun KRLStasiun UI
Bintang Ramadhana Andyanto

Bintang Ramadhana Andyanto

Anak negeri. Tukang ngopi. Pakar senjalogi.

ArtikelTerkait

Kasta Stasiun KRL “Neraka” yang Wajib Diketahui Orang Luar Jabodetabek Mojok.co

Kasta Stasiun KRL “Neraka” yang Wajib Diketahui Orang Luar Jabodetabek

10 Januari 2025
Bagi “Anker” Lawas, Stasiun KRL Manggarai Bukanlah Stasiun Neraka Mojok.co

Bagi “Anker” Lawas, Stasiun KRL Manggarai Bukanlah Stasiun Neraka 

11 Januari 2025
5 Stasiun KRL Paling Ikonik di Jakarta, Bisa Jadi Sarana Rekreasi Murah Meriah Mojok.co

5 Stasiun KRL Paling Ikonik di Jakarta, Bisa Jadi Sarana Rekreasi Murah Meriah

16 Juli 2024
Stasiun Bogor Adalah Stasiun KRL Terbaik Se-Jabodetabek Mojok.co

Stasiun Bogor Adalah Stasiun KRL Terbaik Se-Jabodetabek

24 Maret 2025
4 Hal yang Harus Penumpang Ketahui tentang Stasiun Duri, Si Paling Sibuk dan Melelahkan se-Jakarta Barat

4 Hal yang Harus Penumpang Ketahui tentang Stasiun Duri, Si Paling Sibuk dan Melelahkan se-Jakarta Barat

4 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Karimun Wagon R: Mobil Kecil yang Menyelamatkan Pemiliknya dari Gosip Kampung

Karimun Wagon R: Mobil Kecil yang Menyelamatkan Pemiliknya dari Gosip Kampung

25 Januari 2026
Sidoarjo dan Surabaya Isinya Salah Paham, Bikin Kecewa Saja (Unsplash)

Kebohongan Surabaya yang Bikin Sidoarjo Kelihatan Terbelakang Padahal Lebih Lengkap Sebagai Sebuah Daerah

21 Januari 2026
Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi

24 Januari 2026
Saya Pakai ThinkPad Bukan karena Saya Pekerja Keras, tapi karena Malas

Saya Pakai ThinkPad Bukan karena Saya Pekerja Keras, tapi karena Malas

20 Januari 2026
Pronosutan Kulon Progo, Tujuan Baru para Pelari dan Pencari Ketenangan

Pronosutan Kulon Progo, Tujuan Baru para Pelari dan Pencari Ketenangan

26 Januari 2026
Ciri-ciri Gorengan Combro yang Sudah Pasti Enak Dimakan

Ciri-ciri Gorengan Combro yang Sudah Pasti Enak Dimakan

20 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • The Authentic Alwi Farhan: Gen Z Muda dan Berbahaya, Mental Baja tapi Suka Belajar dari Kritik
  • Mimpi Masa Kecil “The Next Minions” yang Masih Tertunda
  • Series “Trio Bintang Lima”: Saat Arwah Eyang Turun Tangan Ingatkan Gen Z yang Lupa Soal Tata Krama Orang Jogja
  • CCTV Jogja yang Lengkap dan Bisa Diandalkan Bikin Iri Orang Sleman
  • 5 Motor Honda yang Sebaiknya Tidak Diproduksi dan Tidak Pernah Ada, Kepikiran pun Harusnya Tidak
  • LPP Agro Nusantara Akan Buka Pelatihan di Bawah Naungan KP2MI untuk Tingkatkan Keterampilan Pekerja Migran Indonesia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.