Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Tinggal di Apartemen Nggak Seindah Imajinasi Saya, 4 Tahun Sewa Apartemen Jaktim Bikin Saya Stres dan Akhirnya Pindah!

Arsyindah Farhan oleh Arsyindah Farhan
23 Januari 2026
A A
Tinggal di Apartemen Nggak Seindah Imajinasi Saya, 4 Tahun Sewa Apartemen Jaktim Bikin Saya Stres dan Akhirnya Pindah!

Tinggal di Apartemen Nggak Seindah Imajinasi Saya, 4 Tahun Sewa Apartemen Jaktim Bikin Saya Stres dan Akhirnya Pindah!Tinggal di Apartemen Nggak Seindah Imajinasi Saya, 4 Tahun Sewa Apartemen Jaktim Bikin Saya Stres dan Akhirnya Pindah!

Share on FacebookShare on Twitter

Saya pertama kali tahu apartemen dari telenovela Carita de Angel. Itu loh, rumahnya Dulce Maria. Karena menonton itu, dalam benak saya, apartemen hanya ditinggali orang-orang kaya. Bangunannya mewah dan ada liftnya. Pokoknya, keren deh. Mana mungkin kaum misqueen seperti saya bisa tinggal di sana.

Semua bayangan kemewahan tersebut hancur ketika saya merasakan tinggal di sebuah apartemen kawasan Jakarta Timur. Sebelum tinggal di sana, saya sudah sering lewat apartemen tersebut. Setiap mau naik KRL, saya sering lewat karena letaknya cukup dekat dengan stasiun. Kalau dilihat dari depannya saja, sekilas mah lumayan wah. Tapi setelah tinggal di sana, banyak kerusakan bangunan yang baru saya sadari setelah setiap hari memperhatikannya.

Ketika keluarga saya memutuskan pindah ke sana, saya agak minder. Rasanya, kami tidak pantas tinggal di sana. Tapi apa daya, saat itu tinggal di apartemen adalah pilihan yang paling tepat. Ternyata harganya tidak semahal yang saya kira, bisa pilih yang ada perabotannya, letaknya strategis, dan ada parkirannya. Yang utama, apartemen menjadi opsi paling cepat karena kami diburu waktu. Kami diminta pindah oleh pemilik kontrakan yang sebelumnya kami tempati. Katanya, unit kontrakan tersebut mau ditempati anaknya. Bisa dibilang, saya dan keluarga diusir secara halus.

COVID-19

Saya bersama dengan ibu dan abang saya, mulai tinggal di apartemen pada April 2019. Kami menyewa apartemen 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, serta sudah diisi dengan beberapa perabot di dalamnya melalui agen. Luasnya sekitar 44 m² dengan letak ruang tamu dan dapur yang menyatu tanpa sekat. Balkon ada, tapi sempit sekali. Untuk menjemur pakaian dan menaruh barang, harus diakali. Kami tinggal di lantai 10. Dari balkon unit kami, bisa terlihat kolam renang dan parkiran depan yang berada tepat di bawah.

Beberapa bulan setelah kami tinggal di apartemen, COVID-19 melanda. Terisolasi di bangunan setinggi 18 lantai, membuat mata, telinga, pikiran, dan hati saya sadar kalau realitas tinggal di apartemen tak seindah di film-film. Pengelolaannya amat kacau. Banyak sekali penghuni bebal yang nggak patuh aturan sosial distancing. Bahkan, ada sekelompok ibu-ibu yang rutin kumpul-kumpul. Mereka bak piknik sambil membawa anak-anak yang berisiknya ampun-ampunan.

Awalnya, sekelompok ibu-ibu itu kumpul di sekitaran lobby. Lama-lama, mereka pindah ke depan kolam renang. Suara rumpi dan berisiknya anak-anak mereka, terdengar sampai ke atas. Saya bahkan pernah sakit kepala karena mendengar jeritan anak-anak mereka yang tiada hentinya. Sudah ditegur, dipasangi banner larangan, bahkan sampai disiram oleh penghuni lain dari balkon unit, mereka nggak kapok. Malah, mereka yang playing victim. Tampaknya, mereka berpegang teguh pada slogan :

Yah, bagaimana lagi, cewek itu selalu benar, apalagi kalau ibu-ibu.

Sebenarnya, saya dan keluarga berniat tinggal di apartemen hanya sementara. Namun apa daya, COVID-19 membuat kami terjebak. Kepindahan kami harus ditunda karena terjebak zona merah. Tinggal di apartemen rasanya lebih aman di saat COVID-19 melanda, meskipun ada juga beberapa kejadian yang menggemparkan di kala itu.

Baca Juga:

Pengalaman Pertama Tinggal di Apartemen Malang Penuh Penderitaan, Saya Cuma Tahan Sebulan

Kebayoran Lama Adalah Bukti Nyata Nggak Semua Wilayah Jaksel Elite

BACA JUGA: Alasan Tinggal di Apartemen Nggak Cocok buat Orang Dusun

Lingkungan toksik dan banyak huru-hara

Di bagian paling bawah apartemen yang saya tinggali adalah ruko-ruko. Ruko-ruko tersebut diisi oleh minimarket, laundry, dan toko. Pernah ada yang merekomendasikan kepada saya mi ayam enak. Bersama ibu saya, saya pernah mencobanya. Rasanya lumayan. Penjualnya agak lemah lembut untuk ukuran laki-laki. Belum sempat ke sana untuk kedua kalinya, eh saya dapat gosip kalau ternyata si penjual mi ayam ditangkap karena jadi muncikari. Saya search di Google, ternyata benar adanya.

Sepanjang tinggal di apartemen, banyak kasus yang biasanya hanya saya lihat di TV, saya temui langsung. Tidak cuma yang melibatkan penghuni, tapi juga kasus yang melibatkan orang-orang toko. Yang muncikari itu hanya satu di antaranya. Kasus penipuan dan membawa kabur uang orang lain ada banyak kejadian. Sekelompok ibu-ibu tukang nongki dan playing victim yang sebelumnya saya ceritakan, rutin berulah. Mereka bikin penghuni lain naik darah, tapi tidak ada penindakan.

Ada lagi penghuni barbar yang merasa sok kaya. Penghuni bertengkar rasanya sudah biasa. Sejoli mesra yang warga pikir suami istri ternyata bukan, juga ada. Bahkan, ada yang sampai di penjara karena marah-marah.

Sewa apartemen diembat agen!

Gongnya bagi saya dan keluarga adalah ketika pemilik unit apartemen yang kami tinggali datang langsung menemui kami. Beliau datang di tahun ketiga kami tinggal di unit miliknya. Kata beliau, agen tempat kami menyewa unit tidak membayarnya di tahun ketiga tersebut. Untung saja beliau baik dan tidak meminta pertanggung jawaban kami.

Hanya saja, kalau kami mau perpanjang sewa, lebih baik langsung melaluinya saja. Sebenarnya, desas-desus tentang bermasalahnya agen tempat kami menyewa apartemen sudah terdengar. Akan tetapi karena tidak ada masalah dengan kami, ya kami tidak hiraukan. Kami cukup beruntung. Pasalnya, ada penghuni lain yang sama seperti kami, tapi sialnya ia ditagih oleh si pemilik. Padahal, yang bermasalah memang agennya.

Harga yang ditawarkan pemilik unit yang keluarga saya tempati memang jauh lebih murah. Saya saja kaget betapa besarnya si agen mengambil fee dari unit apartemen tempat kami tinggal. Namun karena uang kami menipis efek COVID-19, serta trauma karena mengalami 3 kali gempa di apartemen, kami sekeluarga memutuskan pindah. Toh, COVID-19 sudah hampir tiada.

Baik saya, ibu, dan abang saya sudah tidak kerasan tinggal di sana. Saya dan keluarga pindah ke rumah sewa napak tanah di akhir tahun 2023. Biaya sewa unit apartemennya memang standar, tapi biaya IPL (air, satpam, pemeliharaan, dsb) yang mahal. Biaya hidup di sana juga lebih mahal.

BACA JUGA: Pengalaman Pertama Tinggal di Apartemen Malang Penuh Penderitaan, Saya Cuma Tahan Sebulan

Pengelola apartemen bak makhluk gaib

Kalau punya keluhan terkait unit, duh jangan harap cepat ditanggapi oleh pengelola. Kalaupun mau urusannya beres, harus keluar uang pribadi dan mau capek-capek urus sendiri. Kebocoran adalah permasalahan wajib setiap penghuni. Alasannya, pipa apartemen yang begini dan begitu. Saya nggak terlalu paham, pokoknya pipa terus alasannya.

Kalau masalah bocornya selesai dengan cara diwadahi pakai ember, masih mending. Ngerinya, kebocoran di unit apartemen saya waktu itu terletak pada lampu kamar mandi. Maksudnya, air menetes dari plafon kamar mandi di bagian yang ada lampunya. Bagaimana nggak ngeri coba? Seram banget kalau sampai korsleting dan kebakaran.

Entah karena efek gempa atau memang konstruksi bangunan yang jelek, ubin di unit saya retak-retak. Saya sampai merasa nggak enak. Apa karena saya gendut, makanya bisa pecah? Tapi dulunya nggak begitu kok. Awalnya yang retak hanya 1-2 ubin saja, tapi lama-lama semakin banyak. Ubin yang amburadul tersebut, saya diamkan saja sampai pindah. Wong bukan tanggung jawab saya. Mau ngeluh ke pengelola juga percuma. Ternyata, ubin retak bukan hanya ada di unit saya tinggal.

Belum lagi fasilitas umumnya tidak terawat. Yang paling sedap dipandang ya cuma kolam renang bagian depan. Kolam renang yang bisa saya lihat dari balkon, yang mana paling kelihatan oleh pengunjung apartemen. Kolam renang itu pula yang membuat saya tertipu di awal. Membuat saya minder karena merasa nggak pantas tinggal di apartemen berfasilitas mewah. Eh nggak taunya, prettt. Kolam renangnya hanya untuk pencitraan.

Setiap ada keluhan, pengelola seolah sembunyi. Yang sering kena apesnya malah satpam. Pada saat itu, pelayanan satpamnya oke banget. Ramah, baik, dan bisa diandalkan. Tapi bukannya meningkat, malah selepas saya pindah, pelayanan satpam di sana parah sekali. Sudah seperti preman katanya.

Apartemen masih ada positifnya, tapi…

Selepas tinggal di sana, saya langsung kasih ulasan di Google. Sampai saat ini, ulasan saya masih ada dan kerap saya cek. Dengan segala apa yang saya temui, saya sadar kalau apartemen tempat saya tinggal tersebut lebih cocok disebut rusunami. Benar-benar sekelas rusun dan hanya kemewahan semu. Penduduknya padat dan susah diatur.

Terlepas dari segala keburukannya, masih ada kok nilai positifnya. Letak strategis, tersedia fasilitas umum, dan ada satpamnya adalah nilai plusnya. Tapi tetap saja, terlalu jelek untuk dinamakan apartemen. Mungkin hanya apartemen itu saja. Yang lain tidak. Mungkin juga kini sudah lebih baik.

Penulis: Arsyindah Farhan
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Kekurangan Tinggal di Apartemen yang Perlu Dipertimbangkan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Januari 2026 oleh

Tags: apartemenapartemen jakarta timurbiaya perawatan apartemenharga apartemen di jakartaharga sewa apartemen di jakarta
Arsyindah Farhan

Arsyindah Farhan

Tukang kue yang suka menuangkan unek-uneknya lewat tulisan. Kuliah keguruan, tapi akhirnya lebih pilih bisnis home made biar bisa menemani ibu di rumah.

ArtikelTerkait

Pengalaman Pertama Tinggal di Apartemen Malang Penuh Penderitaan, Saya Cuma Tahan Sebulan

Pengalaman Pertama Tinggal di Apartemen Malang Penuh Penderitaan, Saya Cuma Tahan Sebulan

13 September 2025
Panduan Memilih Apartemen Jakarta buat Kalian yang Memutuskan untuk Menetap di Kota Metropolitan

Panduan Memilih Apartemen di Jakarta buat Kalian yang Memutuskan untuk Menetap di Kota Metropolitan

9 Oktober 2023
Panduan Singkat Memilih Unit Apartemen Terminal Mojok

Panduan Singkat Memilih Unit Apartemen untuk Ditinggali

16 Mei 2022
5 Jenis Tetangga Menyebalkan yang Lebih Baik Dihindari Mojok.co

5 Jenis Tetangga Menyebalkan yang Lebih Baik Dihindari

12 Desember 2023
4 Kekurangan Tinggal di Apartemen yang Perlu Dipertimbangkan Terminal Mojok

4 Kekurangan Tinggal di Apartemen yang Perlu Dipertimbangkan

11 Mei 2022
Alasan Tinggal di Apartemen Nggak Cocok buat Orang Dusun Terminal mojok

Alasan Tinggal di Apartemen Nggak Cocok buat Orang Dusun

11 Februari 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Dilema Pemuda Sragen: Bertahan Nggak Berkembang, Ditinggal Dikira Nggak Sayang Kampung Halaman Mojok.co

Dilema Pemuda Sragen: Bertahan Nggak Berkembang, Ditinggal Dikira Nggak Sayang Kampung Halaman 

20 Januari 2026
4 Kekurangan Brownies Amanda yang Luput dari Perhatian

4 Kekurangan Brownies Amanda yang Luput dari Perhatian

22 Januari 2026
Sebagai Warga Pati, Saya Tidak Kaget Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK, karena Selama 24 Tahun Dipimpin 3 Bupati yang Terjerat Skandal

Sebagai Warga Pati, Saya Tidak Kaget Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK, karena Selama 24 Tahun Dipimpin 3 Bupati yang Terjerat Skandal

20 Januari 2026
Palembang Bikin Pangling, Banyak Berubah padahal Baru Ditinggal Merantau Setahun Mojok.co

Palembang Bikin Pangling, Banyak Berubah padahal Baru Ditinggal Merantau Setahun

23 Januari 2026
Kasta Nescafe Kaleng di Indomaret dari yang Berkelas sampai yang Mending Nggak Usah Ada

Kasta Nescafe Kaleng di Indomaret dari yang Berkelas sampai yang Mending Nggak Usah Ada

19 Januari 2026
Warkop Bulungan: Satu Lagi Tempat Viral di Blok M yang Bikin Kecewa dan Cukup Dikunjungi Sekali Saja

Warkop Bulungan: Satu Lagi Tempat Viral di Blok M yang Bikin Kecewa dan Cukup Dikunjungi Sekali Saja

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=YRrBYMX1Juc

Liputan dan Esai

  • Para Loyalis Bulu Tangkis: Rela Menabung Demi ke Jakarta, Mengenang Cita-cita Masa Kecil untuk Rasakan Magisnya Istora 
  • Merak Bukan Lagi Sekadar Simbol Keagungan, tapi Teman yang Merakyat di Pojokan Mal Jogja
  • Memetik Makna Lain Kekalahan saat Para Bintang Muda Urung Bersinar di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan
  • 5 Fitur KAI Access yang Memudahkan Perjalanan dengan Kereta Api
  • Potensi Besar Gudeg Jogja Mati karena Branding Makanan Khas Jogja yang Cuma Dikenal Sebagai Makanan Serba Manis
  • Curhat Guru PPPK Paruh Waktu: Status ASN, Kontrak Setahun, Gaji Masih Teka-teki

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.