Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pemasangan Lampu Merah di Persimpangan Purawisata Jogja itu Keputusan Konyol, Alih-alih Lancar, Malah Makin Macet!

Cindy Gunawan oleh Cindy Gunawan
6 Januari 2026
A A
Pemasangan Lampu Merah di Persimpangan Purawisata Jogja itu Keputusan Konyol, Alih-alih Lancar, Malah Makin Macet!

Pemasangan Lampu Merah di Persimpangan Purawisata Jogja itu Keputusan Konyol, Alih-alih Lancar, Malah Makin Macet!

Share on FacebookShare on Twitter

Saya aslinya sudah berdamai dengan kondisi Jogja yang semakin macet dan nominal gajinya yang segitu-segitu saja. Namun, saat mendengar pemerintah tiba-tiba memasang lampu merah di Simpang Purawisata Jogja, saya jelas nggak bisa tinggal diam!

Sejatinya, saya terhitung kerap melintas di sini, tapi baru sekali saya merasakan lampu merah di simpang Purawisata ini beroperasi. Dan, meski baru sekali merasakan hal tersebut, saya sudah mengetahui harus merespons dengan apa, ya betul, marah-marah.

ADVERTISEMENT

Saya bahkan nggak bisa menebak skenario apa yang sejatinya muncul di kepala pemerintah Jogja saat mengusulkan ide tersebut. Memasang lampu merah di simpang Purawisata saat akhir tahun jelas keputusan konyol.

Mengapa saya bisa bilang begitu? Berikut saya rangkum alasannya.

Gambaran situasi persimpangan Purawisata Jogja

Sebelumnya, saya rasa perlu untuk menggambarkan situasi persimpangan ini saat hari-hari normal. Ya, ruas jalan ini terbilang ramai dan kerap dilanda kemacetan. Pasalnya, setelah penutupan Plengkung Gading untuk renovasi, banyak pengendara yang terpaksa harus melalui jalan ini.

Ruas jalannya, sih besar, tapi penuh juga dengan jajaran bank, toko grosir, minimarket, kantor pemerintahan hingga sekolah. Belum lagi kalau menengok pola wisata yang terpusat, dekat Nol Kilometer, Malioboro, Alun-alun Utara dan Alun-alun Selatan, Sentra Wisata Gudeg, benar-benar padat kan?

Maka, mungkin saja maksud pemasangan lampu merah di persimpangan Purawisata ini adalah upaya untuk mengurai kemacetan. Sayangnya, menurut saya, tidak berjalan lancar.

Berada di samping tempat pembuangan sampah

Saya paham kalau Jogja itu darurat sampah, itu isu lama yang sampai sekarang rasanya belum kelar sampai di akar. Namun, kok bisa, dengan isu sampah yang terus mengudara, pemerintah malah memasang lampu merah di samping tempat pembuangan sampah?

Baca Juga:

Jalan Ibu Ruswo Jogja, Jalan Paling Ruwet dan Paling Menyita Kesabaran

Padahal, sebelumnya pemerintah sudah memasang lampu merah di Simpang Empat Tamansari yang juga dekat dengan tempat pembuangan sampah. Ini kesannya jadi kayak kurang belajar dari pengalaman gitu, lho. Atau malah sebenarnya ini, tuh malah mau dijadikan objek wisata?

Mirisnya, beberapa pengendara turut mengeluhkan durasi lampu merah Purawisata yang terbilang lama. Ya, pokoknya dilihat dari segi mana pun, kurang etislah!

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Bikin macet, padahal relawan sudah ada

Meskipun ruas jalannya padat, saya nggak pernah menemui kesulitan yang berarti ketika harus menyeberang jalan.

Pasalnya di sini selalu ada relawan yang berjaga di jam-jam sibuk untuk membantu pengendara menyeberang. Jadi, ya tanpa lampu merah pun sebenarnya semua lancar-lancar saja, kok.

Toh, sebenarnya, upaya mengurai kemacetan nggak harus selalu dengan opsi pengadaan lampu merah. Sebab, kenyataannya, lampu merah di persimpangan ini malah bikin kemacetan jadi lebih terpusat.

Bahkan, saudara saya yang tinggal di sekitar sini turut mengeluhkan terjebak macet padahal dia baru saja keluar rumah.

Rawan kecelakaan di Purawisata Jogja

Hal terakhir adalah rawan kecelakaan. Saya perlu akui bahwa banyak pengendara cenderung terus tancap gas setelah berhasil lolos dari lampu merah di Simpang Tiga Gondomanan yang kerap bikin kepala nyut-nyutan.

Ketika lampu merah ini dipasang, alhasil banyak pengendara yang kagok karena harus tiba-tiba berhenti, termasuk saya. Lha wong biasanya bisa langsung tancap gas saja sampai ketemu lampu merah Jokteng Wetan. Makanya, amit-amit, deh jangan sampai lokasi ini jadi titik rawan kecelakaan.

Begitulah kira-kira tanggapan saya terhadap kehadiran lampu merah di Simpang Purawisata Jogja ini. Sebenarnya, kami nggak akan banyak protes kalau memang pemasangan ini tepat sasaran, tapi nyatanya banyak yang terus mengeluhkan hal yang sama.

Penulis: Cindy Gunawan
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 3 Hal yang Orang-orang Jarang Katakan Soal Berkendara di Jogja

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2026 oleh

Tags: gondomananlampu merah di jogjapurawisata jogja
Cindy Gunawan

Cindy Gunawan

Mbak-mbak medioker Bantul. Gemar menulis keresahan personal, ketimpangan unik dan hal serba nyentrik yang hadir di Jogja Selatan.

ArtikelTerkait

Jalan Ibu Ruswo Jogja, Jalan Paling Ruwet dan Paling Menyita Kesabaran

Jalan Ibu Ruswo Jogja, Jalan Paling Ruwet dan Paling Menyita Kesabaran

24 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengakuan jujur saya sebagai orang Semarang menghadapi kuliner kambing Tegal yang garang Mojok.co

Pengakuan orang Semarang yang kalah mental menghadapi garangnya kuliner kambing Tegal

7 Juli 2026
Tinggal di Bangkalan Madura Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Bakal Cocok Tinggal di Sini Mojok.co

Jangan Keluyuran ke Bangkalan Madura, Niat Menenangkan Pikiran Malah Dibuat Menyesal karena Perjalanan yang Melelahkan

5 Juli 2026
Sensus Ekonomi 2026 Hasilkan Sampah, Petugas BPS Dianggap Intel (Unsplash)

Sensus Ekonomi 2026 Cuma Hasilkan Sampah, Petugas BPS Dianggap “Intel Pajak” oleh Warga

5 Juli 2026
Pengalaman saya sebagai lulusan jurusan Hukum Islam yang memilih jadi petani kopi di desa, ilmunya nggak sia-sia Mojok.co

Pengalaman saya sebagai lulusan jurusan Hukum Islam yang memilih jadi petani kopi di desa, ilmunya nggak sia-sia

12 Juli 2026
Leuwigajah, Kelurahan Paling Mentereng Se-Kota Cimahi

Cimahi Selatan, Sebuah Anomali di “Kota Tentara”: Menjaga Kedaulatan Ekonomi dan Keberlangsungan Hidup Warga Cimahi

7 Juli 2026
Pantai Semilir Tuban, Tetap Menawan di Tengah Kepungan Industri

Pantai Semilir Tuban, Tetap Menawan di Tengah Kepungan Industri

9 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.