Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kelihatannya Doang Keren, Aslinya Punya Nama Kebarat-baratan Sering Bikin Repot

Atanasius Rony Fernandez oleh Atanasius Rony Fernandez
21 April 2020
A A
nama kebarat-baratan

Kelihatannya Doang Keren, Aslinya Punya Nama Kebarat-baratan Sering Bikin Repot

Share on FacebookShare on Twitter

Memiliki nama yang agak kebarat-baratan atau asing memang terdengar keren, padahal sering kali juga bikin repot. Mulai dari permasalahan penulisan ejaan yang senantiasa ribet jika sudah berhubungan dengan urusan formal, sampai ke pertanyaan-pertanyaan asal usul nama yang sering ditanyakan oleh teman-teman masa kecil.

Saya sempat merasakan itu, terutama saat masa anak-anak dan menempuh pendidikan formal. Nama belakang saya Fernandez, merupakan nama fam di NTT dari bapak saya. Saya dari keluarga Katolik, nama depan mengambil nama santo pelindung, jadi kesan kebarat-baratannya lumayan terasa. Nama Fernandez walaupun bukan nama yang cukup asing, tapi saya yang tinggal dan besar di Lombok, dengan lingkungan pertemanan anak-anak kampung (sebelum dianggap menghina, ini maksudnya kami memang tinggal di kampung tengah kota) saat itu, memang terdengar berbeda.

ADVERTISEMENT

Padahal nama saya itu pun tidak barat-barat amat, tapi kata Fernandez di akhir nama saya kerap kali bikin teman-teman bertanya, bagaimana saya bisa mendapatkannya. Saya jawab saja, nama itu lungsuran dari bapak saya. Karena di beberapa daerah di NTT, ada nama fam yang melekat di keluarga-keluarga di sana. Nama-nama fam itu mirip dengan nama orang portugis, selain Fernandez ada juga Da Costa, Parera, dan lainnya.

Pertanyaan tidak sampai di situ, saya juga ditanya apakah masih ada ikatan keluarga dengan Iker Cassilas Fernandez? Atau ketika ada yang bernama Fernandez senantiasa muncul pertanyaan dari orang ke saya, apakah saya memiliki pertalian darah dengan mereka. Padahal tentu saja tidak semua orang yang bernama akhir dengan saya merupakan keluarga saya.

Selain itu, saya sering kali bermasalah dengan urusan ejaan nama, ketika absensi di kelas atau urusan formal, banyak yang salah menulis nama akhir saya menjadi Fernandes, yang seharusnya kata terakhir menggunakan Z. Penulisan ejaan memang sering kali jadi masalah dalam penulisan nama. Bahkan nama tengah saya juga sering salah ditulis menjadi Roni yang seharusnya Rony. Apalagi nama depan saya, yang seharusnya Atanasius sering kepeleset disebut menjadi anatasius atau antanasius. Kesalahan penulisan ejaan ini pernah menjadi topik hangat di media sosial beberapa waktu lalu.

Untuk urusan formal seperti pencatatan di catatan sipil, ijazah, atau gaji PNS dan lainnya kesalahan nama bisa bikin masalah jadi panjang, seperti harus mengurus berkas dari nol, atau membiarkan nama kita berubah selamanya. Untuk kasus terakhir, banyak teman saya yang namanya berubah tidak sesuai dengan nama pemberian orang tua, karena guru SD-nya salah menulis nama teman saya itu di ijazah.

Sebenarnya, saya agak beruntung karena nama saya relatif tidak begitu asing, sehingga secara umum orang lain mudah menerimanya. Meskipun tetap saja ketika di tempat umum seperti saat kuliah perdana di kampus, dan saya diminta menyebutkan nama, semua orang pasti seketika menoleh ke arah saya setelah saya menyebutkan nama lengkap.

Mungkin tren penamaan nama anak itu dipengaruhi globalisasi dan teknologi yang berkembang pesat. Nama yang benar-benar asing makin sering kita temui diberikan ke anak-anak yang baru lahir, terutama dalam satu-dua dekade terakhir. Seperti selebritis Franda yang nama anaknya, Zylvechia sempat ramai dibicarakan orang tahun lalu.

Baca Juga:

Akibat Menyandang Nama Aneh, Seumur Hidup Nama Saya Dikira Typo: Sekali Lagi, Saya Dinas, Bukan Dimas!

Alasan Banyak Nama Anak Zaman Sekarang Semakin Rumit

Semakin ke sini, nama anak-anak menjadi semakin aneh dan tingkat kesulitan mengejanya juga semakin parah. Bisa saja ke depan nama anak di Indonesia mirip seperti nama orang Eropa Timur, semacam nama kiper Juventus asal Polandia, Wojciech Szczęsny. Duh, guru-gurunya harus ekstra teliti menulis nama anak itu jika ada orang tua yang ‘tega’ menamainya seperti itu.

Belum lagi setiap nama memiliki pesan atau makna yang disematkan oleh masing-masing orang tua mereka. Sudah ribet memiliki nama asing, ditambah lagi dengan harapan macam-macam yang dibebankan ke pundak, makin beratlah beban hidupnya.

Eh, tidak hanya sampai situ. Berbagai keribetan yang akan dijalani seorang anak dengan nama asing, akan diperparah dengan pandangan negatif orang lain. Banyak yang menganggap anak itu sok-sokan pakai nama asing supaya terlihat keren. Selain itu, juga akan dianggap tidak memegang teguh budaya nusantara karena tidak memilih nama-nama khas Indonesia seperti Agus, Eka, Dewi, Udin, Suparman, Tari, Putri, Putra, dan lainnya. Suara-suara sumbang itu sudah mulai terdengar beberapa tahun terakhir.

Memang susah sih menafikan kenyataan pengaruh globalisasi saat ini, di mana pengaruh antar negara sangat mudah terjadi di tengah pengaruh internet yang kian meluas. Setiap orang ingin anak mereka terlihat berbeda dengan orang lain, salah satunya lewat pemberian nama. Cara paling mungkin agar terlihat berbeda adalah mencari nama asing yang tidak mungkin akan dipilih oleh orang lain.

Akhirnya, seperti kata banyak orang, nama adalah doa. Bagus atau jeleknya pandangan orang lain terhadap sebuah nama, tetap saja ada harapan orang tua yang tertuang di sana. Perubahan adalah kepastian. Tren penamaan anak dengan nama kebarat-baratan menggantikan nama-nama khas nusantara sudah mulai terjadi. Tinggal bagaimana kita, mau ikut berubah atau tidak? Dengan segala risikonya tentu saja, salah satunya bersedia untuk repot dengan nama kebarat-baratan itu.

BACA JUGA Nama-Nama yang Punah Karena Zaman dan tulisan Atanasius Rony Fernandez lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 April 2020 oleh

Tags: nama anaknama anak masa kininama kebarat-baratan
Atanasius Rony Fernandez

Atanasius Rony Fernandez

Jurnalis yang tinggal di Mataram, Lombok. Sesekali menulis karya sastra. Tertarik pada isu kesenian, sosial, dan kuliner. Penggemar AS Roma dan musik metal.

ArtikelTerkait

Repotnya Orang yang Punya Nama Panjang dan Susah Dilafalkan terminal mojok.co

Repotnya Orang yang Punya Nama Lengkap Panjang dan Susah Dilafalkan

17 Februari 2021
Nama-Nama yang Punah Karena Zaman

Nama-Nama yang Punah Karena Zaman

27 Maret 2020
Alasan Banyak Nama Anak Zaman Sekarang Semakin Rumit Mojok.co

Alasan Banyak Nama Anak Zaman Sekarang Semakin Rumit

21 Januari 2025
nama anak

Patenkan Aja Nama Anak Kamu, Biar Malu Sendiri

10 September 2019
nama anak indonesia diambil dari nama 25 nabi islam muslim indonesia sensus penduduk 2020

Dua Nama Anak yang Diprediksi Paling Jarang Muncul di Sensus Penduduk 2020

9 April 2020
Kalau di Kota Ada Kirim Parsel, di Desa Ada Ater-ater Tipe-tipe Orang saat Menunggu Lebaran Datang Terima kasih kepada Tim Pencari Hilal! Ramadan Sudah Datang, eh Malah Menanti Bulan Syawal Ramadan Sudah Datang, eh Malah Menanti Lebaran Buku Turutan Legendaris dan Variasi Buku Belajar Huruf Hijaiyah dari Masa ke Masa Serba-serbi Belajar dan Mengamalkan Surah Alfatihah Pandemi dan Ikhtiar Zakat Menuju Manusia Saleh Sosial Inovasi Produk Mushaf Alquran, Mana yang Jadi Pilihanmu? Tahun 2020 dan Renungan ‘Amul Huzni Ngaji Alhikam dan Kegalauan Nasib Usaha Kita Nggak Takut Hantu, Cuma Pas Bulan Ramadan Doang? Saya Masih Penasaran dengan Sensasi Sahur On The Road Menuai Hikmah Nyanyian Pujian di Masjid Kampung Mengenang Asyiknya Main Petasan Setelah Tarawih Horornya Antrean Panjang di Pesantren Tiap Ramadan Menjadi Bucin Syar'i dengan Syair Kasidah Burdah Drama Bukber: Sungkan Balik Duluan tapi Takut Ketinggalan Tarawih Berjamaah Opsi Nama Anak yang Lahir di Bulan Ramadan, Selain Ramadan Panduan buat Ngabuburit di Rumah Aja Sebagai Santri, Berbuka Bersama Kiai Adalah Pengalaman yang Spesial Panduan buat Ngabuburit di Rumah Aja Pandemi Corona Datang, Ngaji Daring Jadi Andalan Tips Buka Bersama Anti Kejang karena Kantong Kering Mengenang Asyiknya Main Petasan Setelah Tarawih Rebutan Nonton Acara Sahur yang Seru-seruan vs Tausiyah Opsi Nama Anak yang Lahir di Bulan Ramadan, Selain Ramadan Drama Bukber: Sungkan Balik Duluan tapi Takut Ketinggalan Tarawih Berjamaah Sebagai Santri, Berbuka Bersama Kiai Adalah Pengalaman yang Spesial Aduh, Lemah Amat Terlalu Ngeribetin Warung Makan yang Tetap Buka Saat Ramadan Tong Tek: Tradisi Bangunin Sahur yang Dirindukan Kolak: Santapan Legendaris Saat Ramadan

Opsi Nama Anak yang Lahir di Bulan Ramadan, Selain Ramadan

5 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda Vario 150 keyless, motor sialan yang berhasil bikin saya malu di hadapan bos Mojok.co

Honda Vario 150 keyless, motor sialan yang berhasil bikin saya malu di hadapan bos

28 Juli 2026
Kebumen yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Kini Diam-Diam "Naik Kelas" Jadi Makin Diperhitungkan Mojok.co

Waktunya Kebumen berhenti jual diri sebagai “kota yang murah”, harus mulai berani punya harga diri!

27 Juli 2026
Penderitaan orang Serang yang kerja di luar kota: pakai KRL susah, kereta lokal pun nggak membantu

Penderitaan orang Serang yang kerja di luar kota: pakai KRL susah, kereta lokal pun nggak membantu

22 Juli 2026
4 taktik menaklukan Stasiun Manggarai saat jam padat, tempat paling kacau se-Jakarta Mojok

4 taktik menaklukan Stasiun Manggarai saat jam padat, tempat paling kacau se-Jakarta

24 Juli 2026
Sebaiknya para pejabat berhenti bawa-bawa Jawa Timur untuk tameng atas gaya bicara yang arogan

Sebaiknya para pejabat berhenti bawa-bawa Jawa Timur untuk tameng atas gaya bicara yang arogan

23 Juli 2026
3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah Mojok.co purwakarta

Ironi Karawang: bikin pusat perbelanjaan, tapi pinjem nama Jakarta karena nggak pede

22 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.