Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

UII Pasang Iklan di Gerbong KAI dan TransJogja, Bikin Mahasiswa UNY Auto Iri

Janu Wisnanto oleh Janu Wisnanto
24 Juli 2025
A A
UII Pasang Iklan di Gerbong KAI dan TransJogja, Bikin Mahasiswa UNY Auto Iri

UII Pasang Iklan di Gerbong KAI dan TransJogja, Bikin Mahasiswa UNY Auto Iri

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai mahasiswa UNY yang saban hari ngampus melihat TransJogja sliweran dan sesekali lihat kereta, saya merasa mendapat serangan tak langsung dari Universitas Islam Indonesia (UII). Bukan, ini bukan karena skripsi saya dikritik dosen pembimbing, tapi karena UII pasang iklan besar-besaran di gerbong kereta api dan bus TransJogja.

Saya ulangi ya, di gerbong kereta api dan bus TransJogja!

Bukan baliho kusam di tikungan jalan protokol, bukan pula banner tipis-tipis yang terombang-ambing di pagar kampus. Ini iklan yang nggak main-main, segede gaban dan nongol di tempat yang nggak banyak orang kepikiran. Sementara kampus saya masih sibuk ngurus spanduk acara seminar yang hurufnya nggak matching dengan warna background dan desainnya kayak hasil screenshot dari PowerPoint tahun 2007.

Bukan sekadar branding, ini serangan udara psikologis

Saya pertama kali lihat stiker “I’M UII” nempel di badan TransJogja jalur 5A. Mata saya langsung nyalang, kepala sedikit miring, dan saya batin “Lho iki UII kok isoh ngene ya?” Gede banget, full branding, kayak bus milik klub sepak bola elit. Keren, tapi menyakitkan bagi hati anak kampus negeri yang merasa tertinggal.

Tak lama kemudian, saya lihat akun keretaapikita.com mengabarkan bahwa gerbong KA Sancaka juga sudah dipasang livery dengan branding UII. Ini bukan lagi strategi marketing, ini sudah masuk ranah propaganda akademik. Penumpang kereta jadi sasaran empuk. Bayangkan, kamu dari Surabaya ke Jogja, selama 6 jam perjalanan, disuguhi nama kampus yang muncul terus-terusan. Kalau bukan otak penumpangnya yang kena, ya algoritma Google mereka pasti mulai nyari “beasiswa UII” malam itu juga.

Di era digital, ternyata masih butuh angkutan umum

Kita ini hidup di zaman semua kampus berlomba di dunia digital. Instagram, TikTok, YouTube Ads, bahkan WhatsApp Broadcast. Tapi UII, dia memilih jalur sunyi, offline tapi menghantam. Di saat yang lain perang di reels, mereka pasang bendera di gerbong KAI dan bus TransJogja.

Ini kayak kamu lagi main Mobile Legends dan semua orang ribut di midlane, tapi satu orang malah split push dan diam-diam ngancurin turret. Nggak banyak gaya, tapi kena.

UII paham, exposure itu bukan cuma dari like dan share, tapi dari tatapan mata pengguna jalan. Apalagi TransJogja dan kereta api itu jalur sakral, dilihat semua orang, dari mahasiswa, pekerja, sampai wisatawan.

Baca Juga:

Kereta Tambahan Gambir-Surabaya: Harga Selangit, Fasilitas (Amat) Sulit!

4 Hal yang Bakal Hilang kalau Kursi Berhadapan Kereta Ekonomi Lenyap

UII itu cerdas

Sebagai mahasiswa kampus negeri, saya harus akui bahwa UII cerdas. Mereka bukan cuma jualan gelar, tapi menjual kesan, dan kesan itu penting dalam branding. Kampus swasta seringkali diasumsikan harus kerja lebih keras dalam menarik perhatian, dan UII membuktikan kalau kerja keras itu bisa berubah jadi livery kereta.

Saya jadi bertanya-tanya, apa kabar PTN? UNY, UGM, ISI, bahkan UIN sekalipun, kenapa promosi masih kaku kayak jarkoman RT? Masih percaya baliho, banner yang pudar kehujanan, dan flyer yang dibagiin anak magang.

Padahal secara anggaran, logika awam saya berkata PTN macam UNY dan UGM harusnya lebih leluasa. Tapi nyatanya, malah kampus swasta yang kreatif. Sakit sih, tapi ya kenyataan.

Taktik branding yang layak dicontoh

Saya apresiasi langkah UII. Ini bukan sekadar pamer, tapi kebijakan branding yang out of the box tapi tetap masuk akal. Mereka ngerti konteks, Jogja itu kota pelajar, kota pariwisata, kota komuter. Dan mereka menaruh iklan di dua alat transportasi paling vital di kota ini.

Langkah ini bahkan bisa jadi studi kasus bagaimana membangun citra kampus dengan pendekatan yang membumi tapi berdampak. Nggak usah lebay, nggak usah gimmick, cukup tempel stiker gede di jalur strategis, dan biarkan masyarakat yang berbisik sendiri “Eh, UII keren juga ya?”

Kepada kampus saya tercinta dan PTN lain yang mungkin baca tulisan ini, sudah saatnya kita mikir keluar dari kotak skripsi. Kalau branding kampus masih pakai cara tahun 90-an, jangan heran kalau calon mahasiswa sekarang malah milih swasta.

Coba pasang iklan di halte, stasiun, terminal, atau bahkan kolaborasi sama ojol. Anak muda sekarang butuh trigger visual, bukan hanya brosur yang dibagiin di pameran pendidikan. Branding itu soal kesan pertama dan UII menang banyak dalam hal itu.

UII Menempel, PTN merenung

Setelah beberapa hari melihat iklan UII mondar-mandir di jalan dan rel, saya mulai bisa menerima kenyataan. Saya nggak bisa marah, karena ini bukan soal siapa yang lebih kaya atau lebih tua. Ini soal siapa yang lebih cerdas membaca zaman.

Dan UII, dalam diamnya, sudah membuktikan bahwa branding yang bagus bisa bikin mahasiswa kampus lain merenung, bertanya, lalu… menulis artikel seperti ini.

Dan semoga, setelah ini, iklan “YA SAYA UNY” segera nongol di jendela bus TransJogja. Kalau bisa sih, lengkap sama gambar mahasiswa yang lagi senyum sambil nenteng hasil penelitian. Biar kelihatan berilmu, tapi tetap stylish.

Penulis: Janu Wisnanto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Stiker UII di Trans Jogja Bikin Kaget dan Prihatin Sekaligus

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Juli 2025 oleh

Tags: KAITransjogjaUII
Janu Wisnanto

Janu Wisnanto

Mahasiswa semester akhir Universitas Ahmad Dahlan, jurusan Sastra Indonesia. Pemuda asli Sleman. Penulis masalah sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta.

ArtikelTerkait

Kereta Tambahan Gambir-Surabaya: Harga Selangit, Fasilitas (Amat) Sulit!

Kereta Tambahan Gambir-Surabaya: Harga Selangit, Fasilitas (Amat) Sulit!

25 Maret 2026
Embung Tambakboyo Oase Terbaik di Candi Gebang Sleman (unsplash)Embung Tambakboyo Oase Terbaik di Candi Gebang Sleman (unsplash)

Embung Tambakboyo, Layaknya Oase di Tengah Semrawutnya Jalanan Candi Gebang Sleman

16 April 2025
Alasan Saya Kecewa Naik Kereta Panoramic yang Terkenal Cantik dan Unik Mojok.co

Alasan Saya Kecewa Naik Kereta Panoramic yang Terkenal Cantik dan Unik

6 Mei 2024
3 Alasan Penumpang Bawa Makanan Sendiri ke Gerbong Restorasi Kereta Mojok.co

3 Alasan Penumpang Bawa Makanan Sendiri ke Gerbong Restorasi Kereta

1 Mei 2025
KA Arjonegoro Sidoarjo-Bojonegoro, Kereta yang Menyiksa Penumpang Sepanjang Perjalanan Mojok.co

KA Arjonegoro Sidoarjo-Bojonegoro, Kereta yang Menyiksa Penumpang Sepanjang Perjalanan

12 April 2024
Stiker UII di Trans Jogja Bikin Kaget dan Prihatin Sekaligus (Wikimedia Commons)

Stiker UII di Trans Jogja Bikin Kaget dan Prihatin Sekaligus

26 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dear Mahasiswa Baru, Tidak Semua Organisasi Layak Untuk Diikuti, Banyak yang Akhirnya Cuma Bikin Kalian Depresi Mojok.co

Dear Mahasiswa Baru, Tidak Semua Organisasi Layak untuk Diikuti, Banyak yang Akhirnya Cuma Bikin Kalian Depresi

30 Mei 2026
Di Balik Solo yang Syahdu Sehabis Hujan, Ada Ancaman yang Mengintai Pengguna Jalan Terminal

Di Balik Solo yang Syahdu Sehabis Hujan, Ada Ancaman yang Mengintai Pengguna Jalan

31 Mei 2026
Kebiasaan Buruk Mahasiswa Saat Menghubungi Dosen, Tolong Jangan Dilakukan Mojok.co

Chat Aneh Mahasiswa ke Dosen Muda, Tolong Jangan Dibiasakan

30 Mei 2026
Bahaya di Gamping Sleman Ketika Anak Muda Kecanduan Judol (Unsplash)

Derita yang Saya Alami ketika Melihat Anak Muda Gamping Sleman Kecanduan Judol: Mereka Bukan Pemalas, tapi Sadar Pemasukan Situasi Ekonomi Makin Berart

1 Juni 2026
Jalan Dr Sutomo, Jalan Satu Arah yang Mencoreng Nama Baik Muntilan Magelang

Jalan Dr Sutomo, Jalan Satu Arah yang Mencoreng Nama Baik Muntilan Magelang

2 Juni 2026
Perayaan Waisak di Borobudur: Momen Sakral yang Bawa Berkah bagi Warga Magelang

Perayaan Waisak di Borobudur: Momen Sakral yang Bawa Berkah bagi Warga Magelang

31 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.