Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

UIN Salatiga: Kampus Sunyi, Tak Terkenal, dan Hanya Bisa Iri dengan Kampus Lain

Siti Karimah oleh Siti Karimah
28 Juni 2025
A A
UIN Salatiga Menyimpan Salah Paham yang Menyesatkan (Unsplash)

UIN Salatiga Menyimpan Salah Paham yang Menyesatkan (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Kota Salatiga menyimpan udara dingin, pemandangan indah, dan satu kampus Islam negeri yang juga adem. Terlalu adem. Saking ademnya, nama kampus ini hampir tak pernah terdengar di tengah riuhnya jagat perkuliahan nasional. Inilah dia: UIN Salatiga, kampus yang kalau kamu sebut namanya, orang mungkin akan menjawab, “Hah? Itu yang di Semarang, ya?”

Tidak, Pak. Kami bukan UIN Walisongo. Kami tetangganya yang kalem, tidak banyak gaya, dan memang belum terkenal. Tapi justru karena belum terkenal itulah, tulisan ini perlu hadir—semacam pengakuan jujur dari dalam tubuh kampus sendiri. Bahwa meski status sudah naik kelas jadi “Universitas Islam Negeri”, nyatanya kami masih seperti anak magang di jagat akademik Indonesia.

UIN Salatiga tak dikenal, bukan berarti tak ada

Naiknya status dari IAIN ke UIN pada 2022 seharusnya menjadi momentum penting. Tapi yang terjadi justru semacam “upgrading nama” yang tidak diikuti upgrading identitas. UIN Salatiga masih seperti kampus yang berjalan dalam bayang-bayang: tidak buruk, tapi tidak cukup menonjol juga.

Warga Salatiga pun kadang masih menyebut kampus ini dengan nama lama. Mahasiswa dari luar kota harus menjelaskan panjang lebar setiap kali ditanya, “Kampusmu di mana?” Jawabannya bisa sepanjang makalah tugas akhir: UIN Salatiga, itu loh, kampus Islam negeri, yang dulu IAIN, tapi bukan UIN Walisongo, dan bukan juga STAINU Temanggung.

Sayangnya, branding kampus tidak secepat perubahan papan nama. Media sosial kampus kaku seperti dosen yang baru belajar Canva. Konten promosi seadanya. Bahkan wisuda pun kadang terdengar seperti agenda keluarga besar ketimbang perayaan akademik.

Fasilitasnya naik, popularitasnya belum

Secara fisik, UIN Salatiga sebenarnya sedang tumbuh. Gedung-gedung megah bermunculan di Kampus 3. Masjid kampus bergaya Timur Tengah berdiri anggun, perpustakaan naik kelas jadi ikon, bahkan ada jalur pejalan kaki yang cantik (asal nggak dipakai parkir motor).

Tapi semua itu belum cukup mengangkat reputasi. Pembangunan infrastruktur tidak dibarengi dengan penguatan identitas akademik. Apa yang UIN Salatiga tawarkan secara keilmuan? Apa spesialisasi unggulannya? Bahkan mahasiswa sendiri pun kadang bingung menjawabnya.

Alih-alih jadi pusat diskusi Islam progresif, kampus ini lebih sering jadi pusat fotokopian, warung burjo, dan cari Wi-Fi gratis.

Baca Juga:

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu banget mau pindah ke Salatiga

Niat ikut organisasi mahasiswa di UIN cuma mau cari teman, malah jadi terpaksa ikut pengkaderan yang rumit

Birokrasi UIN Salatiga: beriman tapi ribet

Kalau ada hal yang paling konsisten di UIN Salatiga, itu adalah birokrasi. Sistem administrasi kampus ini menguji bukan cuma akal sehat, tapi juga kadar keimanan.

Untuk mengurus surat aktif kuliah, kamu harus melewati ujian kesabaran level wali santri: minta tanda tangan dosen wali, ke TU fakultas, balik karena kurang materai, nunggu petugas yang lagi rapat, sampai akhirnya surat selesai… pas kamu udah lulus.

Saking njlimetnya, beberapa mahasiswa mengaku lebih cepat mengurus surat nikah di KUA daripada surat dispensasi ujian. Ironis, mengingat visi kampus adalah “UIN Internasional yang Islami dan Unggul”. Tapi kalau bikin transkrip aja harus puasa dulu, entah kapan internasionalnya tercapai.

Baca halaman selanjutnya

Iri dengan kampus lain

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 30 Juni 2025 oleh

Tags: SalatigaUINuin salatiga
Siti Karimah

Siti Karimah

Saya manusia biasa.

ArtikelTerkait

Salatiga Kota Terbaik di Jawa Tengah untuk Pensiun (Unsplash)

7 Hal yang Menegaskan Bahwa Salatiga Adalah Kota Terbaik di Jawa Tengah untuk Pensiun

5 Februari 2025
Bersyukur Ditolak Unsri dan Diterima UIN Palembang, Ternyata Kampusnya Lebih Nyaman Mojok.co

Bersyukur Ditolak Unsri dan Diterima UIN Palembang, Ternyata Kampusnya Lebih Nyaman

8 Maret 2024
UIN Bandung Nggak Mencetak Mahasiswa, tapi Survivor (Unsplash)

Kuliah di UIN Bandung: Ekspektasi Mau kayak Dilan 1990 Realitanya Malah Kaya Mad Max Fury Road

27 November 2025
Sambal Terasi Paling Nikmat ada di Pak Kumis Samping UIN Jakarta (Unsplash)

Warung Tenda Pak Kumis UIN Jakarta Meninggalkan Jejak Sambal Terasi yang Bikin Kangen

15 Agustus 2023
Jalan Monginsidi, Jalan Braganya Salatiga: Ikonik dan Nggak Kalah Cantik kabupaten semarang

Jalan Monginsidi, Jalan Braganya Salatiga: Ikonik dan Nggak Kalah Cantik

12 November 2025
kenaikan ukt UIN

Kabar Kenaikan UKT dan PHP Kemenag Adalah Cara Kampus Menempa Kesolehan Anak UIN

26 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan Mojok.co

Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan

3 Agustus 2026
Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

5 Agustus 2026
4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo Mojok 

4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo 

31 Juli 2026
Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang kalah sama Indomaret (Wikimedia Commons)

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang jualan barang entar pasti kalah sama Indomaret

7 Agustus 2026
5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen seperti saya saat merantau ke kota Mojok.co

5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen saat merantau ke kota

7 Agustus 2026
Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

2 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.