Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Bakpia Kukus Tugu Jogja Berani Tampil Beda dengan Varian Rasa Matcha, Bakpia Lain Mana Bisa?

Janu Wisnanto oleh Janu Wisnanto
6 Juni 2025
A A
Bakpia Kukus Tugu Jogja Berani Tampi Beda dengan Varian Rasa Matcha, Bakpia Lain Mana Bisa?

Bakpia Kukus Tugu Jogja Berani Tampi Beda dengan Varian Rasa Matcha, Bakpia Lain Mana Bisa? (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau biasanya bakpia berisi kacang hijau dan dipanggang, Bakpia Kukus Tugu Jogja hadir dengan varian rasa yang unik.

Saya ini orang Jogja yang lahir dan besar di Jogja, di mana bakpia sudah menjadi oleh-oleh wajib bagi setiap pelancong yang mampir. Nah, ngomongin bakpia, kita pasti langsung terbayang Bakpia Pathok yang nama-namanya pakai angka-angka segudang itu. Mulai dari 25, 45, 75, 145, sampai yang bikin kepala muter kayak nyari kode WiFi di angkringan.

Tetapi kali ini saya mau cerita tentang bakpia yang agak nyeleneh, nggak ikut-ikutan pakai angka yang bikin bingung itu. Namanya Bakpia Kukus Tugu Jogja. Ia bukan juara dunia bakpia, bukan pula yang paling legendaris. Yah, bisa dibilang medioker dalam dunia bakpia Jogja. Tapi saya yakin bakpia satu ini punya tempat tersendiri di hati banyak orang, termasuk saya, khususnya yang bosan dengan bakpia panggang yang itu-itu saja.

Bakpia kukus, bukan sekadar variasi

Pertama kali saya mendengar “bakpia kukus”, saya sempat berpikir, apa iya bakpia dikukus? Bukannya bakpia itu dipanggang supaya kulitnya renyah dan agak kecokelatan? Nah, ternyata Bakpia Kukus Tugu Jogja ini memang berbeda. Ia datang dengan konsep yang agak lembut, empuk, dan moist. Nggak ada kerak-kerak kering yang biasa bikin mulut agak kering seperti kalau kita makan bakpia panggang.

Kulit bakpia kukus ini lebih tebal dan terasa kenyal. Jadi buat orang-orang yang kurang suka tekstur renyah dan agak keras, bakpia ini adalah pilihan yang pas. Apalagi buat anak muda sekarang yang sering bawa bekal dan camilan di tas. Kulit bakpia kukus yang nggak gampang hancur ini jadi kelebihan tersendiri.

Bakpia Kukus Tugu Jogja varian rasa matcha, si diplomasi rasa

Kalau bicara rasa, Bakpia Kukus Tugu Jogja nggak mau kalah. Selain rasa klasik seperti kacang hijau dan cokelat, mereka punya varian rasa matcha. Ini yang bikin saya geleng-geleng kepala sekaligus senyum-senyum sendiri. Sekarang segala makanan dan minuman kalau sudah dibubuhi label matcha rasanya langsung naik kelas, kayak jadi anak gaul dadakan yang tiba-tiba bisa bahasa Inggris.

Varian matcha ini bukan sekadar tren, tapi juga sebagai bentuk penghormatan Jogja kepada hubungan persahabatan dan budaya dengan Jepang, terutama Kyoto yang terkenal dengan teh hijau berkualitas. Jadi selain bikin lidah bergoyang, varian matcha ini membawa pesan diplomasi budaya yang manis, kayak senyum warga Jogja yang selalu ramah (((kalau tanggal muda))).

Bakpia tanpa angka itu simpel tapi keren

Nah, ini dia yang bikin Bakpia Kukus Tugu Jogja beda dari yang lain. Mereka nggak pakai angka. Di tengah gempuran Bakpia Pathok yang semuanya kayak punya kode rahasia, bakpia satu ini memilih jalur simpel dan elegan, cukup “Tugu Jogja”.

Baca Juga:

5 Artikel Terpopuler Terminal Mojok 2025: Catatan Keluhan Orang Biasa tentang Hal-hal Biasa, tapi Ditulis dengan Luar Biasa

Bakpia Jogja Itu Overrated, Siap-siap Saja Dilibas Pia Kering Malang yang Menang dari Segala Aspek!

Pemilihan nama ini jadi semacam statement bahwa mereka nggak perlu bersaing lewat angka karena mereka tahu siapa dirinya dan siapa audiensnya. Persis kayak anak baru yang santai banget datang ke pesta, tapi ternyata bawa playlist lagu yang langsung bikin semua orang joget. Jadi jangan salah, meskipun “medioker”, mereka punya kepercayaan diri yang tinggi.

Bakpia Kukus Tugu Jogja medioker? Justru itu kelebihannya!

Kalau bicara medioker, mungkin banyak yang berpikir ini negatif. Tapi saya mau bilang kalau medioker bukan berarti gagal. Medioker bisa berarti ada ruang untuk berkembang, ada keunikan yang belum tentu bisa ditiru. Bakpia Kukus Tugu Jogja bukan juara dunia. Bukan pula bintang lapangan utama. Tetapa ia juara di hati banyak orang yang menginginkan sesuatu yang berbeda.

Mereka memperkaya khazanah kuliner Jogja dengan memberikan alternatif yang fresh dan nggak membosankan. Di tengah persaingan bakpia yang kadang seragam, keberadaan Bakpia Kukus Tugu Jogja jadi seperti oase yang menyegarkan.

Bukan sekadar oleh-oleh, tapi budaya

Kalau kamu main ke Jogja dan pengin oleh-oleh yang beda, bukan sekadar ikut tren angka-angka yang sudah terlalu mainstream, coba deh bawa pulang Bakpia Kukus Tugu Jogja. Ia membawa cita rasa baru, kayak bakpia rasa matcha ini contohnya. Ia juga menciptakan cara baru menikmati bakpia dan tentu saja nilai tambah buat kebudayaan kuliner Jogja.

Saya nggak bermaksud menjelek-jelekkan Bakpia Pathok dan kawan-kawannya, tetapi demi warna-warni budaya kuliner Jogja, mari kita sambut Bakpia Kukus Tugu Jogja dengan tangan terbuka dan mulut siap ngemil.

Nuwun sewu Bakpia Pathok angka-angka, minggir dulu ya

Sekali lagi, artikel ini saya tulis bukan untuk menjatuhkan klan Bakpia Pathok angka-angka, ya. Mereka jelas lebih terkenal, lebih punya sejarah, dan punya kejayaan yang nggak bisa diganggu gugat. Namun izinkan Bakpia Kukus Tugu Jogja hadir untuk menambahkan keragaman oleh-oleh khas Jogja.

Buat Bakpia Kukus Tugu Jogja, saya kasih jempol pada kalian. Karena berani tampil beda dan tetap menjaga citra Jogja. Jadi, selamat mencoba, dan selamat menikmati rasa yang tak selalu harus juara dunia, tapi juara di lidah dan hati.

Penulis: Janu Wisnanto
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 3 Kasta Tertinggi Bakpia Jogja yang Pantas Dijadikan Oleh-Oleh.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Juni 2025 oleh

Tags: bakpiabakpia jogjaBakpia KukusBakpia Kukus Tugu Jogja
Janu Wisnanto

Janu Wisnanto

Mahasiswa semester akhir Universitas Ahmad Dahlan, jurusan Sastra Indonesia. Pemuda asli Sleman. Penulis masalah sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta.

ArtikelTerkait

4 Cara Cerdas Memilih Bakpia Jogja Berkualitas untuk Dijadikan Oleh-Oleh Mojok.co

4 Cara Cerdas Memilih Bakpia Jogja Berkualitas untuk Dijadikan Oleh-Oleh

8 Juni 2025
Rekomendasi 3 Bakpia Tanpa Angka dengan Inovasi Menggemparkan. Lahirnya Raja Baru Bakpia Jogja!

Rekomendasi 3 Bakpia Tanpa Angka dengan Inovasi Menggemparkan. Lahirnya Raja Baru Bakpia Jogja!

30 Juli 2023
Tipe Kepribadian Pendatang di Jogja dari Merek Bakpia yang Dibeli terminal mojok.co

Tipe Kepribadian Pendatang di Jogja dari Merek Bakpia yang Dibeli

15 Desember 2020
Nopia, Camilan Banyumas Kembaran Bakpia yang Kalah Pamor Mojok.co

Nopia, Camilan Banyumas Kembaran Bakpia yang Kalah Pamor

15 Januari 2024
Jogja Itu Membosankan, tapi Saya Nggak Punya Alternatif Kota Wisata Lain

Jogja Itu Membosankan, tapi Saya Nggak Punya Alternatif Kota Wisata Lain

8 Januari 2024
Kue Kembang Waru, Oleh-oleh Khas Jogja yang Nggak Kalah Autentik dari Bakpia Mojok.co

Kue Kembang Waru, Oleh-oleh Khas Jogja yang Bisa Jadi Pilihan selain Bakpia yang Mulai Ngaco

17 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

14 Januari 2026
4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

16 Januari 2026
UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

19 Januari 2026
Jalan Dayeuhkolot Bandung- Wujud Ruwetnya Jalanan Bandung (Unsplash)

Jalan Dayeuhkolot Bandung: Jalan Raya Paling Menyebalkan di Bandung. Kalau Hujan Banjir, kalau Kemarau Panas dan Macet

17 Januari 2026
Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal

14 Januari 2026
Publikasi Artikel: Saya yang Begadang, Dosen yang Dapat Nama publikasi jurnal

Publikasi Jurnal Kadang Jadi Perbudakan Gaya Baru: Mahasiswa yang Nulis, tapi Dosen yang Dapat Nama, Logikanya di Mana?

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.