Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Saya Lebih Percaya Dokter Tirta daripada Influencer Kesehatan Lainnya, To The Point, dan Walk The Talk!

Muhammad Fariz Akbar oleh Muhammad Fariz Akbar
1 Mei 2025
A A
Saya Lebih Percaya Dokter Tirta daripada Influencer Kesehatan Lainnya, To The Point, dan Walk The Talk!

Saya Lebih Percaya Dokter Tirta daripada Influencer Kesehatan Lainnya, To The Point, dan Walk The Talk!

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau urusan kesehatan, saya lebih percaya sama Dokter Tirta. Dah, paten!

Untuk menerima nasihat atas bidang-bidang tertentu yang kita awam terhadapnya, saya selalu mendengarkan pakar. Memang, pakar belum tentu seorang praktisi. Begitu juga seorang praktisi, mereka belum tentu bisa dikategorikan sebagai pakar. Ada syarat-syarat tertentu yang perlu dilakukan oleh seseorang supaya bisa dinobatkan sebagai seorang pakar. 

Seperti misalnya seorang yang punya gelar sarjana pendidikan yang boleh dikatakan sebagai pakar pendidikan, namun belum tentu ia adalah seorang praktisi pendidikan alias guru. Baik menjadi pakar atau praktisi, butuh waktu dan proses panjang. Setidaknya, pakar perlu kuliah selama beberapa waktu, melakukan penelitian, sampai sumbangsih terhadap bidang yang ia tekuni. Bagi praktisi, butuh pengalaman beberapa waktu sebelum diakui sebagai praktisi yang layak 

Dalam beberapa bidang, antara pakar dan praktisi biasanya saling mendahului. Tapi hal itu nggak akan terjadi dalam bidang kesehatan. Seorang dokter, perlu dipastikan bahwa ia punya ilmu yang cukup sebelum melakukan praktik. Oleh karena itu, kalau urusannya kesehatan, saya lebih baik mendengar seorang dokter. Dan dokter Tirta adalah favorit saya.

Dokter Tirta galak, tapi justru itu yang dibutuhkan

Pernah lihat potongan video dokter Tirta? Harusnya sih udah pernah lah ya. Masak belum, kek, nggak mungkin gitu.

Yang belakangan ini lagi lumayan viral dan muncul terus adalah video yang ngebahas orang push rank dari magrib sampai subuh. Dugaan saya, kalau orang nggak kenal sama sekali dengan dokter Tirta, pasti akan berpikir bahwa orang ini asal ngomong. Sebetulnya memang iya. Hahaha. 

Dari asal-asalan mencontohkan kebiasaan orang yang push rank terus-terusan, tiba-tiba ngomong “stroke”. Singkat, padat, jelas, dan menghibur. Kiranya begitu. Selain gaya edukasinya begitu, memang begitulah kenyataan yang akan dihadapi orang-orang yang nggak pernah menjaga pola hidupnya. 

Saya senang dengan edukasi dengan gaya seperti itu. Apalagi untuk orang-orang bebal yang susah dikasih tahu. Daripada capek sendiri ngajarin pelan-pelan, langsung saja ke intinya. Bahasa yang dipakai dokter Tirta juga sederhana. Nggak terlalu tinggi dengan bahasa ilmiah. Kalaupun ada, langsung dikasih contohnya yang masuk akal. 

Baca Juga:

Promosi Kesehatan: Jurusan Underrated yang Dianggap Cuma Sales, padahal Garda Terdepan Kesehatan Rakyat

Dosa Beauty Influencer yang Bisa Menjerumuskan Audiens dalam Masalah Kecantikan

Nggak cuma ngomong doang, tapi juga ngelakuin

Saya ngikutin dokter Tirta di media sosialnya terutama Twitter. Di sana, dokter Tirta juga suka sharing kegiatannya sehari-hari. Selain jadi penggemar Liverpool, dokter Tirta juga aktif berolahraga. Satu hal yang patut diacungi jempol. Olahraganya juga nggak kaleng-kaleng. Benar-benar tekun dan mendalami. 

Dokter Tirta mengaku bahwa beliau dahulu seorang perokok. Saya juga suka bagian ini karena ah, jarang orang yang mau mengakui dosanya. Alasannya berhenti merokok sih karena harga satu bungkus rokok sama dengan harga dada ayam. Itu diungkapkan di wawancara bersama Vindes. Maksud saya, kejujuran-kejujuran kecil yang jauh dari kata klise ini jarang ditemukan. Dari seorang dokter lagi. 

Entah sudah berapa banyak orang yang mengubah pola hidupnya karena mencontoh dokter Tirta. Yang jelas, ini bentuk edukasi yang baik juga. Ngomong doang sih gampang. Apalagi buat orang. Yang susah kan melakukan buat diri sendiri. Belum lagi, beliau baru lulus S2 dari ITB. Benar-benar peduli hal-hal fundamental dalam hidup. Sedikit banyak, jadi contoh buat orang lain. 

Muncul di mana-mana

Saya kira, sematan dokter pada dokter Tirta hanya sebagian kecil saja. Saat ini, lebih cocok menilai dokter Tirta sebagai seorang influencer karena beliau nggak cuma ngomongin kesehatan. Tapi juga masalah fesyen dan sepakbola. Mungkin karena alasan itu juga, dokter Tirta jadi nongol di mana-mana. 

Nggak cuma di kanal YouTube-nya sendiri tapi juga diundang di berbagai tempat. Nggak cuma ngomongin kesehatan, tapi juga ngomongin hal-hal yang lain. Ini juga bagian yang saya suka. Beneran kelihatan seperti manusia biasa yang punya hobi dan kesenangan. Banyak yang bisa dibicarakan kalau ada podcast yang mengundang dokter Tirta. 

Sekiranya terlalu membosankan untuk bicara kesehatan, beliau juga suka ngundang ahli lainnya ke kanal YouTube-nya sendiri. Mungkin membuktikan relasinya yang luas, atau bisa juga keseriusannya dalam bidang kesehatan. Semuanya layak dan perlu disimak orang awam. 

Barangkali, kalau ada yang perlu digarisbawahi dari dokter Tirta mungkin bahasanya yang nggak bisa diterima semua umur. Terlalu frontal tapi itulah karakternya. Paling nggak, ada potongan videonya yang bisa kita tertawakan bersama-sama. Satu hal yang saya nggak bisa terima dari beliau adalah kegemarannya terhadap Liverpool. 

Penulis: Muhammad Fariz Akbar
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Cinta dan Benci Untuk Dokter Tirta Mandira Hudhi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 Mei 2025 oleh

Tags: dokter tirtainfluencerKesehatan
Muhammad Fariz Akbar

Muhammad Fariz Akbar

ArtikelTerkait

fakultas kedokteran dokter apoteker diagnosis dadakan mojok

Kuba Adalah Jalan Keluar untuk Calon Mahasiswa yang Memimpikan Fakultas Kedokteran

11 Januari 2021
pertolongan pertama luka bakar

Pertolongan Pertama Ketika Luka Bakar dengan ‘Biasanya Begini Kok’

12 Mei 2019
Cotton Bud Nggak Dianjurkan, tapi Kami Telanjur Cinta terminal mojok

Cotton Bud, Kamu Jahat tapi Enak

16 September 2021
Nas Daily Dikecam Adalah Kabar Baik, Saatnya Kita Menuntut Etika dari para Influencer! terminal mojok.co

Nas Daily Dikecam Adalah Kabar Baik, Saatnya Kita Menuntut Etika dari para Influencer!

9 Agustus 2021
sakit hati

Kenapa Mudah Sekali Sakit Hati? Kasihan Hatinya

12 Juli 2019
permainan arkade

Please deh, Permainan Arkade itu Digunakan Bergantian, Bukan Untuk Dikuasai Satu Orang

12 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang Mojok.co

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

31 Januari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja Mojok.co

8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja

4 Februari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan Mojok.co

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan

31 Januari 2026
Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.